The Queen Off Mafia

The Queen Off Mafia
penyerangan markas



Saat guru tengah mengajar Azka sama sekali tidak mendengarkannya, ia malah melihat kearah luar jendela


Guru yang tengah mengajar menegur Azka namun tidak ia hiraukan


"Azka kamu ibu hukum karna tidak mendengarkan pelajaran yang ibu berikan, sekarang kamu keluar lari lapangan 10 kali" perintah guru yang mengajar


Tanpa menjawab Azka keluar dari kelas dengan santai


"Biar saya awasi bu" ucap Arion


"Iya kamu awasi Arion" ucap guru


Arion langsung keluar kelas mengikuti Azka


Namun Azka bukannya kelapangan melainkan pergi keparkiran


"Eh woi, lu mau kemana? Hukuman lu selesain dulu" teriak Arion


"Ck ****" gumam Azka lalu memasuki mobilnya dan menancap gas hendak keluar dari sekolah


Saat Azka akan keluar Arion langsung berdiri didepan mobil Azka


"Lu keluar, selesain hukuman lu" perintah Arion


Azka lalu membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya


"Lu minggir atau gw tabrak" ucap Azka dingin nan datar


"Coba aja" tantang Arion


Azka lalu memasukkan kepalanya lagi dan menginjak gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mau tak mau Arion menyingkir


"Gila lo" teriak Arion memandang mobil Azka yang pergi keluar dari sekolah


"Nekat banget tuh anak, untung gw minggir tadi" batin Arion


Azka pergi memantau perusahaan yang sedang ia bangun


Malam hari jam 08.00 Azka pulang kemansion


Dimansion semua keluarga sedang berbincang dan bersenda gurau


"Azka kamu sudah pulang nak" sapa Anadia


Namun Azka hanya cuek tanpa memperdulikan perkataan Anadia dan berjalan menuju kamarnya


"Azka sekali saja kamu hormati Momy mu" ucap Abraham


Azka yang mendengarpun menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Abraham


"Sudahlah jangan kau paksa dia" ucap Anadia pura pura sedih


"Tidak, dia harus bisa menghormati mu sebagai Momynya" tolak Abraham


"Udah kan dramanya" ucap Azka lalu pergi masuk kedalam kamarnya


Abraham pun berteriak memanggil Azka


"Azka!" teriak Abraham


Namun ia telat karna Azka telah membanting pintu kamarnya dengan keras


BRAK


"Sudahlah kau tak perlu memaksakannya" ucap Anadia pura pura bersedih


"Mom, Momy nggak perlu sedih begitu kan masih ada Sasa" ucap Sasa yang sama liciknya dengan Anadia


"Dad, nanti biar Danu yang bicara sama Azka" ucap Danu


Dikamar Azka ia ditelpon oleh Justin


"Apa?" tanyanya


'Ka markas diserang, lu kesini sekarang' ucap Justin disebrang sana


Tanpa menjawab perkataan Justin, Azka lalu mengganti baju serba hitamnya, lalu turun kebawah dengan tergesa gesa


Danu yang ingin pergi kekamar Azka namun tidak jadi karna sudah melihat Azka turun


"Dek lu mau kemana?" tanya Danu


Namun tidak di hiraukan oleh Azka


Azka berlalu meninggalkannya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh


"Azka mau kemana malam malam begini" batin Danu


Azka sudah sampai didepan markasnya, namun sebelum ia masuk kedalam ia lebih dulu menggunakan jubah kebesarannya bertuliskan LEADER BLACK DEVIL


Saat Azka masuk kedalam markas ia dihadang oleh mafioso lawan yang masih hidup, namun ia dengan mudah mengalahkannya dengan sekali ayunan pedangnya


"Ck dimana leader lo? Katanya mafia nomer 1 yang ditakuti seluruh dunia, tapi leadernya pengecut" teriak tangan kanan mafia WHITE TIGER pada mayat mayat mafioso BLACK DEVIL


"Gw disini" ucap Azka yang berdiri dibelakang tangan kanan WT


"Ck tangan kanannya" gumam Azka


"Wah wah ternyata leader mafia nomer 1 didunia hanya bocah ingusan" ucap tangan kanan WT


Tanpa menjawab Azka langsung menembak kedua kaki tangan kanan WT


"Justin bawa dia" perintah Azka


Justin langsung membawa tangan kanan WT keruang penyiksaan