
Kota Bandung, SMP 72, Tahun Ketiga.
Di dalam kelas, seorang pria paruh baya memakai kacamata dan kemeja berwarna krem sedang menjelaskan salah satu di Papan Tulis. Pria ini adalah salah satu Guru Matematika di SMP 72 yang bernama Pak Dedi.
Di tengah suasana kelas ini, seorang pemuda memiliki rambut agak pirang, tidur dengan kepala yang di alasi oleh tas berwarna abu, dia terhalang dari pandangan guru oleh teman di depannya.
Dia bernama Aldiano, seorang yang agak pendiam dan dikenal malas.
Setelah beberapa saat, temannya sengaja bergeser agak Aldiano terlihat oleh Guru. Dan seperti yang di harapkan temannya terjadi. Pak Dedi menoleh ke arah Aldiano yang sedang tertidur dan berjalan menuju ke arahnya.
Teman sebelah Aldiano menggoyangkan badan Aldiano agar terbangun, tetapi Pak Dedi tiba duluan sebelum Aldiano terbangun.
Aldiano terbangun dari tidurnya, lalu melirik ke sekitar. Beberapa puluh pasang mata tertuju ke arahnya.
Di wajah mereka ada ejekan, dan ada rasa kasian, tetapi lebih banyak ejekan dari wajah mereka.
Aldiano tersenyum pahit, dia tertidur di kelas karena kebiasaan. Aldiano tidak tau kenapa, dia selalu mengantuk saat pembelajaran, dia tidak punya cara untuk mengendalikannya.
"Bagus, saat pelajaran bapak bukannya memperhatikan, malah tidur, mana bukumu, keluarkan!" Wajah Pak Dedi muram dan dia berbicara membentak.
Aldiano menundukkan kepalanya dan membuka tasnya, lalu mengambil buku. Saat tangannya menyentuh buku, sebuah suara terdengar di benaknya.
Pemindaian Sistem...
Memindai pernyaratan pengikatan.
Pengikatan Sytem berhasil, Ruang Pribadi telah terbuka.
Terdeteksi tuan rumah menyentuh buku paket Matematika kelas 9, apakah tuan rumah ingin mempelajari?
Aldiano terkejut, "mungkinkah aku masih bermimpi"
Dia terdiam beberapa saat, bukankah ini system yang biasa ada di novel?, Kenapa bisa ada di tubuhku?
Namun melihat wajah muram Pak Dedi, ia segera menekan keterjutannya dan berkata.
"Ya mempelajari!!"
"Selamat Tuan Rumah mempelajari buku Matematika kelas 9, mendapatkan poin 20"
Berbagai rumus dan pengetahuan memasuki pikiran Aldiano, dia tiba tiba merasa sangat pintar matematika.
Aldiano mengeluarkan buku lalu menyimpan di atas meja, dan berkata "Sudah pak."
"Maju isi soal yang ada di depan, tidak boleh duduk sebelum selesai mengerjakan." Kata Pak Dedi sambil menyerahkan Spidol ke Aldiano
Aldiano mengulurkan tangannya, mengambil spidol, lalu dia berdiri dari tempat duduknya, berjalan menuju papan tulis.
Ketika Aldiano mengangkat kepalanya untuk melihat soal soal di papan tulis, soal yang terlihat susah itu muncul di benaknya dan menjadi mudah.
Dia menoleh ke belakang melihat senyum mengejek teman teman sekelas, ujung mulutnya sedikit terangkat.
Dia membuka tutup spidol lalu mulai mengerjakan soal soal di papan tulis. Dalam sekejap dia menjawab banyak soal di papan tulis.
"Akting Aldiano sangat bagus, bagaimana bisa dia mengerjakan soal seperti itu tanpa menghitung."
"Iya, nilai dia aja pas-pasan, masih saja dia pura pura mengerti."
Aldiano mengabaikan tanggapan teman temannya dan terus mengisi soal. Setelah selesai dia berbalik dan menatap teman temannya.
Soal pertama ini sama dengan di hal 72, teorinya hal 66
Soal kedua sama dengan di hal 94, teorinya hal 88
Soal ketiga....
Soal keempat....
Setelah berbicara dia kembali ke tempat duduknya dengan wajah acuh.
Pak Dedi terkejut melihat jawaban Aldiano di papan tulis. Dia kemudian menatap Aldiano dengan curiga.
Mungkinkah Aldiano selama ini menyembunyikan kemampuannya, dan pura pura bodoh? Pak Dedi tau soal yang ia tulis adalah soal soal Ujian Nasional tahun kemarin, bahkan beberapa ia belum jelaskan, tetapi Aldiano bisa mengisi nya dengan benar.
"Bagus Aldiano, jawabanmu benar semuanya." Pak dedi berkata dengan suara agak keras
Sontak suasana kelas menjadi ricuh.
"Bagaimana mungkin benar semua, nilai dia selalu di bawahku, mungkin Pak Dedi bercanda" salah satu murid dikelas berbicara
"Iya, bagaimana mungkin dia bisa menjawab semuanya dengan benar" jawab murid di sebelah murid yang berbicara.
"Diam!! Jawaban Aldiano memang benar semua." Pak Dedi membenarkan ucapannya yang tadi
Semua murid di kelas terkejut dengan pembenaran Pak dedi.
"Itu soal pernah aku pelajari di rumah, jadi sangat mudah dikerjakan" Aldiano menjawab dengan acuh.
Teman sebelah Aldiano terdiam, tidak tahu bagaimana menanggapi.
"Anak anak, sekarang bapak akan menjelaskan tentang soal soal ini." kata Pak Dedi
Pak Dedi menjelaskan soal di papan tulis yang telah di kerjakan oleh Aldiano.
Bel pulang pun berbunyi, murid murid membereskan bukunya lalu pulang.
Pulang Sekolah Aldiano buru buru pulang dan sampai di rumah dia langsung masuk ke kamarnya memeriksa system di tubuhnya.
"System apakah kamu memiliki informasi pribadiku atau yang lain" Aldiano mencoba bertanya di benaknya
"Memuat info"
Panel pribadi muncul dengan cepat di hadapannya
Tuan Rumah : Aldiano
Umur : 14
Status : 1
Tempat : Bumi
Pengetahuan : Matematika Kelas 9
Kemampuan : Tidak ada
Poin : 20
Ruang Pribadi : 1 m³
"System untuk apa poin?, Dan apa maksudnya status '1'? dan juga apa itu Ruang Pribadi?
"Poin System dapat digunakan untuk membeli kemampuan dan meningkatkan kemampuan, sedangkan status '1' , ini statistik pertama Tuan rumah saat ini sedang ada di Bumi, jika tuan membuka fitur Transmigrasi, tuan rumah akan mendapatkan statistik tambahan, dan juga bisa di gabungkan dengan statistik tuan rumah di Bumi. Dan untuk ruang pribadi, itu seperti cincin penyimpanan dalam novel atau film, tuan rumah bisa menyimpan benda mati kedalamnya."
"Jadi maksudmu , aku bisa pindah dunia, tidak hanya di Bumi?"
"Betul Tuan Rumah"
Mata Aldiano berbinar, dia ingin sekali merasakan bagaimana dunia beladiri maupun dunia fantasi seperti di novel atau film yang ia lihat.
"Bagaimana cara untuk membuka Fitur Transmigrasi?"
"Tuan rumah harus memiliki 300 poin untuk membuka fitur Transmigrasi"
"Baiklah"
Aldiano segera mengambil banyak buku di meja belajar kamarnya untuk menambah poin.
Tumpukan yang berisi berbagai macam buku pengetahuan ada di depan Aldiano, dia mengambil salah satu buku paling atas di tumpukan, lalu dia meletakkan tangan di atasnya.
Tuan Rumah menyentuh kamus bahasa inggris, apakah ingin mempelajarinya?"
"Iya"
"Kamus bahasa Inggris telah di pelajari, mendapatkan 40 poin dan mendapatkan kemampuan ahli bahasa pemula."
Aldiano melanjutkan mempelajari buku sejarah dan IPA.
Buku Sejarah Kelas 9 dipelajari mendapatkan 20 poin
Buku Ilmu Pengetahuan Alam kelas 9 dipelajari mendapatkan 20 poin.
Tuan Rumah : Aldiano
Status : 1
Tempat : Bumi
Pengetahuan : Matematika Kelas 9, Kamus Bahasa Inggris, Sejarah kelas 9, IPA kelas 9
Kemampuan : Ahli Bahasa(Pemula) 0/100
Poin : 100
Aldiano mengambil buku programmer yang dia beli dua bulan lalu. Dia meletakkan tangannya diatas buku.
"Maaf Fitur mempelajari dan pendapatan poin hari ini sudah limit, silahkan dicoba esok hari"
Aldiano sedikit kecewa, tapi kekecewaan nya hanya sebentar, dia melanjutkan aktivitas seperti biasa kembali, lalu malamnya dia tertidur pulas.