
Hah......pasti sudah ku tebak aku akan terlambat lagi ke sekolah,karna malam itu........aku sama sekali tidak bisa tidur,malam itu juga kakak aku ada urusan mendadak di kantor,jadi aku tidak bisa memeluk kakak aku,hah ya sudah lah terima saja hukumannya.
Saat berada di kelas,seperti biasa hari sebelumnya aku tidak ada sama sekali teman di sana,ya....karna alasannya aku ini orangnya,cuek,dingin,makannya tidak ada 1 pun orang yang mau berteman dengan ku.
Waktu telah berlalu saatnya istirahat,seperti biasa aku membawa bekal di rumah,aku membawa sandwich yang isinya telor dan sosis memakai saus tomat dan sambal.
Saat aku sedang makan,Ryan tiba tiba menghampiri ku.
"Haruna aku boleh ikut makan bersama mu?".
Ucap Ryan.
"Gak ada kah orang lain selain aku?".
Ucapku.
"Ya aku cuma kasian aja liat kamu gak ada teman,makannya aku samperin kamu juga,boleh kan aku makan bareng sama kamu?".
Ucap Ryan.
"(Cih ganggu saja nih anak)ya sudah duduk sana".
Ucapku.(sebagai info tanda kurung ini menandakan dia sedang berbicara di dalam hati).
Ryan duduk di depan ku,karna aku tidak mengizinkan dia duduk di sebelah ku.
"Haruna kalo boleh tau kamu tinggal di rumah sama siapa saja?".
Ucap Ryan.
"Apa urusan mu menanyakan hal itu?".
Ucapku dengan tatapan dingin.
"ya aku cuma mau tau aja,kalo gak di kasih tau juga gapapa kok,jangan cuek gitu napa serem tau kek hantu aja".
Ucap Ryan yang sambil ketawa kecil.
"Cih......aku tinggal berdua di rumah sama kakak ke 3 aku".
Ucapku.
"Oh........"
Ucap Ryan.
"Karna kedua orang tua ku ada di jepang bersama yang lainnya,Karna aku memiliki masalah dengan kedua orang tua ku,karna suatu hal yaitu.......dan itu menjadi........hingga sekarang,makannya aku tidak tinggal bersama kedua orang tua ku dan anggota keluarga lainnya,tapi ntah mengapa kakak ke 3 aku ini malah mendukung ku dan mengurusku sendirian,aku merasa bahagia walau bersamanya."
Ucapku dengan keadaan menangis kecil.
ntah mengapa aku sekilas mengatakan hal itu ke Ryan dan tanpa aku sadari sama sekali aku berbicara tentang masalah ku ini,baru kali ini aku berbicara masa lalu ku kepada seseorang yang baru ku kenal.
"Sabar ya haruna,itu memang sangat menyakitkan tapi kamu harus tetap hidup di dunia ini mau tidak mau,hidup mu itu panjang sama halnya seperti dunia ini tanpa adanya batas,jadi kamu harus tetap kuat menghadapi semua ini,karna ini adalah jalan cerita mu kamu harus menjalaninya walau berat dan juga dengan beban yang kamu rasakan selama ini,jadi lah wonder woman walau dia selalu tersakiti tapi dia tetap kuat dan bangkit dari semua rasa sakit itu".
Ucap Ryan.
Saat aku mendegar itu seketika hati ku merasa nyaman ntah mengapa,baru kali ini juga aku nyaman dengan orang lain selain kakak ku.
"Cih.....jangan di jadi penasehat lah".
Ucapku dengan keadaan kesal.
"hahaha....ya sudah aku kembali ke tempat duduk ku ya".
Ucap Ryan.
"ya sana".
Ucapku.
Ryan pergi dari hadapan ku,aku sebenarnya merasa malu tapi aku tetap memilih menjadi cuek saja karna aku tidak mau nyaman dengan seseorang yang baru saja kenal dengan ku.
Waktu begitu cepat,waktunya pulang sekolah kakak ku sudah menjemputku di depan gerbang sekolah.
"Ai bagaimana sekolah mu?baik baik aja kan?".
Ucap kakak ku.
"Y'a....seperti biasa".
Ucapku.
ntah mengapa aku masih memikirkan kata kata Ryan,seolah olah dia emang peduli atau cuma mengambil kesempatan saja,hah.....sudah lah buat apa aku memikirkannya tidak penting sama sekali.
Saat aku berada di rumah ntah mengapa aku masih memikirkan kata kata Ryan,seperti melekat di pikiran ku,aku sudah mencobanya untuk berfikir ke hal yang lain tapi ntah mengapa masih saja memikirkannya,aaargght......rasanya pusing memikirkan itu.
Esoknya hari pun tiba,pada akhirnya aku tidak lagi telat sekolah seperti biasanya.
Saat aku berada di kelas,Ryan menyapa pagi kepada ku,aku yang spontan kaget dan juga heran,tumben dia menyapa ku,ada apa ini?kok hari ku malah menjadi seperti ini saat dia ada berada di kelas ini,baru kali ini aku merasakan di sapa oleh seseorang di kelas ku,rasanya nyaman juga.
seketika aku sadar dan kembali menjadi cuek kepada Ryan,aku sapa balik dia tapi tidak melihat wajahnya.
"Haruna kok cuek gitu,lagi datang bulan kah?".
Ucap Ryan.
"Cih.....bukan urusan mu pergi sana".
Ucapku sambil kesal.
"cieee.......datang bulan nih makin lucu aja kamu saat marah seperti itu".
Ucap Ryan sambil ketawa kecil.
sekilas aku langsung malu saat aku di bilang begitu oleh Ryan.
"ha.....ha...ha...sana jangan ganggu aku"
Ucapku sambil kesal dan malu"
"hahaha........lucu sekali kamu ini Haruna,ya sudah aku duduk di meja ku saja lah,takut Haruna makin lucu dan cantik kalo marah terus dan juga nanti aku bisa bisa darah tinggi karna melihat betapa manisnya diri mu ini".
Ucapnya sambil ketawa kecil.
Ucapku dengan keadaan makin kesal dan malu.
Ryan langsung berlari sekencang kencangnya seperti di kejar oleh hantu saja,cih.....dasar dia memang penganggu kedamaian hidup ku di sekolah ini,awas saja kau Ryan.
Waktunya istirahat,seperti biasa aku selalu membawa bekal dan juga.......Ryan selalu mengajak ku untuk makan bareng,cih.....membuat ku kesal saja ini orang,sebenarnya dia mau apa dari ku?
"Oh ya Haruna......kamu ternyata pintar juga ya umur 14 tahun udah bisa masuk SMP kls 3 ya,kamu memang hebat".
Ucap Ryan.
"Tidak seperti mu bodoh taunya game saja,giliran belajar malah tidur dan males ngerjain,malah nyontek ke orang,cih......beban".
Ucapku sambil kesal.
"hah.....tidak apa apa lagi aku males dan bodoh di pelajaran,yang penting aku tidak males atau tidak bodoh untuk mencintai hatimu itu".
Ucap Ryan sambil ketawa kecil.
"he.....he...he......KAUUUU.....kau bisa gak untuk tidak menggoda ku,kalo kau menggoda ku lagi tak akan ku maaf kan kau".
Ucapku dalam keadaan kesal sekali dan malu.
"puffttt.......hahahaha kamu memang sangat lucu ya Haruna, seperti aku ingin mencubit pipi mu yang menggemaskan ini".
Ucap Ryan sambil ketawa.
"Humppp.....kauu.....dasar......tak tahu malu".
Ucapku dalam keadaan malu sekali.
"Hehehe.....ya sudah aku kembali ke meja ku saja ah,karna aku tidak mau darah tinggi melihat manisnya dirimu ini,ntar kalo aku sakit siapa yang menjaga hati mu selain aku?".
Ucap Ryan sambil lari ke tempat meja dia duduk.
Baru kali ini ada orang yang menggoda ku seperti itu,rasanya kesal sekali ingin ku tampar,tapi ntah mengapa aku malah baper sama gombalannya,wah......apa yang kau pikirkan Haruna,dia sudah membuat mu kesal jangan malah kau baper sama dia,cih.....dia memang pakboy penghandal.
Hah.....enaknya ngapain ya malam minggu ini,ingin keluar seperti yang lain tapi kakak ku ada urusan kantor seperti biasanya.
Enaknya ngapain ya?,seketika HP ku berbunyi dan aku melihatnya,ternyata itu notif WA (What App) dari Ryan,cih.....ada apa pakboy ini mengechatku.
Chat Ryan:"Haruna kamu ada di rumah?ada waktu gak?".
Chat ku:"Cih......ada apa emang?
Chat Ryan:"Mau gak malam mingguan dengan ku,aku bosan di rumah malah gabut".
Aku ingin membalasnya tidak mau tapi karna aku juga bosan di rumah jadi aku jawab iya saja.
Chat ku:"Ya sudah aku ikut".
Chat Ryan:"Oke sherlock lokasi mu aku bakal menjemput mu di rumah,sayang ku".
Chat ku:"HEY......KAUUUUU dasarrr....."
Chat Ryan:"Hahahah.......ya sudah tunggu aku ya disana untuk melamar mu untuk menjadikan mu istri sah ku"(off seketika)
Chat ku:Cih....kauuu".
Aku sangat amat kesal sama dia,selalu saja dia menggoda ku,tapi ntah mengapa aku merasa nyaman dan senang.
Waktu menunjukan pukul 7.12,dia baru datang kesini lama sekali,padahal ini bukan jalan kota huh.....dasar lambat.
"Cih......lama sekali".
Ucapku.
"Maaf maaf tadi aku tadi jemput adik aku dulu di rumah nenek makannya lama kesininya,maaf ya sayang ku".
Ucap Ryan sambil ketawa kecil.
"Humppp.......kauu....sudah ku bilang jangan menggoda ku,atau gak aku tampar pipi kamu".
Ucapku sambil kesal dan malu.
"uuuuy......mengerikan,tapi gapapa lah di tampar sama orang yang aku cintai,karna aku tau tamparan itu adalah bukti kalo dia sangat mencintai aku".
Ucap Ryan sambil tersenyum kepada ku.
Aku di sini sekilas membeku beberapa saat,karna saat aku melihat senyumannya aku serasa nyaman melihatnya.
"eh......Haruna?kamu kenapa?".
Ucap Ryan sambil melambaikan tangan tepat depan wajah ku.
"Eh....heh.....gak gak dah Ayok jalan bikin lama saja,nanti keburu kemaleman".
Ucapku dalam keadaan malu sekali.
"Hahaha......ya sudah ayok kita berangkat jalan jalan bersama ayang kuuu yang menggemaskan ini".
Ucap Ryan sambil ketawa dan ceria.
"Cih....".
Ucapku.
Ntah mengapa rasanya aku benar benar nyaman dengannya ingin ku memeluknya tapi aku malu.
Jalan jalan ini sungguh menyenangkan,aku bisa melihat dunia luar ini bersama orang yang peduli dengan ku,rasanya aku bahagia bisa jalan jalan,bercanda,tertawa bersama,aku sangat senang sekali bisa begini dengan orang yang......,.
Waktu telah berlalu......aku dan Ryan sedang duduk di cafe sedang menunggu pesanan yang di pesan,sambil menunggu aku mengkabari kakak ku kalo aku sedang main dengan teman ku,supaya kakak ku tidak khawatir dengan ku nanti saat dia pulang kerumah.
pesanan ku dan Ryan telah tiba,aku langsung meminum kopi yg ku pesan,aku memesan cafe capucino kesukaan ku dan Ryan memesan kopi yang sama dengan ku juga.
Ntah mengapa tiba tiba suasana menjadi serius,tidak seperti biasa Ryan selalu membuat gombalan atau lawakan seperti biasanya,ini malah seperti ada yang mau dia ucapkan serius kepada ku.
"Haruna.......gimana ya...."aku langsung memotong ucapannya dan."Aku mohon Ryan.........kumohon".
Ryan membeku seketika,dan setelah itu dia tersenyum dengan ku dan dia mengatakan."Iya Haruna..........untuk selamanya".
Apakah hidup ku akan berubah bersamanya?