
Hantaman momon berikutnya mementalkan Isis Cindy persis kearah gw. BRUAAKK!! buset, klo si Isisnya aja mah enak gw nangkepnya, peralatannya itu yang sakit. Gw langsung memeriksa keadaan Isis Cindy, dia lumayan babak belur dan memandang gw dengan tatapan menderita. Gw ga tega banget ngeliatnya. Sesaat kemudian momon2 yang tadi main sama Isis Cindy udah mulai nyamperin kita, gw udah pasrah aja siap2 balik ke tempat save, tapi sebelom mereka cukup deket, seseorang menghalangi jalur momon2 itu, diliat dari Large Rogge Armornya, keliatannya jobnya warrior, entah Templar ato BK. Sakti juga nih orang mo ngadepin semuanya sendirian. Tapi sebelom momon itu nyolek dia, si Warrior itu berseru,
"SUMMON!!!", dan dengan takjub gw melihat orang itu mensummon sekaligus 4 Animus!! Isis, Paimon, Hecate dan Innana. Dan mereka semua bergerak menyerang momon yang ada. Paimon menyerang semua momon2, lalu Hecate memberikan damage areanya sementara Paimon nge-mob, Isis menyerang tiap momon yang berhenti nyerang Paimon dan mengalihkan serangannya ke Hecate, dan Innana terus menerus melakukan heal kepada rekan-rekannya yang terluka. Orang itu juga bersusah payah melakukan skill2 elite warrior untuk menyerang momon2 itu.
Dalam hitungan ga lebih dari 5 menit, semua momon2 itu dah ludes. Setelah semuanya beres, orang itu berbicara sesuatu dengan para Animusnya, mereka keliatan bahagia amat? apa karena dapet drop bagus? habis berbicara, orang itu un-summon kembali semua Animus2nya, dan menghampiri gw, gw liat name tagnya, 'DewaLoki', wew, Dewa bo'.. ampun dijee....
"Oy, gapapa lu?", tanyanya. Gw masih belom un-summon Isis Cindy.
"Ia thx wat bantuannya kk", jawab gw.
"Isis lu gimana?", tanyanya lagi sambil memperhatikan Isis Cindy
"yah gini deh, saya juga ga ngerti kk knapa dia bisa kalah", kata gw sambil berdiri di depan dia.
PLAKK!! tamparan tangannya mendarat mulus di pipi gw. "Dasar bego emang lo. Animus itu bagian dari diri lo!! kalo lu ga bisa sayang sama Animus lo, ga satu hati dan ga satu jiwa, dan cuma make mereka buat pajangan doang di depan temen2 ato di depan musuh lo wat nakut-nakutin mereka, kemampuan Animus lo ga bakal keluar semua!!". Isis Cindy bangkit meskipun kondisinya masih mengenaskan dan bersiap untuk menyerang si DewaLoki. si DewaLoki memperhatikan Isis Cindy tanpa bergerak, "Bahkan Animus lo rela membuang nyawanya demi lo... tapi lo sendiri??", lanjutnya.
Gw terdiem sejenak karena bengong dengan kata-kata dia, dan hanya cengo ngeliat Isis Cindy berusaha menyerang si DewaLoki, tapi miss terus. Isis Cindy terus menerus berusaha mengenai si DewaLoki dengan sekuat tenaga, tapi karena kondisinya juga udah ga memungkinkan buat bertarung maka akurasi serangannya berkurang drastis. Gw liat darah menetes dari Isis Cindy ke tanah, tapi dia ga berhenti mencoba menyerang Isis Cindy. Si DewaLoki ngakak.
"Kasian banget Animus lo ini, dia segitu cintanya sama lo sampe kaya gini, tapi yang punyanya ga tau diri!", kata dia disela-sela penghindaran dia. Tiba-tiba dia menarik Gunblade dia dari sarungnya, dan bersiap menyerang balik Isis Cindy, "Tenang aja Isis, gw lepasin kamu dari penderitaan memiliki tuan yang seperti itu!!", Isis Cindy udah ga mampu menghindar waktu DewaLoki menebaskan pedangnya.
Beruntung gw masih sehat walafiat dan gw sempet memblok serangan dia dengan Gothic Shield gw. BRANGG!! si DewaLoki menatap gw dengan tajem, kita ga bergerak beberapa saat dengan posisi itu, Sebelom keadaan jadi tambah runyam, gw un-Summon Isis Cindy biar dia ga kenapa-kenapa. Entah kenapa Isis Cindy bisa menolak perintah gw kali ini. Un-Summon gw gagal, gw terheran-heran sendiri. DewaLoki menurunkan pedangnya dan menyarungkannya kembali.
Isis Cindy melihat kegalauan perasaan gw dan dia meneteskan air mata. Sekejap kemudian dia memeluk gw.
"Cin...", gw kaget menerima pelukan yang begitu hangat darinya. AKhirnya gw pun membalas pelukannya. Dalam pelukan, Isis Cindy mengucapkan sesuatu dikuping gw,
"Ak cinta kamu... selamanya..", kata-kata dia bener-bener menusuk hati gw, selama Cindy jadi Isis ini, mungkin gw lebih banyak menjadikan dia sebagai alat dibanding partner gw dalam bertempur. Gw melepaskan pelukan kita dan meletakkan tangan gw di pipinya, dan gw pun mencium dia hangat. Setelah bibir kita berpisah, gw kembali melakukan Un-Summon sambil berkata,
"Kamu istirahat dulu yaa..", Isis Cindy tersenyum dan dia kemudian menghilang. Gw menghadap si DewaLoki dan membungkuk dihadapannya. "Terima kasih kk, kk menyadarkan saya yang o'on ini".
DewaLoki tersenyum dan menepuk pundak gw, "Gw juga Cross-job kayak lo, Animus gw n skill force gw mungkin ga ada apa-apanya dibanding mereka yang pure job, tapi gw berani diadu sama mereka, karena mungkin hubungan gw dengan Animus gw jauh lebih deket daripada mereka dan Animusnya", setelah gw mengangkat muka gw, dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan,
"Lo liat kan sesuatu yang ga biasa tadi? Sekali Summon gw bisa panggil sekaligus 4 Animus, semua itu bukan kemauan gw, tapi kemauan para Animus gw sendiri yang ga rela kalo gw berjuang berdua aja", dia menghela nafas panjang, "Sebenernya gw sedih banget ngeliat lo sama Animus lo ga sehati, Animus itu bukan alat untuk perang, mereka adalah bagian dari diri kita, jiwa kita, yang ga boleh lo perlakukan semena-mena. Kita bertarung bersama dengan Animus kita, mereka kalah, kita juga kalah, mereka menang, kita juga menang", lalu dia berbalik meninggalkan gw sendirian. "Jangan lupa itu", kata dia sambil berlalu.
Thanks kk DewaLoki, lu udah ngajarin gw pentingnya hubungan hati dengan Animus... nanti setelah hubungan gw dengan Isis Cindy udah baik, gw mau belajar sama dia gimana caranya bisa multiple summon gitu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
END