THE SECRET CRUSH

THE SECRET CRUSH
12



Park Seo Joon


"Saya telah menipu Direktur."


Lee Ji Eun mengusap dadanya sembari mengambil nafas yang sangat panjang, mungkin untuk menetralkan perasaannya.


"Anda tahu, kan? Wanita berambut biru panjang, dengan riasan smokey tebal, dan bertubuh S line? Sebenarnya wanita cantik yang Anda temui di perjodohan itu adalah saya!"


Lee Ji Eun mengakhiri pernyataannya dengan mempertegas kata 'saya' dan setelahnya tiba-tiba ia cekikikan, berharap dia tidak sedang kerasukan setan.


"Anda bisa menghilangkan kata 'cantik' kalau tidak sesuai dengan selera anda."


Tapi aku tidak ingin menghilangkan kata 'cantik' itu tuh.


"Jadi selama ini anda menipu saya ya?" tanya Seo Joon.


"Iya, saya menipu anda, maafkan saya," jawab Ji Eun memaksakan dirinya untuk berdiri untuk membungkuk memberi hormat.


Dia berbicara dengan sangat polos begitu, terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"Tidak! Saya juga ditipu!" pekik Ji Eun tiba-tiba ketika mengangkat kepalanya untuk menatap sosok pria didepannya, tepat didepan wajahnya, mereka saling berhadapan hanya beberapa centi meter saja.


Seo Joon terkejut akibat jarak wajah mereka semakin terkikis, sontak ia membelalakan kedua matanya sempurna meskipun ia masih bertumpu dagu mempertahankan imagenya.


"Saya hanya menggantikan teman untuk pergi ke perjodohan, tapi saya tidak tahu sama sekali kalau pria itu Direktur. Lagipula bagaimana bisa kencan buta pertamaku langsung hancur berantakan meskipun itu hanya sebagai pengganti."


Jadi aku satu-satunya pasangan kencan butanya, boleh juga.


Dia saat ini sedang tarik ulur ya?


"Apa anda akan memecat saya?" tanya Ji Eun pasrah dengan tubuh yang sudah meletoy, seperti boneka OPPO yang kurang diisi hydrogen.


Aku memang berpikir untuk memberi hukuman karena telah menipu dan membuatku terlihat bodoh. Sepertinya tekanan yang aku berikan cukup berat.


Dipecat? Cih tidak semudah itu ferguso.


"Tidak, teruslah bekerja di perusahaan saya," jawab Seo Joon atas pertanyaan Ji Eun sebelumnya.


Hanya dipecat karena menipuku itu terlalu lemah. Kamu harus dikubur hidup-hidup, nona Lee Ji Eun.


"Ahahaha, terima kasih pak Direktur."


Lee Ji Eun memamerkan senyum paling indahnya yang belum pernah aku lihat sebelumnya, ia mulai berjinjit mensejajarkan tinggi badannya denganku, kedua tangannya menjaga keseimbangan pada pundakku, dan tiba-tiba...


Plukk


Bibirnya menabrak bibirku, membuat bibir kita berdua menyatu.


Haruskah aku tahan? Aku dorong? Atau aku biarkan saja?


Ternyata refleks tubuhku jauh lebih cepat dibandingkan cara kerja otakku. Karena saat ini, lidah kita berdua sudah saling bertaut menikmati ciuman yang diberikan dari masing-masing.


Brukk


Tubuh Ji Eun pun akhirnya tumbang, ia terjatuh ke dalam pelukanku. Sekali lagi tubuhku mempunyai refleks yang sangat baik, tentu saja aku langsung menangkap tubuh mungil wanita itu.


Memang wanita tidak terduga, aku jadi tidak bisa berkata-kata.


"Nampaknya kau sangat mabuk, calon istriku," gumam Seo Joon, jarinya menyisir anak rambut Ji Eun yang terjatuh menutupi wajahnya.


Malam ini kita bertemu untuk minum-minum bersama, mungkin bukan kita tetapi hanya Lee Ji Eun dengan Han So Hee. Mereka berdua sudah mulai terlebih dahulu sebelum aku dan Song Kang tiba untuk bergabung.


Ya, aku memang minta Han So Hee bertanggung jawab atas perbuatannya, untuk membantuku bisa memenangkan Ji Eun agar menjadi istriku.


Acara makan malam dan minum-minum ini adalah ide dari Han So Hee, katanya karena hal ini adalah ritual rutin mereka berdua yang diadakan setiap minggunya.


Jadi, Ji Eun tidak akan curiga dan akan ikut bergabung dengan senang hati.


**


Song Kang


Song Kang sedang memapah seorang wanita yang nampaknya sudah mabuk berat. Bahkan cara jalan wanita itu masih saja terus terhuyung meskipun sudah dibantu untuk memapah tubuhnya.


"Apa~? Saya ti-tidak mabuk sama se-sekali~"


"Sudah terlalu larut, saya akan mengantar anda sampai ke rumah."


"Saya tidak mau pu-pulang ke rumah~"


"Lain kali kita minum lagi ya, sekar--" kalimat Song Kang terpotong karena So Hee langsung menginterupsi.


"Saya ingin bersama anda semalaman!" pekik Han So Hee yang berhasil diucapkannya dengan sempurna padahal sedaritadi cara bicaranya tidak terlalu jelas karena mabuk.


Nyaris saja jantung Song Kang melompat keluar dari tempatnya, bahkan kacamatanya pun nampak tidak kuasa menahan kedua bola matanya yang membulat membelalak sempurna seakan mau keluar.


Sungguh, Han So Hee malam ini sangat kacau sekali.


"Anda akan membiarkan sa-saya pulang begitu saja~?" tanya So Hee menggenggam tangan Song Kang dan ditaruh dipipinya.


"Apa ini tidak terlalu... Cepat..." Song Kang bergumam, tentu saja dia sangat dilanda dilema saat ini.


"Sejak pertamakali saya bertemu dengan anda, saya ingin melakukannya. Saya sangat menyukai anda~"


**


"Ehm... Aku dimana?" gumam So Hee ketika membuka matanya di pagi hari.


"Anda sudah bangun?" tanya seorang pria yang baru saja masuk ke dalam kamar, membawa sebuah nampan berisikan semangkuk sup pengar dan jus jeruk, tidak lupa obat pereda mabuk.


"Tuan Song Kang? Ini..." gumam So Hee masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Ini rumah saya, saya pikir akan banyak orang yang melihat kalau kita pergi ke hotel."


Song Kang menaruh nampan tersebut diatas meja nakas disamping tempat tidur. Ia pun berbalik untuk berganti baju, saat ini pria itu hanya menggunakan jubah mandi.


"Eh... Hotel...?" So Hee masih berusaha mencerna sekeras mungkin.


Song Kang pun menoleh kebelakang guna menatap wajah bantal So Hee, wanita itu kini memposisikan tubuhnya duduk masih dengan selimut yang menutupi tubuh bugilnya.


"Apa anda sama sekali tidak ingat?" tanya Song Kang hati-hati.


Han So Hee terlintas secuil potongan ingatan tadi malam, pupil matanya membesar, pipinya pun terlihat sangat merah bahkan hingga daun telinganya. Agaknya ia merasa malu sekarang.


"Kita me-melakukannya?" tanya So Hee memastikan


Song Kang hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan So Hee. Dan wanita itupun seakan mengerti jawaban pastinya, benar saja mereka sudah melakukan adegan panas semalam.


Nona Han So Hee, benar-benar tidak ingat kejadian semalam yang sudah kita lewati bersama, malam yang penuh cinta dan gairah. Tega sekali, padahal ini adalah kali pertamaku melakukannya, apalagi Nona Han So Hee sendirilah yang memimpinnya.


"Hah, tidak mungkin! Ini tidak mungkin terjadi begitu saja! Semua ini tidak sah!" So Hee cukup terguncang dengan kenyataan yang ada.


"Kalau begitu saya berangkat kerja duluan, anda bisa mandi terlebih dahulu sebelum pergi."


"Ti-tidak! Tuan Song Kang kita perlu bica--" So Hee terlambat Song Kang sudah meninggalkannya sendirian.


Walaupun anda hanya mempermainkan saya, tolong jangan katakan hal seperti itu pada saya, saya sama sekali tidak ingin mendengarnya.


Kalau memang anda sangat keberatan dengan hal yang sudah kita lakukan semalam, saya tidak akan meminta pertanggung jawaban dari anda, nona Han So Hee.


...•••THE SECRET CRUSH•••...