
04:15 pagi
Rasyid terbangun dari tidurnya yang cukup puas. Walaupun tidurnya lebih malam dari biasanya entah mengapa dia tetap puas.
Dia berjalan menuju ke arah toilet kemudian cuci muka agar terasa segara. Setelah keluar dari kamar mandi tak berapa lama ada yang mengetuk pintu kamarnya dia adalah Alvaro yang masih mengantuk sambil membawa telfon ditanganya.
" Rasyid kau dipanggil Roy di telfon, nah." Alvaro memberikan ponsel itu pada Rasyid. Ponsel itu masih menyala.
" Ya, Rasyid disini. Ada yang bisa dibantu Roy?"
" Rasyid aku ada tugas untuk mu, bayarannya dua kali lipat dari biasanya, bagaimana?"
" Ya ampun kau ini selalu langsung menyebutkan bayarannya membuatku tak bisa menolak. Baiklah, jadi apa tugasnya?"
Kemudian Roy menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh Rasyid dan kawan-kawan.
Rasyid dan kawan-kawan berangkat menuju tempat tujuan menggunakan mobil yang sudah disewa oleh Roy kepada mereka.
Mereka berjalan menuju salah satu tempat di wilayah The Republik, Tesla.
Rasyid dan kawan-kawan turun didepan gerbang pintu masuk menuju kota Tesla. Kota Tesla merupakan kota teknologi dan juga salah satu kota besar di provinsi Askelon, salah satu provinsi di The Republik. Namanya diambil dari seorang Ilmuwan terkenal yaitu Nikola Tesla.
Dimana-mana terdapat teknologi canggih yang diciptakan setiap hari. Membuat kota ini mendapat predikat The Mad Scientific Research Yang dikeluarkan beberapa tahun lalu oleh Universitas Trigonometri, Universitas tertua di The Republik yang dibangun oleh Melkior de Lopez atau Melkior, The Grand Wizard Yang sudah lama sekali meninggal. Tapi, karyanya masih sangat di wariskan.
Rasyid meminta bantuan pada Sergio untuk mencari hotel murah yang berada di kota dan meminta bantuan Saul untuk mencari dan membeli beberapa makanan untuk mereka malam ini. Sementara Alvaro dan Rasyid mencari perlengkapan untuk pekerjaan mereka.
****
13:45 siang
Saul berjalan-jalan mencari market untuk membeli makanan. Uang yang diberikan Rasyid cukup untuk makan mereka selama satu hari satu malam.
Kemudian dia mendapat satu market. Dia masuk kedalam market tersebut dan mencari makanan untuk dikonsumsi nanti.
Setelah mendapatkan makanan-makanan itu Saul membayar uang ke kasir untuk belanjaan yang dibawanya. Lalu Saul keluar tapi dia meras diikuti oleh seseorang yang entah dimana dia. Saul melihat sekeliling tak ada siapa pun tapi dia masih merasa di perhatikan di suatu tempat.
Tak mau berlama-lama dia pun segera pergi dari sana menuju tempat Sergio, yang diketahui kalau Sergio sudah menemukan tempat untuk tinggal sementara.
Saul sampai di tempat Sergio disana juga sudah ada Rasyid dan Alvaro. Mereka semua masuk kedalam hotel itu dan mendapatkan kamar ke 233.
Kamar yang cukup nyaman untuk ditinggal selama satu hari. Saul mengeluarkan belanjaannya sementara Rasyid dan Alvaro mengeluarkan alat-alat aneh yang entah mereka dapatkan dari mana.
Merapihkan barang-barang mereka seperti baju ganti dan barang kebutuhan lainnya. Setelah semua ditata rapih.
Malam ini mereka semua bersantai sebelum besok mulai beroperasi. Saul mulai menceritakan perihal tadi siang kepada teman-temannya.
Pada awalnya mereka tidak percaya tapi semakin dipikirkan cerita itu menjadi masuk akal. Malah Alvaro justru memperingati semuanya agar hati-hati jika berbicara dengan orang yang tidak dikenal apa lagi saat ini status mereka memang adalah orang asing.
Rasyid meminta mereka untuk tidur disebabkan sudah larut malam. Semua orang tidur malam itu tanpa ada gangguan, tenang serta nyaman sekali.
****
07:15 pagi
" Bangun, boy dah pagi..." sambil menendang bokong nya Saul. Alvaro memang sosok yang sedikit kasar walaupun keluarganya cukup mapan dan memiliki nama tapi dia tidak mau berada dalam naungan nama keluarganya yang adalah pendiri aplikasi media sosial, FriendWebs.
Saul meriang sambil menggaruk tengkuknya. " ada apa sih?! ganggu orang tidur aja, ah."
" Bangun woy! dah pagi ini. sampe kapan lu mau tidur, oy?"
Tapi, Saul malah kembali tertidur.
" Si bangsat, malah tidur lagi! bangun woy!" kali ini dengan suara yang lebih keras.
" Berisik lah kau, Alvaro. Tanpa sadar kau mengganggu yang lainnya."
" Ya, mau gimana? si bangsat ini gak bangun-bangun. Bantulah gw kau itu Rasyid."
" Apa? itu tugasmu sebagai penanggung jawab kegiatan sekarang. Jangan banyak mengeluh, Ayo kita berangkat..."
Rasyid pergi disana disusul oleh Sergio yang juga sudah selesai dikemas.
Alvaro masih bingung dengan Saul yang tidak terbangun juga. Sampai ide muncul di kepalanya.
Alvaro mengambil sebuah ponsel ditangannya lalu melakukan set pada nada dering ponsel tersebut.
" Sayang..., ayo bangun..., Aku sendiri ini..."
Dering itu mengeluarkan suara perempuan yang adalah suara mantan pacar Saul dahulu bernama Lucy.
Caranya itu berhasil Saul terbangun lalu mengambil ponsel itu dan berkata...
" Iya, iya sayang aku udah bangun, kok..."
Saul yang sudah tersadar langsung melihat kerah Alvaro. Alvaro yang berada tak jauh di dekatnya tersenyum jahat bagai Rasputin.
" Kau mempermainkan ku ya, Alvor?"
" hah!? Alvor? siapa dia?"
" Berisik kau! dengan kau mempermainkan ku seperti itu, tidak akan membuat ku terpengaruh segampang itu, paham?"
Alvaro yang hari ini sedang malas untuk berdebat dan hanya mendiamkan Saul.
" Hei!? tunggu woy?"
Saul kemudian pergi ke toilet kecil dan membersihkan dirinya lalu mengemas dan pergi menyusul Alvaro.
****
The Grand Order satuan kemiliteran khusus terbaik di The Republik, menjadikannya sebagai satuan korps paling berpengaruh disana.
Tidak ada yang tidak mengenal korps ini, sebab satuan korps ini selalu menjadi keuntungan besar bagi The Republik. Sejarah panjangnya serta beberapa anggotanya yang selalu masuk list pahlawan besar The Republik yang salah satunya adalah Aaron, The Grand Calamity.
Aaron Askelon sangat dihormati di The Republik karena keberaniannya untuk melakukan duel dengan sang musuh besar, penjahat terbesar dalam sejarah The Republik yang sampai saat ini belum ditemukan, The Grand Reaper.
Salah satu cara The Republik memberikan penghormatan tersebut adalah memberikan panggilan untuk Yorbus, salah satu provinsi di Republik yang adalah tempat kelahiran Aaron dengan nama belakangnya yaitu Askelon.
Maka dari itu orang-orang lebih mengenalnya sebagai provinsi Askelon dibandingkan dengan Yorbus.
****
Salah seorang Admiral disana berjalan-jalan di kerumunan orang banyak dan tak ada seorang pun yang menyadarinya.
Sedikit informasi!
Dalam ranah kepangkatan Angkatan Laut. Admiral atau Laksamana merupakan sebuah gelar yang diberikan oleh kemiliteran kepada mereka yang naik pangkat dari Major.
Di Univers ini...
Admiral memang tidak seterkenal satuan Korps Khusus The Grand Order, tapi tetap sangat berpengaruh karena Admiral sudah lama ada bahkan sebelum The Grand Order dibentuk.
...----------------...
Admiral ini bernama Zen, Zen Rudolf Hansen. seorang perwira menengah,Major yang baru saja naik pangkat ke perwira tinggi, Laksamana.
Zen adalah putra dari Panglima besar militer, Hansen George Clooney atau lebih dikenal sebagai Jansen, Jenderal Hansen.
Zen berjalan diantara kerumunan tanpa ada yang menyadari dirinya disana. Dia saat ini sedang melihat seisi kota dan tak langsung mengamati keamanan disana. ini adalah caranya agar anggota militer yang lain seperti polisi tidak menyadari kehadirannya. Jadi mereka bisa fokus melakukan tugas tanpa terlihat gugup di depan jenderal.
Lalu bagaimana dengan tugasnya sendiri?
Saat ini tugasnya di ambil alih oleh wakil kepala Staf, Yelena Rena untuk sementara.
Disela-sela pengamatan Zen, ada satu hal yang membuatnya terasa ada yang ganjil di kota tersebut. Zen merasa bahwa kota ini berada dalam bahaya. Namun apa bahaya yang mengancam tersebut dia tidak mengetahui.
Zen terus berjalan-jalan di kita itu sambil melihat kondisi sekitar. Ada sosok yang memperhatikannya di suatu tempat sampai tak berapa lama ia pun menyadari ada sosok yang melihatnya terus disalah satu lorong jalan sempit. tertutup oleh bayangan dan mengintimidasi pastinya.
Zen merasa hanya dialah yang diperhatikan oleh sosok itu tapi yang lain sepertinya tidak melihat bahkan menyadari keberadaannya. Siapa dia?
Dan..., Kriiingggg
Muncul suara alarm bahaya di kota, menandakan ada kejahatan yang sedang terjadi. Orang-orang berlari menuju tempat aman sementara Zen segera berlari menuju tempat kejadiannya meninggalkan sosok misteri itu sendirian.
Di gedung terlihat 4 orang sedang berlari kabur dari kejaran beberapa polisi, satpam dan petugas lainnya.
Zen segera mencegat 4 orang itu di pintu menuju tempat parkir bawah tanah dan benar saja orang-orang itu muncul.
" Hey, berhenti disana!" teriakan Zen terdengar oleh keempat orang itu. mereka berhenti.
Zen menodongkan pistol G 18 kearah mereka. Keempat orang itu memakai topeng untuk menutupi wajahnya.
" Buka topeng kalian, angkat tangan dan berlututlah!" titahnya.
tapi, mereka berempat tidak melakukannya, membuat Zen harus meneriakinya lagi dengan lebih tegas. namun, tetap mereka tidak mau melakukannya.
Semua yang mengejar mereka di gedung tadi sudah berada disana mengepung keempat orang tersebut
" Aku perintahkan sekali lagi, tunjukan siapa kalian? dan apa tujuan kalian melakukan ini?" Zen bertanya dengan penuh penekanan disetiap katanya
Salah satu petugas keamanan disana segera memberitahu Zen tentang apa yang dicuri oleh keempat orang tersebut.
Zen yang mendengarnya pun segera mendekati keempat orang itu. Setelah mendekat Zen bertanya kepada salah satunya.
" Siapa nama mu?"
Tidak ada jawaban darinya, dia hanya diam. Tak disangka-sangka Zen langsung menodongkan pistol kearah kepalanya sambil berkata.
" Siapa nama mu? jawab!"
Tetap tidak ada jawaban.
" Kau tidak mau jawab, ya...tangkap mereka semua!"
Perintah dari Zen dilakukan langsung oleh semua petugas yang ada di tempat tersebut.
Mereka mendekati keempat orang itu.
Kemudian..., para petugas itu berteriak kesakitan.
Dan Zen bersiap dengan seluruh hidupnya, untuk bertarung melawan Crescent Night.
...---BERSAMBUNG---...