The Journal Of Love

The Journal Of Love
Episode 3 (Cinta Penuh Kebahagian)



Hah.......aku sekarang berada di kelas,hari ini aku tidak sendirian lagi,karna waktu kemarin malam minggu itu,aku menembak Ryan untuk menjadi pacar ku,walau sebenarnya aku ragu untuk bilang hal itu kepadanya tapi dia menjawab."iya aku ingin menjadi pacar mu,menjadi pelindung mu untuk selamanya Haruna".


Dia mengatakan hal itu kepada ku waktu itu,dan ya aku dan Ryan resmi berpacaran walau aku tetap masih kesal dengannya,karna dia selalu menganggu kedamaian hidup ku di kelas,huh.......ya sudah lah tidak apa apa.


hah......waktunya telah berlalu,waktunya istirahat,seperti biasa aku selalu membawa bekal makan di rumah,dan seperti biasa juga Ryan selalu mengajakku makan bersama.....huh menyebalkan dasar.


"Haruna besok kan libur mau gak nanti kita jalan jalan gitu".


Ucap Ryan.


"hmmm......ya kemana?".


Ucapku.


"ya kamu maunya kemana?masa aku yang nyari sih".


Ucap Ryan.


"Cih......kamu yang ngajak kok aku harus nyari tempat,dasar".


Ucapku.


"yaaa....aku juga bingung mau kemana,ku kira kamu tau tempat bagus untuk jalan jalan".


Ucap Ryan.


"hmmm.....katanya ada film baru di bioskop,kita nonton aja film itu di bioskop,gimana?".


Ucapku.


"Nah itu ide bagus,film baru itu tuh berjudul Life for love kan yang baru baru ini rilis,kayaknya itu film rame".


Ucap Ryan.


"Ya.....kayaknya".


Ucapku.


"Kayak gak semangat aja kamu nonton itu,gimana kita nonton film horor aja biar lebih menantang dan.....begitu lah,hehehe".


Ucap Ryan sambil ketawa kecil.


"Cih.....dasar otak mesum".


Ucapku.


"Hahaha.....ya udah kamu mau nonton apa nanti disana".


Ucap Ryan.


"Nanti saja kalo sudah di bioskop supaya aku bisa milih film disana".


Ucapku.


"ok deh sayang ku".


Ucap Ryan sambil tersenyum.


"(Dia tersenyum sangat tampan......eh apa yang kau bicarakan Haruna dia adalah orang yang selalu mengacaukan suasana kedamaian mu,jangan kamu tergoda sama senyumannya)".


Ucapku dalam hati.


Ntah mengapa aku nyaman saat dia bercanda,gombal,dan tersenyum di depan ku,seperti hidup ini menjadi bercahaya selamanya,walau sederhana.


Esoknya aku pergi dengan Ryan ke bioskop,saat aku sudah berada di bioskop,aku melihat film film yang sangat banyak di sana,sampai aku bingung untuk memilih film apa yang bagus untuk di tonton bersama pacar selain film romantis.


Arrrrgghttt......aku bingung mau milih film apa,ini sangat banyak pilihannya,sampai sampai Ryan yang sudah mengantri untuk membeli popcorn sudah dapat,aarrgghtt....aku bingung.


"Kamu udah nemu film yang kamu mau nonton?".


Ucap Ryan.


"Belum,banyak banget pilihan filmnya.....aku sampe bingung memilihnya".


Ucapku.


"Hahaha.......ya sudah cari aja film yang ceritanya sejarah atau perang dunia,itu kan seru dan banyak pembelajaran".


Ucap Ryan sambil ketawa.


sebenarnya aku mau menolaknya tapi karna aku juga masih belum bisa memilih film apa yang bagus,mau tak mau aku ikut saja saran Ryan.


"Cih.....ya sudah.......mau film yang mana?".


Ucapku.


"Hmmm......nah ini kayaknya rame".


Ucap Ryan.


Ya.....aku memutuskan mengikuti saran Ryan saja dari pada berlama lama disana karna memilih film doang,hampir 1jam aku memilih film tapi tidak dapat dapat.


Aku dan Ryan menonton Film Sejarah perang dunia antar amerika dan jerman yang berjudul 'Death To be a Hero'.


Sepanjang aku menonton film itu,aku sangat fokus dan serius menontonnya karna film itu sangatlah seru,mulai alur ceritanya,Dramanya,sejarahnya,dan lain lain,sampai sampai popcorn habis sama aku doang.


Waktu telah berlalu,aku dan Ryan memutuskan makan di restoran ramen yang tidak terlalu jauh dengan Mall Bioskop tadi.


"Haruna gimana filmnya?seru gak?".


Ucap Ryan.


"huum......rame banget".


Ucapku.


"Hahahaha.......sampai sampai popcorn yang kita makan habis sama kamu doang itu,aku aja kebagian dikit banget tau,ada lah 7 atau 10 popcorn yang ku makan sisanya kamu semua".


Ucap Ryan sambil menertawakan ku.


"Cih suruh siapa beli sedikit,jadikan habis huh.......".


"Iya iya.....maaf deh lain kali aku bawa sekantong keresek besar deh untuk beli popcorn biar kenyang nanti kamu,hahahahhaa".


Ucap Ryan sambil tertawa terbahak bahak.


"Humppp........ish tau ah ngambek".


Ucapku makin kesal dan malu.


"Eh......maa maaf,aku cuma bercanda lo......jangan ngambek ya dede gemes ku,nanti manisnya sama gemesinnya nambah ,ntar aku bisa darah tinggi liatnya karna gak kuat".


Ucap Ryan sambil ketawa kecil.


Sambil menunggu pesanannya datang,Ryan selalu membuat lelucon yang sampai membuat ku ketawa setengah mati.


Tak terasa Pesanan pun tiba,aku memakannya dalam keadaan masih tertawa kecil,karna lelucon Ryan yang sangat lucu,aku tak bisa melupakan lelucon itu.


Hah.......tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5.11 sore,Ryan pamit kepada ku untuk pulang saat sudah mengantarkan ku kerumah.


Saat aku di dalam rumah,tiba tiba aku merasa kesepian lagi,aku ingin masih Ryan tetap ada di samping ku,tapi tiba tiba di belakang ada kakak ku yang baru pulang dari kantor mengagetkan aku saja,cih.....dasar.


"Jangan buat aku kaget napa kak,ish dasar".


Ucapku sambil kesal.


"Eh......Hehehehe maaf ya Ai kakak cuma bercanda kok jangan ngambek napa ntar cepat tua lo".


Ucap kakak ku.


"Humppp.....serah aku mau mandi".


Ucapku.


Saat malam aku masih memikirkan Ryan,karna dia sudah membuatku nyaman dengannya,tenang di sampingnya,merasa ada cahaya di kehidupan ku,Akan tetapi.......


"Ai.....kakak ada urusan mendadak di kantor,kayaknya kakak bakal cuti di kantor jadi kamu baik baik di rumah ya".


Ucap kakak ku sambil teriak.


"Iya.....semangat kak".


Ucapku Sambil Teriak.


Seketika rumah sepi tanpa ada sama sekali suara saat kakak ku sudah pergi dari rumah,aku ingin mengechat Ryan akan tetapi aku malu,tapi aku juga butuh teman di rumah,mau tak mau aku harus chat Ryan supaya aku ada teman di rumah.


Chat ku:Ryan kamu udah tidur kah?.


2 menit kemudian.


Chat Ryan:Belum kok ada apa?.


Chat ku:Aku kesepian di rumah,kamu bisa gak datang kerumah ku?.


Chat Ryan:wihh.......gak ada siapa siapa nih hehehe.


Chat ku:Cih.....dasar otak mesum......gak gak aku gak mau di temani otak mesum seperti mu makasih.


aku seketika off karna kesal dengannya.


Beberapa menit kemudian,Ryan datang ke rumah ku,aku yang masih kesal tidak ingin membukanya,tapi karna aku butuh teman jadi aku membuka kan pintu untuknya.


"Maaf ya agak lama kesininya tadi aku beli makanan dulu untuk di rumah".


Ucap Ryan.


Tiba tiba aku langsung memeluk Ryan tanpa aku sadari,saat aku sadar aku sedang memeluk Ryan aku langsung melepaskan pelukan ku dari Ryan.


"Cih.....ngapain kamu datang sih".


Ucapku Sambil malu.


Ryan tersenyum kepadaku.


"Aku hanya khawatir kamu kenapa napa di rumah makannya aku memutuskan datang ke sini supaya aku tenang melihat mu baik baik saja".


Ucap Ryan sambil tersenyum kepada ku.


tiba tiba Ryan memberikan ku Nasi goreng,aku memakannya,tapi tiba tiba aku melirik Ryan dan menyuapinya,Ryan seketika kaget,tapi tidak lama dia langsung memakan suapan ku yang ku kasih padanya.


setelah habis makan nasi goreng aku mengajak Ryan untuk tidur,Ryan memutuskan tidur di sofa saja dan sedangkan aku tidur di kamar ku.


Saat aku ingin tidur,ntah mengapa aku tidak bisa tidur,aku sudah berusaha tidur tapi tetap tidak bisa,aku keluar kamar dan mendekati Ryan.


"hmmm.....Ryan kamu sudah tidur kah?".


Ucapku.


"Eh.....Huuaaah....Haruna kenapa belum tidur?udah tengah malem lo".


Ucap Ryan yang masih ngantuk berat.


"hmmm.....aku gak bisa tidur,mau kan tidur bersama ku di kamar?".


Ucapku.


Ryan menolaknya dan bilang "tidur aja haruna gak ada apa apa kok dan ada aku disini,dah tidur ya jangan lupa baca doanya,supaya tidurnya nyenyak",aku masih membujuk Ryan supaya mau tidur bersama di kamar.


tanpa aku sadari aku membuat wajah memohon yang sangat lucu kepasa Ryan,sampai sampai Ryan langsung menerimanya.


Saat di kamar,aku yang tadinya tidur mengarah tembok,seketika berubah dan memeluk Ryan,seketika Ryan kaget karna melihat wajah ku penuh rasa kantuk berat.


"Haruna belum tidur juga,aku kan udah di kamar bersama kamu,masih aja belum tidur".


Ucap Ryan sambil ngantuk berat.


Aku seketika menyuruh Ryan untuk mengeluskan eluskan kepala atau rambutku,supaya aku cepat tertidur lelap,Ryan mematuhinya dan dia mengelus eluskan kepala ku atau rambut ku,hingga tak lama kemudian aku tertidur lelap dengan keadaan memeluk Ryan dengan erat eratnya.


Itu menjadi moment terindah ku bersama Ryan,karna perasaan ku saat itu sangat lah nyaman dan tenang bersamanya di sisi ku.


Hari ini Hidup ku penuh kebahagian dengan keberadaan dirinya di samping ku.