The Other Side of Life: System Assistance

The Other Side of Life: System Assistance
Chapter 5. Asal yang Misterius



Aldiano selesai mandi dan kembali ke kamarnya, tiba tiba perutnya berbunyi.


"Aku terlalu bahagia mempunyai banyak uang sampai sampai lupa makan" dia berpikir dalam hatinya


Aldiano turun dari kamarnya ke ruang makan, di meja makan ayahnya sedang makan melirik ke arah Aldiano lalu berkata "bagaimana sekolahnya, mau masuk kemana setelah kamu lulus?"


Aldiano berjalan mendekat lalu menarik kursi dan duduk, dia menatap ayahnya "baik baik saja, untuk kedepannya, seksrang aku belum ada tujuan mungkin di akhir nanti, baru terpikirkan" Aldiano berkata sambil mengambil piring di tengah meja "apa ayah punya saran? Aldiano melanjutkan


"Saran ayah, kamu masuk smk agar nanti saat kamu keluar peluang kerja lebih besar dari sma, karena ayah mungkin tidak bisa membiayai mu untuk kuliah, kamu haru kerja sendiri untuk kuliah, jika kamu nanti akan kuluah" Ayahnya memberikan saran "Tapi ayah kembali lagi kepada kamu nya, jika kamu punya pilihan sendiri dan pilihan mu baik ayah akan mendukung"


"Baiklah Ayah aku akan memikirkannya, ayah tidak usah khawatir aku akan berusaha untuk giat belajar supaya dapat beasiswa" Aldiano berkata dengan tegas dan percaya diri


"Sepertinya ada yang berbeda dengan anakku hari ini" pikir Ayahnya Aldiano dalam hatinya tapi dia senang dengan perubahan anaknya. "Bagus kalau kamu ada keinginan mengejar beasiswa, tapi jangan terlalu dipikirkan, kamu tidak harus memaksakan kemampuanmu, ada banyak jalan agar kamu bisa sukses"


"Iya ayah" Aldiano mengangguk


Setelah makan Aldiano kembali ke kamarnya untuk mencoba handphone dan laptop barunya.


Aldiano mengeluarkan handphone barunya dari fitur penyimpanan sistem dan memainkannya, setelah dia mencoba barang barang barunya dia mengumpulkan poin kembali.


Aldiano berjalan menuju meja belajarnya, lalu mengambil beberapa buku dan meletakkan tangan diatasnya.


"Selamat Tuan Rumah mempelajari buku programmer, mendapatkan 40 poin"


"Selamat Tuan Rumah mempelajari buku Langkah Cepat mengejakan Soal, mendapatkan 30 poin"


"Selamat Tuan Rumah mempelajari buku Menjadi Hacker pemula, mendapatkan 20 poin"


"Selamat Tuan Rumah mempelajari seperempat Buku Psikologi, mendapatkan poin 10"


"Sistem kenapa aku hanya mempelajari seperempat Buku Psikologi?"


"Tuan Muda tidak memenuhi persyaratan untuk mempelajari keseluruhan buku atau Jiwa tuan muda tidak memenuhi kriteria dengan pelajaran yang ada di buku dan kapasitas otak tuan rumah yang terbuka telah terisi"


"Bagaimana saya meningkatkan jiwa, dan meingkatkan kapasitas otak?"


"Ada 2 cara, yang pertama tuan rumah harus menaikan kultivasi tuan rumah, cara yang kedua menggunakan cairan nutrisi jiwa yang ada di toko sistem"


Aldiano segera membuka toko dan mencari cairan nutrisi jiwa, beberapa saat Aldiano menemukan cairan nutrisi jiwa.


Cairan nutrisi jiwa kelas C 1000 poin


Cairan nutrisi jiwa kelas B 2000 poin


Cairan nutrisi jiwa kelas A 4000 poin


Cairan nutrisi jiwa kelas S 10000 poin


"Mahal sekali, sistem bagaimana caranya aku berkultivasi?"


"Karena di bumi energi qi nya sangat rendah disarankan untuk tuan rumah pergi ke dunia lain"


"Benar juga, sistem kan memungkinkan aku untuk pergi ke dunia lain" pikir Aldiano dalam hati


"Sytem buka informasi"


Paneh informasi Aldiano muncul di hadapannya


Tuan Rumah : Aldiano


Status : 1 (+)(Transmigrasi telah dibuka)


Umur : 14


Asal : Bumi


Pengetahuan : Matematika Kelas 9, Kamus Bahasa Inggris, Sejarah kelas 9, IPA kelas 9, Persiapan Ujian Nasional, Seni Budaya Kelas 9, Bahasa Inggris kelas 9, Programmer, Hacker Pemula, Langkah Cepat mengerjakan Soal, Psikologi 1/4


Kemampuan pasif : Deteksi bahaya


Kemampuan : Basket


Kemampuan : Ahli Bahasa(Pemula) 35/100, Atlet (Pemula) 50/100, Ahli Beladiri(Pemula) 0/100


Saat melihat poin yang dimiliki saat ini Aldiano memggelengkan kepalanya," saat ini aku tidak memiliki poin yang cukup untuk pergi ke dunia beladiri, dan juga kapasitas otak saya sudah penuh tidak bisa lagi mengumpulkan poin dengan buku"


Aldiano ingat dia memliki misi lanjutan untuk membantu bibi Kaiti, dia langsung bertanya kepada sistem


"System bagaimana cara untuk menyembuhkan penyakit bibi kaiti"


"Tuan rumah hanya perlu membeli Cairan Kayu Suci di Toko System"


Aldiano segera membuka toko system dan membeli Cairan Kayu Suci seharga 150 poin, [Cairan Kayu Suci : dapat menyembuhkan segala macam penyakit, Pengecualian tidak bisa menyembuhkan penyakit bawaan dari lahir, seperti tidak berfungsinya indra]


"Sangat ajaib, system bisakah ini menyembuhkan penyakit step aku" (bagi yang tidak tau penyakit step itu, penyakit kejang demam, penyakit ini mengakibatkan suhu tubuh yang tinggi melebihi 38°c dan bisa mengakibatkan kejang kejang)


"Bisa Tuan Rumah"


Mata Aldiano berbinar, tapi dia segera menggelengkan kepalanya, "penyakitku sudah tidak muncul 8 tahun mungkin sudah sembuh sepenuhnya, sekarang lebih baik aku menyelesaikan misi terlebih dahulu"


Aldiano mengambil hpnya lalu menelepon bibi Kaiti dan mengajak bertemu untuk menyerahkan obat.


Aldiano keluar dari kamarnya dan meminta izin keluar sebentar pada orang tuanya.


Aldiano pergi ke restoran mewah di kotanya, karena bibi kaiti menyarankan aldiano untuk bertemu di restoran mewah itu.


Aldiano pergi naik angkutan umum dan turun jauh dari restoran , karena malu kepada penjaga restoran itu jika dia turun didepan restorannya.


Bibi kaiti sudah datang terlebih dahulu, dia berdiri di depan mobil Lamborghini berwarna hitam untuk menunggu Aldiano.


Aldiano berjalan mendekati bibi Kaiti. Bibi kaiti mengangguk saat melihat Aldiano mendekat, lalu berkata "mari kita masuk"


Aldiano berjalan kedalam mengikuti bibi Kaiti, lalu duduk bersebrangan.


"Mau pesan apa?" seorang Waitress menghampiri meja dan bertanya


"Sirloin Steak, minumnya Frappe Vanilla" Bibi Kaiti berkata lalu menyodorkan menu ke Aldiano


Aldiano melihat menu dengan bingung, lalu berkata "samain aja"


Bibi Kaiti melihat tingkah Aldiano lalu tersenyum.


Aldiano menggaruk kepalanya karena canggung lalu tersenyum.


"Bagaimana obat untuk penyakit saya" Bibi Kaiti berbicara memecah kecanggungan


Aldiano mengeluarkan botol obat lalu menyerahkan kepada Bibi Kaiti dan berkata " Ini obatnya dari kakek saya"


Bibi Kaiti mengambil Botol obat lalu membuka nya, aroma kayu yang wangi menyembur keluar dari botol, Bibi Kaiti terkejut dan berkata " Cairan Kayu Suci"


Aldiano terkejut dan melirik Bibi Kaiti, dia tidak berharap bibi Kaiti tau benda yang Aldiano beli dari system


"System bagaimana bibi kaiti tahu benda yang aku beli dari toko?"


"Tuan rumah, ada kemungkinan bibi kaiti berasal dari tempat itu, mungkin ini takdir tuan rumah bertemu orang yang berasal dari tempat itu"


"Tempat itu? Tempat apa?" Aldiano bertanya dengan bingung


"Saat ini tuan rumah tidak memenuhi syarat untuk mengetahui informasi ini"


Saat Aldiano fokus dengan system bibi Kaiti tiba tiba bertanya dengan serius "dari mana kamu dapat Cairan Kayu Suci ini"


Aldiano segera kembali tersadar, lalu berkata "Aku mendapatkan ini dari kakekku"


"Bisakah aku bertemu dengan kakekmu?" Tanya bibi Kaiti


"Maaf, kakek saya tidak ingin bertemu dengan siapapun" jawab Aldiano dengan tenang


"Sayang sekali, aku tidak bisa bertemu dengan orang yang berasal sama denganku" bibi kaiti berkata pelan, seperti berkata kepada diri sendiri


Aldiano mendengarnya dan bertanya dengan penasaran," Bibi, sebenarnya darimana bibi berasal?"


"Karena kakekmu tidak memberitahu mu,bibi juga tidak akan memberitahumu, mungkin itu yang terbaik bagimu" Jawab Bibi Kaiti


Aldiano tidak bertanya lebih lanjut, karena mungkin belum saatnya dia untuk tahu tentang tempat itu.