The Richzern

The Richzern
BAB 5



Pagi telah tiba, sinar matahari masuk melalui sela sela jendela sinarnya yang menyilaukan berhasil membuat seorang gadis cantik yang tengah tidur itu terusik.


Agatha menguap, merentangkan kedua tangannya, tubuhnya bersandar pada sandaran ranjang ia melihat jam di dinding sekarang sudah pukul 6:00 AM.


Mengingat hari ini ia ada kelas pagi di kampus, Agatha segera bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah itu ia sudah bersiap dan sudah sangat rapih lalu berjalan keluar apartemennya dan menuju pintu lift. Hari ini ia pergi ke kampus menggunakan mobilnya yang berwarna hitam tidak seperti biasanya yang selalu membawa motor putih yang sering ia pakai untuk tanding balap.


Beberapa menit berlalu, mobil Agatha sampai di parkiran basement universitas Stansfield College. Agatha keluar dari mobil mewahnya ada beberapa mahasiswa yang memperhatikannya karena baru kali ini melihat agatha dan mereka berpikir sepertinya ia mahasiswa baru.


Sebenarnya Agatha risih menjadi pusat perhatian tetapi ia menetralkan raut wajahnya. Ia mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan pada kedua sahabatnya sedang berada di mana.


Agatha berjalan menuju kantin kampus karena kedua sahabatnya itu memberitahu sedang berada di kantin, ia duduk dan sambil mengobrol dengan mereka.


"Kalian udah dari tadi disini" Tanya Agatha pada kedua sahabatnya.


"Iya lagian kamu di chat gak di balas, jadi kita berdua nunggu di kantin deh" Jawab Caitlin.


"Bye the way semalam kamu ada dimana gak ada kabar sama sekali?" Tanya Kaylee pada Agatha.


"Semalam aku pergi ke Club, sorry ya gak kasih kabar kalian." Jawabnya sambil tersenyum.


" Pergi sendirian aja Tha?" Tanyanya Caitlin pada Agtha.


"Iya sendiri, kalian juga percuma gak akan mau ikut ke Club." Jawabnya.


Kedua sahabatnya tidak tahu saja bahwa sebenernya Agatha bertemu dengan laki - laki yang pernah tanding balap di arena dengannya. Setelah banyak mengobrol akhirnya mereka pergi ke kelas karena sudah di mulai.


Sedangkan disisi lain Aldrich kali ini sedang tidak berada di apartement tetapi ia berada di mansion orang tuanya. Al mengeluarkan motornya dari garasi lalu mengendarai motornya keluar dari pekarangan mansion yang halamannya memiliki luas berkali - kali lipat.


Sepanjang perjalanan menuju gerbang mansion, para bodyguard dan pelayan yang di lewatinya menundukkan kepala padanya. Sesampainya di kampus Aldrich memarkirkan motornya di parkiran khusus The Richzern tidak ada yang memarkirkan mobil atau motor di kawasan itu selain para anggota The Richzern.


Aldrich melihat ada empat motor sport dengan warna yang berbeda, bisa di pastikan empat motor itu milik anggota gengnya dan tidak seperti biasanya mereka sekarang datang ke kampus sangat pagi. Al melepas helm full face nya lalu turun dari motor dan seketika terdengar suara pujian yang dilontarkan para gadis remaja yang melihat kedatangan Al.


Tidak menggubris semua perkataan mereka, Al menyampirkan tas nya di bahu sebelah kanan dan melirik jam tangan yang menunjukkan pukul 6:45 AM.


Aldrich melanjutkan langkahnya menuju kelasnya dan sampai disana ia melihat teman temannya sedang mengobrol dengan para gadis dan sesekali menggodanya.


Aksa yang sedang memainkan ponselnya menoleh melihat kedatangan Al.


"Hai Al udah sampai, gak biasanya jam segini udah ada di kampus." Ujarnya sambil tersenyum.


"Motor Lo yang sering dipake balap kemana gak biasanya ganti motor." Tanya Marvin.


"Ada, gue lagi bosen aja mau ganti yang lain dulu." Jawab Aldrich ia sambil menaruh tas nya dan duduk sambil mengeluarkan ponselnya.


"Semalam Lo kemana gak ada kabar?" Tanya Gavin pada Al karena merasa penasaran sepertinya Al pergi keluar tanpa memberitahu anggota geng the richzern.


"Semalam sepupu gue ke apartement dan ngajak pergi ke club." Jawabnya.


"Gak biasanya Lo pergi ke Club." Ujar Aksa yang merasa heran karena Aldrich biasanya lebih memilih balapan di banding pergi ke Club.


"Ya mau gimana lagi dia mohon - mohon sama gue" jawab Al.


Setelah mendengar jawaban itu para anggota inti geng nya hanya menganggukkan kepalanya tanpa bertanya lagi. Kini mereka melangkahkan kakinya pergi menuju kantin, beberapa kursi disana sudah di jadikan satu agar mereka duduk melingkar dan biasnya mereka akan mengobrol tentang hal - hal penting dan hanya mereka yang mengetahuinya.


\*\*\*\*


Malam ini semua anggota The Richzern sedang berkumpul di markas utama, markas itu terlihat sangat mewah bahkan di dalamnya tersedia ruang gym, ruang billiard, ring tinju dan ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam minuman beralkohol dan Vape serta ruangan yang digunakan untuk menyimpan pernak - pernik motor.


Bagi mereka markas adalah rumah kedua, oleh karena itu markas di buat senyaman mungkin Hampir menyerupai rumah segala yang mereka butuhkan ada di dalamnya.


"Jadi gimana, malam ini Lo mau turun ke arena balap atau skip lain kali Al?" Tanya Marvin.


"Benefitnya dapat apa?" Tanya Al.


"Dapat 12 juta" Ungkap Marvin.


"Boleh juga, lumayan buat nambah uang kas geng kita." Jawab Aldrich sambil tersenyum.


"Ya terserah yang tanding balap kan lo Al, uangnya hak Lo juga." Ujar Marvin dan para anggota yang lain hanya mendengarkan mereka yang sedang membicarakan hal itu.


"Al udah gak butuh uang, dia aja cape cara uangnya biar habis gimana." Ujar Aksa sambil tersenyum.


"Buat kas geng kita." Ujar Al.


"Berarti jadi turun ke arena balap?" Tanya Marvin.


"Oke." Jawabnya.


\*\*\*\*\*