
Pada malam hari seorang gadis cantik berpenampilan serba hitam memakai jaket kulit, celana jeans dan dengan rambut panjang terurai.
Ia sedang berada di tempat basecamp sedang berkumpul bersama teman - temannya dan juga sedang membicarakan tentang tanding balap yang akan di lakukan satu jam lagi.
"Kau yakin akan tanding malam ini Tha?"
Sahabatnya yang bernama Caitlin berparas manis dan bersurai kecoklatan bertanya pada Agatha yang sibuk memainkan ponselnya.
"Ya.." jawab gadis itu tanpa menatap sahabatnya.
"Kalau begitu aku akan pergi ke arena balap untuk melihatmu bertanding." Ucap sang sahabat.
Agatha pun berdiri mengikat rambutnya dan memakai helm bersiap untuk pergi ke arena balap yang sudah di datangi orang - orang untuk melihat pertandingan balap itu, sahabatnya pun ikut melihat pertandingan itu untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Di arena balap gadis cantik bersurai hitam itu melihat laki - laki tampan memakai t-shirt putih dan jaket jeans hitam, celana dengan warna yang senada dan juga memakai helm full face.
Laki laki itu berjalan ke arah motor hitam yang berada di sebelahnya, ia melihat sorot mata yang seolah meremehkannya.
Mereka pun sudah bersiap dan menaiki motornya Masing - masing.
"Sepertinya malam ini kau harus bersiap kalah dariku" Ucap laki laki disebelahnya.
Agatha yang mendengar ucapan darinya hanya tersenyum sebagai jawaban.
Malam ini gadis berparas cantik itu dengan percaya diri yang sangat tinggi ia yakin akan memenangkan pertandingannya.
Wanita dengan pakaian minim bahan dan membawa bendera di tangannya berjalan ke tengah arena sambil menghitung mundur, lalu suara derungan motor bersama sorakan penonton yang saling menyebutkan nama jagoannya masing - masing, walaupun yang paling mendominasi adalah nama dari sosok laki - laki yang berpakaian hitam disebelahnya itu yang terlihat begitu misterius dengan helm full face nya yang tak pernah lepas dan jangan lupakan bahwa sosok tersebut adalah rivalnya.
Hanya ketua dari geng The Richzern satu - satunya orang yang dapat mengalahkannya saat balapan. Tapi sepertinya malam ini adalah malamnya bagi gadis itu untuk memenangkan pertandingan.
Akhirnya yang mencapai garis finish lebih dulu yaitu motor yang dinaiki gadis bersurai hitam itu dengan motornya yang berwarna putih.
Ia pun tersenyum meremehkan sambil melirik ke arah laki - laki yang sebelum tanding merendahkannya.
Laki laki itu yang melihat kemenangan atas lawannya hanya mendengus sambil tersenyum miring, ia pun berkata " Lain kali jika kita bertanding lagi akan aku pastikan kau akan mendapatkan kekalahan."
ia akhirnya pergi dengan suara motor yang memekakkan telinga.
****
Setelah semua yang terjadi semalam kini, di pagi hari yang cerah matahari muncul menampilkan sinarnya, semua orang sibuk dengan kegiatannya Masing - masing.
Jalanan yang hampir tidak pernah sepi kini semakin ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang.
Universitas Stansfield College salah satu universitas terbesar yang di dambakan oleh sebagian orang. Universitas yang terletak di daerah ibukota Jakarta ini bisa dibilang salah satu universitas favorite.
Orang tua mereka banyak yang memiliki perusahaan besar dan ada beberapa juga yang memiliki setengah saham dari universitas itu.
Menjadi bagian dari Stansfield College merupakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka pecinta kemewahan.
Selain karena universitasnya yang lengkap, mereka juga bisa melakukan kegiatan yang mereka sukai.
The Richzern nama dari geng motor yang sangat populer dan juga mereka adalah salah satu alasan banyaknya yang ingin masuk universitas Stansfield College, terutama para gadis remaja.
Diketuai oleh Aldrich Jarl Chevallier laki - laki dengan sikap yang sangat dingin, kasar dan kejam. Namun karena parasnya yang tampan, tinggi dan hampir sempurna banyak gadis remaja yang menyukainya.
Aldrich Jarl Chevallier adalah anak dari pemilik perusahaan besar JN Corperation dan juga pemilik dari universitas Stansfield College.
Ibunya bernama Ellard Christopher dan sang ayah Garffin Reviano.
Menjadi anak dari orang tua yang mempunyai segalanya bukanlah kebahagiaan untuknya.
Keadaan dirumah selalu menjadi hal yang sangat ia benci, karena banyaknya tekanan yang ia terima, oleh karena itu Aldrich lebih memilih tidak berada di rumah waktunya banyak ia gunakan untuk berkumpul bersama anggota geng motornya. Menghabiskan lebih banyak diluar dengan balapan.
The Richzern terdiri dari 5 orang anggota yaitu Bryan Sylas Pratama, Aksa Adhlino, Marvin Ryman, Gavin Ashraf dan terakhir Aldrich Jarl Chevallier sebagai ketua dari The Richzern.
*****
Saat ini anggota inti The Richzern sedang bermain basket di lapangan outdoor Kampus, sejuk udara pada pagi hari memang pas untuk dinikmati sambil berolahraga.
Yang menikmatinya pun bukan hanya mereka, tetapi banyak juga penonton yang sedang menikmati apa yang mereka lihat. Para laki - laki tampan yang sedang bermain basket.
Setelah selesai bermain basket, mereka semua berkumpul di kantin. Namun ada satu orang yang belum terlihat batang hidungnya sejak pagi.
"Eh Vin pesan minum dong sama makanannya." Ucap Aksa.
"Oke gue pesan dulu, kalian semua sama juga kan pesanannya?"
"Iya Vin sama semua" jawab Aksa.
Gavin pun pergi untuk memesan makanan, sementara Marvin sedang melihat smartphone nya sambil merasa heran karena ketua gengnya itu belum terlihat sama sekali sejak pagi.
" Sejak dari pagi kita gak liat si Al ya, dia gak ada di kampus? kemana tuh anak gak ada kabarnya." Tanya Marvin.
"Iya juga, di group chat pun dia gak ada kasih kabar apapun." Ucap Aksa.
"Paling juga kesiangan tuh si Al, kalian pasti udah gak asing sama tingkahnya. Dia tiap malam jarang ada dirumahnya." Ucap Bryan.
Sedangkan sang ketua Aldrich baru saja sampai, ia sedang memarkirkan motor kesayangannya di basement, ia tidak sengaja berpapasan dengan seorang gadis remaja yang sepertinya tidak asing dilihat dari wajah gadis itu ia merasa pernah bertemu tetapi ia tidak dapat mengingatnya bertemu dimana dengan gadis itu.