
Bel pertanda istirahat berbunyi
Semua murid berhamburan menuju ke kantin.
Saat hendak keluar kelas tiba-tiba Azka dipeluk dari belakang oleh ketiga sahabatnya.
"Uwaaaa Azka ini beneran elu kan," senang Salsa.
"Gw kangen sumpah sama lo," ucap Angel.
"Iya kita semua kangen sama lu, lu kemana aja?" ucap Abila.
"Hmmm, lepas," ucap Azka dingin.
"Elah lu masih aja dingin," gerutu Angel melepaskan pelukannya.
"Lu kenapa pindah Ka?" tanya Salsa.
"Dikeluarin," jawab Azka data.
"Itu juga udah jadi hobby lu," kekeh Salsa.
"Udah, mau pada kekantin kaga nih," ucap Abila.
"Iyalah ogeb, laper gw," ucap Salsa.
"Yok Ka bareng," ucap Angela tapi saat menoleh Azka sudah tidak lagi di sampingya melainkan sudah jalan duluan.
"Buset dah tuh anak main tinggal aja," gerutu Angela.
"Untung sayang," imbuh Abila menyusul Azka.
Saat sampai di kantin Azka dkk duduk dimeja paling pojok.
"Mau pada pesen apanih?" tanya Salsa.
"Gw bakso sama es teh," jawab Angela,
"Gw nasi goreng sama es teh," Abila.
"Lu Ka?" tanya Salsa pada Azka.
"Bakso, es teh tawar," ucap Azka.
Lalu Salsa pergi memesan makanan, beberapa menit kemudian Salsa datang membawa pesanan kawan kawannya.
Saat semua sedang memakan makanannya dengan tenang datanglah geng most wanted sekolah, yang tak lain adalah Danu, Arion, Gavin, Ferel dan Kenzo menghampiri meja Azka dkk.
"Dek kita boleh gabung?" tanya Danu pada Azka, namun Azka hanya mengacuhkannya.
"Ka? Mereka boleh gabung?" tanya Abila.
"Hmmm," dehem Azka.
"Buset lebih dingin dari Arion," batin Ferel.
"Lebih dingin dari gw, menarik," batin Arion melihat Azka yang tengah memakan makanannya dengan tenang.
Lalu para most wanted duduk di samping Azka dkk.
"Kalian mau pesen apa?" tanya Kenzo.
Kenzo langsung memesan makanan untuk mereka ber lima.
"Gw mau tanya deh, kenapa lu tadi panggil Azka Adek?" tanya Gavin pada Danu.
"Emmm dia adek kandung gw," jawab Danu ragu, karna ia takut Azka akan marah.
"Berarti dia juga pemilik sekolah ini?" tanya Farel.
"Iya," jawab Danu.
Sedangkan Azka dkk dan juga Arion hanya menyimak obrolan mereka.
"Tapi kenapa dia dingin kayak gitu, nggak kayak elu?" tanya Kenzo.
"Dulu nggak gitu, dulu Azka itu baik, ramah, tapi karna.....," sebelum Danu berbicara lebih jauh lagi, Azka langsung berdiri dan menggebrak meja lalu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.
Membuat Danu dkk menjadi melongo juga kaget.
"Ka Azka," panggil Angel.
"Ka tungguin," teriak Abila menyusul Azka ke kelas.
"Lu sih Danu, udah tau Azka nggak suka dibicarain," ucap Salsa lalu pergi meninggalkan Danu dkk.
"Karena? Karena apa?" batin Arion bertanya-tanya.
"Mungkin ada hal yang nggak dia suka," batin Gavin.
"Nu lo kejar noh adek lo," saran Farel.
"I.. iya," jawab Danu lalu pergi mengejar Azka kekelas diikuti yang lain.
Saat di kelas Azka sedang duduk dan mendengarkan lagu lewat hand phonenya.
Danu menghampiri Azka.
"Dek, Kakak minta maaf," ucap Danu meminta maaf.
Namun Azka tidak mendengarnya.
"Dek?" ucap Danu yang tidak dijawab oleh Azka.
"Eh Nu, itu dia pake earphone mana denger," ucap Gavin.
Danu lalu melepas satu earphone Azka
Azka lalu menaikkan satu alisnya pertanda 'Apa'
"Kakak minta maaf," ucap Danu tulus.
"Hmm," jawab Azka.
Lalu guru masuk.
"Duduk duduk semua, kita mulai pelajarannya," ucap guru.
Semua muridpun duduk dibangku masing-masing.