The Useless Noble Son Become King

The Useless Noble Son Become King
Chapter .5 Hanna Greatwind



Lucas masih berada di depan meja makan dan melihat sekitar ruangan. Pikirnya mungkin masih ada makanan yang tersisa. Tetapi itu semua sia-sia karena tidak ada satupun makanan di rumah itu.


Dikarenakan tidak ada yang bisa ia lakukan lagi, Lucas bergegas keluar rumahnya. Perutnya juga tidak terlalu lapar karena kemarin perutnya sudah terisi dengan beberapa apel 2 hasil uji coba.


Dalam hati Lucas lebih baik baginya untuk melanjutkan riset mengenai abilitynya dengan item2 yang ia temukan di sekitar desa.


Pertama - Tama Lucas menuju ke kebun apel di desanya. Sembari di sepanjang jalan Lucas melihat satu persatu batu , tanaman liar , daun ranting , bahkan sampah pun ia periksa.


"Ternyata sangat sulit menemukan item yang berstatus unik.. artinya aku hanya beruntung kemarin." Pikir Lucas setelah melakukan beberapa riset.


Tak berselang lama Lucas sudah dekat dengan kebun apel itu. Di kebun apel Lucas bertemu dengan pria paruh baya berbadan tambun. Ia adalah paman Greed pemilik kebun itu. Paman Greed itu sedang memanen apel 2 dan menyortir apel 2 berdasarkan kualitas. Paman Greed pun melihat Lucas dan menyapanya.


"Pagi Lucas.. apa kabarmu?" Sapa Paman Greed itu dari kejauhan.


"Pagi Paman Greed.. aku baik." Lucas menjawab seadanya tanpa bertanya kembali. Lucas lebih berhati dalam mengekspresikan dirinya kali ini.


"Apa yang kau lakukan disini Lucas? Tidak biasanya kau kesini." Tanya Paman Greed kepada Lucas dengan raut wajah bingung.


"Aku hanya ingin membantu Paman Greed, bolehkah aku membantu menyortir?" Tanya Lucas.


Tujuan Lucas sebenarnya adalah untuk mencoba mendapatkan kembali buah dengan status unik. Sehingga ia bisa meningkatkan statusnya.


"Boleh saja... itu akan sangat membantuku… karena lumayan melelahkan memanen semua apel ini." Balas Paman Greed dengan wajah tersenyum.


"Terimakasih Paman Greed… apa yang harus kulakukan untuk membantu?" Tanya Lucas kembali.


“Bantu aku menyortir apel 2 ini Lucas .. dari yang matang , belum matang dan busuk.” Tunjuk Paman Greed ke tumpukan apel 2 yang telah dikumpulkan Paman Greed di dalam gerobak.


“Baik Paman Greed.” Lucas dengan sigap menuju gerobak dan mulai menyortir apel 2 itu.


“Oia Lucas.. Jika kau lapar.. Makan saja apel 2 itu.. Anggap saja sebagai rasa terima kasih karena mau membantuku.” Senyum Paman Greed ke Lucas sambil mengancungkan jempol kanannya ke arah lucas.


Setelah selesai mengintruksi Lucas, Paman Greed kembali memanen Apel 2 di kebunnya. Ia memanen dengan gerobak lain dari satu pohon ke pohon lainnya. Terlihat Paman Greed kegirangan sambil bersiul2 sembari memanen.


Raut wajah lucas datar dan tanpa suara menyortir apel 2 itu, tetapi di dalam hatinya ia gembira ria karena mendapat kesempatan emas untuk mendapatkan apel khusus kembali. Tanpa pikir panjang ia langsung menggunakan Abilitynya untuk mengecek satu persatu Apel secara perlahan. Dan memindahkan apel 2 sesuai tempat yang diinstruksikan.


“Karena pengalaman, kali ini aku akan memeriksa apel 2 yang matang saja untuk menghemat mana’s ku.” kata Lucas dalam hati.


Tidak terasa matahari di langit sudah berada sejajar di atas kepala dan suhu pun berada di titik terpanas yang menandakan waktu sudah tengah hari. Terlihat juga burung2 kecil berbagai jenis banyak hinggap di ranting pohon sekitar untuk berteduh. Di bawah pohon apel yang rindang Lucas duduk sambil menyortir apel bersama Paman Greed.


“Sepertinya ini yang terakhir Paman.” Kata Lucas saat memegang apel terakhir di tangannya.


Paman Greed sudah berada di sebelah Lucas ikut menyortir apel 2 karena sudah selesai memanen.


“Yap.. Hari ini lebih cepat pekerjaanku karenamu.. terima kasih Lucas." Wajah Paman Greed kelelahan tetapi tersenyum puas.


“Baik, Senang membantu.. Dan juga aku menemukan apel ini dengan ability ku.” Lucas menyerahkan 3 biji apel dengan Status unik di dalamnya.


“Astaga kau mendapatkannya dari tumpukan apel ini.. Paman lupa kau memiliki ability identity.. 3 apel ini bisa dijual seharga 3 karung apel… sungguh keuntungan dibantu olehmu” Mata Paman Greed bersinar karena mendapatkan keuntungan lebih.


“Bagaimana dengan status dari ketiga apel ini Lucas.” Tanya Paman Greed.


“Owh ia.. Ketiga apel ini berstatus memberi tambahan 1 mana’s permanent tiap apelnya.” Jawab Lucas dengan yakin.


Seketika Paman Greed mengeluarkan kantong kecil seukuran telapak tangan orang dewasa dari tasnya dan memasukannya 2 apel dengan status unik ke kantong itu. Sisa 1 apel dengan status unik diserahkan ke Lucas sebagai rasa terima kasih.


Yang sebenarnya terjadi adalah Lucas menemukan 7 biji apel dengan status unik, tetapi Lucas hanya memberi paman Greed 3 apel dan 4 sisanya dimakan sendiri oleh Lucas untuk keuntungannya. Maka dari itu Lucas merasa tidak enak menerima pemberian dari Paman Greed atas 1 apel itu.


Get 2 Apple grants 1 Dex  each


—--------------------


#Identity Active#


—--------------------


____________________________________________________________________________


~Lucas Greatwind~


Hp : 4 | Mana,s : 7+2 | Con : 2 | Str : 3 | Int : 2  | Agi : 2 | Vit : 2 | Dex : 2+2 | 


Ability : identity+ 


Skill :  reading | stressing


____________________________________________________________________________


“Hei Lucas… ambilah satu apel berstatus unik ini.” Tangan Paman Greed memegang satu apel yang hendak diberikan ke lucas.


“Tidak usah Paman Greed... Aku sudah cukup dengan apel yang kumakan hari ini.” Lucas tersenyum lebar sambil mengunyah apel di mulutnya dan terlihat sedikit kulit apel yang nyangkut di giginya.


“Hahaha… Kau tau Lucas ? kau itu sangat mirip dengan ibumu… sayangnya dia tidak bisa melihatmu yang tumbuh besar yang mirip dengannya.” Paman Greed tertawa kecil mendengar jawaban Lucas.


“Benarkah?.. Apakah kau bisa menceritakan bagaimana ibuku Paman Greed?.” Tanya Lucas dengan antusias.


Lucas bukan hilang ingatan tentang ibunya. Tetapi pada saat proses persalinan Lucas berlangsung terjadi hal hal yang tidak biasa, cuaca buruk dan kondisi panen pun sedang tidak baik. Ibu Lucas juga tidak dalam kondisi kesehatan yang baik itu membuat persalinan buruk dan mengakibatkan hilangnya nyawa ibu Lucas karena tidak kuat menahan sakit. Maka dari itu Lucas tidak mengetahui bagaimana rupa dan sifat ibunya.


“Ibumu bernama Hanna Greatwind… ia wanita yang cantik dan keibuan… ia adalah seorang dengan rambut pirang dan mata biru seperti dirimu.. Ia jg wanita yang polos dan suka membantu sesama.. Terkadang juga juga ceroboh.. Dan ia juga suka makan apel.. Hahahaha.” Paman Greed menjelaskan hal2 baik tentang hanna greatwind sambil tersenyum dan memandang langit.


 


“Aku harap aku bisa melihat ibuku walau hanya sekali,” Lucas tetap tesenyum tetapi di dalam hatinya muncul perasaan sedih saat mendengar penjelasan paman greed.


“Yah yang berlalu biarlah menjadi kenangan.. sebagai seorang lelaki kau harus tegar hidup di dunia keras ini.” Paman Greed menyemangati Lucas sambil menepuk pundak Lucas beberapa kali.


Paman Greed mengambil selembar kain putih di tas nya untuk dimasukan beberapa apel lalu di ikat.


“Ini ambilah apel 2 ini Lucas… berikan ke makam ibumu sebagai penghormatan.” Paman Greed menyerahkan bungkusan berisi apel itu ke Lucas.


“Baik Paman Greed.. Terimakasih.” Lucas lalu beranjak dan pergi dari kebun apel itu menuju makam ibunya.


“Terimakasih juga telah membantu Lucas.. Hati 2.” Paman Lucas mengangkat tangan dan melambai ke lukas.


Pemakaman desa terletak di ujung desa dan tidak jauh dari lokasi kebun apel. Lucas hanya memerlukan beberapa menit untuk sampai ke pemakaman desa. Kuburan desa nampak seperti kuburan biasa dengan pagar kayu mengelilingi kuburan dan batu hitam di atas tanah terukir nama orang 2 yang sudah meninggal.


Setelah sampai di kuburan Lucas langsung menuju batu hitam yg bertulis Hanna Greatwind. Tetapi sebelum sampai disana juga terlihat Aland yang sedang berdoa dan bersujud. Lucas tidak ingin mengganggu dan menunggu Aland selesai berdoa. Tak lama Aland selesai berdoa dan hendak meninggalkan kuburan itu. Berpapasanlah Aland dan Lucas disana.


Aland melihat Lucas yang sedang membawa bingkisan ditangannya. Lalu Aland menatap Lucas dengan tatapan kebencian, tetapi Lucas hanya bisa menunduk dan mematung ditempat. Setelah menatap Lucas sesaat, Aland langsung pergi melewati Lucas tanpa ada perbincangan.


Lucas merasa lega karena tidak perlu ada perbincangan merepotkan lagi. Lucas pun melangkah ke kuburan ibunya untuk memberi penghormatan dan meletakan apel 2 di atas kuburan ibunya. Lucas pun bersujud dan berdoa di dalam hati.


“Ibu.. aku tidak pernah tau bagaimana dirimu, aku tidak tahu bagaimana suaramu , bagaimana wajahmu... tetapi ingin rasanya aku bertemu sekali saja denganmu walau itu tidak mungkin… Ini kuberikan beberapa apel untukmu karena kudengar kau suka apel.. Semoga kau bahagia dari alam sana.” tangan Lucas tercakup sambil memejamkan mata melanjutkan doa untuk ibunya.