
Rasyid berjalan menuju tahta Lord Arthurian untuk memberikan laporan pekerjaan kepadanya. Lord Arthurian pun sangat senang dengan kinerja Rasyid yang meningkat akhir-akhir ini. Sebentar lagi tujuannya akan terwujud dan dalam 2 tahun berikutnya diperkirakan The Republik benar-benar akan hancur.
Setelah memberikan laporan, Rasyid berjalan keluar istana dan melihat keadaan wilayah The Empire serta beberapa pedagang The Republik yang berpindah haluan.
" Sedikit lagi, sedikit lagi aku akan membalaskan dendam pada mu Grand Admiral Rover. Akan ku bunuh kau." Kata-kata itu keluar dari mulut Rasyid dengan penuh kebencian.
Ada yang mengetuk pintu kamarnya tapi entah siapa. Rasyid menyuruhnya masuk rupanya itu seorang pelayan perempuan yang membawa sebuah minuman ke kamarnya.
Rasyid menyuruhnya untuk disimpan minuman itu diatas meja maka pelayan itu pun menyimpannya diatas meja. Setelah itu pelayan itu pun pergi.
Rasyid kembali memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan kedepannya, dia kebingungan disana. Sampai dia pun duduk di sofa yang ada di kamarnya itu lalu mengambil minuman yang tadi dibawa oleh pelayan perempuan tadi.
" Enak..." Batinnya. Rasyid merasa seperti pernah merasakannya kalau tidak salah pada masa dia masih di EVOLT. Dia jadi bernostalgia dengan minuman dan masakan Sisilia, dia ingin mencicipinya lagi walau sangat tidak mungkin karena sekarang Sisilia dengan dirinya adalah bermusuhan.
" Tapi, wajah perempuan tadi mirip seperti Sisilia? Apa jangan-jangan..."
" Hmmm...mana mungkin, Sisilia memiliki rambut merah sementara pelayan tadi berwarna pirang."
****
Hari ini Sisilia akan masuk kedalam wilayah The Empire dan menyamar sebagai pekerja disana. Samarannya ini adalah untuk mencari informasi tentang kondisi The Empire serta melihat beberapa pedagang yang ada disana.
Dia lakukan ini secara terpaksa bahkan anggota yang lain tidak mengetahui misi yang dilakukannya ini. Ini murni keinginan Sisilia sendiri untuk menemukan pelaku asli dari kejadian-kejadian ganjil di The Republik.
Sisilia berfikir kalau dia memasuki langsung kawasan musuh, maka akan menemukan jawaban langsung yang mungkin tak terduga.
Pada akhirnya dia pun sampai pada salah satu kawasan terbesar The Empire yaitu kawasan milik Lord Arthurian. Sisilia sampai disini hanya dalam waktu setengah hari yang seharusnya seharian bagi prajurit biasa. Tapi karena Sisilia tahu jalan rahasianya dia bisa lebih menghemat waktu.
Sisilia memasuki istana dengan pakaian lusuh untuk melewati pemeriksaan pekerja buruh oleh prajurit The Empire. Untungnya Sisilia membawa perlengkapan pelayan dapur yang memang dulu dia pernah bekerja di The Republik.
Dia pun melakukan pemeriksaan tapi salah satu prajurit melakukan hal yang sangat tidak sopan pada Sisilia. Prajurit itu sengaja memegang payudara Sisilia saat pemeriksaan itu dilakukan.
Meremasnya secara pelan namun Sisilia tak mungkin berteriak dia bisa saja yang salah disini. Dia berusaha bersabar walaupun tangannya sudah mengepal ingin menghabisi prajurit tersebut.
Sampai kemudian pemeriksaan selesai, namun sebelum pergi dari sana Sisilia ditahan oleh tangan prajurit itu dan prajurit tersebut membisikan sesuatu ke telinga Sisilia.
" Setelah kau selesai bekerja ayo kita bercinta."
Sisilia merasa sangat jijik dengan prajurit itu tapi dia tetap sabar. Dan melanjutkan misinya. Misinya saat ini lebih penting dibandingkan harga dirinya.
" Akan ku habisi kau nanti, prajurit payah." Batinnya sambil berjalan menuju dapur istana.
Sisilia diperintahkan oleh ketua yang mengatur dapur itu untuk mengantarkan teh pada salah satu kamar di istana ini. Yang menurut beberapa pelayan lainnya kamar itu adalah kamar milik salah satu orang paling penting di The Empire saat ini.
Sisilia yang mendengar itu menjadi bersemangat. Karena dia bisa langsung menghabisi nyawa orang itu.
Dia pun berjalan menuju tempat yang diperintahkan. Melewati anak tangga demi anak tangga dan sampai lah ia didepan pintu kamar itu. Di saku kecil sudah disimpan pisau yang sudah ia pertajam sebelumnya.
Dia mengetuk pintu dan ada seseorang dari dalam sana yang mempersilahkannya untuk masuk. Sisilia merasa tak asing dengan suaranya tapi ia tak begitu peduli. Ia buka pintu itu dan dia terpaku disana. Orang itu ada disana melihat kearahnya. Bergetar lah tangan Sisilia tapi ia tetap menahan cangkirnya agar tidak jatuh.
" Saya membawa minuman teh ini kepada tuan Rasyid." Katanya tetap tenang.
" Simpan di atas meja disana Aku akan meminumnya nanti."
Sisilia mengangguk dan menyimpan cangkir teh itu di atas meja dan segera pergi dari sana. Orang itu tak menyadari kalau dia adalah Sisilia.
Sisilia menutup pintu itu dan berjalan sambil menangis pelan di antara lorong-lorong istana. Menyaksikan bahwa musuh yang sebenarnya ia cari adalah mantan satu anggota dengannya.,
" Rushd...., Kenapa?"
****
Tahun 1724 (Kalender Matahari)
Penyerangan terjadi di The Republik. Penyerangan ini dimulai oleh invasi The Empire semalam sebelumnya menciptakan suasana ricuh dibeberapa tempat.
The Grand Order yang dibantu juga oleh Grand Admiral Tempest memulai pertahanan untuk mempertahankan The Republik dari The Empire.
Penyerangan ini terjadi karena pembunuhan yang dilakukan oleh salah seorang Grand Order kepada Lord Arthurian satu tahun sebelumnya. Membuat The Empire marah dan menyatakan perang pada The Republik.
Dengan kekuatan dan pasukan yang besar The Empire melakukan penyerangan yang tak tiada tandingannya. The Republik jatuh ke tangan The Empire selama 7 tahun. Namun, setelah itu ada seorang pahlawan yang menaklukkan The Empire sendirian.
Dia adalah Aaron (The Grand Calamity)
Dengan hadirnya dia para pasukan militer The Republik terangkat dan mereka percaya diri kembali.
Begitupun dengan The Grand Order yang sangat senang dengan kembalinya Aaron sang kehancuran. Aaron kemudian diceritakan dengan berbagai misi yang dilakukan oleh mereka sepeninggal Revo dan penyebab masalah yang terjadi di The Republik serta pelakunya.
Saat mendengar nama pelaku yang disebutkan oleh Sisilia. Aaron menjadi sangat marah dia bersumpah akan memenggal kepalanya dan membawanya berkeliling ke seluruh kota.
" Bersiaplah kau, The Grand Reaper. Akan ku habisi dirimu di Medan perang." Ancaman Aaron terdengar sesantearo dunia bahkan sampai terdengar kepada orang itu di The Empire.
Orang itu pun membalas juga. " Baiklah! Aku tunggu kau di Medan perang The Grand Calamity."
Maka tak berapa lama terjadilah perang besar di lembah Malefor. Peperangan yang menentukan kedua kubu untuk mengambil hak penguasa dunia.
Terlihat pasukan besar diarah barat (The Republik) dan diarah timur (The Empire). Kedua kubu yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi yang paling ditunggu oleh seluruh dunia adalah duel antara The Grand Calamity melawan The Grand Reaper. Maka tersebutlah Grand Order War.
****
Peperangan tak ada yang menang terus berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya sampai 500 tahun berlalu. Muncul seorang wanita cantik di The Republik dengan kekuatan besar ditangannya. Wanita itu menarik pedangnya dan membantai jutaan pasukan The Empire hanya dalam satu kali tebasan.
The Empire memanggil wanita itu dengan sebutan The Witch (Penyihir)
Peperangan pun selesai dengan kemenangan The Republik. The Empire menyerah dan kehilangan beberapa wilayah mereka tapi The Empire tetap ada dan sewaktu-waktu dapat kembali melakukan penyerangan pada The Republik. Apalagi The Grand Reaper tidak diketahui nasibnya setelah duel kemenangannya melawan The Grand Calamity.
Padahal The Witch sangat ingin membunuh The Grand Reaper ditangannya.
Dan tak berapa lama dia kembali...
45 tahun kemudian terjadilah Nuklir Impact War. Perang yang terlanjut dari Grand Order War.
Namun disini The Empire menang.
Dengan kekuatan besar, tak ada siapapun yang dapat mengalahkan The Grand Reaper. The Witch bahkan dikalahkan olehnya dalam duel dengan tangan dan kepala yang terlepas dari badannya, Sadis sekali. Membuatnya menciptakan sejarah sebagai penjahat paling berbahaya diseluruh dunia.
The Grand Reaper tercatat diseluruh dunia terlebih di The Republik dia dikenal sebagai pengkhianat terbesar dalam sejarah The Republik. Dan The Republik akan menangkapnya sampai akhir dunia, mempertanggungjawabkan perilakunya dihadapan seluruh rakyat The Republik. Mereka bersumpah untuk melakukan itu.
Lalu bagaimana dengan The Empire. The Empire terakhir kali atau mungkin sekitar 15 tahun setelah Nuklir Impact War memiliki masalah internal dengan The Grand Reaper. Dan The Grand Reaper pun hilang entah kemana. Tidak ada yang tahu dan masih menjadi misteri.
Bahkan saat ini baik The Republik ataupun The Empire sudah bersiap jika The Grand Reaper kembali melakukan teror di seluruh dunia.
****
7 Juni 3005 (Kalender Matahari)
Perang Nuklir Impact sudah berakhir.... Semua kembali untuk melakukan pembaruan dan perawalan dari hidup mereka yang baru.
" Republik kalah... Dan kita menang., Empire sudah berhasil menguasai dunia terkecuali beberapa bagian tempat..." kata Rushd
" Hmmm, Ya...semua sudah berakhir."
" Lalu apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Rushd pada orang disampingnya.
" Membuat keluarga harmonis dan hidup damai, begitulah... Lalu kamu, apa yang kamu inginkan?"
" Melanjutkan tujuan awal ku..." Jelas Rushd didepannya.
Setelah peperangan yang panjang itu semua kembali damai. Kejahatan sudah sirna namun untuk beberapa waktu ke depan.
Sampai waktu itu tiba...
Aku akan kembali untuk mengalahkan kejahatan....
" Baiklah, Aku harus pergi. Sampai jumpa lagi suatu hari nanti, The Grand Reaper." Pamitnya pada Rushd.
" Ya, sampai jumpa lagi di kisah selanjutnya. Rasyid." Balasnya Rushd.
...---BERSAMBUNG---...