
10 tahun berlalu!!
Malam hari Azka keluar dari kamar hendak pergi keluar untuk balapan
Sampai diruang tengah ia melihat semua keluarganya tengah berkumpul dan bersenda gurau, Azka hanya berjalan mengacuhkan mereka.
"Azka mau kemana kamu? Pakaian seperti itu?" tanya Abraham.
"Bukan urusan anda," jawab Azka lalu pergi keluar mansion dan mengendarai mobil kesayangannya yang ia dapat dari balapan.
Abraham hanya menghela nafasnya kasar menatap putri kandung nya.
Sampai ditempat balapan Azka sudah disambut oleh Carlet dan Justin yang merupakan tangan kanan Azka di BLACK DEVIL.
"Weh my Queen," sapa Justin.
"Adek gw dah dateng, gimana kabar loh?" sapa Carlet.
"Hmm yang lo liat," jawab Azka dingin dan datar.
"Nggak hilang juga dingin lo," ucap Carlet.
"Hmm," jawab Azka lagi.
"Woe, udah lo percuma nanya ama dia, pasti jawabnya cuman hmmm hmmm aja," ucap Justin yang langsung ditatap datar oleh Azka.
"Udah sono lu balapan, lawan lo udah nunggu dari tadi," ucap Carlet pada Azka yang berdiri disamping mobilnya.
Sang lawan yang merupakan King Racing menyapa Azka.
"Oh hai Queen Racing, gw Andi," ucap Andi memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya, namun Azka tidak membalas uluran tangan Andi, dengan otomatis Andi menurunkan tangannya.
"Dingin banget dia menarik juga," batinnya.
"Kita balapan kalau gw menang, mobil lu buat gw dan kalau gw kalah mobil baru gw buat lu," ucap Andi.
Tanpa menjawab Azka masuk kedalam mobilnya, Andi juga langsung memasuki mobilnya dan bersiap memulai balapan.
Seorang perempuan berpakaian minim membawa bendera dan menghitung.
3
2
1
"ck terburu buru," gumam Azka dalam mobil.
"Lah tuh bocah kaga maju apa yak?" ucap Carlet menatap mobil Azka yang masih di garis start.
"Udah lu liat aja, ntar juga menang," ucap Justin.
Sudah 3 menit Azka digaris strat ia langsung menancap gas dan melesat mendahului Andi yang sudah percaya diri.
Andi menatap cengo Azka yang sudah mendahuluinya digaris finish.
Semua penonton bersorak dan bertepuk tangan untuk Azka.
"Wuih my Queen menang lagi," ucap Carlet senang.
"Udah gw tebak ini mah," ucap Justin.
Azka menatap Andi datar, Andi yang mengerti akan maksud tatapan Azka pun melemperkan kunci mobilnya, Azka menangkapnya dan melemparkannya pada Justin.
"Lecet gw penggal," ucap Azka datar lalu pergi meninggalkan arena balap.
"Yah kebiasaan tuh anak main pergi pergi aja," gerutu Justin.
"Udah ayo, bawa tuh mobil kemansion mobil," ajak Carlet.
Azka memang mempunyai satu mansion megah yang ia gunakan untuk menyimpan mobil mobil yang ia menangkan saat balapan.
Tepat jam 01.00 Azka masuk kedalam mansion ia sudah tidak melihat keluarganya, lalu ia masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.
Saat hendak masuk ia ditahan oleh Danu.
"Dek lu dari mana aja, jam segini baru pulang?" tanya Danu pada Azka.
"Bukan urusan lu," jawab Azka dingin dan cuek lalu masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu dengan keras.
BRAK
"Sabar, Azka gitu juga karna gw," gumam Danu didepan pintu kamar Azka.
Sedangkan Azka dikamar ia melihat foto Momynya dan berkata.
"Mom, Momy tenang ya disana, Azka akan membalaskan dendam Momy pada mereka," ucap Azka memandangi foto Farah, tanpa sadar ia menitikan air matanya.
"Gw minta maaf sama lu Bang, gw sayang sama lu, tapi lu udah buat kecewa gw," gumam Azka saat hendak tidur.