
Sekitar 89 tahun lalu, ada seorang profesor yang hebat dalam hal ilmu disiplin teknologi ilmiah dan psikologi ilmiah. namanya adalah Kort Haris Grim Reya.
Profesor Haris merupakan profesor terkenal pada masa Rogues. Rogues merupakan masa, dimana marga Rogue berkuasa di The Republik selama 40 tahun. Pada masa ini kemajuan teknologi bisa dibilang sangat pesat sekali.
Salah satu yang menjadi masterpiece dari temuan para ilmuwan inti adalah Mind Kort, disingkat MKort adalah sebuah alat bantu pengenalan psikologi yang ditemukan oleh Haris semasa dia menjadi salah satu tim yang bertanggung jawab di laboratorium di Institut teknologi Fertbes.
Mind Kort merupakan sebuah item yang difungsikan untuk melihat kebiasaan berfikir dan tindakan dari orang lain.
berbentuk seperti kamera digital yang menangkap gambar dari orang yang dituju lalu dianalisis dan divisualisasikan oleh mesin tersebut lewat komputer.
Alat ini diharapkan dapat membantu orang-orang agar lebih mengenal dirinya sendiri dan orang lain.
Prototipe dari alat ini masih berada di laboratorium Di Institut teknologi Fertbes. Tepatnya di Lab. No. 148 yang mana saat ini laboratorium tersebut dipimpin oleh Profesor cantik dan imut bernama Emma Watson Altera, seorang fisikawan dan psikologi yang melanjutkan penelitian untuk mendalami potensi yang dimiliki MKort.
****
Malam sebelum hari pencurian !
Rasyid, Alvaro, dan Sergio sedang berada didalam kamar untuk membuat sebuah sarung tangan elektrik yang dapat memberikan kejutan listrik pada orang lain yang disentuh olehnya.
Sarung tangan ini bernama Strike Glove diberi nama seperti itu karena memang sarung tangan ini digunakan saat operasi/misi untuk menyerang.
Strike Glove sering digunakan dalam melakukan sebuah misi oleh para Crescent Night.
Sarung tangan ini merupakan item wajib dan juga lambang/karakteristik dari kelompok ini. Semua anggota Crescent Night harus bisa membuat sarung tangan ini dengan merakitnya dari bahan-bahan yang sudah ditentukan.
Rasyid dan kawan-kawan tentu sudah profesional dalam membuat Strike Glove ini, kecuali Saul yang memang dia tidak terlalu menyukai IT, jadi dia jarang mempraktekan cara pembuatannya. karena itulah Saul tidak paham atau tidak tau cara membuat Strike Glove ini.
Dan satu lagi Strike Glove selalu berukuran lebih besar dari tangan penggunanya, terkadang saat melakukan action dapat terpental kebelakang karena lonjakan energi yang terlalu besar yang dikeluarkan oleh Strike Glove.
Oleh karena itulah penggunanya harus kuat dan siap secara fisik, karena jika tak siap dan kuat maka penggunanya akan terpental bahkan menyebabkan luka fisik serius.
Di sisi lain Saul sedang membuat mie cup untuk teman-temannya itu, karena Saul tidak terlalu banyak membantu dalam pembuatan Strike Glove. jika membantu pun bisa-bisa dia hanya jadi beban saja.
Karena itulah, ini tugasnya untuk sekarang, dari pada hanya diam saja melihat teman-temannya bekerja. Lebih baik dia melakukan satu hal, seperti membuat konsumsi mie ini.
****
Hari dimulainya misi pencurian MKort !
Rasyid, Alvaro, Saul dan Sergio sudah sampai ditempat yang diperintahkan oleh Roy.
Misi mereka saat ini adalah mengambil sebuah chip/inti bernama The Controling Attractor/Attractor Arc.
Sebuah chip komputer yang digunakan untuk mengendalikan pikiran serta perilaku seseorang yang sudah ditargetkan. Chip ini dapat mengendalikan pikiran seseorang dengan mudah lewat sebuah cahaya inframerah yang ditembakkan langsung kearah target dan mengambil data dalam diri mereka, lalu mengganggu sistem kerja otak dan membuat target akan mengalami pengaruh hipnotis selama 1 jam ke depan.
Menurut perkataan Roy ditelpon sebelumnya, Attractor Arc saat ini berada didalam sebuah alat bernama MKort/Mind Kort. Alat pengenalan psikologi, tapi Roy menganggapnya sebagai Alat pengendali pikiran.
Sesungguhnya Rasyid selalu memikirkan alat yang disebutkan Roy disaat dia juga sedang memikirkan strategi.
Alat seperti apa MKort itu?
Pertanyaan yang selalu terselip dibenak Rasyid selama misi ini. Namun, tak ambil pikiran berlebih soal hal itu. Rasyid kembali fokus pada misinya.
Beberapa jam kemudian, sekitar jam 9 siang. Rasyid dan teman-temannya dengan sebuah topeng atau penutup kepala yang digunakan, mereka sudah berada di depan sebuah Universitas/Institusi besar, yaitu Institut teknologi Fertbes.
3 gedung yang berbentuk persegi panjang yang mengelilingi salah satu gedung paling besar ditengah berbentuk kubus dan dengan 4 pilar besar disekitarnya dimana masing-masing pilar menghadap sesuai arah mata angin.
Fartbes begitu diimpikan oleh seluruh pelajar di dunia selain 4 lainnya yaitu Universitas Rosseta, yaitu fakultas Arkeologi dan Sosiologi. Lalu ada Universitas Vennesia, yaitu fakultas Seni dan Bahasa. Lalu ada juga Victorian Legal Institute, Yang adalah Institusi milik keluarga bangsawan Victoria. fakultas paling top di institusi ini adalah Hukum. Dan terakhir Universitas O'Neill, Fakultas Ekonomi dan Farmasi.
Sebenarnya masing-masing Institusi memiliki setidaknya 3/5 fakultas, tapi yang disebutkan di atas hanyalah kelas yang terbaik dan dikenal.
Sergio membuka laptop hacking kebanggaannya. Dia mulai meretas sistem keamanan yang ada di Institusi tersebut. Rencana pertama lancar dan akan lanjut ke rencana selanjutnya yaitu meretas keamanan dari Laboratorium No. 148, yang menurut Sergio merupakan tempat dengan keamanan tertinggi di sana.
Sergio dengan keterampilan hacking nya berusaha dengan tekun menyelesaikan puzzle(keamanan) yang rumit itu.
Terdengar tanda berupa suara dari laptop Sergio yang mengatakan...
"The puzzle has been completed"
Pintu Lab. terbuka dengan sendirinya. terlihat banyak sekali alat-alat elektronik beserta kabel yang sangat canggih.
Wajah Sergio begitu kagum melihat ruangan ini. Rasyid menyarankan agar tetap fokus dan secepat mungkin mencari benda bernama MKort itu.
Saul mendekati sebuah benda diatas meja segilima. Benda itu berbentuk seperti sebuah kamera DSLR yang dipenuhi kabel dan beberapa potongan alumunium. Saul melihat secara teliti benda yang saat ini berada di depannya. Di sana juga tertempel sebuah cast.
" Proyek ini masih dalam tahap pengembangan, jangan disentuh jika tidak bersangkutan."
Dan dibawahnya lagi juga terdapat sebuah kata dalam huruf tebal bertuliskan MIND KORT.
Saul menyentuh cast tersebut dan....
Kriinggggg....
Seketika alarm yang entah berasal dari mana berbunyi sangat keras.
Rasyid, Alvaro dan Sergio langsung menoleh kearah Saul yang diam kaku sambil tersenyum.
Rasyid melihat cast itu dan membacanya. Dan dia sadar bahwa itu dia alat yang mereka cari dalam misi ini. Dia segera mendekati tempat Saul berdiri dan mencabut seluruh kabel yang tersambung dan membawa alat itu bersamanya.
****
Keadaan Darurat!
Setelah mendapatkan alatnya, Rasyid dan teman-temannya berlari kearah pintu keluar tapi na'asnya mereka berempat sudah di target dan dicegat oleh para Polisi, Satpam dan juga salah satu rektor di sana.
Di parkiran itu tidak ada mobil satu pun tapi areanya cukup luas. Mereka bingung harus kemana sementara gerbong parkiran tersebut hanya bisa dibuka manual. Sergio menyarankan agar gunakan Strike Glove itu, karena hanya sarung tangan itulah cara mereka agar selamat.
Rasyid menanyakan kepada teman-temannya siapa yang akan menggunakan sarung tangan itu.
Dan Alvaro mengatakan bahwa dirinya bisa.
Alvaro pun memakai sarung tangan itu, dia mengatakan...
" Astaga, ini cukup berat dan gatal." keluhnya.
Setelah di pakai, Alvaro langsung menempelkan tangannya di gerbang parkiran dan mengambil posisi.
Sementara Rasyid, Sergio dan Saul berada sedikit jauh dibelakang Alvaro.
"Kau sudah siap Alvaro?" tanya Saul.
" Ya, Aku siap." jawab Alvaro.
3...2...1...0 boom!
Ledakan terjadi di parkiran itu. Gerbang disana berlubang dan berasap karena efek dari jumping.
Rasyid dan yang lainnya segera bergegas, sementara Alvaro yang terpental sedikit tapi tidak terjatuh langsung mengikuti mereka.
Dan keluarlah mereka dari arah bawah tanah dan akhirnya keluar dari perkiraan itu. Tapi...
" Angkat tangan kalian!"
Rasyid menoleh kearah suara.
Di sana sudah ada seseorang yang menunggu mereka berempat.
...---BERSAMBUNG---...