The Other Side of Life: System Assistance

The Other Side of Life: System Assistance
Chapter 2. Kecantikan Nomor Satu di Sekolah



Pagi harinya Aldiano bangun, mandi , sarapan lalu berangkat ke sekolah. Dia menunggu angkutan umum di pinggir jalan, kira kira setelah 15 menit menunggu, angkutan umum jurusan yang biasa Aldiano naiki saat pergi sekolah muncul. Aldiano memberhentikan mobil itu dengan tangannya.


Saat di jalan, mobil angkutan umum yang Aldiano naiki banyak mengetem. Aldiano melihat jam di handphone nya sudah menunjukkan pukul 07.02, yang berarti dia sudah telah 2 menit dari jam masuk sekolahnya.


Akhirnya, jam 07.18 Mobil yang Aldiano naiki sampai di perempatan dekat sekolahnya, dia buru buru turun dan berlari menuju gerbang sekolah yang sudah terlihat dari perempatan, saat Aldiano mau masuk gerbang, satpam sekolah menghalangi jalannya.


"Jam berapa sekarang, bisa bisanya baru datang jam segini? Hari ini ada upacara peringatan hari guru, apakah kamu lupa?"Satpam sekolah mengomeli Aldiano yang baru tiba, "Tunggu di pos, bapak mau nanya dulu ke guru, apa kamu dibolehkan masuk atau tidak" lanjut bapak satpam itu


Di pos satpam ada seorang wanita cantik yang berdiri, Aldiano menghampiri dan berdiri di sampingnya.


"Telat juga" tanya Aldiano


Wanita itu menoleh dan menjawab "iya"


Semoga saja kita di perbolehkan masuk" Aldiano berkata dengan suara rendah


"Semoga saja" kata wanita itu


Sesaat kemudian satpam muncul, "untuk kali ini kalian diperbolehkan masuk karena akan ada walikota yang datang ke sekolah kita, tapi kalian jangan mengulangi lagi telat seperti ini"


"Iya pak, terimakasih"


Aldiano dan wanita berjalan melewati lorong menuju gedung kelas tiga, saat dekat dengan gedung, langkah wanita itu tiba tiba berhenti, "Gawat aku lupa membawa atribut upacara" Wanita itu berkata dengan panik, lalu berbalik menuju koperasi sekolah.


Aldiano hanya melirik lalu di lanjut masuk ke kelasnya.


Saat Aldiano masuk kelas, salah satu temannya menghampirinya. "No, mana penggarisku yang kamu pinjam kemarin, aku butuh sekarang, tugasku belum selesai"


"Aku lupa membawa nya, bentar aku ganti" Aldiano menyimpan tasnya lalu keluar kelas menuju kantin untuk membeli penggaris


Saat berjalan ke kantin, Aldiano melewati kopsis dan melihat kopsis belum dibuka, hanya ada wanita yang di gerbang tadi diam di depan kopsis.


Aldiano menghampiri wanita itu.


"Kopsisnya belum buka ya?"


"Iya, tumben biasanya udah buka jam segini" jawab wanita itu


"Kenapa kamu masih disini, kayaknya kopsis ga akan buka, guru yang biasa jaga lagi ngurus buat kedatangan Walikota"


"Gimana ini, aku gak bawa atribut upacara" wanita berkata dengan muka panik


"Ini pakai aja atributku" Aldiano melepas topi dan dasinya, lalu menyodorkan ke wanita itu


"Bagaimana denganmu?" Tanya wanita itu


"Tenang, lagian aku gak pake sabuk, ujung ujungnya dihukum juga, jadi sama aja kalau aku pake topi sama dasinya"


"Terimaksih, siapa nama kamu, nanti aku kembalikan sesudah upacara" Wanita itu mengambil atribut di tangan Aldiano lalu bertanya.


"Aku Aldiano kelas 3C" jawab Aldiano


"Baik nanti aku antarkan ke kelas kamu sesudah upacara"


"Iya santai aja"


Ding! Tuan rumah telah menyelesaikan misi tersembunyi (Membantu wanita yang sedang susah) mendapatkan 100 poin.


Tuan Rumah : Aldiano


Umur : 14


Status : 1


Asal : Bumi


Pengetahuan : Matematika Kelas 9, Kamus Bahasa Inggris, Sejarah kelas 9, IPA kelas 9


Kemampuan : Ahli Bahasa(Pemula) 0/100


Poin : 200


Aldiano sangat senang bisa mendapatkan 100 poin hanya dengan meminjamkan atributnya.


"Butuh 100 poin lagi untuk membuka fitur Transmigrasi, aku bisa membukanya hari ini juga"


Aldiano menekan kebahagiaannya, lalu melanjutkan berjaln menuju kantin untuk membeli penggaris.


...


Saat itu upacara berjalan dengan khidmat sampai selesai, Aldiano langsung menuju kelasnya tanpa mendengarkan pengumuman setelah upacara.


Wanita itu datang ke kelas Aldiano untuk mengembalikan atribut yang tadi ia pinjam.


"Ini aku kembalikan atributmu, terimakasih" Wanita itu memberikan topi dan dasi ke Aldiano


"Iya sama sama" Jawab Aldiano lalu kembali ke tempat duduknya


Saat itu teman sebangkunya berbicara, "No, sejak kapan kamu dekat dengan Vira? aku boleh minta nomor nya gak?


"Oh wanita tadi namanya Vira, aku baru kenal tadi pagi, dia telat datang dan juga lupa bawa atribut jadi aku pinjamkan" Jawab Aldiano dengan acuh


"Sangat disayangkan, dikira, kamu punya nomor nya"


"Emangnya buat apa nomornya?"Aldiano bertanya


"Kamu tidak tau, dia itu kecantikan nomor satu di sekolah, banyak orang yang ingin punya kontaknya, tapi tidak ada yang pernah diberi, bahkan teman sekelasnya jarang berbicara dengan dia" teman sebangkunya menjelaskan dengan semangat


"Ohh" Aldiano merespon dengan acuh


Saat istirahat Aldiano menuju perpustakaan untuk mengumpulkan poin.


System mendeteksi buku persiapan Ujian Nasional, ingin mempelajari"


"Pelajari"


"Tuan rumah mempelajari Buku Persiapan Ujian Nasional, mendapatkan 30 poin"


"Tuan Rumah mempelajari buku seni budaya kelas 9, mendapatkan 20 poin"


"Tuan rumah mempelajari buku Bahasa Jepang mendapatkan 30 poin, dan 30 poin kemahiran Ahli Bahasa"


"Tuan Rumah mempelajari buku bahasa Inggris kelas 9, mendapatkan 20 poin, dan 15 poin kemahiran Ahli Bahasa"


"Pendapatan Poin hari ini sudah mencapai batas"


"System mendeteksi poin tuan rumah telah mencukupi untuk membuka fitur Transmigrasi, Fitur Transmigrasi telah dibuka"


Tuan Rumah : Aldiano


Status : 1 (+)(Transmigrasi telah dibuka)


Asal : Bumi


Pengetahuan : Matematika Kelas 9, Kamus Bahasa Inggris, Sejarah kelas 9, IPA kelas 9, Persiapan Ujian Nasional, Seni Budaya Kelas 9, Bahasa Inggris kelas 9


Kemampuan : Ahli Bahasa(Pemula) 35/100


Poin : 300


Aldiano mengklik tombol (+) di samping status, lalu muncul pilihan


Dunia beladiri Kuno : 500 poin


Dunia Beladiri Modern : 5000 poin


Alam Asura : -


Alam Nether : -


Dunia Abadi : -


?? : -


?? : -


"System kenapa Harga untuk Alam Asura, Nether dan dunia abadi strip(-)?"


"Karena kekuatan Tuan Rumah belum memenuhi syarat"


Bel masuk berbunyi


Mata Pelajaran sesudah istirahat adalah olahraga, untuk olahraga hari ini, Kelas Aldiano bermain Basket


Aldiano membeli kemampuan Basket di system.


Membeli kemampuan basket, poin dikurangi 100, mendapatkan kemampuan basket dan kemampuan Atlet pemula, mendapatkan poin kemahiran atlet pemula 50.


Tuan Rumah : Aldiano


Status : 1 (+)(Transmigrasi telah dibuka)


Umur : 14


Asal : Bumi


Pengetahuan : Matematika Kelas 9, Kamus Bahasa Inggris, Sejarah kelas 9, IPA kelas 9, Persiapan Ujian Nasional, Seni Budaya Kelas 9, Bahasa Inggris kelas 9


Kemampuan : Basket


Kemampuan : Ahli Bahasa(Pemula) 35/100 Atlet (Pemula) 50/100


Poin : 200


System apa bedanya Kemampuan seperti basket dan Kemampuan seperti atlet?"


Kemampuan basket adalah kemampuan cabang, jadi untuk menambah poin kemahiran Kemampuan Utama, Tuan Rumah harus memiliki banyak kemampuan cabang.


Guru sekolah Aldiano membagi kelas menjadi 6 team secara acak, 4 team laki laki dan 2 team perempuan. Kebetulan team yang di dapat Aldiano adalah team 'buangan kelas', teamnya adalah orang orang yang biasa di bully di kelas, orang orang ini memiliki kemampuan olahraga yang minim.


Untungnya Aldiano membeli kemampuan dari sistem, jadi dia bisa memenangkan permainan sampai akhir


Pertandingan pertama Team Aldiano menang 38-21, karena Aldiano tidak langsung mengerahkan seluruh kemampuan nya.


Pertandingan kedua Aldiano menang 41-28,


Dan pertandingan terakhir Team Aldiano memenangkan dengan poin 52-13 dan Aldiano yang mencetak 3/4 dari poin 52 poin itu.


Setelah selesai bertanding, guru Olahraga yaitu Pak Andre, berjalan menuju Aldiano.


"Aldiano permainan basket mu sangat bagus, maukah kamu ikut Lomba Basket untuk mewakili Sekolah kita"Pak Andre menawarkan Aldiano untuk bertanding


"Saya kan sudah kelas 3 pak, jadi harus fokus belajar untuk ujian akhir nanti" Aldiano menjawab setelah berfikir sebentar


"Sayang sekali, padahal kamu sangat baik dalam bermain basket" Pak Andre berkata dengan raut wajah sedikit kekecewaan.