The Story of Novus

The Story of Novus
When Love & Hate Collide 6-2



Gw dipanggil ke dalem ruangan khusus Summoner dan diberikan equip dan senjata secukupnya. Setelah semuanya beres, gw pun keluar dari ruangan ketempat Ravi menunggu dengan penuh senyuman. Dia mendekati gw trus ngebisikin gw.


"Nanti malem baju ini pake lagi ya dikamar aku", bisiknya, seketika gw bisa ngerasain klo pipi gw memerah, dan gw menampar pelan pipinya (ga pelan-pelan amat juga).


"heh! nakal!", cetus gw. Tapi gw ga nyalahin dia, baju summoner ini memang keren banget. Bikin semua cowo pasti ngelirik. Kemudian kita dipanggil ke ruangan khusus job masing-masing untuk brief perang.


Setelah beberapa lama, kita semua rame-rame menuju lokasi. Sampe sana sesuai strategi, para summoner dibagi-bagi untuk bagian def dan nyerang, gw kebagian nyerang. Artinya gw bisa jalan sama Ravi.. hihi senangnyaa.. Sebelum kita melaksanakan tugas, Ravi menarik gw ketempat yang sepi.


"Hati-hati ya. Kalo ada apa-apa teriak aja! Aku pasti dateng sebelom kamu sempet berhenti teriak", katanya dengan penuh senyum.


"Maksud kamu aku kalo teriak lama, gitu?!", kata gw dengan sedikit cemberut.


"Lah?! maksud kamu aku datengnya lama gitu?!", balas dia.


"yah?! kamu kan orang paling ngaret yang aku tau! udah gitu mmmmm.....", Ravi mencium gw sebelum gw bisa menyelesaikan kata-kata gw. Gw pun membalas ciuamannya sambil memeluknya. Setelah kita melepaskan bibir, masih dalam peluk, kita saling menatap penuh arti. Hingga akhirnya Ravi menggandeng gw kembali ke pasukan.


Hari ini Cora inisiatif untuk menyerang Bellato. Tim advance bertugas untuk memancing beberapa musuh untuk keluar kandang biar kita ga kalah jumlah, sementara tim satunya lagi nunggu dari jarak tertentu. Ravi kebagian jadi tim advance, sementara gw termasuk tim yang nunggu. Anehnya, meskipun ini perang pertama gw (yg gw inget, paling ga), gw sama sekali ga grogi ataupun deg-degan, seolah-olah gw udah biasa banget menghadapi situasi perang seperti ini.


Dalam hitungan menit, tim Advance udah kembali dengan membawa beberapa hasil pancingan. Langsung aja kita yang lagi nunggu nyerbu semua dan dalam waktu singkat, para Bellato yang terpancing udah berkurang setengahnya. Tapi kejayaan itu ga berlangsung lama karena backup Bellato yang lain udah pada berdatangan. Sekarang perang yang sesungguhnya! langsung seluruh tim membentuk formasi, gw sediri ngambil formasi yang bisa deket-deket Ravi supaya kalo dia kenapa2 gw bisa bantu.


Dengan mantera-mantera yang keluar dengan lancar dari mulut gw, gw pun memanggil isis. Sebelom supir BEMO itu sadar, gw akan memerintahkan isis untuk menyerang dari belakangnya. Saat isis udah dalam posisi yang bagus, Ravi udah terjembab ke tanah, kayaknya dia keabisan pot dan udah tinggal secolek lagi modar. Langsung gw teriak,


"Ravi!! minggir!!", Ravi pun baru menyadari kehadiran gw disana, sama seperti BMAU yang tiba-tiba menghentikan serangannya dan melihat ke arah gw. Dengan satu perintah, gw suruh isis untuk melakukan serangan mematikan. Hanya berselang beberapa saat sebelum isis menyerang, gw denger dari speaker eksternal BMAU itu sebuah suara yang sangat gw kenal.


"CINDY?!!", kata BMAU itu tanpa bergerak. Sebuah suara yang begitu hangat, begitu baik... persis seperti yang gw denger di mimpi gw. Seketika itu juga seluruh kenangan-kenangan yang ada di benak gw berkelebat. Bayangan Ravi dan bayangan seseorang dari mimpi gw bertumpuk hingga akhirnya menjadi satu gambar. Orang itu.... Suara itu... suara.... Zinn... tunangan gw.... cinta pertama gw yang gw temui di Cora.... orang yang melingkarkan cincin di jari gw.... orang yang pernah bersumpah akan melindungi gw kapan aja.... Zinn... Zinn...


"ZIIIIIIIINNNNNN....!!!?!?!", teriakan gw ga mampu menghentikan isis yang pada saat bersamaan membelah sebagian sebelah kiri dari BMAU itu. BLAARR!! Serpihan dari bagian BMAU yang dihancurkan isis itu berserakan dihadapan gw.... bersama dengan sepotong lengan... yang di jari manisnya melingkar cincin yang persis sama seperti cincin gw... dengan inisial di luarnya, Z.C, Zinn.... Cindy....


Gw berteriak histeris yang membuat summon isis gw menghilang. Gw pelan-pelan mengambil lengan yang terputus dari pemiliknya itu dan melepaskan cincinnya. Lalu melihat kearah BMAU yang sebagian sebelah kirinya telah hilang dan mulai terbakar itu. Ravi pun langsung bergegas melarikan gw dari tempat itu walaupun gw berontak. Gw mencoba meraih BMAU itu, mencoba meraih Zinn...


"ZIINNN...!!! ZINNNN..!!!! UWAAAAAAAAA.....!!!!!", teriak gw histeris.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be continued