THIS IS GAY IS MY HUSBAND

THIS IS GAY IS MY HUSBAND
Bab 3. Pesta Topeng



Madam Silva menemui Rikenzo di dalam ruangan pribadinya. Madam Silva memberikan kartu undangan pesta topeng kepada Rikenzo.


"Tuan? Anda diundang oleh Tuan Antonio di acara pesta topeng nanti malam...ini undangannya."


Ucap Madam Silva. Rikenzo hanya diam dan ia tidak membaca isi surat undangan tersebut. Lalu, dia hanya berkata...


"Aku tidak berminat!"


Ucap Rikenzo tanpa basa basi lagi. Madam Silva tidak terkejut dengan kata-kata tuannya itu. Tetapi, ia masih mencoba untuk meyakinkan tuannya itu.


"Tuan? Anda yakin tidak berminat? Tuan Antonio adalah rekan bisnis kita."


Ucap Madam Silva. Dan, Rikenzo pun berpikir sejenak.


"Baiklah! Aku akan pergi menghadirinya."


Ucap Rikenzo dan Madam Silva tersenyum.


"Siapkan, segala sesuatunya."


Perintah Rikenzo.


"Baik, tuan!"


Ucap Madam Silva.


Acara pesta topeng...semoga saja, bukan acara yang akan menjebak diriku dalam pusaran yang sama.


Ucapnya dalam hati. Madam Silva segera menyiapkan pakaian resmi yang akan dipakai oleh Rikenzo dalam pesta topeng tersebut. Madam Silva sangat ahli dan cekatan dalam mengurus segala sesuatu urusan yang berhubungan dengan tuannya.


Sebab, hanya dia seorang saja yang berhak berada di sisi Rikenzo setelah, ia mengalami hari-hari pahit dalam hidupnya sebelum bertemu dengan Rikenzo. Madam Silva adalah seorang lelaki yang dijual oleh sekelompok pemuda untuk dijadikan ladang uang oleh sekelompok pemuda tersebut.


Ia memiliki wajah yang lumayan tampan dengan kulit putih bersih serta hidung mancung yang menghiasi wajah tampannya. Nama asli Madam Silva adalah Romeo. Dahulunya bekerja sebagai buruh pabrik di sebuah pabrik gula. Terlibat hutang dengan seorang rentenir dan dijual oleh sekelompok pemuda karena wajahnya dan kulit putih bersihnya.


Bertemu dengan Rikenzo, yang saat itu dalam kondisi kacau balau. Sebab, ia dituduh oleh keluarga seorang wanita yang jatuh cinta kepadanya sebagai pembunuh. Sebab, wanita tersebut ditemukan mati setelah bertemu dengannya. Rikenzo menolong serta membebaskan Romeo dari para sekelompok pemuda.


Dengan memberikan sejumlah uang kepada mereka. Dan, sejak saat itu Romeo resmi menjadi orang yang berada di sisi Rikenzo. Lalu, Rikenzo membuka usaha yang berbasis hiburan malam khusus para lelaki. Sejak saat itu, Romeo berganti nama menjadi Madam Silva. Dan, ia bertindak sebagai tangan kanan Rikenzo. Sekaligus, mengelola usaha Rikenzo yang dipercayakan kepadanya. Dan, mengurus hal lainnya seperti urusan pesta atau undangan dari rekan bisnis dari Rikenzo.


......................


Saat yang bersamaan, di kediaman Rini...


Rini sedang bersiap-siap. Ia mengutak-atik isi lemari pakaiannya. Ia sedang mencari pakaian yang sesuai untuk dirinya menghadiri acara pesta topeng. Alyssa yang memperhatikannya saja seketika menjadi tidak sabaran. Melihat ulah Rini yang sedari tadi sibuk sendiri memilih pakaian.


"Ck, hanya pakaian pesta topeng saja...mengapa, kau kerepotan begini sih?"


Ucap Alyssa.


"Bagaimana, tidak! Pesta ini adalah acara besar...banyak orang penting yang akan hadir...dan, dengar-dengar seorang pria cantik pun diundang oleh tuan Antonio itu."


Ucap Rini.


"Pria cantik? Siapa?"


Ucap Alyssa.


"Siapa lagi, kalau bukan pemilik Gays Daddy."


Ucap Rini.


"Gays Daddy? Apa itu?:


Ucap Alyssa tidak paham.


"Itu adalah rumah hiburan para gay...dan, kudengar pemiliknya adalah pria cantik yang seorang gay."


Ucap Rini.


"Wah, pria cantik? Gay? Bagus sekal."


Ucap Alyssa.


"Apanya, yang bagus Alyssa?"


Tanya Rini.


"Aku mau menikah saja dengannya."


Jawab Alyssa. Dan, kata-kata Alyssa baru saja membuat Rini tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha."


Tawa Rini mengembang.


"Apa, yang tertawakan? Aku serius."


Ucap Alyssa.


"Apa! Kau serius."


Ucap Rini.


"Tentu saja, jarang-jarang bukan? Seorang wanita bersuamikan seorang pria gay seperti pria cantik itu."


Ucap Alyssa.


"Hei, Alysaa! Hentikan, khayalan anehmu."


Ucap Rini.


"Mengapa? Apa, kau tidak setuju?"


Ucap Alyssa.


"Aku tidak setuju! Ini adalah keputusan besar dalam hidupmu...jangan gegabah."


Ucap Rini.


"Ck, aku sudah memikirkannya Rin? Tekadku sudah bulat."


Ucap Alyssa.


"Oh, ya sudah kalau begitu...asal nanti kau tidak menangis...sebab, suamimu tidak normal...dan dia tidak bisa memberikanmu keturunan."


Ucap Rini.


"Setuju."


Ucap Alyssa.


"Baiklah, apa kau tidak mau ikut denganku?"


Tanya Rini.


Tentu saja, aku ikut denganmu."


Balas Alyssa.


"Pilihlah, pakaianmu!"


Ucap Rini sambil membuka isi lemari pakaian miliknya kepada Alyssa.


"Wow, Rini...kau memang yang terbaik."


Ucap Alyssa sambil melompat memeluk tubuh Rini erat.


"Hei...hei...cepat hentikan! Kau membuatku sesak nafas!"


Ucap Rini sambil mendorong tubuh Alyssa.


"Baiklah, hehe...kau memang teman terbaikku."


Ucap Alyssa, dan Rini hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap serta tingkah laku Alyssa. Ia sungguh tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari bibir Alyssa begitu saja.


Itu tidak mungkin!


Ucap Rini dalam hati. Sebab, ia tahu siapa itu Alyssa lebih dari siapa pun di dunia ini. Mereka sudah berteman sejak kecil. Rini merupakan satu-satunya teman yang dapat dipercaya oleh Alyssa. Begitu juga dengan Rini, hanya Alyssa saja yang dapat mengerti dirinya.


......................


Kediaman Antonio...


"Selamat...selamat...tuan Antonio."


Ucap para tamu yang datang ke acara pesta tersebut.


"Terima kasih."


Ucapnya sambil tersenyum.


"Dimana, tuan Rikenzo...aku sudah lama menantikan kedatangannya."


Ucap Antonio kepada istrinya.


"Dia adalah rekan bisnis keluarga kita...dia pasti datang."


Ucap istri Antonio.


"Bukan hanya dia rekan bisnis...aku menginginkan dia menjadi menantu keluarga kita."


Ucap Antonio.


"Dengan statusnya itu..apakah, kau tidak malu? Orang-orang nanti akan membicarakan keluarga kita di belakang...lebih baik ditunda saja dahulu."


Ucap istri Antonio.


"Jangan, menilai seseorang dari kulitnya saja...sebab, apa yang terlihat dari luar itu masih belum pasti."


Ucap Antonio.


"Baiklah, kalau begitu...aku akan berbaur dengan tetamu yang lain."


Ucap istri Antonio.


Haish...istriku itu benar-benar bodoh! Dia sama sekali tidak dapat melihat dengan baik...emas permata yang sesungguhnya.


Ucap Antonio dalam hati. Lalu, tidak lama kemudian Rikenzo pun hadir dalam pesta tersebut. Antonio yang sudah lama menunggunya seketika tersenyum senang. Rikenzo datang bersama dengan Madam Silva. Serta, seorang gadis perusak suasana hati Rikenzo.


Dia adalah Alyssa, dia tersenyum lebar kepada setiap para tamu yang hadir disana. Sambil, matanya melihat kesana kemari mencari Rini di tengah banyaknya tamu disana. Rikenzo merasa sangat kesal dengan ulah Alyssa. Semenjak tadi, hanya menggandeng tangannya saja. Tanpa mampu berkata apa-apa.


Dan, Madam Silva yang melihat keadaan tersebut ia hanya tersenyum saja. Baru kali ini ia melihat raut wajah Rikenzo demikian kesalnya terhadap wanita. Padahal, jika berhadapan dengan wanita tidak pernah sampai membuatnya kesal demikian parah.


Wah, wanita itu sangat hebat...sanggup membuat tuan Rikenzo kesal tingkat dewa...hihihi.


Ucap Madam Silva tertawa dalam hati. Rikenzo melihat Madam Silva terkekeh geli. Ia menatap tajam kepada Madam Silva, lalu Madam Silva pun segera mengajak Alyssa pergi dari sisi Rikenzo. Akan tetapi, Alyssa menolak dan terjadilah keributan kecil disana dan mengundang perhatian Antonio.


"Ayo, kita pergi kesana...ada makanan enak disana."


Ucap Madam Silva.


"Tidak mau! Aku ingin bersama, pria cantik ini...kau, jangan menggangguku!"


Ucap Alyssa.


"Tuan ada urusan lain...hehe...nanti tuan, dia akan menemuimu lagi."


Ucap Madam Silva.


"Hegh! Apa, kau pikir aku percaya kepadamu."


Ucap Alyssa.


Gadis ini...benar-benar membuatku marah.


Ucap Madam Silva dalam hati.


"Ayo...ikut denganku!"


Ucap Madam Silva menarik kasar tangan Alyssa.


"Argh! Sakit...jangan, tarik tanganku."


Ucap Alyssa berteriak.


"Ada apa ini!"


Ucap Antonio.


"Ah, tidak apa-apa tuan Antonio."


Ucap Rikenzo.


"Eh, tuan Rikenzo? Aku mengira siapa yang berteriak dan membuat keributan."


Ucap Antonio. Rikenzo memberi isyarat kepada Madam Silva untuk segera pergi dari sana. Madam Silva pun segera menghilang dalam kerumunan para tamu.


"Tuan Antonio, kuucapkan selamat atas kesuksesanmu."


Ucap Rikenzo.


"Terima kasih, tuan Rikenzo."


Ucap Antonio.


Gadis ini? Siapa? Mengapa, begitu lengket dengan tuan Rikenzo.


Ucap Antonio dalam hati.


"Tuan, gadis disampingmu itu siapa? Mengapa, kau tidak mengenalkannya kepadaku."


Ucap Antonio.


"Perkenalkan! Aku kekasih pria cantik ini."


Ucap Alyssa sambil mengulurkan tangan. Dan, Rikenzo hanya membuang muka saja saat Alyssa memperkenalkan dirinya sebagai kekasihnya kepada Antonio.


Gadis ini, benar-benar membuatku malu dan kesal setengah mati...lihat saja, bagaimana nanti aku akan memberinya hukuman.


Ucap Rikenzo dalam hati.


"Apa! Kekasih?"


Ucap Antonio terkejut.


"Ya, kekasih...bukan begitu, sayangku?"


Ucap Alyssa.


"Tuan Rikenzo, benarkah dia kekasihmu?"


Tanya Antonio.


"Ah, itu benar sekali tuan?"


Balas Rikenzo.


"Kalau begitu, aku tidak akan mengurusi urusan tuan lagi...bersenang-senanglah."


Ucap Antonio sambil berlalu meninggalkan Rikenzo dan Alyssa disana.


"Apa, kau sudah puas bermain sandiwara...nona perusak mood?"


Ucap Rikenzo dingin.


"Hehe...jangan, menatapku dingin begitu...saat ini aku cukup puas bermain...ke depannya, temani aku bermain lagi."


Ucap Alyssa.


"Maaf, nona perusak mood! Tidak ada lain kali...cukup satu kali ini saja."


Ucap Rikenzo kemudian segera berlalu meninggalkam Alyssa seorang diri disana. Alyssa berdiri mematung dan ia tersenyum manis penuh misteri.


Ah, siapa bilang cukup satu kali...malah aku ingin bermain ribuan kali denganmu.


Ucap Alyssa dalam hati. Dan, Alyssa pun segera pergi mencari Rini di dalam pesta topeng tersebut. Tetapi, ia tidak bertemu dengan Rini di dalam sana. Ia malah bertemu dengan Madam Silva, sedang mengobrol dengan serius dengan Rikenzo di sampingnya.


Bersambung...


THIS IS GAY IS MY HUSBAND