
Di bawah pohon apel yang rindang berkumpul Lucas , Viktor , Siera dan paman Greed berbincang. Terlihat mereka sedang bersantai dan melepas lelah dari pekerjaan memanen apel. Seluruh kebun apel paman Greed akhirnya sudah selesai di panen, memilah apel pun rampung.
"Anak anak… terima kasih telah membantu Paman… pekerjaan Paman cepat selesai berkat kalian." Kata Paman Greed sangat berterima kasih.
"Tidak banyak yang bisa kuberikan… ambillah apel apel itu sebanyak kalian bisa bawa." Kata Paman Greed menunjuk tumpukan apel.
Paman Greed tidak tahu bahwa perkataannya itu mungkin akan membuat dirinya menyesal kelak. Karena ia berpikir anak kecil tidak akan bisa membawa banyak apel.
"Apa itu benar Paman Greed?" Kata Lucas memastikan.
"Jangan sungkan Lucas… Viktor dan Siera juga jangan sungkan." Paman Greed mempersilahkan mereka untuk mengambil apel.
"Baiklah… jika paman memaksa." Lucas langsung lompat mengambil gerobak.
Dengan kecepatan tinggi Lucas memasukan apel apel yang sudah dipilih Viktor ke dalam gerobak. Viktor pun mengikuti tindakan Lucas.
Siera ikut juga memasukan apel apel lain ke gerobak karena itu menyenangkan.
Paman Greed tidak bisa berkata kata. Karena sudah terlanjur berucap, ia membiarkannya dengan tersenyum.
Setelah selesai menampung apel yang cukup. Lucas dan sahabatnya bergerak cepat pergi meninggalkan Paman Greed sebelum berubah pikiran. Berjalan beberapa meter keluar dari kebun apel. Dari kejauhan jauh Lucas melambaikan tangannya.
"Terimakasih Paman Greed atas apel nya!!!" Teriak Lucas dari kejauhan berterima kasih.
Terimakasih Paman Greed!!!." Teriak Siera tidak mau kalah.
Gerobak itu ditarik oleh Siera seorang. Sedangkan Viktor dan Lucas mendorong dari belakang. Dan Browny asik memakan apel di atas gerobak.
Selama Lucas berada di kebun apel, Seedy tidak berani muncul karena takut kepada Browny. Sudah naluriah bagi burung kecil takut kepada beruang pemakan daging.
Dan di saat Seedy melihat Lucas keluar dari hutan, Seedy langsung hinggap di pundaknya Lucas. Lalu Seedy gaduh seperti mengadu.
"Kuuurrkuurr… Kuuurrkuurr" Seedy gaduh seperti menunjuk Browny di atas apel.
Desa HoneyWood masih memiliki jalan yang kurang mulus, jalan tanahnya yang tidak rata membuat gerobak yang didorong Lucas sering terguncang. Karena gerobaknya sering terguncang, membuat Browny terdengar seperti menggeram saat sedang memakan apel.
Itulah yang membuat Seedy takut setengah mati, waspada akan serangan Browny.
“Tenang Seedy… beruang itu sudah dijinakkan… tidak akan menyerangmu.” Kata Lucas menjelaskan.
Mendengar ada suara burung dari belakang, Siera menghentikan laju gerobak dan melihat ke arah burung itu. Siera kaget saat melihat Black Crested Bird dengan bentuk kedua ada di pundak Lucas.
“Lucas!! Tahan burung itu… Browny ayo tangkap burung itu.” Siera langsung melompat bersiap menangkap Seedy.
Walaupun Black Crested Bird adalah burung yang sering terlihat di sekitar desa, tetapi bentuk kedua nya adalah perkara berbeda karena Black Crested Bird bentuk kedua jarang terlihat. Sehingga membuat Siera bersemangat untuk menangkapnya.
Mendengar perintah Siera, Browny langsung melompat hendak mencengkram Seedy.
Melihat serangan dari Browny dan Siera, Lucas secara reflek memerintahkan Seedy untuk kabur.
“Seedy.. Fast Fly.” Lucas tidak sadar menginstruksikan Seedy untuk menggunakan skillnya untuk kabur.
Secepat kilat Seedy langsung menghilang dari pundak Lucas, tetapi Siera dan Browny sudah terlanjur melompat. Sasarannya pun mau tidak mau adalah Lucas yang berdiri disana. Karena Lucas memiliki agility yang rendah, membuatnya tidak ada kesempatan untuk menghindari terjangan Siera dan Browny.
Saat ini Hp Lucas masih sangat rendah jika mendapat satu saja serangan dari siera, itu bisa mengakibatkan kematiannya. Apalagi tambahan serangan dari Browny si fire bear.
“Matilah aku sekarang.” Expresi pasrah setengah menangis di pasang oleh wajah Lucas.
Moment sebelum Siera dan Browny menabrak Lucas, Viktor dengan lincah menarik Lucas ke posisi aman agar selamat dari terjangan Siera dan Browny. Karena Lucas bergeser, target serang pun menghilang membuat Siera dan Bowny menerjang angin dan tersungkur di tanah saling bertumpuk.
“Gabruuuak.” Suara Siera dan Browny tersungkur di tanah.
“Dasar 2 otak otot.” Ejek Viktor.
Otak otot adalah julukan bagi orang yang hanya mengandalkan kekuatan tanpa berfikir.
Badan Lucas bergetar ketakutan dan matanya mengeluarkan air mata. Karena merasa hidupnya berada diujung tanduk karena hal sepele.
“Aku hampir Maaatiiii.” Kata Lucas seperti roh setengah terangkat.
“Hampir saja kau membunuh satu satunya sahabat kita Siera.” Kata Viktor memarahi.
Mendengar kata kata Viktor, Siera langsung bangkit dan hendak memeluk Lucas sambil meminta maaf.
“Huaaaa…. Maafkan aku Lucas.” Siera menangis kecil ingin memeluk Lucas.
Anak emas bukan hanya menjadi kebanggaan bagi anak yang mendapatkan label itu, tapi itu juga menjadi lambang menakutkan bagi anak 2 lainnya. karena kekuatan mereka di atas rata rata anak biasa, Itu juga membuat jarak sendiri antara anak emas dan anak biasa, sehingga Viktor dan Siera tidak memiliki teman sebaya lain. Pengecualian dengan Lucas, ia adalah anak yang tidak memperdulikan label label nama itu.
Sebelum Siera memeluk Lucas, Viktor menahan dan memperingati Siera untuk mengontrol kekuatannya.
“Hati - Hati Str mu Siera.” Viktor memperingati Siera.
“Aku tahu.” Jelas Siera dengan wajah merah beringus.
Siera langsung memeluk Lucas dengan perlahan dan meminta maaf pada Lucas berkali kali, dari hati kecilnya ia takut kalau Lucas menghindarinya karena takut dengan tindakannya.
“Dasar otak otot… Buak” Ejek Lucas sambil menjitak kepala Siera.
“Hampir saja aku mati dasar kau 2 otak otot,” Expresi kesal ditunjukan oleh Lucas.
Expresi Lucas kesal dengan menggertakkan gigi setelah menjitak kepala Siera. Itu bukan pukulan yang menyakitkan bagi siera, tapi sungguh melegakan baginya karena ekspresi yang ditunjukan bukan expresi ketakutan maupun permusuhan. Dan Siera dan Viktor pun bisa bernafas lega karena itu.
“Maaf… miaw.” Pose Siera seperti kucing yang mengangkat kedua tangannya sambil menunduk.
“Sudahlah… sebagai gantinya kau harus memberiku semua apel di gerobak ini untukku.” Pinta Lucas sebagai permintaan maaf.
“Baiklah… tapi jangan marah ya.” Siera senang karena Lucas tidak marah.
“Hehe.. aku tidak terlalu memikirkannya.” Tertawa kecil Lucas dengan senyum picik.
“Oia… Aku lupa memperkenalkan temanku Seedy… itu burung yang ingin kau serang tadi.” Terang Lucas.
“Owh… burung tadi temanmu? Bagaimana bisa? Kau bukan seorang tamer.” Siera bertanya tanya.
“Aku juga tidak terlalu mengerti… tetapi Seedy terus mengikutiku karena tiap hari ku beri dia makan.” Jelas Lucas.
“Jadi Begitu... Waaah… Itu adalah hal yang baru… dan apakah dari awal Seedy memang bentuk ke dua?
“Itu baru terjadi… saat kuberikan dia berbagai jenis biji bijian… tiba tiba dia berubah menjadi bentuk ini.
“Penelitian memang Luar biasa… kau luar biasa Lucas.” Siera bertepuk tangan mengagumi Lucas.
“Itu benar.” Viktor mengangguk setuju dengan perkataan Siera.
“Lalu tolong sampaikan permintaan maafku dan Browny padanya Lucas… kami tidak tahu ia temanmu… benar kan browny” Kata siera dan ditimpali Browny yang mengangguk.
“Bisa saja… tapi tidak sepertimu yang bisa berkomunikasi dengan Browny… aku tidak mengerti kata2 Seedy.” Terang Lucas.
Karena Siera dan Browny ingin meminta maaf, Lucas memanggil Seedy yang sedang terbang di atas langit.
“Seedy kemarilah… Jangan takut lagi!!!” Teriak Lucas ke langit.
Dari langit Seedy langsung menukik ke bawah lalu hinggap di pundak Lucas. Seedy masih takut dan dengan siaga siap untuk terbang kembali.
“Jangan takut Seedy… aku minta maaf tadi asal menyerangmu.” Siera mencakup kedua tangannya meminta maaf.
“Growl.” Browny menundukkan kepalanya.
“Tak apa Seedy… Mereka adalah sahabatku… Itu Siera dan Browny.” Kata Lucas sambil menunjuk.
“Kuuurkuurr.” Seedy mengangguk mengisyaratkan setuju.
“Terima kasih Seedy.” Kata Siera.
“Grooowll” Browny mengaum mengisyaratkan ia sedang senang.
Seketika Seedy terbang lagi dari pundak Lucas karena karena ketakutan mendengar auman Browny. Mereka pun tertawa geli karena tingkah Seedy yang memiliki jiwa bertahan hidup tinggi