
Waitress datang kembali membawa makanan dan minuman yang dipesan di atas nampan, lalu menyusunnya di meja.
Saat Aldiano melihat alat makannya di berkata dalam hati" Gawat cuma ada garpu sama pisau, aku belum bisa makan dengan alat seperti itu"
Aldiano menunggu bibi kaiti mulai makan, agar dia bisa meniru cara makan yang benar.
Bibi Kaiti menatap Aldiano dan berkata "mari makan"
Aldiano hanya tersenyum memperhatikan tangan bibi kaiti yang memegang garpu kiri dan pisau di kanan, bibi Kiaiti menusuk dagingnya dengan garpu dan memotongnya dengan pisau di tangan kanannya lalu memakannya.
Aldiano mengikuti tata cara makan Bibi Kaiti. Setelah selesai makan Aldiano berkata pada bibi Kaiti "Bi, kamu harus minum Cairan Kayu Suci secepatnya, karena jika Cairan sudah dibuka tutup nya dan dibiarkan lebih dari 1 jam, khasiatnya langsung menghilang."
"Baiklah, Bibi minum sekarang" Bibi kaiti membuka kembali Cairan Kayu Suci lalu meminumnya.
Dalam sekejap ada perubahan dengan kulit bibi Kaiti, dia terlihat lebih muda, dan penuh dengan vitalitas, untungnya tempat duduk mereka berdua ujung restoran, tidak ada orang di sekitarnya.
"System kenapa misi belum selesai, padahal bibi Kaiti sudah meminum Cairan Kayu Suci itu"
"Tuan Rumah harus memastikan dulu apakah penyakitnya sudah sembuh atau belum"
Aldiano mengerti dan langsung berkata pada Bibi Kaiti "Bibi, kata kakekku aku harus memastikan bahwa penyakitnya sudah sembuh atau belum, jadi bibi harus diperiksa dahulu ke rumah sakit"
"Besok bibi akan Medical Check up, untuk sekarang tidak bisa karena ada prosedur tertentu untuk pemeriksaan nya, besok bibi kabari lewat telpon" Bibi Kaiti menjelaskan kepada Aldiano
"Baiklah, aku tunggu kabar baiknya besok, bibi aku pulang duluan "Aldiano berkata, lalu berdiri, dan sebelum pergi Aldiano menyedot minumannya dulu, sampai terdengar suara gelas yang habis.
Bibi Kaiti melihat tingkah Aldiano hanya menggelengkan kepala.
Aldiano pulang memberhentikan taksi, lalu menaikinya.
Setelah sampai Aldiano menggerutu dalam hatinya "Harga taksi 6 x lipat harga aku naik angkutan umum, sayang sekali"
Besoknya saat Aldiano pulang sekolah, dia menerima telpon dari Bibi Kaiti. Di telpon itu bibi kaiti memberi tahu hasil pemeriksaannya, bahwa dia sudah sembuh dari penyakitnya, dan berterimakasih kepada Aldiano dan Kakeknya.
Setelah Bibi Kaiti memberi tahu hasil pemeriksaan bahwa dia sembuh, suara system terdengar.
"Selamat Tuan Rumah Menyelesaikan Misi Membantu Wanita yang Kesusahan Bagian 2, mendapatkan hadiah 400 poin, mendapatkan poin kemahiran setiap kemampuan 100"
Tuan Rumah : Aldiano
Status : 1 (+)(Transmigrasi telah dibuka)
Umur : 14
Asal : Bumi
Pengetahuan : Matematika Kelas 9, Kamus Bahasa Inggris, Sejarah kelas 9, IPA kelas 9, Persiapan Ujian Nasional, Seni Budaya Kelas 9, Bahasa Inggris kelas 9, Programmer, Hacker Pemula, Langkah Cepat mengerjakan Soal, Psikologi 1/4
Kemampuan pasif : Deteksi bahaya
Kemampuan : Basket
Kemampuan : Ahli Bahasa(Pemula) 135/100, Atlet (Menengah) 50/300, Ahli Beladiri(Menengah) 0/300
Poin : 850
"Systen kenapa Kemampuan Ahli bahasa aku tidak naik ke menengah?"
"Karena Kemampuan Ahli bahasa terhubung dengan Pengetahuan, jiwa dan Kapasitas Otak Tuan Rumah, jadi Tuan Rumah harus meningkatkan Jiwa dan Kapasitas Otak terlebih dahulu agar Kemampuan Ahli bahasa bisa meningkat"
Aldiano mengklik tombol (+) di samping status, lalu muncul pilihan seperti sebelumnya
Dunia beladiri Kuno : 500 poin
Dunia Beladiri Modern : 5000 poin
Alam Asura : -
Alam Nether : -
Dunia Abadi : -
?? : -
?? : -
"Apakah Tuan Rumah ingin pindah ke Dunia Beladiri Kuno"
"Iya"
"Mengurangi 500 poin"
"Pemindahan Jiwa sedang dalam proses"
"Mengklon jiwa Tuan Rumah"
Aldiano merasakan Jiwanya keluar dari tubuhnya, dan dia bisa melihat tubuhnya sendiri
"System bagaimana dengan tubuh saya yang ada dibumi?"
"System membuat salinan jiwa Tuan Rumah agar bisa mengendalikan tubuh tuan rumah saat di dunia lain, seperti karakter game yang digerakan oleh sistem saat logout"
Pandangan Aldiano menjadi Gelap, setelah beberapa saat Aldiano mendengar suara sistem lagi
"Sistem menemukan tubuh yang cocok untuk Tuan Muda"
"Fusi Jiwa dan Tubuh dimulai"
"Menyinkronkan Jiwa dan Tubuh"
"1%....3%....49%.....92%.....100%"
"Fusi telah berhasil"
Berbagai peristiwa pemilik tubuh ini muncul dibenak Aldiano.
Pemilik tubuh ini disebut Luo Chen, dan dia adalah putra dari Patriark Keluarga Luo, Luo Xiao
Keluarga Luo salah satu keluarga besar di kota kecil yang bernam Kota Lingyun, Kota ini terletak di bagian timur Kekaisaran Awan Terapung, Kekasisaran Awan terapung hanya salah satu kekaisaran di Benua Qiankun.
Dunia ini seperti yang diharapkan Aldiano, Beladiri sangat dihormati, bahkan jika itu hanya Murid beladiri awal, itu lebih dihargai dari pada sampah yang tidak berkultivasi.
Hal yang sangat disayangkan, meskipun pemilik tubuh ini adalah putra dari Patriark Keluarga Luo, dia tidak memiliki bakat dalam kultivasi dan secara publik diakui sebagai orang cacat. Dia selalu dipandang rendah oleh orang-orang dari Keluarga Luo.
Beberapa hari yang lalu, sesuatu terjadi pada Keluarga Luo.
Patriark Luo Xiao, Ayah Luo Chen dan Penatua Agung keluarganya bentrok, dan Luo Chen juga terlibat secara tidak terhindarkan.
Saat dia di Pegunungan dalam acara rutin keluarga Luo yaitu Perburuan Binatang Iblis, dia dilukai oleh seseorang bawahan dari Penatua Agung Keluarga Luo. Setelah terluka parah, ia jatuh dari tebing dan pada akhirnya tubuhnya dimasuki oleh Jiwa Aldiano berkat bantuan System.
"Selamat Tuan Rumah mendapatkan Kado hadiah karena pertama kali menggunakan Fitur Transmigrasi"
"Ding! Selamat Tuan Rumah mendapatkan hadiah 10000 poin spiritual"
"System buka informasi pribadi"
Memuat Infomasi
Panel Informasi muncul di hadapannya
Nama : Luo Chen
Status : 2
Tempat : Dunia Beladiri Kuno
Umur : 14
Tingkat Kultivasi : Fana 0/100
Bakat : Sampah (0/2000)
Seni Kultivasi: Seni Pengumpulan Keluarga Luo (Pemula, Kemahiran 1/100)
Keterampilan Bela Diri: Teknik Pedang Silang (Penguasaan awal, Kemahiran 200/500)
Poin Spiritual : 10022 (Laju pertumbuhan 2 poin/menit)
Tuan Rumah memiliki satu kado hadiah yang belum dibuka.