
malam itu hujan cukup deras, bau jalanan yang khas dibasahi oleh hujan membuat Granenda semakin betah berada di halte bis itu, Grane adalah panggilannya bagi keluarga, teman, guru, ataupun sahabat nya dari kecil. Gadis yang memiliki paras cantik itu hidup sebatang kara dan memiliki seorang sahabat dari kecil yang selalu ada untuknya.
DRTT..DRTTT…
Bunyi ponsel membebaskan Grane dari kenangannya, 'Axel'
tertulis dilayar ponsel yang di genggam oleh Grane. Awalnya Grane ragu untuk mengangkat telfon dari anak yang bernama Axel itu. Ya, dia adalah sahabatnya dari kecil, sampai sekarang mereka masih tetap bersama meskipun sempat berpisah sewaktu SMP, dan di SMA mereka bertemu kembali dengan cerita yang berbeda fan hubungan yang sama.
"Halo Cel.."
"Grane, kamu ada dimana sekarang?"
"Aku dirumah, kenapa?"
"Bohong, aku tau kamu disana, rumahmu sekarang gelap, pintunya juga terkunci!"
"....."
Grane terdiam sejenak, lalu Axel memutuskan telfon secara sepihak, karena Axel sudah tau kalau malam ini, setiap tahun dia akan semalaman berada di sebuah halte bis, alasannya adalah orang tua Grane meninggal karena kecelakaan tunggal disana sekitar 10 tahun silam. Grane termasuk orang yang ber-uang dan berpendidikan. Papa Grane berprofesi sebagai guru SMA, sedangkan mama Grane berprofesi sebagai seorang dosen di sebuah universitas di dekat rumah Grane.
Beberapa menit kemudian , Axel datang dengan membawa dua kantong plastik yang berisikan makanan ringan dan dua kotak mie instan, sudah menjadi kebiasaan bagi Axel, membawa makanan ringan untuk sahabat nya itu, Grane memang suka ngemil dimana pun dan kapanpun.
"Nih, dimakan mie nya, kamu belum makan kan?" ujar Axel sambil menyodorkan sekotak mie instan yang telah dimasak sebelumnya.
"Mau ditemenin ngga?" tawar Axel.
"Hmm boleh, tapi kan besok Senin, kamu ngga takut telat apa?"
"Lah, apa bedanya sama kamu? kita ini satu sekolah Grane, satu jurusan, tau kelas pula, emang kamu ngga takut telat?" ujar Axel membalas pertanyaan Grane.
"Oh iya, lupa. Btw kamu beneran mau nemenin aku nih, ngga ditrmenin pun nggapapa kok, lagian mama sama papa bakal nemenin aku!" jawab Grane santai.
Grane dan Axel sekolah di sekolah kejuruan, mereka pun satu jurusan yaitu jurusan perhotelan. Mereka selalu bersama kemanapun berdua, sampai suatu saat Axel tiba-tiba menjauh dari Grane, itu membuat Grane bingung.
"Cel, ke kantin yuk, laper nih, katanya sekarang ada bakso!?" ajak Grane sambil memegang lengan Axel.
"Sorry Grane, aku hari ini juga pergi sama Jessy, aku mau makan sama dia hari ini!"
"Tapi kan, aku maunya pergi sama kamu, lagian kalo kamu ngga ada, aku bakal makan sama siapa dong?"ujarnya sambil mengernyitkan dahi nya.
"Kan ada yang lain, teman sekelas yang lain kan ada!"
"Kamu kenapa sih Cel, beberapa hari ini? kamu ada masalah sama aku? bilang dong, jangan di jauhin dan di diemin kek gini dong, kamu pikir enak digituin?!" ujar nya dengan suara yang mulai bergetar menahan agar dia tidak menangis.
Axel melepaskan tangan Grane dan pergi dengan Jessy. Yang membuat Grane sedih bukan karena Jessy ataupun teman sekelasnya, itu karena Axel sendiri. Selama ini Axel hampir tidak pernah menjauh darinya, namun sekarang Axel tiba-tiba menjauh dari Grane dan membuat Grane sedikit kecewa.