
Mohon dukungannya untuk novel kedua aku🙏
Seperti biasa tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan tambahkan ke favorit🙏🙏
Tolong follow akun aku juga yahh...
Selamat membaca🌹❤️
Semua telah berkumpul di meja makan yang telah di penuhi dengan berbagai macam hidangan. Nyanyian selamat ulang tahun terdengar begitu keras. Semuanya terlihat sangat bahagia merayakan ulang tahun David.
Prosesi potong kue ulang tahun pun di mulai. Dengan sigap David memotong kue ulang tahunnya dalam ukuran besar. Laki-laki itu terlihat juga sangat bahagia mengetahui Emily membuat kue ulang tahun khusus untuk dirinya.
Sementara Nyonya Grace, Tuan Tom dan juga Nyonya Elina sama sekali tidak berharap untuk mendapatkan potongan kue pertama dari David. Hal itu karena Emily sudah meminta ketiga orangtua tersebut untuk tidak menerima kue dari David. Ketiganya tidak menaruh curiga sama sekali atas permintaan Emily. Mereka hanya mengira bahwa Emily ingin David lah yang menjadi orang pertama yang menikmati kue buatan gadis itu.
Di samping kanan David ada Tessa yang terlihat tidak sabar untuk menerima kue pertama dari David. Gadis itu Nyonya Grace juga berharap agar David memberikan potongan kue pertama untuk gadis cantik yang diakuinya sebagai pacar itu.
Emily yang sejak tadi berdiri di samping kiri David terlihat sangat gusar. Gadis itu menggigit ujung-ujung kukunya berharap dapat mengurangi rasa serba salah yang menderanya. Wajahnya tidak tega melihat Tessa yang sangat antusias berharap pemberian kue dari pacarnya David.
Benar saja, potongan kue pertama langsung davis berikan kepada Tessa. "Kue pertama untuk wanita cantik yang aku cintai," ujar David.
Wajah Tessa sangat bahagia mendengar perkataan David. Kedua mata gadis yang baru saja menjadi pacar David itu terlihat berbinar.
Begitu juga kedua orang tua David dan juga Nyonya Elena tentunya. Mereka sangat bahagia karena ini adalah kali pertama David membawa seorang gadis ke rumahnya dan memperkenalkan sebagai pacarnya.
Banyak gadis yang telah menjalin hubungan bersama David. Tetapi hubungan mereka hanya berlangsung beberapa minggu atau beberapa bulan saja. Yang lebih parahnya, pernah hanya satu hari saja. Emily lah yang menjadi saksi akan semua aksi playboy David selama ini.
"Ini untukmu sayang," ucap David lagi.
Lain halnya dengan Tessa yang sangat bahagia. Disisi lain Emily merasa mual mendengar sang casanova sedang berakting romantis. Entah berapa banyak gadis yang telah di panggil sayang olehnya.
"Terima kasih David," jawab Tessa dengan tersenyum bahagia.
Semua yang sedang terjadi tidak seperti rencana yang telah di susun oleh Emily. Insting gadis itu harus segera menghentikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Belum sempat kue tersebut di lahap oleh Tessa, Emily terlebih dahulu merebut kue yang berada di tangan David dan langsung melahapnya. Semua yang ada disana tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Emily. Terutama Tessa yang terlihat sangat kecewa, begitu juga dengan David.
Emily mengunyah habis kue yang ada di mulutnya tanpa ada ekspresi sama sekali. Lalu gadis itu menenggak segelas jus hingga tandas.
"Apa yang kau lakukan Mily?" tanya David tidak percaya dengan kelakuan Emily.
"Makan kue," jawab Emily santai seakan tidak merasa bersalah. Tetapi sejujurnya Emily sangat merasa bersalah karena merusak adegan romantis antara sahabatnya David dan pacar barunya Tessa.
Tessa yang mendengar mendengar jawaban Emily membulatkan mulutnya dengan sempurna.
"Iya.. aku tahu kau sedang memakan kue. Tapi kau kan tahu kalau...."
"Aku hanya ingin mencoba kue buatanku sendiri. Apakah salah Dave?" Emily tidak membiarkan David menyuarakan protesnya.
"Ada apa denganmu?" David seakan kehabisan kata-kata dengan apa yang di lakukan oleh sahabatnya itu.
"Mily... kau merusak hari bahagia David," ucap Nyonya Elina. Wanita itu merasa sangat bersalah kepada semua orang yang ada disana karena ulah putrinya.
Gadis itu menyadari bahwa apa yang dilakukannya merusak hari bahagia David. Terlebih lagi Emily telah membuat Tessa kecewa. Pacar baru David adalah seorang wanita yang baik. Jika setelah malam ini hubungan David dan Tessa berakhir, sungguh Emily adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab.
"Aku minta maaf Dave dan juga Tessa," ucap Emily lirih sambil menundukkan wajahnya. Bukan begitu kejutan yang ia harapkan. Andai Gadis itu tahu bahwa David akan membawa pacarnya, tentu saja Emily tidak akan melakukan hal bodoh yang masih belum di ketahui oleh semua orang yang ada disana.
David tidak tega melihat Emily merasa bersalah seperti sekarang. Laki-laki itu merangkul pundak Emily untuk mengurangi rasa bersalah yang di rasakan oleh gadis itu.
"Sudah lah Mily tidak apa-apa," ujar David. "Tessa juga pasti sudah memaafkan mu. Iya kan sayang?" sambung laki-laki itu lagi.
Tessa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh David. Pacarnya itu begitu cepat luluh saat Emily meminta maaf. Ternyata David masih sama seperti dulu masa mereka sekolah. Laki-laki itu sangat mengutamakan Emily yang berstatus sebagai sahabatnya.
Tessa pun tersenyum pada Emily, "Susah lah Mily, lupakan saja."
"Terimakasih Tessa... Aku benar-benar minta maaf," ulang Emily tulus.
"Baiklah... Sepertinya semua salah paham ini telah selesai," ujar David lagi.
Ketiga orangtua disana merasa lega karena David tidak marah kepada Emily. Terutama nyonya Elena sangat lega karena Tessa sungguh berhati baik mau memaafkan putrinya.
"Kalau kamu ingin menjadi yang pertama mendapatkan kue dariku, seharusnya jujur saja Mily, tidak perlu merebutnya dari Tessa. Aku rasa Tessa tidak akan marah jika aku memberikan kue pertama untukmu. Bukankah begitu sayang?"
Tessa hanya tersenyum kaku menanggapi perkataan David.
"Sebenarnya aku tidak menginginkan kue itu," jujur Emily.
David tidak percaya dengan pengakuan sahabatnya itu. Kalau tidak menginginkannya kenapa Emily harus mengambilnya dengan paksa.
"Lalu kenapa kau lakukan itu?" tanya David bingung.
Emily terlihat ragu untuk menjawab. Gadis itu sedang menimbang-nimbang apakah dirinya harus berkata jujur atau tidak.
"Aku hanya...." gadis itu menggigit bibir bawahnya karena tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Karena apa Mily? jujurlah padaku... Hmmmm...."
Bukan hanya David yang penasaran dengan alasan atas tindakan Emily, tetapi semua orang yang berada disana juga ingin tahu alasan gadis itu sebenarnya.
"Hmmmm.... Aku hanya ingin menyelamatkan Tessa," jawaban Emily justru semakin menambah kebingungan semua orang.
"Menyelamatkan aku? dari apa?" tanya Tessa tidak mengerti maksud perkataan Emily. Tessa merasa dirinya tidak sedang berada dalam bahaya, kenapa harus di selamatkan? Begitulah fikir Tessa.
"Menyelamatkan dari apa?" David tidak sabar ingin tahu yang sebenarnya.
"Dari ini...." Emily pun memasukkan sepotong kue ulang tahun David yang di buat sendiri oleh gadis itu.
Detik itu juga David membelalakkan kedua matanya. Hanya ada rasa asin di kue yang di makan olehnya.
"Karena itulah aku ingin menyelamatkan Tessa," Emily tersenyum kaku melihat David tidak mampu menelan kue di dalam mulutnya.
"Kue itu spesial hanya untukmu," ujar Emily sambil tersenyum.
"Milyyyyyy....."
"Sekali lagi selamat ulang tahun kawan." Gadis itu pun akhirnya bisa tertawa penuh kemenangan.