
Di rumahnya Aldiano memandangi kartu Atm berwarna hitam pemberian bibi Kaiti dengan tidak percaya, dia berpikir dalam hatinya "Mungkin di dalam kartu atm ini ada lebih dari 10 juta" Aldiano membayangkan dia memiliki uang 10 juta, kebahagian memenuhi hatinya.
Aldiano yang biasa hidup sederhana, dia termasuk keluarga menengah ke bawah, uang jajan yang diberikan oleh orang tua Aldiano hanya 15 ribu satu hari, dia tidak pernah mengharapkan memiliki uang lebih dari 1 juta.
Walaupun Aldiano hanya memperkirakan uang yang ada di dalam katu Atm dia sudah teramat bahagia.
Aldiano tidak memberitahu orang tuanya dulu kalau dia mempunyai kartu atm pemberian dari bibi kaiti, karena nanti akan menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan.
Aldiano segera ganti baju, lalu turun dari kamarnya menemui ibunya untuk meminta izin keluar rumah.
"Bu, aku mau keluar sebentar, main sama Aldi" Aldiano berdiri di depan pintu rumah dan teriak kepada ibunya yang sedang di dapur.
Ibunya berjalan keluar dari dapur menuju Aldiano dan berkata " makan dulu nak, nanti kamu lapar saat main"
"Aku mau makan diluar bu, di traktir sama Aldi" Aldiano berbohong pada ibunya
"Baiklah jika begitu, hati hati, kamu harus pulang sebelum malam" ibunya memperingatkan
"Iya bu sebelum malam, aku sudah pasti ada di rumah" Aldiano berkata lalu salam kepada ibunya dan pergi
Aldiano pergi menuju atm terdekat dulu untuk memeriksa berapa saldo yang ada di kartu nya sebelum belanja ke mall.
Seperti biasa Aldiano naik angkutan umum untuk bepergian, karena motor satu satunya milik keluarga dipakai oleh ayahnya bekerja.
Setelah 5 menit Aldiano sampai di atm yang di tuju dan masuk. Di dalam atm, Aldiano membuka hp untuk googling cara memakai kartu atm karena dia belum pernah mempunyai dan melihat orang yang memakai mesin atm.
Setelah googling Aldiano mengikuti langkah yang ada di hpnya. Setelah menekan tombol untuk cek rekening, deretan angka muncul di layar mesin atm. Angka yang ada di mesin atm berjumlah 9 digit, dan membuat mata Aldiano terbelalak.
Angka '285,320,100' yang ada di mesin atm membuat nafas Aldiano tergesa-gesa dan dia berkata dengan gagap " Dududu a ratus jutaaa" Aldiano menampar pipinya karena tidak percaya.
Uang 2 ratus juta bukankah uang yang pernah Aldiano harapkan bahkan dalam mimpinya. 10 juta adalah ekspektasi tertinggi Aldiano terhadap isi kartu atm, bahkan dalam mimpi terliarnya dia tidak pernah membayangkan isi kartu atm yang diberikan Bibi Kaiti lebih dari 200 juta bahkan mendekati angka 300 juta.
"Aku tidak mungkin memberi tau orang tuaku tentang ini, bagaimana aku bisa menjelaskan uang lebih dari 200 juta ini, bahkan orang yang menang undian tidak sampai mendapatkan hampir 300 juta, aku harus menyembunyikan kartu atm ini" pikir Aldiano di dalam hatinya
Dia keluar dari atm, lalu menuju ke mall untuk membeli barang barang yang ia butuhkan.
Pertama Aldiano masuk ke toko sepatu impiannya, dia dari kecil ingin sepatu merk Neki.tetapi karena orang tuanya tidak mempunyai uang, dia hanya bisa membeli sepatu kw dari merk tersebut. Sekarang Aldiano memiliki uang jadi dia langsung memenuhi keinginan dari kecilnya.
Sesudah beli sepatu dia masuk ke toko pakaian, dia membeli kemeja, celana, dan hoodie yang dia sukai.
Setelah itu dia akan pergi ke mall tempat elektronik diseberang mall aldiano sekarang, untuk membeli handphone baru dan laptop. Sebelum ke mall yang ada di seberang, Aldiano mengganti pakaiannya dengan pakaian baru, agar tidak terlihat terlalu buruk, lalu dia membuang pakaian dan sandal yang ia pakai sebelumnya.
Aldiano melihat penampilan barunya di kaca, dia sangat senang dan berkata, "Jadi kaya ternyata sangat bagus"
Saat dia masuk ke mall tempat elektronik, dia lebih percaya diri dengan penampilannya, dia langsung menuju toko dengan brand yang bernama pear.
Dia datang ke spg dan berkata "mba, boleh saya liat model handphone nya"
Perempuan itu tidak menanggapi, karena melihat tampang Aldiano yang masih sangat muda.
Melihat perempuan itu tidak menanggapi, Aldiano berkata sekali lagi" mba, boleh saya lihat model model dan spesifikasi handphonenya, saya mau beli"
"Adek jangan main main disini, dimana orang tuamu?" Spg itu berkata pada Aldiano, karena ia tidak percaya anak smp mau akan membeli hp tanpa orang tuanya.
"Tuan rumah tinggal mengeluarkan kartu atm tuan rumah"
"Mba, saya mau beli hp, ini bukti saya bawa uangnya" Aldiano berkata sambil menunjukan kartu atm berwarna hitamnya
Saat spg itu melihat kartu atm yang dipegang Aldiano spg itu berpikir dalam hatinya "mungkin dia anak orang kaya, yang benar benar ingin membeli handphone" Spg itu langsung memberikan brosur barang yang di toko itu
Aldiano melihat lihat sebentar, lalu berkata pada spg " mba, saya mau yang ini, ini dan ini" Aldiano menunjuk hp edisi terbaru, laptop edisi terbaru dan airpods yang terbaru di toko itu."
"Nak, jangan main main, beritahu dulu orang tuamu, jika orang tuamu mengijinkan, baru kamu boleh membelinya" Spg berkata pada Aldiano, karena pilihan yang dipilih aldiano itu adalah barang termahal di toko itu.
Aldiano bingung bagaimana dia bisa minta izin orang tuanya. Tiba tiba sebuah ide muncul di benak nya, dia mengeluarkan hpnya lalu menelepon bibi Kaiti.
Beberapa saat telepon Aldiano di angkat dan dia langsung berkata, "Halo, Ibu, aku mau membeli handphone, tapi kata spg di toko aku harus meminta izin kepada orang tua dulu" Aldiano berkata di telpon.
Mendengar ini, bibi Kaiti langsung mengerti dan berkata, "Serahkan telponnya ke spg"
Aldiano menyerahkan hp nya ke spg.
Setelag spg itu mengobrol di telpon, dia melirik ke Aldiano dan mengangguk lalu mengembalikan hp Aldiano. Aldiano mengambil hpnya lalu berkata pada bibi lewat telpon "Terima kasih Ibu"
"Sama sama, kamu sangat pandai berakting" kata bibi kaiti sambil tertawa
Aldiano mematikan telponnya.
"Baiklah tunggu disini, saya akan mengambil barangnya dulu" Spg itu berkata pada Aldiano lalu berbalik menuju ruangan untuk mengambil barangnya.
Sesaat spg itu keluar, membawa kantong Logo Pear dengan isi yang diinginkan Aldiano, lalu dia mengeluarkan handphone, laptop dan menjelaskan fitur fitur nya kepada Aldiano. Aldiano mendengarkan dengan tidak sabar dan ingin buru buru memainkannya.
Setelah belanja banyak, tidak terasa aldiano sudah menghabiskan uang lebih dari 60 juta, itu sama dengan uang jajan Aldiano selama 8 tahun.
Saat Keluar Mall Aldiano baru tersadar, "bagaimana cara aku menyimpan barang barang ini agar tidak ketauan?"
Setelah lama berpikir Aldiano baru teringat sistem memiliki fitur penyimpanan berukuran 1m³.
"System bagaimana cara untuk menyimpan barang ke fitur penyimpanan"
"Tuan rumah hanya memfokuskan barang yang akan tuan muda simpan ke ruang kosong di benak tuan muda"
Setelah memfokuskan Aldiano melihat sebuah kotak berukuran 1m³ di benaknya, lalu memfokuskan untuk memindahkan barang di tangannya. Sesaat barang di tangannya hilang.
"Huh, untungnya aku memiliki fitur penyimpanan dari system" Aldiano menghela nafas lega.
Aldiano langsung pulang ke rumahnya.
Sampai dirumahnya ibunya menghampiri nya dan bertsnya dengan penasaran "Nak, kenapa pakaianmu berubah, perasaan ibu tadi kamu pergi pakai kaos, dan juga ibu belum pernah melihat kamu memiliki pakaian seperti itu?"
"Bu tadi pengendara mobil tidak benar bawa mobilnya dan hampir menabrak aku, aku menghindar dan jatuh ke selokan, terus baju aku basah, untungnya pengendara mobil itu membawa saya ke rumahnya dan mengganti pakaian saya" Aldiano mengarang cerita dan menjawab pertanyaan ibunya
Ibu Aldiano mempercayainya, "Yasudah, mandi cepat sudah mau malam" Ibunya menyuruh Aldiano untuk mandi
Aldiano masuk ke kamar nya untuk mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.