The young marriage &Attack On Titan•

The young marriage &Attack On Titan•
5



"baru sampai ma?" Tanya Eren kepada Carla.


"iya baru aja" jawab Carla.


lalu Carla pun berjalan ke sofa lalu duduk di sebelah Grisha, "kalian belum tidur jam segini?" tanya Grisha yang masih fokus dengan handphone nya.


"Belum pa" jawab Eren


"Kalian ini besok udah masuk sekolah, gini hari belum tidur" ucap Carla yang mengerutkan keningnya, lalu menggeleng kepala pelan.


"Maaf ma" jawab Lucy yang tersenyum.


Zeke terkekeh kecil, tetapi malah ketahuan sama Eren. "Apa lo ketawa ketawa!" ketus Eren.


"dih apaan, orang gue diem aja" ucap zeke.


"lo ketawain gue kan tadi" ketus Eren kepada Zeke.


Carla hanya tertawa melihat tingkah laku mereka berdua apalagi melihat Lucy hanya diam melihat mereka yang bertengkar.


"apaan dah kek bocil, lo pada" sahut lucy yang mendekapkan kedua tangannya.


"diem bocil" ketus Eren kepada lucy.


"dih" ucap lucy, cuek.


"Udah udah jangan berantem mulu, kayak anak kecil aja kalian ini" ucap Grisha.


"Maaf pa" ucap Zeke dan Eren bersamaan.


Lucy dan Carla hanya tertawa, sangat lucu melihat mereka berdua sedang berargument atau bertengkar kecil.


kayak anak kecil sih, tapi lucu.


"Zeke, kamu di kabarin sama mama dina enggak?" tanya Carla kepada zeke.


"kabar?, enggak kok, kenapa emang?" tanya zeke kembali.


"oh oke, mama dina pergi ke Amerika kemarin pagi, dan ternyata dia buru buru dan ga kasih kabar ke kamu" ujar Carla kepada Zeke.


.


.


.


Lucy pun kembali ke kamar nya, lalu duduk di bibir kasur. Lucy melamun sebentar, Lucy suka saja melamun sebentar untuk menenangkan pikiran nya.


kemudian ia membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk itu, lalu menutup kedua matanya menggunakan lengan tangan kiri.


"anjir, udah malem, kenapa gue belum bisa tidur ya...?" tanya Lucy kepada diri nya sendiri.


Biasanya jam 00.01 Lucy sudah tidur, itu kalau diam diam dan tidak ketahuan oleh Carla, biasanya jam 22.10 sudah tidur.


kalau Carla tahu Lucy belum tidur dan sudah sangat larut malam ia bisa habis dimarahi.


ngeri nyokap gue kalo udah marah....


Lucy membalikan badannya ke kiri dan ke kanan, "oh ayolah..., yaudah deh gue dengerin lagu aja" gumam Lucy sedikit kesal.


lalu ia mengambil earphone yang berada di meja sebelah kasur nya persis. Ia memakai earphone tersebut. Lalu memutar lagu tenang yaitu "i wanna be yours" lagu milik Arctic monkeys.


Lucy membalikkan badannya kembali, lalu menarik selimut agar menutupi tubuh nya, dan menutup matanya, akhirnya ia tertidur.





Skip....


Pagi hari Lucy bangun dari tidur nya, ia membuka selimut yang menutupi tubuh nya itu, lalu Lucy terduduk, mengusap kedua matanya pelan.


Ia meraba handphone yang berada di meja sebelah kasur, "jam 04.20..." gumam nya,


Lucy menaruh earphone nya itu di meja.


.


.


.



Lucy pun berdiri tepat di depan kaca yang cukup besar, ia membenarkan dasinya itu.


"dah siap, kalo sabuk nanti dulu dah, males" ucap nya yang sembari memegang sabuk.


Lucy pun merapikan isi tas nya lalu membawa tas, ia keluar kamar lalu ia hanya berdiri di dekat pembatas tangga, mendekapkan tangan nya.


"pada belum bangun..?" gumam Lucy yang menatap lantai bawah yang masih sepi.


Ia hanya melamun sebentar, sampai akhirnya ada yang memanggil nya, "loh non Lucy sudah siap?" tanya bibi Ani yang membawa sekeranjang pakaian.


"eh, iya bi" jawab Lucy yang terkekeh kecil.


"non Lucy memang rajin yah, padahal non Lucy tidur nya malam banget" ucap bibi Ani sembari tersenyum.


"iya bi, udah biasa sih kayak gini" ujar Lucy yang menggaruk tengkuknya itu.


"kenapa non Lucy di sini, kok ga turun ke bawah?" tanya bi Ani kembali.


"iya bi gapapa nanti aku turun kok" ucap Lucy yang tersenyum tipis.


"ooh yaudah bibi duluan ya, permisi" bi Ani pun meninggalkan Lucy, yang masih berdiri tepat di pembatas tangga sembari menaruh tangan nya di pembatasan tersebut.


"cius nih, belum pada bangun, anjir rajin banget gue" batin nya sembari terkekeh kecil.


Hanya selang beberapa menit, Lucy mulai merasa bosan. "anjir lah bosen juga, udh jam 04.53"


Lalu seseorang keluar dari kamar, menguap, dan mengusap matanya sembari memegang handuk.


"ehmm, eh Lo udh bangun, dari kapan?" tanya Zeke kepada Lucy.


Lucy menoleh lalu mendapati Kaka nya itu sedang mengusap usap matanya pelan, sembari menatap Lucy yang sudah siap dan rapih.


"lama bet anjir Lo bangun nya tumben..." ujar Lucy.


"njir emang jam segini gue bangun nya" jawab zeke terkekeh kecil, tetapi masih mengantuk sedikit.


"yaudah Lo mandi sana, ngapain coba Lo bawa handuk keluar kamar, padahal di kamar tidur Lo udh ada kamar mandi" ujar lucy kepada Zeke.


"iya cantik" ucap Zeke tetapi suaranya pelan.


Lucy Mebelalakan matanya, "apa??" tanya Lucy.


Zeke menoleh, "hah?" Zeke yang ingin masuk kembali ke kamar itu pun berhenti.


"tadi lo bilang apa??, suara lo pelan anjir" ujar Lucy kepada zeke.


Zeke mengerutkan keningnya, "enggak kok".


lalu Lucy mengerutkan kening nya juga, heran perasaan ia mendengar zeke mengatakan sesuatu.


"ga jadi deh, udah lah mandi sana" ketus Lucy.


"iya iya" jawab zeke.




aneh...., perasaan gue denger dia bilang "iya cantik" batin Lucy.


"hih, apaan dah, udah lah gue ambil tas terus turun aja, daripada diem di sini" Lucy mengoceh dengan dirinya sendiri, lalu Lucy mengambil tasnya, dan turun.


Lucy turun ke bawah, ia duduk di sofa empuk yang berada di ruang tamu. "udah bangun kamu sayang, jam berapa kamu bangun?" tanya Carla yang mendekati Lucy lalu duduk di samping Lucy.


Lucy menoleh, "eh ma, tadi aku bangun jam 04.30, kenapa emang??" jawab Lucy yang menaruh handphone nya.


"gapapa, rajin banget kamu jam segini udh siap aja" ucap Carla sembari tersenyum manis ke Lucy.


"iya ma, biar lebih santai aja" Lucy pun tersenyum tipis, sembari mengambil handphone nya itu.


... Bersambung ...


...****************...