
Grane duduk dikursinya dan membenamkan kepalanya di lipatan tangan yang filipat diatas meja. Grane sempat menangis mengingat kejadian hari itu, sampai tanpa ia sadari, ia pun tertidur. Erlang adalah teman sebangkunya heran melihat Grane yang biasanya selalu seperti langit cerah, sekarang seperti langit menduk yang akan turun hujan. Erlang mencoba membangunkan Grane, tapi tidak berhasil.
"Grane, bangun dong, lu mau tidur sampai jam istirahat?"
Erlang terus mencoba membangunkan Grane, namun Grane tak kunjung bangun, Erlang berniat untuk mengagetkan Grane, tapi dia merasa tidak enak, lalu dia mencoba memegang kepala Grane, ternyata kepalanya sangat panas.
"Wah, panas banget, lu demam ya Grane, gua bawa lu ke UKS ya! eh, ngapain gua ngomong sendiri coba, mending langsung gua bawa aja dia ke UKS!" ujar Erlang dengan dirinya sendiri alias ngomong sendiri.
Erlang adalah anak yang ceria, lucu, tampan, dan juga nakal, dia adalah idola di sekolah, dia juga banyak disukai oleh gadis-gadis disekolah karena ketampanannya. Erlang segera membopong tubuh mungil Grane dan membawanya ke UKS.
Sesampainya mereka di UKS, Erlang segera membaringkan grane di atas tempat tidur dan menyuruh petugas UKS memeriksa Grane.
"Lu cantik banget sih Grane, kenapa gua bisa sesuka ini sama lu? kenapa lu ngga sadar selama ini?" ujar Erlang sambil duduk disamping Grane setelah petugas UKS memeriksa kondisi Grane.
Saat ini Grane masih dalam tidur dan tidak mendengarkan perkataan Erlang. Beberapa menit kemudian, Grane bangun dari tidurnya dan yang dilihatnya pertama kali adalah teman sebangkunya itu. Ya, Erlang menunggu Grane sampai dia bangun.
"ughh, aku ada dimana?" Grane perlahan mengambil posisi duduk dan memengang kepalanya yang terasa sedikit pusing.
"Lu ada di UKS, tadi pagi suhu tubuh lu panas banget, yaah gua yang baik hati tidak sombong dan rajin menabung dan tampan ini membawa lu ke UKS, kurang apa lagi sih gua? beda banget sama tuh bocah!"oceh Erlang dengan pedenya.
"Maksud kamu bocah? Axel?" tanya Grane tidak menghiraukan ocehan Erlang. "Axel mana? kok ngga ada?".
"Pacarnya? Jessy bukan pacarnya!"
"Apanya yang ngga, makan aja suap-suapan gitu, ngga pacaran namanya?" ujar Erlang memanasi hati Grane.
Penjelasan Erlang ada benarnya, sudah berlalu satu Minggu. Axel dan Jessy selalu bersama kemanapun, itu membuat Grane semakin sadar kalau selama ini Axel hanya menganggap dirinya sebagai seorang teman, tidak lebih.
"Woi, ngelamun aja, mikirin si Axel lu ya?!"
"Lang, makasi ya, udah mau nemenin aku disini, padahal kan lagi makan siang, kepake deh, kapan-kapan aku traktir makan deh!" ujarnya sambil tersenyum.
Erlang yang melihat Grane tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa itu membuatnya geram "lu ngga usah sok tegar gitu deh, gua tau lu itu cewek berhati rapuh, jadi jangan lu buat juga senyum palsu dibibir lu itu, keliatan tau!".
"Gimana caranya Lang, aku ngga bisa berbuat apa-apa, lagian kan kamu tau, cuma Axel yang selama ini peduli sama aku, dan sekarang dia udah ngga peduli lagi, gimana ngga sedih coba?!" ujarnya sambil memainkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Udah, lu jangan sedih lagi, kan ada gua" Erlang melemparkan senyuman manis dibibirnya sambil berkata dalam hati 'please, jangan sok tegar, nggapapa, sekarang lu ada gua!'
Dikantin cewek cewek heboh karna kabar Erlang membawa seorang cewek ke UKS, dan dari teman sekelas Grane ada yang mengatakan kalau yang di bawa Erlang ke UKS itu adalah Grane. Axel yang mendengar berita itu langsung berlari meninggalkan Jessy dan teman yang lain.
Setibanya di UKS, Axel melihat Erlang memeluk tubuh mungil Grane dengan erat dan penuh kasih sayang, seperti yang biasa dia lakukan ketika grane sedih.