
Makan malam pun selesai, dan Lucy kini sedang berada di sofa ruang tamu, ia sibuk dengan tablet menggeser ke atas dan ke bawah lalu mengetik.
Ada chat masuk dari handphone nya, Lucy mengambil handphone yang berada di samping nya itu, lalu membaca secara seksama.
...Chat •Grup Marley•...
•Reiner
info untuk besok kita adain rapat ya
Sorry ya baru ngasih tau info ini
Terimakasih.
•Porco
thanks info nya bro
•Colt
makasih infonya rei
•Pieck
capee bangeett rapat hikss >.<
•Porco
kalo cape ya istirahat aja anjir
Gausah di paksain
•Colt
ciee
•Porco
Apaan dah gajelas Lo colt
•Colt
enggak kok gapapa wkwk :v
•Porco
cih gajelas Lo
^^^makasih infonya Rei^^^
^^^maaf ngerepotin kamu^^^
•Reiner
ya, no problem
lagian juga kamu masih kerjain tugas kan?
^^^Udah selesai kok tenang aja^^^
•Reiner
oke
•Pieck
ciee yang ngobrol berduaan :),
Jgn ganggu guys :v
•Porco
Oke gue off :v
•colt
Gue juga mau off :v
^^^Apaan dah?^^^
•Reiner
Entah...
^^^Aneh, oi pieck!^^^
•Pieck
Sorry, kalian berdua ngobrol ya
gue mau off dulu :)
^^^Anjir lah pieck^^^
•Reiner
Udah Lucy, sabar
^^^iya, maaf^^^
•Reiner
...----------------...
lucy menaruh kembali handphone nya, lalu lanjut menggambar di tablet nya.
ia tidak ingin terlalu memikirkan bercandaan pieck tadi, tapi sial nya ia malah terus kepikiran.
apaan sih, jadi kepikiran gue nih.
Lucy mengerjapkan matanya cepat, lalu menggeleng kepala pelan.
"oke udah lupain aja, itu cuma candaan kok" gumam Lucy yang mengusap kedua matanya.
"ga lucu sih kalo besok pas ketemu mereka gue di cie ciein" gumam nya, yang kembali mengecek handphone nya itu.
"udahlah lupain" ucap Lucy lalu ia kembali fokus ke gambar nya, ia sangat suka menggambar desain baju gaun atau baju pesta, dan baju sehari hari.
Tapi ia bukan seorang desainer, melainkan hanya membuat desain gaun agar mama nya tidak kesusahan untuk membuat desain gaun atau baju pesanan orang.
Ya, mama nya adalah seorang pemilik butik terkenal di kotanya, bahkan memiliki cabang yang tersebar di beberapa kota. Dan istri pertama papa nya memiliki toko kue yang memiliki cabang di beberapa kota juga.
Mungkin itu juga sudah termasuk warisan untuk Lucy dan Kaka² nya.
tidak hanya itu saja, Lucy juga mengelola perusahaan papa nya juga, yaitu Jaeger's company , dan Alexander Company.
Zeke dan Eren mengelola Jaeger's company
Dan Lucy mengelola Alexander Company, itu hal yang sangat melelahkan bagi Lucy.
apalagi ia juga bos dari semua Mafia, iya benar.
pekerjaan yang sungguh melelahkan, tetapi itu adalah tanggung jawab Lucy ia harus mengelolanya, kalau tidak ada yang mengelola nya mau siapa lagi kalau bukan Lucy, zeke dan Eren.
Papa nya memilih Lucy untuk menjadi bos mafia, karena Lucy lah yang memiliki pikiran yang cukup dewasa.
•
•
•
Selang beberapa jam kemudian Lucy pun menyelesaikan desain gaun nya.
"oke selesai" gumam nya.
Lucy beranjak dari duduknya lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar nya, baru saja melangkah ia mendengar suara bibi yang menyapa seseorang, suara itu tidak familiar, ya papa dan mama Lucy sudah pulang.
Lucy menoleh, "papa, mama" gumam nya, lalu ia berjalan ke arah mereka berdua.
"lucy, kamu udah makan malam?" tanya Carla.
"udah kok ma" jawab Lucy
"kemana zeke sama Eren?" tanya Grisha, sembari berjalan ke sofa.
"entah Lucy ga perhatiin mereka tadi" ucap Lucy, yang menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal itu.
"itu, tuan mereka berdua ada di kamar nya masing-masing" ucap bibi Ani kepada Grisha.
"ohh gitu ya, baiklah kalo gitu" jawab Grisha yang duduk di sofa.
Carla pun mendekati bibi Ani, "bi, udah rapi semua kan?, kalo masih ada yang belum rapi biar saya aja yang lanjutin ya" ujar Carla kepada bibi ani.
Bibi pun menoleh, "jangan nyonya, udah rapih semua kok, jadi nyonya sama tuan tinggal istirahat aja" ucap bibi, yang tersenyum.
"ohh gitu ya, yaudah deh makasih ya bi, besok gaji bibi saya kasih" ujar Carla.
"baik nyonya Terimakasih" ucap bibi yang tersenyum dan sedikit membungkuk.
mama dina kemana? ya....
Sudah dua hari ini ia tidak melihat dina mama istri pertama papa nya, biasanya kalau Lucy sedang di rumah dan tidak ada Carla dan Grisha, Lucy akan berbincang dengannya seharian penuh agar tidak bosan.
Lucy menoleh ke papa nya yang sedang sibuk dengan handphone. lalu Lucy mendekati Carla lalu bertanya, "ma, mama dina kemana?" tanya Lucy yang mengerutkan keningnya.
Carla menoleh, "ohh, dia pergi ke Amerika" jawab Carla sembari tersenyum.
"loh?, ke Amerika??, ngapain?" tanya Lucy kembali.
Lucy bingung kenapa dina tidak bilang kalau dia pergi ke Amerika, lalu mengapa Zeke tidak bilang ke Lucy juga kalau dina pergi.
"dia punya klien yang ada di Amerika sayang, makanya dia buru buru ke Amerika tanpa kasih tau kamu" ujar Carla ke Lucy.
"kak zeke juga ga tau ma" jawab Lucy dengan cepat.
"loh beneran?" tanya Carla.
"iya" jawab Lucy sembari mengangguk.
"oke kalau gitu, mama juga ga tau kenapa dia ga bilang sama kalian, sayang" ucap Carla.
Lucy hanya mengangguk pelan, lalu mendengar ada yang turun dari lantai dua, dan mendekati mereka.
"nyonya saya permisi ya" ucap bibi ani, lalu ia pergi ke dapur.
"oh ya bi silahkan" jawab Carla.
...****************...