The Journal Of Love

The Journal Of Love
Episode 8 (Tak pernah padam)



Waktu telah berlalu......akhirnya aku kembali lagi ke jakarta dengan selamat.


walau hanya 4 hari di Jakarta,karna nanti setelah 4 hari berlalu aku dan Ryan akan kembali berjalan jalan jauh,ntah akan pergi kemana aku hanya ikut ajakan Ryan saja.


Sisa liburan sekolah ku tinggal 13 hari lagi dan masih ada kesempatan untuk pergi jalan jalan.


walau aku ingin bersantai di rumah tapi ya sudah lah aku ikut saja dengan Ryan jalan jalan.


tiba tiba ada yang mengechat ku,ternyata itu Ryan yang mengajak ku jalan jalan.


"Haruna jalan jalan yuk bosen nih di rumah gabod".


Ucap Ryan.


"hey kita baru saja pulang jalan jalan dari yogyakarta lo,gak capek apa?".


Ucap ku.


"Mana ada capek jalan bersama mu,malah aku bersemangat bukan capek".


Ucap Ryan.


"gak gak ah......capek aku mau istirahat tenang,dah ah bye".


Ucap ku dengan kesal.


Baru juga pulang dari jogja sudah ngajak jalan jalan lagi......emangnya aku ini robot apa sekali capek tinggal isi batre.


Tak beselang lama tiba tiba Ryan menelepon ku.


Ryan:"Hallo,aku ada di depan rumah mu haruna".


aku:"hah?kapan kamu kerumah ku?".


Ryan:"baru banget aku sampai dirumah mu cepat bukain rumah mu"


Aku yang tadinya mau tidur malah kebangun lagi karna Ryan datang kerumah ku,Cih dasar dia......merepotkan sekali ganggu orang yang pengen tenang aja.


Ryan:"haruna cepat bukain".


Aku:"ya ya ya.....sabar napa".


saat aku buka pintu....benar saja dia sudah di depan pagar rumah ku dan dia melambaikan tangan ke arah ku.


"Lama sekali suruh bukain pager aja".


Ucap Ryan.


"Humpppp......au ah".


Ucap ku.


"Hadeuuh......malah ngambek dede gemes ku ini,makin lucu aja mukanya....hihi".


Ucap Ryan sambil ketawa kecil.


"Humppppp........cepat masuk lah ku tutup lagi nih".


Ucap ku sambil malu dan kesal.


"hahahha......mukanya merah lagi,ok ok aku masuk nih".


Ucap Ryan sambil ketawa.


Saat di dalam rumah ku kira Ryan bakal jadi sopan ternyata masih sama gak berubah....hah dasar Ryan ini.


"Haruna......mana kakak mu?".


Ucap Ryan.


"Lagi kerja di kantor,biasanya pulang malam atau tengah malam,kadang juga siang atau sore udh pulang".


Ucap ku.


Ryan duduk di sofa sambil nyalain Tv disana.


aku menyiapkan makanan,cemilan,dan juga minuman untuk Ryan.


"wihhh......makasih istri ku yang cantik dan gemesin".


Ucap Ryan.


"E....e....e.......eh....Mana ada aku istri mu bodoh aku ini pacar mu".


Ucap ku sambil malu dan kesal.


"Ya kamu kan calon istri ku nanti........saat kita lulus kita langsung nikah aja".


Ucap Ryan.


"a...a....a.....terserah kau saja".


Ucap ku sambil malu dan kesal.


sebenarnya aku mau tapi............


beberapa menit berlalu......aku dan Ryan mengobrol,tertawa,dan sampai sampai aku tertidur di sampingnya.


Ryan yang melihat ku tertidur langsung menggendong ku ke kamar,akan tetapi saat aku ingin di gendong,tiba tiba aku terbangun dengan keadaan ngantuk berat.


sehingga tanpa aku sadari aku berpindah ke pangkuan Ryan,disana Ryan kaget tapi dia langsung mengelus elus rambut ku,sehingga aku benar benar nyaman dan langsung memeluk erat Ryan.


padahal beban pikiran ku ini benar benar banyak dan juga melelahkan hidup aku.


tapi ntah mengapa saat di elus elus rambut ku oleh Ryan,seketika lenyap beban ku itu.


waktu telah berlalu........jam 15.03,aku bangun dari tidur.......dan saat melihat sekitar,aku baru sadar kalo aku ketiduran,dan kaget kalo aku tidur di pangkuan Ryan.


akan tetapi saat aku ingin beranjak pergi dari pangkuan Ryan,aku melihat Ryan ikut Tertidur bersama ku,dan masih memegang kepala rambut ku.


aku disana seketika terdiam karna melihat Ryan tertidur bersama ku,dan juga aura kehangatan dia benar benar melekat sampai sampai aku memeluknya kembali,karna itu sangat membuat ku nyaman sekali.


tak berapa lama......Ryan terbangun dan melihat ku yang masih memeluknya.


"Hummm......uaaaah......kamu dah bangun haruna?".


Ucap Ryan yang masih mengantuk.


Aku kaget saat mendengar Ryan ngomong,dan langsung melepas pelukan ku.


"eh....eh......iya aku dah bangun kok".


Ucap ku sambil malu.


"Hummmm.......kenapa di lepas meluknya?".


Ucap Ryan yang masih mengantuk.


"ah gak gak.......makasih".


Ucap ku sambil malu.


"Udah peluk aku lagi aja Haruna.....soalnya tadi kamu saat tertidur sambil berbicara......dan kamu bilang.....'Kumohon jangan tinggalkan aku',dan itu kamu ucapkan saat aku tidak lagi mengelus elus kan rambut mu atau saat aku ingin memindahkan mu ke kamar".


Ucap Ryan.


Aku kaget saat mendengar hal itu......akan tetapi aku teringat dengan mimpi ku tadi.


Aku bermimpi yang dimana aku di tuntun jalan sama cahaya yang selalu mengelus elus kan rambut ku sehingga aku selalu mengikutinya dari gelapnya perjalanan.


akan tetapi tiba tiba dia menghilang begitu saja tanpa jejak,aku sangat ketakutan karna aku melihat sekeliling ada yang mendekati ku yang membuat ku panik dan hanya bisa menangis dan mengatakan.


'Kumohon,jangan tinggalkan aku',yang seketika dia kembali di hadapan ku yang masih menuntun jalan yang gelap ini.


ku kira aku berbicara di dalam mimpi.....ternyata aku berbicara itu di dunia nyata juga.


aku hanya bisa diam saat Ryan mengatakan hal itu,akan tetapi Ryan tiba tiba mengelus elus kan rambut ku,yang membuat ku kembali nyaman kepadanya.


Akan tetapi aku menahannya dan tidak ingin memeluknya,akan tetapi rasa nyaman itu sangat lah kuat yang membuatku tidak kuat menahannya lagi,tanpa aku sadari aku memeluk Ryan kembali dengan wajah tersenyum.


"Tenang aja Haruna aku tidak akan meninggalkan mu,kamu kan istri ku nanti......makannya akan ku jaga kamu hingga titik henti perjuangan kita berdua.....dan aku berjanji pada mu kalo kita akan selalu bersama selamannya".


Ucap Ryan.


Aku benar benar seperti di hipnotis dengan kata kata Ryan.


"Ryan.......aku punya 1 permintaan padamu".


Ucap ku.


"apa itu?".


Tanya Ryan.


aku mencium Ryan dan bekata......


Esoknya aku memutuskan ikut jalan jalan bersama Ryan,karna dia selalu memaksa ku,huh padahal aku ingin tenang di rumah,ya sudah lah apa daya.


aku dan Ryan jalan jalan ke tempat jualan makanan yang sangat ramai.


ntah apa nama tempatnya....tapi benar benar ramai saat aku datang kesana dan juga banyak yang jualan makanan mulai topoki,corndog,baso lava,bolu penekuk,dan banyak lagi.


aku coba makan makanan disana.


ternyata benar benar enak sampai sampai aku meminta Ryan untuk membungkus makanan yang aku mau.


dan saat aku keliling selama 26 menit disana,aku melihat tempat yang begitu ramai sehingga harus menunggu hingga 1 jam.


aku penasaran dan langsung memesan makanannya,dan itu aku menunggu hingga hampir 2 jam.


saat makanan ku jadi,aku langsung mencobanya.


Saat aku makan,aku benar benar terkejut dengan rasa dan lembutnya makanan satu ini.


sejenak aku terdiam karna enaknya penekuk ini,beberapa saat aku langsung melahap hingga tersisa 1 setengah lagi.


aku membeli 2 penekuk itu pun disaranin Ryan karna katanya enak banget.


disana Ryan tertawa melihat aku melahap makanan itu dengan cepat dan sampai sampai wajah ku membuat wajah yang sangat lucu,sehingga Ryan tiba tiba mencubit pipi ku,dan mengelus elus rambut ku.


yang membuat ku kembali nyaman dengannya.


aku benar benar senang bersamanya,aku benar benar merasa terlahir kembali ke dunia ini.


aku berharap bisa bersama dengan Ryan selamanya,membuat keluarga dengannya,dan juga menikmati hari muda dan hari tua bersamanya hingga akhir titik perjuangan.


Dia adalah Cahaya ku,Cahaya yang selalu menuntun jalan ku dan juga tidak pernah padam saat dia melindungi ku dari bahaya yang selalu datang kepadaku.


Dia adalah Cahaya ku,Cahaya yang tak pernah padam.