The Story of Novus

The Story of Novus
I'll Be over you 11-3



Cindy hadir dihadapan gw dengan wujud Isis! Jari gw kehilangan tenaganya, dan dengan satu terjangan pasti, Isis Cindy mementalkan badan gw sampai menghantam tebing. BRUAAGG!!! Gw tersungkur di tanah dengan pikiran yang campur aduk. Cindy? Isis? logika gw bener-bener lagi ga bisa bekerja dengan bener. Isis Cindy kembali menghampiri gw, dan sepertinya akan melanjutkan serangannya.


"Cindy?!! kamu Cindy kan??! ini aku ZINN!!", gw mencoba memanggil nama Cindy, berharap dia akan berhenti menyerang gw dan membiarkan otak gw jernih dulu, TAP-an dulu dong!! gw bingung nih!! Entah dia itu bolot, ato dia ga peduli, Isis Cindy sampai di depan gw dan berancang-ancang untuk menyerang gw lagi. Cih! Gw mengangkat Bolt Rifle gw untuk menembak dia, dan gw baru menyadari ekspresi Isis Cindy itu. Dia menangis! dan mulutnya bergerak2 seolah-olah dia berbicara, tapi gw ga bisa denger. Sebelum si Isis Cindy menyerang gw, seseorang berteriak,


"Berhenti ISIS!!", Ravi. Ravi berteriak dari belakang Isis Cindy dan seketika dia menghentikan serangannya. Gw liat Ravi berjalan dengan susah payah mendekati gw, dan terduduk disamping gw. Dengan wajah belepotan darah, sama armor udah ga jelas bentuknya, dia menatap gw.


"Suara Animus hanya bisa didengar oleh Summonernya...dan sekali dia di kasih perintah untuk menyerang, dia ga akan berhenti kecuali diperintahkan", lalu dia menatap Isis Cindy, "Dari tadi dia berkali-kali bilang, Maafin aku, Zinn...". Gw yang masih ga percaya dengan pemandangan di depan gw, mulai berdiri dan face 2 face sama Isis Cindy. Dia masih menangis, dan bibirnya masih bergerak-gerak mengucapkan sesuatu. Ravi melanjutkan perannya menjadi perantara antara gw dan Cindy.


"Kamu terlalu baik buat aku, aku ini ga lebih dari seorang cewe yang ga tau diri, udah menerima semua kebaikan yang mungkin didambakan seluruh wanita di dunia ini dari kamu, tapi masih bisa jatuh cinta sama orang lain", kata-kata yang diucapkan Ravi sebagai perantara mulut Cindy bisa gw pastikan bukan karangan si Ravi, karena gw juga mencoba membaca dari gerakan bibir Cindy. Ravi melanjutkan, "Cewe seperti aku ga pantes jadi pendamping kamu... maafin aku Zinn...". Gw ga tau harus berkata apa ke Cindy, gw tanya ke Ravi,


"Apa yang terjadi, Vi?", Tanya gw.


Ravi mencoba berdiri juga, "Gw juga ga tau, abis lu pergi itu kemaren, tiba-tiba jasad Cindy berurai menjadi butiran cahaya-cahaya. Dan entah gimana wujud Cindy yang ini udah ada didepan gw". Gw baru teringat sekarang, dulu waktu di akademi pernah ada cerita2 kalo Isis itu adalah wujud dari cinta yang telah tiada. Dulu gw cuma ketawa aja dengernya, tapi dengan apa yang gw liat didepan gw sekarang, gw ga tau juga harus berpikir seperti apa. Yang pasti, keadaan ini membuat hati gw tambah sakit, artinya, Cindy sangat-sangat mencintai Ravi, dan begitu juga sebaliknya yang membuat ikatan mereka begitu kuat hingga terjadi fenomena ini.


Tiba-tiba gw melihat sesuatu yang gw kenal melingkar di leher Isis Cindy, di ujung tali yang dibentuk menjadi kalung itu, di ujungnya ada cincin pertunangan gw dan Cindy yang gw kasih ke Cindy.


"Dasar Kurang Ajar lu emang!! Apa lu ga ngerti perasaan Cindy seperti apa kalo dia masih menyimpan cincin ini sementara seluruh perasaannya tercurah sama ELU?!!", bentak gw ke Ravi yang lagi kesakitan megang hidungnya. Gw pun berjalan ke arah Saiyukie yang masih bobo ditempatnya, gw mau pergi. Gw mau tinggalin tempat yang menyiksa hati gw ini! Belom terlalu jauh beranjak, Ravi berkata,


"Kamu emang baik, Zinn...", gw tersentak, "Kata Cindy lho.. bukan gw", ralat Ravi. Gw cuma bisa mengatupkan gigi gw rapat-rapat, tanpa sadar air mata mengalir di pipi gw. Tanpa menoleh gw melanjutkan tujuan gw untuk menolong Saiyukie, gw mengangkat tubuhnya yang udah sekarat dan menggotongnya ke BMAU gw... yang kayaknya akan gw ganti namanya... Begitu gw naik ke kokpit, Ravi memanggil-manggil,


"Zinn!! Tunggu dulu!!", Teriaknya dari agak jauh.


Gw menatap kearah Ravi dan Isis Cindy, dan gw berkata, "Pertemuan kita berikutnya nanti, ga akan ada lagi keraguan gw untuk membunuh kalian berdua!", dan gw menutup kokpit sambil memperhatikan Ravi terus menerus memanggil gw. Dan gw pun mulai mengendarai BMAU gw yang rusak parah dengan susah payah kembali ke markas. Dalam kokpit gw memperhatikan cincin yang baru aja gw ambil dari Cindy...lalu gw mengambil cincin pasangannya di saku kantong Top Velocity Suit gw. Sambil memperhatikan keduanya, gw membuka kokpit sedikit, dan membuang keluar dua-duanya. Lalu gw tutup kembali kokpit gw....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


End