The young marriage &Attack On Titan•

The young marriage &Attack On Titan•
7



"beneran ga bilang apa apa?" tanya Zeke kembali sembari menyipitkan matanya.


"beneran cuy, gue lagi liat liat aja tadi" ucap Lucy, ia berusaha untuk tidak kelihatan salah tingkah saja.


"oke" Zeke mengangguk pelan.


Dan akhirnya mereka berdua hanya diam saja, keadaan seketika hening begitu saja, sampai mereka tiba di kampus mereka.


mobil pun masuk ke dalam kampus, mereka di sapa oleh penjaga gerbang kampus.


"pagi Zeke, Lucy" ucap nya sembari tersenyum tipis.


"pagi juga pak" ucap Zeke.


"pagi juga pak" ucap Lucy.


Zeke memarkirkan mobil nya, lalu keluar dari mobil, dan ia melihat Eren yang baru saja sampai menggunakan motor ninja berwarna hitam, dan juga menggunakan helm.


"haha, baru nyampe Lo" sapa Zeke kepada Eren.


Eren pun melepas helm nya, lalu menaruh nya di spion motor nya. "iya anjir ngebut juga gue tadi" ucap nya yang mengambil kunci motor lalu memainkan nya di tangan.


"waduh ngebut ngebutan nih" ucap Zeke yang menyeringai.


"apa Lo mau bilang ke nyokap kan" tebak Eren, dan benar saja tebakan nya.


"iyalah" jawab Zeke, dengan santai.


"awas Lo ya" ketus Eren yang menunjuk ke Zeke.


"ga usah ribut Lo pada, mau rapat nih, ayo" Lucy memotong pembicaraan mereka, Lucy terpaksa melakukan itu karena ia ada rapat yang penting.


"oh iya ya, gue lupa makasih udah ngingetin cantik" ucap Eren yang menggoda Lucy.


"modus" ucap Lucy, cuek, lalu ia memutar bola mata malas.


Zeke hanya tertawa melihat Eren di bilang modus oleh Lucy. "apa Lo ketawa" ketus Eren kepada Zeke.


"apaan dah ga jelas Lo" sahut Zeke.


"cepetan anjir" sahut Lucy, dengan wajah datar nya itu.


Mereka berjalan ke ruang rapat mereka, lalu saat sedang berjalan Lucy di sapa oleh seorang cewe, "pagi Alex" sapa cewe cantik tersebut.


Lucy menoleh, "oh ya, pagi juga, baru dateng nih?" tanya Lucy ke cewe tersebut.


"iya nih baru dateng hehe, Lo juga kan?" ucap cewe cantik tersebut.


"iya, yaudah gue mau rapat nih, nanti gue kalo udah selesai nyusul ke kelas kok, gue duluan ya" ujar Lucy.


"oke Alex, bye" ucap cewe tersebut.


cewe tadi itu adalah, Nata Zoe Smith panggil saja Nata, cewe cantik ras Albino memiliki iris mata warna merah dan biru. Tinggi 169 cm, ia ketua samurai yang cukup terkenal di kampus ini. Selain itu ia juga jago dalam hal bela diri dan militer sama seperti Lucy.


Lucy memang sering di panggil Alex oleh para Mahasiswi di kampus nya itu. Menurut nya bagus bagus saja ia di panggil Alex, selagi ia tidak risih untuk di panggil seperti itu.




Lucy berjalan meninggalkan Nata, "Lo di panggil Alex?" tanya Zeke kepada Lucy.


"iya, emang Lo ga tau" ucap Lucy yang terkekeh kecil.


"katanya Lo Kaka Lucy, masa Lo ga tau gue aja tau anjir" sahut Eren.


"ya ga gitu anjir, kalo Lucy di panggil Alex mah gue ga tau beneran" ucap Zeke yang menggaruk tengkuknya.


"lawak Lo ren, ga gitu konsep nya" ucap Lucy ke Eren. Lalu Eren terkekeh.


"iya gue di panggil Alex, ga tau kenapa dah, awalnya sih yang panggil gue Alex mah cuma Nata sama Sasha doang njir, malah kesebar jadinya and yaaa gue di panggil Alex" ujar Lucy.


"semua orang??" tanya Zeke sedikit kaku.


"ga sih, cuma cewe aja yang manggil 'alex', kalo Cowo enggak" ujar Lucy, ia berpikir kenapa harus di panggil Alex.


"anjir beneran" Zeke sedikit terkejut dengan pernyataan Lucy.


"palingan lesbi" celetuk Eren, yang jalan sembari memainkan kunci motor di tangan nya.


"kok gue merinding ya" ucap Lucy pelan sembari mengusap tengkuknya.


"lawak banget Lo ren, teori apaan itu" ucap Zeke yang tertawa kecil.


"ya siapa tau beneran kan, apalagi Nata keliatan nya kayak ada rasa gitu sama Lucy, ya kan?" ujar Eren, sebenarnya apa yang Eren bilang itu mungkin saja benar.


"Mungkin kali...." gumam Zeke yang berpikir.


"ngaco Lo pada njir" ucap Lucy, yang mengerutkan keningnya.


yaaa, Lucy langsung memotong pembicaraan yang aneh itu, tidak masuk akal sekali.


tetapi itu bisa saja terjadi, benar bukan....?





Akhirnya mereka sampai di ruang rapat mereka, "pagii bro!" sahut porco kepada Eren dan Zeke.


"pagi juga bro" ucap Zeke, "Lo ngebut bet anjir pagi pagi buta udah Dateng?" tanya Eren.


"hahaha, ga gitu juga anjir, tapi enakan Dateng awal daripada telat ya kan" ucap Porco yang menyeringai.


"Lo nyindir gue" Ucap Eren lalu menaikkan sebelah alisnya.


Zeke hanya tertawa kecil, "nyadar juga Lo ya"


"sialan" ketus Eren yang lalu melengos begitu saja, lalu menaruh tasnya di meja desk miliknya.


mereka hanya tertawa saja melihat kelakuan Eren seperti itu.


Lalu, pieck pun menghampiri Lucy dan menyapanya, "pagi Lucy" sapa pieck yang tersenyum manis ke Lucy.


"ya pieck, pagi juga" jawab Lucy yang tersenyum tipis.


lalu Lucy melirik ke kanan dan kiri seperti mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan Reiner.


"dia belum dateng, tumben banget..." batinnya, ia sedikit khawatir kalau Reiner akan telat rapat.


pieck sedikit memiringkan kepala, lalu berdeham pelan. "Lo nyari Reiner ya..?" ucap pieck yang menyipitkan matanya.


"apa, enggak kok" jawab Lucy dengan cepat, lalu menggeleng kepala.


"masa sih, terus nyari siapa lagi" pieck sangat ingin tahu.


"udah lah, gue mau duduk" ucap Lucy yang mengalihkan perhatian nya.


"hmmm, mencurigakan" gumam pieck yang menyipitkan matanya kembali.





tanpa Lucy sadari saat ia sudah duduk di kursi desk miliknya, Lucy masih melirik ke arah pintu keluar ruangan rapat yang besar itu.


"belum dateng...." gumam nya pelan, lalu mendekapkan kedua tangan nya.


"kenapa gue nyariin dia ya, anjir lah kurang kerjaan aja gue" batin nya.


baru saja ingin melihat kembali ke arah pintu ia melihat seorang pria tinggi, berambut blonde, yang berpakaian rapih, memasuki ruangan itu.


"udah pada dateng nih, bagus lah tepat waktu", lucy melirik sedikit dan benar saja itu Reiner.


"tumben lo lama, biasanya lo dateng nya awal" ucap Zeke yang menghampiri Reiner.


"iya gue tadi habis ngurus berkas yang ada di ruang dosen, kenapa emang gue lama ya" ujar Reiner kepada Zeke.


"ga sih, tapi biasanya lo di sini sendirian aja haha" ucap zeke sembari tertawa kecil, Reiner juga tersenyum kecil.


tetapi pandangan nya terkunci ke arah wanita yang sedang duduk sembari membaca buku kesukaan nya itu, iya itu lucy yang sedang membaca buku favoritnya.


lucy merasakan kalau ada yang memperhatikan nya tapi siapa?, lucy menoleh sedikit saja Reiner memperhatikan lucy dengan jeli dari atas sampai bawah seperti terpesona dengan lucy, pandangan nya tidak teralihkan.


ada apa sama dia...?, ada yang salah sama gue?


hanya 1 menit mereka bertatapan, lalu Porco menyeletuk "ekhem ciailah pagi pagi udah pandang pandangan aja haha".


"cih, apaan si" ucap Lucy, cuek.


"ciee Lucy, bilang aja kali kalo lagi nahan maluu" sahut pieck sembari tertawa kecil.


Lucy hanya diam lalu kembali membaca buku sementara Reiner berjalan ke desk miliknya, "cantik..." batin Reiner sembari menyeringai, "masih pagi anjir udah cie ciein orang kalian aja sana yang kayak gitu" ucap colt kepada porco.


pieck dan porco pun saling tatapan, "dih anjir gajelas!" ucap mereka berdua barengan, lalu mereka saling melihat satu sama lain pipi pieck pun memerah sedikit, dan porco juga.


"ekhem, kalian berdua fall in love nih kayak nya, kabarin yak kalo udah jadian nanti gue minta porco buat teraktir yang lain nya" ucap Colt yang bercanda lalu tertawa.


lucy yang sedang fokus membaca buku pun mendengar percakapan mereka, ada ada aja mereka ini, ga bercanda ga seru alias ga ekstrim sial lah, gimana gue fokus baca buku...


Lucy berdeham agak kencang, "ehem, pagi pagi gini udah pada nge bucin, minimal kerjain tugas masing-masing" sahut Lucy yang masih duduk di kursi pribadi miliknya itu, dan masih membaca buku dengan serius.


Mereka semua yang mendengar pernyataan Lucy pun langsung menoleh, "maaf ya Lucy hehe" ucap pieck yang tertawan kecil.


"maaf ibu negara" Colt pun duduk di kursi pribadi nya lalu menyalakan monitor dan mengerjakan tugas sebelum rapat.


"iya bu maaf..." ucap porco yang langsung berjalan ke kursi pribadi nya juga dan menyalakan handphone miliknya itu.


Zeke hanya terkekeh melihat kelakuan mereka bertiga yang di omeli oleh Lucy, "gausah ketawa ketawa zek lo juga kok" sahut Lucy ke Zeke.


"nah loh anjir" Eren pun tertawa terbahak-bahak karena Zeke juga disalahi oleh Lucy.


"puas lo ren ngetawain gue" ucap Zeke yang menyilangkan kedua tangannya, dan bersandar ke kursi pribadi nya itu.


"puas lah masa enggak minimal gantian, hahahaha" Eren masih tertawa terbahak-bahak.


Yaa, Zeke hanya menghela nafas pelan melihat kelakuan adik nya itu, mau tidak mau Zeke ga bisa marah iya kan?


...Bersambung...


...----------------...


maaf ya guys bru bisa upload sekarang, soalnya pas ujian ga ada waktu buat lanjutin cerita hikss, baru bisa lanjutin sekarang, maaf ya sekali lagi !! :)


I hope you like and enjoy!! ;) 💐✨