The Journal Of Love

The Journal Of Love
Episode 4 (Si Besar Manja)



Aku dan Ryan sedang berjalan jalan seperti biasa di hari minggu ini,aku dan Ryan sedang pergi ke tempat pendakian gunung yang tinggi.


setelah sampai di tujuan,aku dan Ryan menepi dulu di warung terlebih dahulu guna beristirahat terlebih dahulu,karna kata Ryan kita akan mendaki gunung itu sangat lama dan memperlakukan banyaknya tenaga disana.


Makannya aku dan Ryan memutuskan untuk mendaki esok hari saja,karna hari mau gelap juga mau tak mau aku dan Ryan memutuskan camping di bawah saja.


Esoknya,aku menjalani mendaki pagi pagi supaya tidak terlalu lama di atas sana,karna aku akan kembali kebawah untuk camping seperti kemarin malam.


sangat banyak rintangan disana,mulai banyaknya batu yang ku injak,jalan yang licin,dan juga tanah yang licin.


1 jam kemudian aku telah sampai di tujuan,di atas sana sangatlah indah pemandangannya,disana aku dan Ryan istirahat sebentar sambil memasak mie.


"Indah ya pemandangannya haruna".


Ucap Ryan.


"Huum......sangat Indah sekali,walau kita capek sih saat perjalanan menuju kesini,sampai sampai kaki aku sakit banget ini".


Ucapku


"Huuu......Haruna lemah banget gitu aja sakit,kayak aku donk walau aku jatuh saat perjalanan kesini,aku tidak sakit sama sekali".


Ucap Ryan.


Aku menepuk kaki Ryan yang terluka akibat jatuh tadi.


"Aw....sakit Haruna jangan di tepuk".


Ucap Ryan.


"Katanya gak sakit.....".


Ucapku.


"Hehehe......".


Ucap Ryan.


Aku dan Ryan diatas sana memutuskan berfoto foto,supaya menjadi kenangan terindah sekaligus petualangan yang sangat melelahkan.


Esoknya,saat aku berada di sekolah ntah mengapa ada seseorang yang menghampiri ku dan mengajak ku makan bersama di meja ku,aku heran kenapa sejak aku bersama Ryan,laki laki di sekolah ini makin banyak yang mendekati ku.


Aku disana menolaknya mentah mentah dengan perasaan marah.


Hari ini Ryan tidak masuk sekolah karna dia sedang sakit,padahal kakinya cuma luka ringan saja,harus izin segala....cih dasar lemah dia.


saat waktu jam istirahat ada seseorang yang menghampiri ku,dan dia adalah ketua kelas ini kelas ku ini.


ku kira ada sesuatu hal yang penting,ternyata cuma ngajak kenalan doang,cih.....ku kira penting.


"Hai boleh kenalan gak?kenalan nama gw reza".


Ucapnya.


"Ya salam kenal juga".


Ucapku dengan nada dingin.


"nanti mau nonton bioskop gak......film baru mayan ceritanya".


Ucap Reza.


"Gak Makasih aku nonton nanti sama pacar ku,dan juga jangan sok kenal dengan ku,sana pergi jangan ganggu kenyamanan orang saja".


ucap ku.


Aku menyuruh reza untuk pergi dari hadapan ku karna dia sangat mengganggu ketenangan ku saja.


"(Huh....Rasanya membosankan tidak ada Ryan disini)".


ucap ku dalam hati.


aku melihat sekitar kelas ku,sama seperti dulu saat aku belum mengenal Ryan merasa sendirian itu sudah biasa,Tapi ntah mengapa saat aku mengenal Ryan aku malah merasa kesepian?,ini baru pertama kalinya aku merasa kesepian.


Saat aku pulang sekolah,aku memutuskan menjenguk Ryan di rumahnya,karna aku khawatir walau aku tau dia sakit karna kemarin mendaki gunung dan dia terjatuh disana.


walau tak seberapa sakitnya tapi ntah mengapa aku merasa khawatir dengannya.


Saat aku sudah berada di rumahnya,aku mengetuk pintu dan yang membuka pintu tersebut adalah kakak perempuanya.


"Oooh.....ada apa ya?"


Ucap kakak Ryan.


"Hmmm.....gini kak saya mau menjenguk Ryan,apa ada Ryan nya?"


Tanya ku.


"Oooh.....ya ya ada sini masuk,Ryan sedang ada di kamar dia gak mau makan sama sekali,susah ngurus itu anak kalo udh kayak begini jadinya".


Ucap kakak Ryan.


"Oooh....ada masalah apa ya kak sampe Ryan gak mau makan?".


Tanya ku.


"Biasa lah dia emang suka begitu kalo bukan makanan favoritnya dia mana mau makan,emang menyusahkan itu anak".


Ucap kakak Ryan.


"Eeeh.....Ryan suka begitu di rumah?kalo gak ada makanan favoritnya dia gak mau makan?".


Tanya ku.


"Ya bener banget,kalo gak ada makanan Favoritnya dia mana mau makan,jadi setiap hari harus ada makanan favoritnya kalo gak yang gak akan makan".


Ucap kakak Ryan.


"Sulit ya punya adik kayak begitu kak".


Ucap ku.


"Ya walau pun sulit dia anak yang baik,kadang ngeselin,kadang juga bikin nyaman,hah....begitu lah dia".


Ucap kakak Ryan.


Aku hanya mengangguk dan kakak Ryan mengantarkan ku ke kamar Ryan,Saat aku melihat dia kamar dia sedang melihat Tv.


Dia kaget melihat ku datang ke rumahnya,dia langsung bangun dan duduk di kasur,kakak Ryan meninggal ku berdua dengan Ryan.


Ryan menyuruh ku duduk di depannya.


Ucap Ryan.


"Cih........serah mau ngomong apa aku kesini cuma mau liat kondisi mu saja,padahal kamu sakit tak seberapa harus izin segala aneh....dasar lemah....huh".


Ucap ku.


"Hehehe......maaf pas aku pulang kerumah kaki ku tiba tiba sakit dan gak bisa di gerakin,aku udh ke dokter akan tetapi kata dokter karna tegangan urat aku gak beraturan jadi kaki aku seketika mati rasa,dan cara nyembuhinnya ya.....harus sering di urut supaya uratnya kembali teratur".


Ucap Ryan.


"Ooooh.....jadi kamu sekarang gak bisa jalan?".


Tanya ku.


"Ya bisa di bilang begitu masih kerasa sakitnya kalo di gerakin".


Ucap Ryan.


"Oooh.......tapi kalo begitu,kenapa kamu gak mau makan?itu kan untuk kesehatan mu juga".


Ucap ku.


"Ya aku gak makan kalo bukan kamu yang suapin....hehehe".


Ucap Ryan.


"Cih......otak mesum,kenapa harus aku?kan ada kakak mu".


Ucap ku.


"Ya......pokoknya aku mau kamu yang suapin makan".


Ucap Ryan.


Tiba tiba kakak Ryan membuka pintu dan menaruh makanan dan minuman kepada ku dan kakak Ryan berbisik kepada ku,"suapin dia ya".


Seketika aku Kaget dan malu,mau menolaknya tapi kakaknya sudah pergi duluan,hah ya sudah lah mau gimana lagi.


"Nih makan jangan sok kek bocah harus di suapin segala".


Ucap ku.


"Gak.....gak mau makan kalo gak di suapin sama mamah Haruna yang gemes dan cantik".


Ucap Ryan.


"Cih........makan kalo gak makan aku pergi dari sini".


Ucap ku.


"Ya udh kalo kamu mau aku sakit terus dan gak menemani mu di sekolah,pasti kamu kan kesepian tanpa papah Ryan....hehehe".


Ucap ku.


Cih.....mau ku tolak akan tetapi aku berfikir aku memang kesepian tanpa nya ya mau tidak mau aku harus menyuapinya.


"Hah......baik lah aku suapin".


Ucap ku sambil cemberut.


"Kenapa kamu Haruna?ada masalah kah di sekolah?".


Tanya Ryan.


"Gak kok gapapa aku".


Ucap ku.


"Aaaah.....jangan bohong muka mu tiba tiba cemberut gitu lo,ada apa lo....jangan di pendam ah,aku kan pacar mu jadi cerita lah".


Ucap Ryan.


seketika aku memeluk Ryan.


"Hikkss......aku sangat kesepian di sekolah,aku merasa hampa di sana seperti tak tau arah tujuan ku,aku mau kamu sembuh Ryan supaya aku gak kesepian lagi dan hampa".


Ucap ku sambil menangis kecil.


"Ya........aku bakal cepat kok sembuh nya kalo kamu selalu mendoakan aku dan menyuapi ku makan.....hehehe".


Ucap Ryan.


"Cih......dasar kau....".


Ucap ku sambil menangis kecil dan kesal.


"dah jangan menangis lagi ya........soalnya gemes dan cantiknya ntar nambah,nanti aku darah tinggi lo.....ntar nambah lagi sayang ku kepada mu......hehehe".


Ucap Ryan sambil ketawa kecil.


aku mencubit pipi nya......ntah mengapa rasanya saat aku bersamanya merasa nyaman dan damai,tak seperti tadi di sekolah aku sangat terpuruk disana tanpanya.


aku menyuapinya sambil mengobrol dan bercerita,seperti biasa walau dia sedang sakit dia selalu membuatkan candaan yang membuat ku tertawa lepas.


baru kali ini aku merasa bahagia dengan seseorang yang ku sayang dan cintai,apakah ini yang di namanya rasa bahagia dengan sepenuh cinta.


tak terasa aku menyuapi dia hingga habis tak tersisa.....Ryan memanggil kakaknya untuk menambah makanan nya,aku kaget dan sekaligus kesal,karna dia ingin lagi di suapi oleh ku...cih dasar otak mesum emang.


Tapi aku tetap menyuapinya karna aku khawatir dia sudah tidak makan 1 hari penuh.


Saat semua selesai.....aku berpamitan pulang ke Ryan.....sebenarnya Ryan ingin aku tinggal lebih lama lagi,Akan tetapi jam sudah menunjukkan pukuk 16.20,aku harus pulang karna sudah sangat sore.


karna aku datang kerumah Ryan sekitar jam 12.30,sudah lama aku tinggal di sana.


saat aku di depan pintu kakak Ryan bertanya kepada ku.... "kamu pacarnya Ryan ya?",aku menjawab "Iya aku pacarannya Ryan kak...hehehe"sebenarnya aku malu menjawabnya tapi karna tak bisa beralasan lagi jadi aku terpaksa jujur.


kalo aku beralasan bukan pacar Ryan,mana mungkin ada perempuan yang datang sendirian untuk menjenguk orang sakit apa lagi yang di jenguk anak laki laki.


makannya aku tidak bisa beralasan apa apa,ya sudah lah saatnya pulang.


saat perjalanan pulang aku masih memikirkan saat aku mengobrol dengannya di rumah,aku sangat bahagia di sana,sampai sampai aku senyum,ceria,dan hingga tertawa lepas.


hidup ku sekarang serasa berwarna dengannya,saat dia manja kepada ku ntah mengapa aku tak merasa kesal aku malah merasa nyaman.


dia selalu manja kepada sampe aku selalu ingin memanjakannya.


Hah.......Dasar Si Besar manja......hihihi.