
Kring..!! Kring..!! Kring..!!!
Jam weker Alia berbunyi menunjukkan sudah pukul 07.00wib, dan Alia masih tertidur pulas dikamarnya.
Tok..tok..tok.. terdengar suara ketukan pintu yang terus menerus dari arah luar kamar.
"Non Alia, udah bangun? Ini udah jam 07.00wib non. Ntar non kesiangan berangkat kuliahnya." Ujar bik Ina dari balik pintu kamar Alia.
"Iya.. bi. Alia udah bangun kok bik." Teriak Alia dari dalam kamarnya sambil buru-buru ke kamar mandi.
Setelah Alia selesai, Alia pun bersiap untuk turun ke bawa. Akan tetapi tiba-tiba ada notifikasi masuk ke handphonenya.
Alia pun segera melihat handphonenya untuk memastikan pesan dari siapa yang ia terima.
Kamu udah siap belum? Siap-siap ya, 10 menit lagi aku sampai rumah kamu. Aku tunggu di tempat biasa ya, biar gak jadi masalah ntarnya kalau keluarga kamu tau aku jemput kamu.
Sender : Adrian💕
Oke... Jangan lama-lama!!
Sender : Alia💕
Alia pun memasuki handphonennya kembali ke dalam tasnya, dan segera menuju halaman depan rumahnya untuk menunggu Adrian tanpa sarapan terlebih dahulu.
"Non, ini dimakan dulu rotinya sebelum mas Adrian datang. Kan non belum sarapan tadi di dalam, ntar non sakit kalau gak sarapan" Ujar bi Ina sambil memberikan piring yang berisi roti dengan selai coklat kesukaan Alia.
"Hehe... makasih bi. Bibi memang yang terbaik deh." Ujar Alia kepada bi Ina sambil memakan roti yang diberikan bi Ina.
10 menit.. 15 menit.. 20 menit berlalu.
Namun belum ada tanda-tanda Adrian datang.
"Aduh.. kemana si Adrian ini? Kenapa belum sampai juga udah jam segini? Mana kelas aku jam 09.00wib lagi. Bisa telat kalau gini ceritanya" Ujarnya dalam hati.
Karena melihat Alia yang sudah gelisah, bi Ina pun bertanya kepada Alia.
"Non, ada apa?"
"Ini si Adrian udah jam segini belum muncul juga bi. Padahal tadi dia bilang 10 menit lagi bakal sampai." Jawab Alia dengan cemberut.
"Mungkin mas Adrian sebentar lagi sampai non. Atau non coba hubungi mas Adrian aja, biar tau alasan mas Adrian kenapa belum sampai."
"Yaudah bi, Alia coba hubungi Adrian dulu."
Alia pun mencoba menghubungi Adrian berkali-kali, namun tidak ada jawaban sama sekali.
"Aduh kemana sih ini orang? Kalau emang gak mau jemput seharusnya bilang dari awal, jangan buat aku nunggu tanpa kepastian."Ujar Alia sambil memasukkan kembali handphonennya ke dalam tas dengan kesal.
"Bi, tolong bilangkan sama pak Tio buat siapkan mobil. Alia mau berangkat sekarang aja, daripada Alia telat kelas pagi ini bi."
"Baik non, biar bibik bilang ke pak Tio dulu untuk segera siapkan mobil ya non."
Tidak beberapa lama, pak Tio sudah selesai menyiapkan mobil dan bersiap untuk jalan.
"Bi, Alia pergi dulu ya. Ntar kalau Adrian datang, bilang aja saya udah berangkat."
"Baik non. Hati-hati ya !"
"Siap non !" Ujar bi Ina sambil mengangkat tangannya ke kepala, seperti memberi hormat.
Benar saja, tidak lama Alia berangkat Adrian pun tiba di rumah Alia.
"Bi, Alia mana? Belum berangkat kan?" Tanya Adrian kepada bi Ina yang tadinya mau menutup pintu gerbang.
"Non Alia barusan aja berangkat mas. Non Alia tadi bilang kalau dia ada kelas pagi hari ini." Jawab bi Ina.
"Alia pasti marah banget dengan Adrian ya bi?"
"I..iya mas,sepertinya non Alia kesel banget tadi. Kalau boleh bibi tau, kenapa mas Adrian telat jemput non Alia?"
"Aduhhh mati deh.. Alia pasti bakal ngambek kalau begini ceritanya. Kalau aja tadi ban mobil Adrian gak bocor pasti Adrian gak telat, dan Alia gak bakalan marah.
"Kalau gitu mas Adrian harus jelasin ke non Alia biar tidak ada salah paham."
"Baik bi. Kalau gitu Adrian berangkat sekarang ya." Pamit Adrian kepada bi Ina.
Â
※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
Â
KAMPUS
Sesampainya Adrian di kampus, yang pertama di cari Adrian adalah sosok perempuan yang paling dia sayang setelah mamanya, siapa lagi kalau bukan Alia.
Adrian pun mencari Alia ke kelasnya, dan benar saja disana Alia sedang bersama dengan dua temannya Aletha dan Talia.
"Alia, we need to talk" Ujar Adrian kepada Alia.
Namun, Alia tidak menggubris Adrian sama sekali. Dan malah memilih mengajak Aletha dan Talia untuk ke kantin.
"Tha, Tal, ke kantin yuk. Aku malas disini, tiba-tiba suasana disini jadi panas". Ajak Alia kepada Aletha dan Talia.
"Tapi Al, ini ada Adrian loh. Masa iya lo ninggalin pacar lo gitu aja." Ujar Aletha sambil melihat Adrian.
"Kalian mau ikut aku, apa masih disini?" Tanya Alia kepada Aletha dan Talia.
"Ta..tapi Al."Jawab Talia sambil melirik Aletha dan Adrian.
"Oke kalau gitu. Aku ke kantin sendiri aja." Ujar Alia sambil meninggalkan mereka.
"Dasar anak ini. Sorry ya Adrian, gue sama Talia nyusulin Alia dulu." Ujar Aletha sambil berjalan keluar kelas yang diikuti Talia untuk menyusul Alia ke kantin.
"Oke Al. Aku gak akan ganggu kamu dulu, emang sebaiknya aku kasih kamu waktu dulu untuk kamu tenangi emosi kamu dulu." Ujar Adrian menatap keluar pintu kelas.
Â
※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※※
Â
Â