
HoneyWood adalah desa yang berpopulasi kurang dari 100 orang... Walau dikatakan desa miskin, tetapi desa ini memiliki masyarakat yang statusnya di atas rata 2 jika dibandingkan dengan desa 2 lainnya. Itu karena warga desa harus berhadapan langsung dengan monster yang muncul dari hutan. Sehingga mau tidak mau mereka harus melatih diri sejak dini untuk bisa bertahan hidup.
Maka dari itu status adalah hal yang sangat diprioritaskan bagi warga di desa HoneyWood. Banyak orang tua yang menyanjung perkembangan anak anaknya, dari sana timbul juga beberapa julukan bagi anak yang memiliki pertumbuhan luar biasa. Anak anak ini disebut dengan anak dengan pertumbuhan emas.
Siera dan Viktor termasuk dalam anak anak dengan pertumbuhan emas. Bakat pertumbuhan mereka sudah terlihat sejak dini.
Normalnya anak anak golongan ini akan sombong dengan status anak emas yang diterima, tetapi itu tidak berlaku pada Siera dan Viktor. Itu karena dari umur 5 tahun mereka sudah bersahabat dengan Lucas yang dijuluki si anak lemah.
Mereka mengerti penderitaan Lucas dan kerja kerasnya. Walaupun lucas dinilai lemah ia tetap berjuang, bahkan setelah mendapat ability tidak berguna pun ia tidak putus asa. Itulah yang membentuk karakter Siera dan Viktor bisa menghargai Lucas dan sesama.
Setelah Siera selesai beristirahat, Siera mengajak Viktor dan Lucas untuk bermain berkeliling desa.
“Lucas.. Ayo kita bermain menjadi petualang lagi seperti dulu.” Tanya siera pada Lucas.
“Apa kau tidak berlatih siera? Apalagi sekarang kau memiliki Monster rare yang perlu dilatih juga.” Tanya Lucas penasaran.
“Aku lelah berlatih bersama viktor setiap hari… sekali kali ingin libur.” Saut Siera mengeluh.
“Itu benar.” Timpal viktor.
Lucas Sebenarnya ingin menolak keinginan dan siera karena ingin melanjutkan penelitiannya. Tapi bukan Lucas namanya kalo tidak bisa menemukan solusi dari masalahnya.
Lucas berfikir sejenak untuk tidak menolak tetapi menguntungkan untuknya juga.
“Aha!!... Bagaimana kalo kali ini kalian ikut penelitianku?” Senyum lucas sumringah mengajak Viktor dan Siera.
“Apa itu baca buku?” Viktor bertanya sambil memegang dagunya dengan dua jari.
“Tidak… Terakhir kali aku hampir mati kebosanan karena kau mengajak kami membaca buku seharian… viktor juga malah tertidur.” Siera tidak setuju ikut rencana Lucas.
Lucas mengingat ingat kembali kejadian saat ia membaca buku bersama Viktor dan Siera.
“Seingatku kau hanya memakai buku untuk menyerang Viktor… jadi sebenarnya kau belum membaca apapun...bla..bla..bla” Kata Lucas pada siera sambil memicingkan mata.
Viktor dan Siera mengalihkan pandangan mereka saat Lucas menceritakan kejadian sebenarnya. Bahkan siera bersiul siul pura pura tidak mendengar Lucas mengomel.
“Huft.. Lagipula kali ini bukan membaca buku… aku lebih suka praktek lapangan sekarang… tentu saja aku butuh bantuan kalian.” Lucas meyakinkan Siera dan Viktor.
Mendengar ajakan Lucas, Viktor dan siera langsung berdiri tegak di hadapan Lucas seperti prajurit.
“Siap pak.. Aku ikut.” Siera berdiri tegak dengan senyum lebar.
“Aku juga”. Viktor juga berdiri tegak tanpa tersenyum.
“Baiklah.. Ikuti aku prajurit.” Lucas melambai tangannya seperti mengajak ke satu arah tujuan.
Berangkatlah Lucas, Viktor dan Siera ke tempat yang disarankan Lucas. Mereka terlihat sangat bahagia berjalan bersama, mereka berbaris sambil menyanyikan lagu lagu semasa kecil.
Tak lama mereka sudah sampai di kebun apel milik Paman Greed. Viktor dan Siera kebingungan kenapa Lucas mengajaknya ke kebun apel.
“Apa yang kita lakukan disini Lucas.” Tanya Siera dengan bingung.
“Bantu Paman Greed?” Viktor menebak tujuan Lucas.
“Yups… tepat sekali Viktor… KIta akan membantu Paman Greed memanen apel." Kata Lucas dengan bersemangat.
Siera dan Viktor masih tidak mengerti kenapa dengan membantu Paman Greed bisa membantunya melakukan penelitian. Sebelum menerangkan maksudnya, Lucas memastikan beberapa hal tentang kemampuan Viktor.
“Yo Viktor… Boleh ku tahu seberapa sering kau menggunakan abilitymu?
“Hmmmb… Tidak sering.” Jawab Viktor sambil mengingat ingat.
“Kenapa? Padahal kemampuanmu sangat bagus dalam menemukan sesuatu yang berharga.” Jelas Lucas dengan semangat.
“Sulit menemukan yang berharga.” Jawab Viktor dengan pasti.
“Bukankah kau tinggal mengaktifkannya sepanjang waktu.” Tanya Lucas kembali.
“Itu melelahkah bodoh.” Jawab Viktor kesal.
“Oh ia… itu benar… hehe.” Lucas sadar dan menggaruk kepalanya.
“Berapa jarak ability mu viktor? Dan berapa banyak bisa terlihat?.” Tanya Lucas antusias.
“Sekitar 2 meter… aku tak pernah tahu berapa.” Pundak Viktor sedikit diangkat mengisyaratkan tidak tahu.
“Baiklah… sudah cukup… saatnya kita meneliti.” Lucas tersenyum sumringah dan matanya seakan berubah menjadi koin emas.
Kebun apel Paman Greed sendiri cukup luas, perlu waktu berhari hari untuk bisa menyelesaikan nya jika dilakukan seorang diri. Mengingat hal itu juga Lucas mengambil ide untuk membantu Paman Lucas kembali.
Setelah itu Lucas meminta izin kembali ke Paman Greed untuk membantu memanen apel. Tanpa bertanya lagi Paman Greed langsung menyetujuinya dan sangat senang dibantu lagi oleh Lucas. Bahkan kali ini ia membawa teman 2 lainnya.
Dengan lancar Lucas langsung membagi tugas setelah mendapat izin untuk memanen. Siera dan Lucas bertugas untuk membantu Paman Greed memanen, Sedangkan Viktor bertugas untuk memilah apel.
1 jam berlalu sudah ratusan apel terkumpul di dekat Viktor. Tumpukan apel itu sampai menggunung melebihi tinggi Viktor yang sedang terduduk. Mengetahui itu Lucas mengambil inisiatif untuk membantu Viktor.
“Yo Viktor… bagaimana pekerjaanmu? Menyenangkan?" Tanya Lucas sambil menyeringai.
"Ini membosankan."jawab Viktor.
"Sudahkah kau menggunakan ability mu? Coba saja sekarang ke tumpukan apel itu." Tunjuk Lucas ke ratusan apel itu.
"Hah… Maksudmu!" Viktor kaget mendengar pernyataan Lucas.
Seakan paham dengan maksud Lucas, Viktor langsung menggunakan ability Lukys yang ia miliki. Lalu Viktor mengarahkan abilitynya ke ratusan apel di depan matanya. Matanya pun berubah menjadi keemasan saat mengaktifkan abilitynya.
Ability Lukys adalah ability yang bisa melihat hal hal berharga yang berada di dekatnya.. akan nampak bersinar jika dilihat oleh pemilik ability ini. Bisa melihat menembus obyek padat, tetapi hanya bisa berjarak 2 meter.
Kemampuan Lukys biasanya dipakai oleh penambang, karena bisa melihat mineral berharga di balik bebatuan. Tetapi Viktor tidak ingin mengikuti takdir itu dan ia memilih mencari jalan lain untuk menjadi kuat.
Cahaya cahaya banyak bersinar di tumpukan apel itu.. jarak antara apel apel yang bersinar itu tidak dekat. Tetapi itu sangat banyak hingga berpuluh puluh sinar.
Viktor terkaget-kaget karena kejadian ini baru pertama kali baginya. Ia hampir jatuh, tetapi Lucas langsung memperingatinya.
"Viktor… cepat pindahkan apel apel yang bagus… sekarang." Seru Lucas karena berasumsi yang dilihat Viktor adalah hal yang hebat.
Viktor mengembalikan kondisi mentalnya dan melihat sekali ke arah Lucas. lalu Viktor dengan cepat memindahkan apel apel bersinar itu.
Tak lama Viktor menyelesaikan pemisahan apel apel nya. Karena Viktor memiliki Agi yang tinggi, itu adalah perkara mudah baginya.
Lalu Lucas mencoba mengambil 1 buah apel yang telah di pisah Viktor. Tidak sabar Lucas langsung memeriksa nya.
Seperti yang diduga oleh Lucas, apel yang diperiksa nya memiliki status unik. Asumsi Lucas ternyata tepat. Bahwa ability Viktor sangat membantunya untuk menemukan apel apel dengan status unik.
Viktor masih terkesima dengan apa yang terjadi. Ia masih merasa keheranan.
"Lucas.. bagaimana kau bisa mengetahui ini?" Tanya Viktor heran.
"Inilah hasil penelitian Viktor… jangan pernah remehkan itu." Lucas mengangkat dagu dan menyilangkan tangan di dadanya.
Hati kecil Lucas sebenarnya tidak enak berbohong kepada sahabatnya… nyatanya Lucas hanya mengikuti persyaratan dari status Viktor.
"Kau hebat Lucas." Viktor bertepuk tangan dan memandang kagum pada Lucas.
Tidak membuang-buang waktu, Lucas secara lincah memeriksa apel apel itu. Dan betapa bahagianya dia karena setiap apel yang ia periksa memiliki status unik.
Lucas langsung melahap apel apel itu tanpa pikir panjang dengan kecepatan menguyah layaknya babi.
Namun status unik bukan hanya berada pada apel kualitas baik, tetapi apel busuk pun memiliki status unik. Itu sempat membuat Lucas berhenti dan berpikir akan efeknya.
"Busuk \= sakit perut… hmmb bodo amat yang penting kuat." Kata Lucas dalam hati.
Viktor heran melihat Lucas memakan apel apel itu dengan ganas seperti tidak ada hari esok.
"Apa itu begitu enak." Viktor masih berfikir secara positif.
"ShaaaNghhuahaaat EeghNnaagh." Kata Lucas sangat enak dengan mulut penuh apel.
Lucas terhenti setelah memakan 20 lebih apel. Perutnya terasa akan meledak kekenyangan. Ia sempat mengira bisa menghabiskan semua apel itu. Ternyata masih tersisa banyak.
"Puuuaaahhhh… kenyang sekali… aku tak kuat lagi. Lucas duduk menyandar di pohon apel.
"Jelas.. kau manusia bukan babi." Kata Viktor meledek.
"Aku tak punya energi untuk marah Viktor… kau tidak bertanya kenapa aku makan banyak apel?" Tanya Lucas heran.
"Tidak.. aku percaya padamu akan menjelaskannya nanti." Jawab Viktor yakin.
"Ini juga penelitian ku… kau tahu kan aku kesulitan menaikkan statusku." Tanya Lucas.
"Tentu tahu." Jawab Viktor.
"Aku sempat membaca bahwa ada beberapa buah yang bisa meningkatkan status… jelas tidak bisa kubeli karena harganya pun mahal." Jelas Lucas.
"Dan setelah itu aku berfikir… mungkin dengan ability mu bisa menemukan salah satu dari buah itu." Jelas Lucas dengan keyakinan.
Sebenarnya Lucas takut mengarang cerita itu pada Viktor. Karena dia tidak mau dianggap memanfaatkannya saja. Tp nasi sudah menjadi bubur, Lucas was was menunggu respon Viktor.
Viktor tertegun mendengar penjelasan Lucas dan matanya mulai sedikit berair.
"Aku senang jika ability ini bisa membantu mu sahabat ku." Viktor mengacungkan jempol padanya sambil tersenyum.
Viktor merasa terharu dengan tindakan Lucas. Itu karena dia sendiri merasa abilitynya tidak berguna banyak untuk dirinya. Viktor pun jarang menggunakan ability nya karena itu.
Di dalam hatinya saat ini, Lucas adalah benar benar sahabat sejati. Bagaimana tidak ? disaat Lucas menderita banyak kekurangan, ia tetap bekerja keras sembari memikirkan sahabatnya juga.
Rasa kagum Viktor kepada Lucas semakin besar. Tak pernah sepintas baginya memikirkan cara yang Lucas lakukan. Viktor semakin yakin bahwa suatu saat nanti pasti Lucas bisa mencapai cita citanya menjadi yang terkuat.