
Sontak mendengar tawaran Eren ia pun langsung membuka matanya.
"lah masa gitu" jawab Lucy yang mengerutkan keningnya.
"Menarik bukan tawaran nya?" tanya Eren yang tersenyum tipis.
Bukannya menarik ini malah seperti challenge, Lucy tidak heran kalau Kaka nya punya tingkah yang kadang absurd kadang serius, kecuali Zeke :v.
Cih dasar aneh!
"apa apaan kek gitu" ketus Lucy.
"ayolah masa Lo ga mau, cuan anjir ini Lo kalo dapet 100rb, ya kalo menang ya kalo ga menang Lo rugi" Eren terkekeh.
"ga tertarik" ucap Lucy, cuek.
"ayolah masa lo ga mau sih" Eren memohon kepada Lucy agar mau menerima nya.
Apa apaan dah, ini mah namanya main games bukan obrolan biasa.
"Oke fine, gue mau" jawab Lucy, cuek.
Mau tidak mau ia harus ikut, Kalau tidak Eren akan selalu berbicara berusaha agar mau menerima nya.
"sial banget kalo gue ga menang" batin nya.
"nah gitu dong, ini baru adek gue!" ucap Eren yang terkekeh kecil.
"hmm" Lucy hanya berdeham saja.
.
.
.
di saat mereka beruda sedang mengobrol seru, Zeke yang kebetulan lewat depan kamar Lucy pun menoleh ke pintu kamar Lucy yang sedikit terbuka.
"kok kebuka sih, tumben biasanya dia ga gini" gumam zeke, heran.
Lucy biasanya tidak pernah membiarkan pintu terbuka, walaupun tidak selebar itu.
"gue masuk kali ya..." zeke pun membuka pintu kamar Lucy pelan.
Zeke melihat Lucy dan Erne sedang bercanda satu sama lain. "hey lagi pada ngapain" sahut zeke yang hanya memperlihatkan setengah badannya di pintu.
"eh kak, kenapa?" tanya Lucy.
"gapapa kok, tumben Lo biarin pintu ke buka sedikit kayak gini" ujar zeke.
"loh gue ga buka pintu kok si e-" belum menyelesaikan omongan nya Lucy langsung melirik Eren dengan tajam.
"Apaan?" tanya Eren kepada Lucy.
"apaan, apaan, Lo kan yang ga nutup pintu tadi" tanya Lucy yang memasang wajah datar nya itu.
"i-iya hehe" Eren terkekeh dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
"kebiasaan Lo" Lucy pun menabok Eren.
"iya iya maaf, sakit anjir udahan!" Seru Eren.
"udah Lucy" ucap Zeke kepada Lucy.
"iya maaf, awas Lo ya kek gitu lagi!" seru Lucy kepada Eren.
"iya maaf yaaa cantik" ucap Eren
"Modus" jawab Lucy, cuek. Lalu memutar bola mata malas.
"udahan dah, liat deh udah jam berapa ini, kalian siap siap buat makan malam ya" ujar zeke kepada Lucy dan Eren.
"oh iya!, Lo si ren ngapain mampir ke kamar gue" ketus Lucy.
"apa dah kok gue lagi" jawab Eren, Heran.
"Lo kan nyari masalah Mulu, udah tau Lucy kalo marah kayak gitu Lo nya ganggu Mulu" ujar zeke
kepada Eren.
.
.
sembari berjalan ke ruang makan, mereka beruda mengobrol.
"ciailah tau banget Lo tentang Lucy" ucap Eren.
"ya kan gue Kaka nya, pasti tau lah" zeke pun tersenyum tipis.
"emang Lo ga tau Lucy sifat nya kayak gimana?" tanya Zeke kepada Eren.
"tau sih" jawab Eren.
"terus kenapa Lo jailin dia mulu" zeke terkekeh kecil.
"Menurut gue Lucy adalah orang yang ga segalak dan seserem itu walaupun memang sifat dia cuek banget, di sisi lain gue beruntung punya adik kayak dia, yang selalu bantu gue tanpa alasan" ujar Eren kepada Zeke.
Zeke terdiam sejenak, benar juga yang di ucapkan Eren tadi.
"Iya bener juga" jawab Zeke.
"dia juga bakal nunjukin sifat nya yang sedikit ceria, yang juga belum tentu orang lain tau ya kan, hanya orang tertentu yang dia gituin"
"tumben bener Lo" sahut Zeke.
"dih apaan emang kenyataannya gitu anjir" ucap Eren yang mengerutkan keningnya.
"iya iya gue tau, Lo bener kok" ucap zeke yang menepuk pundak Eren.
.
.
.
Sesampainya di ruang makan, Eren dan zeke pun duduk lalu memakan makanan mereka.
Sementara Lucy masih di dapur bersama bibi Ani, ia mengobrol sebentar.
"Bi...." Lucy menghampiri bibi yang sedang merapikan barang barang.
"iya non, kenapa?" tanya bibi.
"papa sama mama belum pulang bibi di kasih kabar enggak?" ucap Lucy kepada bibi.
"enggak non, nyonya sama tuan belum kasih kabar, emang non Lucy belum di kasih kabar juga?"
"belum" jawab Lucy.
"mungkin nanti agak maleman pulang nya non"
"iya mungkin..." jawab Lucy.
"yaudah bi, aku mau makan dulu ya"
"Iya non" ucap bibi yang tersenyum.
.
.
.
Lucy pun duduk di bangku meja makan, lalu memaka makanan nya.
"Abis ngapain Lucy?" tanya zeke kepada lucy
"abis ngobrol aja sama bibi, kenapa emang?" jawab Lucy.
"gapapa sih nanya aja, oh ya gimana tugas nya udah selesai??" tanya Zeke.
"udah kok" jawab Lucy yang tersenyum tipis.
"ya untung nya udah di kerjain tadi, kalo belum besok pasti kena hukuman kan ga lucu" ujar Lucy.
Jujur Lucy belum pernah kena hukuman karena tidak mengerjakan tugas.
"Lo kan ga pernah kena hukum cuy" sahut Eren.
"iya sih bener juga" jawab Lucy sembari menyuap makanan.
zeke terkekeh, "iya soalnya dia rajin" .
"gue juga anjir ga pernah kena hukuman dari guru" ucap Eren.
"palingan yang kena tuh Connie ya tapi ga sering, karena ya ada penyelamat nya" ujar Eren.
"siapa?" tanya Zeke.
"Lucy" jawab Eren.
Lucy pun menoleh, "apa" tanya Lucy dengan wajah datarnya ituitu, lalu ia melanjutkan makan nya
"cius?" ucap zeke.
Lucy terkekeh kecil, "anjir Eren tukang spoiler emang nih ya" ucap Lucy.
"kenapa lo mau kasih mereka jawaban dah?" tanya zeke kembali.
"yes it's okay, lagian juga soal nya gampang" jawab Lucy yang tersenyum tipis.
"Dih tukang spoiler, gue kan juga kadang ngasih jawaban ke yang lain" ujar Eren.
"iya iya" ucap Lucy.
...Bersambung...
...****************...