
Gadis itu memakai pakaian tshirt berwarna putih dengan jaket blue jeans bawahan celana hitam dan memakai topi berwarna putih dengan rambut hitam terurai, ia berjalan ke arah area rooftop.
Agatha Alexandra Elyna seorang gadis berparas cantik yang terkenal dengan sikapnya yang jutek dan tidak suka bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Ia sangat terkenal di arena balap, karena sering memenangkan pertandingan. Banyak laki - laki yang mengejarnya tetapi tidak ada satupun yang bisa mendapatkannya.
Agatha memiliki dua orang sahabat yang bernama Caitlin Hailey Jovanka dan Kaylee Raurels. Mereka sudah bersahabat sejak lama dan sudah saling memahami satu sama lain.
Ibunya bernama Selin Elyna dan sang ayah Galih Alexandra, Agatha memiliki perusahaan yang diwariskan oleh sang ayah kepadanya, namun ia merasa kurang mampu untuk menjalankannya dan lebih mempercayakan semua aset kepada tangan kanan ayahnya.
Sejak ibunya meninggal, ia memilih untuk tinggal di apartement dan sang ayah selalu sibuk dengan perusahaannya.
******
Gadis itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya, ia pun mulai menyalakan korek dan sambil menyesap rokok yang selalu membuat nya kencanduan.
Agatha tidak mengetahui bahwa sejak ia berada di basement hingga ke area rooftop ia diikuti oleh laki - laki tampan yang populer di universitas Stansfield College.
Karena merasa penasaran dengan gadis yang sepertinya pernah ia lihat sebelumnya, Aldrich mengikutinya hingga ke area rooftop dan hal yang tidak ia sangka bahwa gadis itu sedang merokok.
Ia pun mulai berjalan mendekati gadis itu dan sambil berkata "Apa yang sedang kau lakukan di area ini."
Gadis itu menoleh dan menatap laki - laki yang berbicara padanya "Maaf aku tidak tau jika akan ada orang lain yang akan ke area rooftop."
"Apakah kau baru saja masuk universitas ini, sehingga berani sekali kau merokok di area rooftop, kau tidak tau ini universitas besar ada banyak cctv."
"Oke aku akan pergi ke tempat yang lebih aman untuk merokok." Ucap Agatha sambil berjalan melewati laki laki tampan itu.
Aldrich pun berkata lagi "Kau anak baru tetapi sikapmu seperti tidak tahu tutur bahasa yang baik terhadap seniornya."
Agatha pun berbalik menghadapnya sambil menatap laki - laki itu dan berkata " Lalu aku harus bersikap seperti apa? Aku sudah meminta maaf padamu."
"Perhatikan cara bicaramu, lihat kau sedang berbicara dengan siapa sekarang jika kau sampai ketahuan sedang merokok kau akan mendapat hukuman."
"Aku tidak mengenalmu, sekali lagi aku minta maaf karena lancang sudah merokok di area rooftop."
Agatha pun berjalan pergi meninggalkan laki laki yang sudah membuatnya kesal.
Merasa tak dihargai dan baru pertama kalinya Aldrich menemui gadis dengan sikap seperti itu, karena kebanyakan gadis - gadis yang biasanya ia temui pasti akan tergila gila padanya dan berbicara dengan lemah lembut.
Tetapi kali ini yang ia temui justru gadis yang jauh dari kata ramah.
Merasa kesal dan mood nya hancur ia pun pergi meninggalkan area roof top dan berjalan menuju tempat anggota gengnya yang sedang berada di kantin.
Aksa yang baru saja selesai memesan makanan sedang berjalan menuju tempat teman temannya berkumpul, ia melihat ke arah kanan dan kiri dan kebetulan melihat aldrich yang sedang berjalan dengan raut wajah yang terlihat kesal.
Sambil berjalan ia pun memanggilnya.
" Hey Al kemana aja baru keliatan batang hidungnya, anak anak the Richzen pada nyariin ketua geng nya tuh, yang gak ada kabar sejak pagi."
Al yang mendengar perkataannya beralih melihat ke arah Aksa dan masih dengan wajah kesalnya.
"Kalian ada disini? kenapa gak ada yang ngabarin gua sama sekali"
"Handphone lo gak aktif, kita udah berusah buat ngabarin"
" Lagian Lo kenapa sih gk biasanya kaya gini, lagi ada masalah?" Ucap Aksa.
" Biasalah, mood gua berantakan akhir akhir ini."
***
Sementara disisi lain Agatha yang sedang bersama temannya sedang berada di taman universitas, ia sedang duduk sambil memainkan ponselnya, raut wajahnya terlihat sedang menahan kekesalan.
Temannya yang bersama Agatha sejak tadi merasa aneh dengan sikapnya ia pun bertanya " Tha kamu kenapa sejak dari rooftop jadi badmood gitu, apa lagi ada masalah ?"
" Gak ada, lagi badmood aja, tadi di rooftop ketemu cowok tiba tiba negur gue gara - gara dia ngeliat gue lagi ngerokok."
" Ya lo lagian kenapa merokok di rooftop, itu tempat kan pasti di datengin orang lain juga, bukan Lo doang."
" Ya gue tau, tapi tuh cowok bicaranya bikin kesel dia kaya ngajak berantem gue ."
" Emang dia siapa Luh tau orangnya? pasti yang negur Luh bukan mahasiswa biasa, dari cara bicaranya pasti dia terkenal di universitas ini."
" Gue Gatau dia siapa tapi, dilihat dari tampilannya dia tinggi pakai jaket kulit dan lumayan tampan."
" sekarang Luh harus hati - hati bertindak di universitas ini Tha, karena sekali aja ketahuan lagi merokok masalahnya bisa jadi besar, apalagi udah ada yang negur Lo Tha. "
" Iya, lagian gua juga belum tau peraturan di universitas ini kaya gimana." Jawab Agatha
" Yaudah ayo kita masuk kelas, bentar lagi udah mau dimulai. "
****
Keesokan harinya, Agatha pergi keluar untuk membeli kebutuhannya, jam yang sudah menunjukan pukul 23:30, ia pergi menuju minimarket di dekat apartemennya.
Ia sedang berjalan sendirian, setelah sampai di depan minimarket, ia melihat para laki laki yang sedang berkumpul, dan tidak disangka akan bertemu lagi dengan laki laki yang sejak kemarin menegurnya di universitas.
***
Saat ini Aldrich beserta empat anggota inti geng nya sedang berada di minimarket yang buka selama dua puluh empat jam. Setelah membayar semua belanjaan dirinya dan sahabatnya, laki - laki itu kembali ke depan dan duduk di atas motornya.
" Al itu bukannya cewek yang pernah tanding balap sama Lo ya?" Ngapain dia malam - malam gini ada di luar, sendirian lagi."
Tanya Aksa seraya menunjuk gadis yang sedang berjalan santai di seberang sana.
Al yang mendengar Aksa pun menoleh ke arah gadis yang di maksud.
Kening aldrich mengkerut, lalu ia melihat jam tangan nya sudah pukul satu dini hari.
Aldrich yang menyadari sesuatu, menatap tajam gadis itu saat sudah sampai di depannya.
" Hey tunggu, Lo yang waktu itu merokok di rooftop kan?"
Aldrich yang langsung menghentikan gadis itu akhirnya menyadari bahwa ia pernah bertemu dengan gadis itu di rooftop.
" Lo ada urusan apa malam - malam berkeliaran?"
" Itu urusan saya, kamu gak perlu tau."
Jawab Agatha sambil berjalan melewati mereka.
Aldrich langsung terdiam dan langsung membuang muka mendengar ucapan gadis itu, ia tidak ingin lebih banyak bertanya lagi.
Aldrich merasa tidak ada gunanya bertanya pada gadis yang bersikap sangat cuek dan dingin, karena menurutnya gadis itu tidak menarik sama sekali.
****