The Richzern

The Richzern
BAB 6



Sekelompok motor sport yang terlihat sangat mewah dan mahal milik para anggota geng The Richzern meramaikan jalanan dengan suara motor yang sangat bising di telinga, untung nya ini sudah sangat malam sehingga jalanan sudah sedikit sepi. Mereka semua mengawal Aldrich menuju arena balap mereka akan selalu menemani serta memberi dukungan pada Al dan hal itu berlaku juga untuk anggota yang lain.


\*\*\*\*


Sedangkan diwaktu yang bersamaan juga Agatha tengah bersiap - siap untuk pergi, malam ini ia berniat mengunjungi salah satu Club ternama di kota Jakarta guna melupakan sejenak beban pikirannya. Jika Agatha sedang merasa tidak baik baik saja maka Club tempat pelarian terbaik baginya walaupun efeknya hanya sesaat.


Agatha keluar dari lift dengan perlahan kemudian mengambil mobilnya dari parkiran basement apartement dan segera melesat pergi menikmati jalanan ibu kota yang biasanya selalu ramai kini tampak sepi karena sudah tengah malam.


Lagu Louis Tomlinson - Back To You mengisi keheningan mobil Agatha. Terkadang ia juga ikut bernyanyi mengikuti alunan musik itu.


Agatha memilih melewati jalan yang lebih cepat untuk sampai pada tujuannya ia menyipitkan matanya ketika melihat kerumunan orang - orang dengan motor sport nya serta menggunakan helm full face dan ada beberapa bendera juga yang berkibar disana. Agatha mengetahui sangat jelas bahwa mereka sedang ada tanding balap karena ia juga sering turun ke arena hanya saja sekarang ia sedang tidak ingin mengikuti pertandingan balap.


"Sepertinya itu para geng the richzern." Gumam Agatha.


Agatha mendekati mobilnya untuk melihat kerumunan orang - orang yang sedang bersiap akan tanding itu. Ia melihat Aldrich sang ketua dari the Richzern dengan motor sport kebanggaannya berada di garis start dengan lawannya, tiba - tiba saja Agatha mengeluarkan ponselnya dan segera memotret mereka dari kejauhan.


Ia segera turun dari mobilnya mencari celah agar bisa melewati kerumunan orang - orang dan kemudian tanpa rasa malu berdiri di depan motor Aldrich, lalu datanglah wanita dengan pakaian minim dengan membawa bendera.


"Ada apa ya ini?" Ucap wanita itu.


"Maaf kak Aldrich cancel dulu balapannya malam ini." Ujar Agatha dengan entengnya.


Aldrich dan anggota inti the Richzern sudah sangat terkejut dengan kedatangan Agatha secara tiba - tiba, kini gadis berparas cantik itu kembali mengejutkan mereka dengan perkataannya.


Al tidak bisa tinggal diam mendengar ucapan dari Agatha, laki - laki itu turun dari motornya untuk menghampiri Agatha kemudian menarik lengan gadis itu untuk menjauhi kerumunan.


"Lepasin sakit, kamu kenapa kasar banget!" Ujar Agatha sambil berusaha melepaskan cengkraman dari tangan Al.


"Kamu yang kenapa!" Sentak Aldrich.


"Kenapa kamu gak suka sama tindakan aku." Ujarnya.


"Lebih baik kamu pergi dari sini" ungkap Al sambil menatap Agatha.


"Aku takut ada sesuatu yang terjadi sama kamu."


"Jangan ganggu gue dulu Agatha, kamu juga harus ingat kita pernah jadi lawan di arena balap." Ujar Al


"Tapi Al."


"Aku bisa mengatasi semuanya kamu gak perlu khawatir." Ucap Al dengan penuh penekanan matanya menatap Agatha dengan tajam.


Al berjalan menuju garis start dan menaiki motor sport nya.


"Sorry." Ucap Al pada lawannya karena merasa bersalah atas kehadiran Agatha yang sudah mengganggu pertandingan mereka.


Lawan Aldrich yang bernama Arcel itu tersenyum.


"Harusnya gue yang minta maaf udah bikin Lo sama pasangan Lo berantem, malam ini kita cancel aja tanding balapnya bisa tanding lagi next time Al." Ucap Arcel.


"Dia bukan pasangan gue." Jawabnya.


"Oke gue pergi dulu, see you." Potong Arcel tanpa mendengarkan ucapan Aldrich, laki - laki itu segera pergi meninggalkan arena.


\*\*\*\*\*


Setelah kepergian Arcel para penonton yang berada di arena pun mulai bubar, mereka kecewa karena tanding balap tidak jadi di laksanakan. Sementara para anggota inti the Richzern langsung menghampiri Aldrich.


"Gadis itu orang yang pernah tanding balap sama Lo kan Al." Tanya Bryan yang merasa mengenali gadis yang mengacaukan acara pertandingan balap.


"Iya dia orangnya." Jawabnya.


"Dia bisa sedekat itu sama Lo, kalian ada hubungan apa?" Tanyanya lagi.


"Gak ada hubungan apa - apa, udah gak usah bahas dia lagi." Ujar Aldrich yang enggan untuk membahas gadis itu, karena ia tidak ingin anggota geng the richzern mengetahui bahwa ia pernah bertemu di club dengan gadis itu sehingga mereka terlihat bisa sedekat tadi di arena.


"Bisa - bisanya dia semalam ini keluar sendirian." Ucap Marvin.


"Namanya juga gadis bar - bar." Sahut Al sambil tersenyum.


"Udah ayo kita pergi ke markas lagian tanding nya aja jadi gagal gara - gara dia." Ucap Aksa yang sedikit merasa kesal terhadap gadis itu.


Akhirnya mereka pergi ke markas untuk melakukan hal lain dan merencanakan pertandingan balap yang akan di lakukan nanti setelah ditentukan waktunya.


Malam ini para anggota The Richzern menghabiskan waktunya di markas. The Richzern itu nyaris tidak punya musuh karena geng motor lainnya sangat segan dan menghormati mereka. Hanya orang - orang yang tidak tahu diri yang berani berurusan dengan The Richzern terutama Aldrich mereka seolah tidak takut sama sekali bahwa Aldrich bisa saja membuatnya tunduk dengan sikapnya yang sangat kejam tetapi ia hanya menunggu waktu yang tepat jika ingin menghabisi mereka semua.


Malam ini sepertinya Aldrich sedang ingin menghajar orang karena laki - laki itu sudah lama tidak berkelahi dan itu membuatnya merasa hambar. Buktinya kali ini ia hanya mengenakan boxer dan bertelanjang dada kemudian tangannya sudah memakai sarung tinju alias fight Gloves, berdiri gagah di ring tinju untuk menghabisi samsak bayarannya ia selalu menyewa orang untuk samsak nya guna melampiaskan hasrat nya dalam berkelahi.


\*\*\*\*\*