
Lucy meletakkan handphone nya kembali, lalu lanjut mengerjakan tugas nya, sangat lama sehingga membuat badan Lucy sedikit pegal-pegal.
"gila, badan gue sakit banget" Lucy mencoba meregangkan otot-otot tubuh nya.
lalu ada seseorang yang masuk ke perpustakaan tersebut, ia memanggil Lucy.
"non Lucy tumben di sini" sapa bibi Ani.
Lucy menoleh, "eh bibi, iya bi lagi ngerjain tugas nih, oh ya bibi juga kenapa di sini?" jawab Lucy
"bibi lagi bersihin perpustakaan ini kok, oh ya non mau minum apa biar saya buatin" tawar bibi Ani kepada Lucy.
"ohh, aku mau teh hangat bi"
"baiklah non, tumben sekali non Lucy minta teh hangat non sakit ya?" tanya bibi Ani, khawatir.
"enggak kok, aku ga sakit cuma mau yang hangat² aja" jawab Lucy.
"oh gitu ya non, baiklah saya permisi ya non" bibi tersenyum lalu berjalan pergi meninggalkan Lucy.
Lucy biasanya meminum teh dingin agar haus nya hilang, tapi ini tidak ia ingin dibuatkan teh hangat.
"sebentar lagi nih tugas gue selesai, masih dua bab lagi anjir" Lucy pun kembali mengetik skripsi nya.
Selang beberapa menit bibi pun kembali membawa teh hangat yang diminta oleh Lucy dan sepiring kue kering coklat yang menggugah selera.
"ini teh hangat nya non Lucy" bibi menaruh nya di meja.
"makasih ya bi, ehh aku ga minta bibi bawain kue kering" ucap Lucy, heran.
bibi pun tersenyum, "iya, ga enak kalo cuma minum teh, jadi bibi bawain kue kering buat non"
"ooh gitu, makasih ya bi aku juga suka sama kue kering coklat buatan bibi haha" Lucy pun tertawa kecil.
"makasih ya non, kalo mau tambah kue nya, panggil aja ya non, permisi" bibi pun pergi meninggalkan Lucy.
Lucy mengambil satu kue kering coklat, lalu memakan nya setengah, ia lagi lagi terpaku dengan rasa yang khas nya itu.
"emang kue kering buatan bibi Ani ga pernah gagal" gumam Lucy yang masih mengunyah.
"enak banget" Lucy pun menyeruput teh hangat itu.
Lucy pun lanjut mengerjakan tugas, sampai akhirnya tugas Lucy selesai semua, ia tidak langsung kembali ke kamar nya, Lucy memilih untuk membaca buku novel.
ia bangun dari duduk nya dan kembali mendekat ke rak buku yang berisikan macam macam buku novel, Lucy mengamati Setiap buku yang ingin dia baca.
Ia pun mengambil buku novel nya lalu kembali duduk, "udah berapa banyak ya novel yang gue baca..." ucap Lucy, tak habis pikir mengapa dirinya suka sekali dengan novel.
...•••••••...
Lucy membaca dengan serius, sehingga waktu pun berlalu, "jam berapa ini, oh jam 14.30" Lucy kembali membaca.
"sedikit lagi deh, setelah ini gue mau ke kamar" gumam nya.
.
.
.
beberapa menit kemudian, Lucy merapikan semua buku yang berada di meja. Ia mengembalikan ke tempatnya semula.
Lalu ia membawa gelas bekas teh yang kotor, dan piring kosong bekas kue kering. Ia keluar perpustakaan dan mendapati bibi sedang membersihkan lantai.
"eh non, kenapa no ga panggil saya, sini biar saya aja non yang bawa" ucap bi Ani yang langsung mengambil nya.
"gapapa non, itu udah tugas saya"
"yaudah makasih ya bi" Lucy tersenyum.
"Iya non sama - sama non"
.
.
.
Lucy kembali ke kamar nya , lalu menaruh laptop di meja belajar nya. Lalu Lucy duduk di kursi khusus meja belajar, ia beristirahat sebentar sembari memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya.
Lucy menghela nafas pelan, "sehari ga ada papa sama mama di rumah kayak gini nih, sepi jadinya" ucap Lucy yang masih memejamkan matanya.
"ohh come on gue gabut jadinya" ketus Lucy.
saat Lucy sedang mengoceh sendiri, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.
"gue boleh masuk ga?" tanya seorang cowok.
"hm, ya masuk aja" sahut Lucy.
"oke" jawab cowok itu.
"ngapain Lo ke kamar gue tumben banget" Lucy membuka matanya lalu melihat seorang cowok yang lalu duduk di bibir kasur Lucy.
"gabut gue ga tau mau ngapain, tugas nya kan udah gue selesain semua" kemudian cowok itu pun membaringkan tubuh nya di kasur Lucy.
"sama kok gue juga" jawab Lucy yang memejamkan kembali mata nya.
Cowok itu adalah Kaka kedua Lucy, ia Kaka kandung Lucy dengan ibu yang sama.
Eren Alvaro Jaeger itu namanya, panggil saja Eren. rambut berwarna coklat gelap, iris mata warna hijau, tinggi badan 183 cm.
Sama, ia juga berkuliah di universitas Zarvard Eldia.
Hanya saja Zeke sedang menjalani masa militer nya, ia di kelas hanya mempelajari tentang militer dan yang lain nya, bukan mata pelajaran. Kalau Lucy dan Eren mereka mempelajari keduanya, militer dan mapel ( mata pelajaran ).
"lagian papa sama mama kemana sih?" tanya Lucy kepada Eren.
"Entah, ga bilang sih mau pergi ke mana" jawab Eren.
"gue jamin pulang nya sampe malem" Lucy menebak nya.
Eren pun terbangun, lalu tersenyum tipis.
"kalo menurut gue kayak nya mereka pulang nanti pas lagi makan malem" Eren juga menebak.
"ga sih pasti malem banget" Lucy menentang nya.
"dih ga percaya Lo" ucap Eren yang menaikkan satu alis nya.
"ga" jawab Lucy, cuek.
"oke, kita taruhan kalo apa yang gue bilang tadi itu bener Lo kasih gue 100rb tapi kalo Lo yang bener gue kasih Lo 100rb, gimana?" tawar Eren kepada Lucy.
...Bersambung...
...****************...