The First Rainbow In This Month

The First Rainbow In This Month
Ajakan teman



Libur panjang setelah ujian semester pun dimulai, Grane yang biasanya pergi berlibur bersama Axel, sekarang hanya menyendiri dirumah, sesekali Axel mencoba mengirim pesan kepada Grane, tapi Grane tidak menghiraukannya.


TRIINGG…


Sebuah pesan muncul di layar handphone Grane, dia tidak mau melihat isi pesan itu, karena dia sudah yakin itu pasti pesan dari Axel, namun ketika dia menghiraukan pesan yang berbunyi beberapa kali, sebuah dering telfon berbunyi dari handphone Grane.


DRRTTT…DRRTTT…


Grane kesal lalu mengangkat telfon nya langsung tanpa melihat siapa yang menelfonnya, "Ngga usah ganggu aku lagi kenapa sih Cel, selalu aja gini, pas aku lagi butuh kamu, kamu ngga ada, sekarang ketika aku butuh sendiri, kamu selalu ganggu aku, apa sih salah aku?!"


"Lu ngga salah apa-apa kok Grane, kok marah gitu, Axel ganggu lu lagi ya?" kata seseorang diseberang telfon sana.


"Eh, Lang, ternyata kamu, maaf ya, aku lagi ngga mood soal nya!"


"Udah deh, nggapapa kok! Oh iya, lu besok ngga kemana-mana kan?" tanya seorang teman yang belum lama ini dekat dengan Grane, yaitu Erlang.


"Hmm, kayaknya sih ngga ada, kenapa emang?"


"Kalo lu ngga ada kegiatan, temenin gua main dong besok, iya, harus, oke, gua tunggu!" kata nya seolah bertanya sendiri dan membuat jawaban dan keputusan sendiri lalu memutuskan telfonnya.


Grane yang hanya bisa diam dan heran memandang layar handphone yang di genggamannya itu. Grane juga sudah memutuskan untuk pergi menemaninya bermain besok, tapi ada sesuatu yang dia lupa tanyakan, tapi tidak tau apa itu.


Grane kembali mengambil handphone dan mencari nomor Erlang, "Lang, kalo kita pergi besok, jam berapa perginya? terus kamu bakal nunggu dimana? kita kemana aja besok?" tanya Grane yang tidak sabaran.


"Sayang… dengarin gua ngomong dulu yaaa, kita besok pergi keliling kota, terus gua yang bakal jemput lu, lalu gua bakal nunggu didepan pagar rumah lu, kita pergi jam 2 besok okee… udah jelas kan sayangkuuu?!" kata Erlang dengan nada geram.


"Ooh gitu ya, ya udah, tapi biasa aja dong ngomongnya, ngga usah ngegas, lagian ngga usah pake sayang-sayangan bisa kan?" ujar Grane cemberut.


"Hahahaha, iya-iya, lu kalo lagi cemberut, nada bicara lu lucu juga ya, pen gua cium lu!" goda Erlang.


"Boleh cium kok, tapi siap-siap aja, tuk muka ngga bakal kebentuk lagi!" ancam Grane karena kesal.


Semakin Grane marah, tawa Erlang diseberang telfon semakin girang, dan goda nya pun semakin membuat Grane kesal.


Terkadang Erlang terpikir, kenapa dia sangat mencintai gadis malang itu, padahal dulu Grane sangat tertutup orangnya, dan hanya mau berbicara dengan Axel, jika temannya mengajak bicara, dia hanya merespon sedikit, ketika teman sekelas mencoba mengajaknya berteman, Grane lebih memilih sendiri, dan ketika teman sekelas membuat lelucon, Grane sama sekali tidak pernah tertawa, dan dia hanya tertawa dengan Axel. Yaa, anak yang sangat tertutup.


Tapi Grane yang sekarang jauh berbeda dengan Grane yang dulu, sekarang sudah banyak dia memiliki teman, Grane pun sudah sering tersenyum, sampai-sampai Grane menjadi idola disekolah karena senyumannya, Grane menjadi idola dengan senyum terindah dan bisa bikin kolesterol naik, alias terlalu manis, ada juga kakak-kakak senior mengatakan kalau dia bukanlah manusia, melainkan seorang bidadari yang tersesat dan baru saja membuka dirinya untuk orang lain. Tidak sedikit Grane mendapatkan pernyataan cinta dan hadiah dari senior maupun junior, tapi Grane memberikan semua hadiah itu kepada Erlang, karena kebanyakan hadiah itu adalah makanan.


Tapi ketika Erlang yang memberikan makanan apapun kepadanya, dia selalu menghabiskannya, terutama coklat, Erlang sudah tau kalau Grane sangat menyukai coklat, itulah alasannya kenapa Grane selalu dibelikan coklat oleh Erlang.