
Aldiano menjalani hidup seperti biasa selama 2 hari kedepan, dia pergi sekolah, pulangnya bermain dengan temannya ke warnet, lalu mengumpulkan poin dengan membaca buku.
Pada saat hari ketiganya, itu bertepatan dengan hari jumat, hari terakhir sekolah di minggu ini, karena sabtu dan minggu selalu libur.
Hari ini Aldiano ada mata pelajaran Sejarah, Ipa dan Matematika, Aldiano tidak terlalu menonjol saat belajar, takut menimbulkan kecurigaan guru, karena terlalu banyak berubah.
Aldiano melewati semua mata pelajaran dengan baik sampai bel pulang sekolah berbunyi. Aldiano pun merapihkan bukunya dan memasukkannya ke dalam tas berwarna abu miliknya lalu meninggalkan kelas.
Di koridor seorang pemuda merangkul Aldiano dari belakang.
"No, mau pulang bareng gak? gua lagi kosong ga ada nebeng"pemuda itu berkata
Pemuda yang merangkul Aldiano itu adalah Aldi teman dekatnya.
"Pacarmu mana?, tumben gak bareng sama lu"Tanya Aldiano
"Dia dijemput ayahnya, jadi lu mau bareng gak?"
"Ayo" Aldiano menerima tawaran Aldi
Aldiano dan Aldi berjalan menuju parkiran motor.
"Lu yang bawa" Aldi melemparkan kunci motor ke Aldiano
"Oke" Aldiano menangkap kunci motor yang di lempar Aldi
Saat dijalan suara dari Sytem terdengar.
System mendeteksi orang yang akan di rampok 50 meter dari tuan rumah, harap bantu untuk mendapatkan imbalan
"Misi di Keluarkan"
"Misi 1: membatu Wanita yang kesusahan, Hadiah: 150 poin, misi lanjutan terbuka jika tuan rumah telah menyelesaikan misi utama"
Mata Aldiano berbinar saat mendengar misi ini, dia langsung memberhentikan motor yang di kendarainya di pinggir jalan.
"Kenapa lu malah berhenti disini? Rumah lu kan masih jauh" Aldi bertanya dengan kebingungan
"Ada urusan bentar, lu duluan aja" Aldiano menjawab dengan terburu buru lalu turun dari motor
"System dimana lokasi wanita yang butuh bantuan itu?"
"Persimpangan di depan belok kiri, terus masuk jalan kecil di sebelah kiri"
Aldiano berlari menuju arah yang di tunjukan sistem, waktu Aldiano sampai, dia melihat Wanita paruh baya kira kira umur 40 han sedang di ancam oleh dua orang pria paruh baya.
Saat Aldiano melihat ini, dia baru terpikirkan," bagaimana aku harus melawan penjahat ini, sedangkan aku belum pernah berkelahi dengan siapapun"
"System menyarankan tuan rumah membeli kemampuan pasif deteksi bahaya, dan kemampuan beladiri pemula untuk melawan kedua penjahat itu"
"Baiklah beli kemampuan deteksi bahaya dan beladiri pemula"
"Tuan rumah membeli kemampuan deteksi bahaya, dikurangi 100 poin. Deteksi bahaya : membuat keenam indra tuan rumah tajam dan mampu mendeteksi bahaya lebih awal dan meningkatkan reflek terhadap bahaya
"Tuan rumah membeli kemampuan beladiri pemula, dikurangi 100 poin"
Setelah suara system berhenti, Aldiano tiba tiba merasakan penglihatan dan segala sesuatu di sekitarnya menjadi sangat jelas.
Tubuhnya merasa rileks dan kuat.
"Hei, apa yang kalian lakukan" walaupun sedikit gugup, Aldiano berpura pura berbicara dengan tenang
Kedua orang itu terkejut oleh suara Aldiano yang tiba tiba itu.
Tapi ketika mereka berbalik, mereka melihat bahwa orang yang berbicara hanya seorang siswa yang mengenakan seragam SMP.
Saat melihat Aldiano, salah satu penjahat itu memasang ekspresi jenaka "Bocah, apakah kamu ingin jadi pahlawan kesiangan"
Pada saat itu, Wanita paruh baya sangat senang karena ads orang yang akan membantu. Tapi saat dia melihat seorang siswa yang kurus dan lemah seperti Aldiano, rasa senangnya langsung menghilang dalam sekejap.
"Bocah, pergilah, dan berpura pura kamu tidak melihat apa apa"
Aldiano melihat sekilliing dan menemukan batu cukup besar lalu mengambilnya.
"Bocah, kamu memaksaku melakukan ini" saat mengatakan ini wajah penjahat itu menjadi ganas, dengan pisau lipat di tangannya dia berlari mendekati Aldiano. Kemudian penjahat itu mengayunkan pisaunya ke arah Aldiano.
Pada saat ini Aldiano tanpa sadar bergerak dan tubuhnya menghindari ayunan pisau penjahat itu.
Pada saat yang sama, dia tanpa sadar memukul penjahat itu dengan backhandnya.
Sebelum penjahat itu bereaksi, Aldiano memukul punggung dengan batu besar dan suara patah tulang terdengar dari punggung yang di pukul oleh Aldiano, tubuh penjahat itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Di saat yang sama, penjahat yang satunya dan wanita paruh baya terkejut melihat Aldiano. Penjahat yang satunya meneriaki penjahat yang terbaring di tanah
"Kakak, Kakak"
Namun, tidak ada tanggapan dari penjahat yang terbaring di tanah.
Aldiano juga terkejut dan menatap tubuhnya.
Saat penjahat satunya melihat penjahat yang berbaring tidak menanggapi, ekspresi nya langsung berubah, dia mengeluarkan pisau kupu kupu dari saku jaket dan dengan marah lari ke arah Aldiano.
Melihat ini Saraf Aldiano menegang dan tubuhnya tanpa sadar bereaksi.
" Bang, bang!"
Dalam sekejap, penjahat itu jatuh ke tanah dan berteriak
"Ahhh, kepalaku!!"
Teriakan penjahat itu cukup keras. Wanita paruh baya yng berdiri agak jauh terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Dia memandang Aldiano dan dua penjahat yang tergeletak di tanah dengan penuh kejutan.
"Apa yang terjadi? bagaiman kedua penjahat ini bisa dikalahkan oleh pemuda kurus dan lemah itu?"
Wanita paruh baya itu menatap Aldiano dengan tatapan aneh.
Aldiano melihat batu di tangannya, serta kedua penjhat yang berbaring di kakinya. Memikirkan tindakan bawah sadarnya barusan, dia sangat gembira.
"Apakah seperti ini rasanya berkelahi, sungguh menyenangkan" Dia kemudian berjalan ke arah Wanita paruh baya
"Apakah ibu baik baik saja"
"Saya baik baik saja, terima kasih telah membantu" Jawab Wanita paruh baya itu"
"Tuan rumah telah menyelesaikan Misi membantu Wanita yang kesusahan bagian 1 dan mendapatkan 150 poin"
"Tuan rumah membuka Misi membantu Wanita yang kesusahan bagian 2, Misi : Bantu menyembuhkan penyakit Stone man Disaese Wanita paruh baya hadiah 200 poin"
"Ibu apakah mengalami penyakit Stone man Disaese?" Aldiano bertanya agak ragu
"Bagaimana kamu tau?" Wanita Paruh baya itu terkejut dengan pertanyaan Aldiano
"System bagaimana ini, bagaiman caraku menjawab pertanyaan nya"
"Tuan rumah tinggal mengatakan bahwa tuan rumah memilik roh halus dari kecil yang bisa memberitahu orang yang memiliki penyakit"
"Aku tau dari roh halus yang bersama ku dari kecil, dia suka memberitahu orang yang memiliki penyakit dan solusinya" jawab Aldiano dengan tenang
"Mungkinkah kamu bisa mengobati penyakit ini?" Wanita bertanya dengan penuh harap
"Bisa, tapi tidak sekarang, aku harus menyuruh kakek untuk membuat obatnya, kakek aku pembuat obat obat tradisional untuk penyakit berbahaya dan langka" Aldiano menjawab dengan lancar tidak seperti berbohong
"Baiklah, ini kartu nama saya, dan ini ATM buat tanda terimakasih karena telah membantu dari kedua penjahat" Wanita Paruh baya itu mengeluarkan dompet dari tasnya dan mengambil kartu nama dan salah satu kartu atm kepada Aldiano.
"Terima kasih" Aldiano menerima kartu nama dan kartu atm serta Pinnya dari Wanita paruh baya itu, di kartu nama terdapat tulisan Kaiti dan nomor telepon
"Oh iya satu lagi, jangan panggil saya ibu, panggil saja bibi, saya belum terlalu tua" Ujar Bibi Kaiti itu
"Baik bi, nanti aku hubungi jika sudah selesai, sampai jumpa" Aldiano berkata lalu berbalik pergi
Note:
Untuk kata Aku,kamu, saya, gua,lu/elu menyesuaikan ya, soalnya kalau nge bayangin percakapan sama temen deket pake aku, kamu, serasa canggung