The Story of Novus

The Story of Novus
Last Resort 10-2



Para belatung itu mengelilingi gw dan Q1r1n. Gw pribadi sih ga yakin bisa selamet dari serangan ini, tapi mo ngomong apa? mau ga mau sebagai badak, gw harus buka jalan paling ga buat si Q1r1n bisa kabur. Akhirnya gw pun mencoba membabat beberapa belatung yang bisa gw hajar, sementara BEMO2nya bikin gw lumayan babak belur juga. Ngebelah satu Shield miller didepan, dari samping di hajar BEMO, dari belakang disodok-sodok sama Infiltrator. Kelemahan jadi Punisher berasa juga kalo lagi di keroyok kayak gini. Akhirnya gw ga kuat lagi, bensin gw mulai tiris, dan ini belatung ga abis-abis kayaknya, si Q1r1n juga udah nge-res kayaknya bensinnya. Fuihh... sampe sini aja rupanya ya... Gw udah sebodo amat deh mo diapain.


Tapi sebelom para Belatung itu sempet bergerak, tiba-tiba ada sekilat cahaya dan DHUUARRR!!! sebarisan belatung mental oleh geledek yang turun entah darimana. Sewaktu gw liat di belakangnya, ternyata ada sejumlah Cora yang menyerang chip Bellato juga. Para Belatung yang mengelilingi kita pun terpecah untuk mengurus Cora-cora yang baru dateng. Huh.. gw hampir berterima kasih sama bangsa Cora kali ini.


Q1r1n mencoba menopang tubuh gw di pundaknya, "Kamu gapapa?", wue? tumben kali ini ga pake narik kabel ngomongnya?.


"Baru gini doang.." jawab gw, padahal bisa berdiri aja udah sukur. Entah dateng darimana, didepan kita nongol satu MAU tipe Goliath yang siap menerjang kita. WUAK! gawat nih, meskipun itu MAU cupu, tapi dengan kondisi kita sekarang, bisa K.O juga kita!! begitu MAU itu ngambil ancang-ancang, BLUARRR!!! Lagi-lagi sekilat petir menyelamatkan kita dan menghanguskan MAU itu, dari belakangnya gw liat ada sesosok Cora.... Monica!!


"Heii.. gw udah tolongin lu 2x! makasih knapa?!", serunya dari agak jauh. Gw klo bisa nyengir udah nyengir denger kata2 dia. si Q1r1n heran ngeliat tuh cewe ngomong ga jelas.


"Dia ngomong apaan?", tanyanya.


"Panjang ceritanya.. tar kapan2 klo ga males gw ceritain", jawab gw.


Tapi begitu kita sadar, disekeliling kita udah rame lagi Bellato2 dan beberapa BEMO pada ngumpul. Kok bisa? pada kemana itu Cora2?? waktu gw liat ke arah pasukan Cora yang dateng tadi, ternyata udah pada bobo semua. Langsung aja gw bentak si Monica.


"WUEI!! YANG LU BAWA ANAK2 AKADEMI SEMUA YAA??!! MASA BARU SEBENTAR UDAH PADA BOBO GITU?!?!", teriak gw kesel.


Si Monica yang terbengong-bengong lalu menatap gw, "hehe.. abis yang level gede lagi pada mogok perang, ga tau knapa... hehe..", tawanya lemes. Akhirnya dia pun mencoba memukul mundur barisan Bellato yang makin mendekat ke kita dengan sihirnya. Tapi bukannya mereka yang mundur, malah kita bertiga yang mepet ke tembok. Keliatan banget Force Power Monica udah melemah. Semua serangannya ga ada yang bertenaga. Q1r1n membantu sebisanya dengan Loncher dia yang seadanya.


Sampe terduduk lemes juga dia, dan seorang Sentinel mengincar kesempatan itu dengan baik. Dia melepaskan tembakan ke arah Monica.


"Huh.. siapa yang nyangka klo saya bakalan nolong seorang Cora seumur-umur hidup saya?", Q1r1n memandang ke Monica yang udah pucet banget. "Hei, Cora. Saya tidak tahu tujuan kamu membantu kita. Tapi saya berterima kasih kepada kamu dari lubuk mesin yang paling dalam karena sudah menyelamatkan salah satu aset paling penting untuk Accretia", sambil dia memandang gw pada akhir kalimatnya.


Monica tersenyum seolah dia mengerti. Padahal gw tau banget yang dia denger cuma "*&!*)%!&*!" dst... Q1r1n memalingkan kepalanya untuk melihat gw. Dia berkata "Kamu sebenarnya punya potensi tinggi untuk jadi yang terbaik, THerMiaN. Sayangnya catatan perang kamu selalu buruk dengan keputusan kamu yang selalu berperang sendirian", Wussshhhh!! JLEBB!! Sebatang lagi panah menancap di tubu Q1r1n.


"Saya dulu juga seperti kamu... tapi suatu hari keadaan tidak sesuai dengan harapan saya. Kira-kira situasi saat itu sama seperti saat ini. Akhirnya seorang pimpinan yang sangat disegani saat itu harus mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan beberapa pasukan yang terjebak karena ulah saya", JLEBB!! JLEBB!! semakin banyak panah yang menancap di badan Q1rin. Gw ga tega banget ngeliat kondisi dia. Mulai banyak korsleting di tubuhnya yang gw yakin pasti membuat dia untuk berdiri aja setengah mati. Dia kemudian memandang lagi ke barisan Bellato yang terus-terusan menghujani dia dengan panah2 dan tembakkan pistol beam. "Sekarang saatnya saya membayar hutang kepada kk ZOTHIC", dan diapun membuang Launchernya dan berjalan dengan susah payah mendekati barisan Bellato itu sementara dirinya terus menerus di bombardir dengan serangan. Begitu sampai cukup dekat, gw liat badannya mengeluarkan sinar merah. Dia berteriak,


"HIDUP ACCRETIAAAAaaaa...!!", dan sekejap kemudian, tubuhnya mengeluarkan ledakan yang sangat hebat. BLEGAAARRRRR!!! gw berusaha sebisa mungkin melindungi Monica dari ledakan yang terjadi. Begitu gw melihat kondisi si Q1r1n, dihadapan kita berdua sudah tidak ada apa-apa lagi. Hanya tersisa bekas ledakan yang hebat. Ledakannya menghabiskan seluruh Bellato yang berada di depan kita, bersama dengan Q1r1n sekalian.


Klontang! didepan gw terjatuh sebuah name tag yang bertuliskan Q1r1n. Gw pungut name tag itu dari tanah. Pada saat yang bersamaan, Monica pingsan di samping gw. Gw mengangkat tubuh Monica untuk gw bawa ke markas.


Perang hari ini berdampak cukup kuat buat gw. Bagaimana gw disadarkan oleh jiwa patriotik Q1r1n. Sebelom meninggalkan lokasi, gw memberikan hormat terakhir gw kepada seseorang yang menjunjung tinggi arti dari pengorbanan. Selamat tinggal kk Q1r1n....


Hari itu Accretia menang perang... Sebuah kebanggaan untuk Q1r1n yang udah mengorbankan dirinya demi menyelamatkan gw dan Monica.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be continued