
Aku sedang menunggu seseorang dari atas bangunan semacam Colosseum seluas lapangan sepak bola ini ku lihat tempat ini mulai di penuhi dengan penonton,mungkin.
Namun aku melihat salah seorang gadis yang berdiri di tengah arena sambil memainkan pedang satu tangannya .
*via pov
Hmmpp kemana pemuda kurang ajar itu apakah dia takut atau memang tak peduli ,yang penting aku ingin mempermalukannya karena telah berurusan dengan ku ini juga sebagai pelajaran buat yang lainnya apalagi populeritas ku akan mendongkrak naik habis ini ahh ~senangnya.
Nampaknya tempat ini sudah ramai bangku penonton pun hampir penuh sepertinya,mengapa mereka sangat berisik itu membuatku kesal.
"Ahh Parchelia san aku mendukungmu ayoo hajarr dia"
"Hime samaaaa aku mencintaimu jangan sampai kalah ya"
"Himee lihatlah aku ke arah sini haaa"
Cihh mereka sungguh menjijikkan
Akupun tak Sudi sedikit pun menanggapi mereka.
BOOMMM...
sesuatu jatuh dengan keras debu berterbangan aku tak bisa melihat dengan jelas apa yang jatuh di depanku ,
"Uhh ternyata tinggi juga ya lumayan peregangan"ucap sesuatu di balik debu
Begitu pandangan ku mulai membaik yg ku lihat adalah seorang pemuda berambut putih dengan blazer serta kemeja putihnya membawa sebuah katana hitam mengeluarkan aura kemerahan begitu mengerikan aku sampai berkeringat hanya di dekatnya.
"Maafkan aku jika mengejutkan mu ,tapi sebaiknya cepat aku sedikit kelelahan hoamm"
Cihh apa apaan dia mengapa bisa setenang itu.
"Ehem baiklah karena kalian sudah disini aku yang akan jadi wasit nya harap patuhi aturan,pertarungan akan selesai jika salah satu dari kalian menyerah atau tidak bisa bergerak di larang membunuh lalu di larang membunuh mengerrrtii " ucap ryou sensei yg menjadi wasit/pengadil .
"Hn"
Kami berdua hanya mengangguk saja
Lalu akupun menyiapkan kuda kudaku dan pedang Ignite kesayanganku.
"Baik ,
1....
2......
3....
Mulaiiii...."
*author pov
Shiro kini hanya diam tak bergeming dari tempatnya berdiri meski pertarungan sudah di mulai dari tadi.
"Baiklah kalau kau tak mau maju duluan flames burst hiaaaat...." via pun berlari menerjang shiro yang hanya diam dengan pedang merah membara menimpa ke arah shiro
Ctingggnginggggg.......
Suara logam saling berdentingan namun hanya sesaat begitu debu mulai menghilang muncul lubang yg cukup besar di tengah arena namun pemuda tersebut tak lecet sedikitpun,tertimpa energi pedang yg begitu panas.
'huh' batin via
Menyadari lawannya baik baik saja ia melompat ke belakang .(salto)
Namun shiro hanya mematung melihatnya dengan wajah memerah.
"Heii kenapa wajahmu menjadi merah seperti itu apa kau sakit "tanya lawannya bingung.
"Putih..... Ahh maksudku dalaman mu
Berwarna putih ya" sontak shiro menyadari apa yang ia katakan langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"Sialaan kau mesumm apa kau melihatnya huhh!!!??" Dengan wajah kesal via meningkatkan aura membunuhnya.
"Ap apa aku tak melihat apapun kau salah mendengarnya pasti aha.ahahah" guyonnya.
"Kau akan ku habisi sekarang hiaaatt magic fire : Scalactit powerr " ucapnya
Seketika arena menjadi gelap dan shiro menyadari itupun melihat ke atas dan disana.
"Siall apa di benar benar berniat membunuhku dengan hujan batu meteor sebanyak ini" ucapnya
Shiro pun bersiap mengangkat pedang katana rampingnya lalu menciptakan sebuah gerakan.
" Kakorono Ryu , defense seribu pedang.
Seketika dentingan kembali terdengar begitu serangan via menyentuh teritori jangkauan pedang shiro .
Namun shiro tak mengalami luka sedikitpun bahkan keringat pun tidak , ia hanya menghela nafas berat.
via terpaku melihat serangan terkuat nya di tangkis begitu saja bahkan saat ia dalam keadaan terbaiknya.
Menyadari musuhnya lengah shiro melakukan serangan begitu cepat ,bahkan sulit untuk di lihat mata.
Secepat kilat shiro dengan tehnik penghentian waktunya ia melesat melakukan serangan.
Cupp..
via yang menyadari ada serangan dari lawannya tak bergeming hingga akhirnya ada sesuatu yang menyentuh bibirnya meski hanya sesaat .
Penonton yang melihat serangan yang begitu cepat tidak tahu apa yang barusan terjadi mereka hanya melihat teman mereka (via) tak bergerak sedikitpun dan beberapa saat kemudian ia tersungkur dengan lutut menopang badannya.
"Ak.. aku kalah" ucap via menyentuh bibirnya dan tak percaya apa yang barusan terjadi
Ryou sensei mengangkat tangannya dan mengatakan.
"Pertarungan kali ini shiro lah pemenangnya".
Banyak dari penonton yang tak terima melihatnya tanpa perlawanan berarti , bagaimana tidak seorang Ranker peringkat S melawan trainer (seorang tanpa rank ) dengan begitu mudah bahkan tak ada catatan tentang dirinya.
*Shiro pov
Aku yang melihat dia masih mematung terduduk di tanah langsung mendekatinya dan mencoba menenangkannya,dengan mengelus rambutnya
"Huhh~... Tenanglah kau memang kuat hanya aku saja yang tidak normal jadi jangan di sesali.."ucapku sambil menghela nafas.
"Kau , apa yang kau lakukan dengan padaku tadi " balasnya sambil menunduk.
"I...itu rahasia ahahha"aku tertawa canggung.
"Kau !!! ku tahu kau tadi menciumku apa benar~?"via
'****** aku..****** aku dia menyadari nya' batin ku
Bagaimana tidak karena hanya dia yang merasakan apa yang dilakukan shiro jadi pasti dia mengetahuinya. namun shiro menganggapnya sebagai hukuman karena gadis ini sudah bertindak sesuka hatinya dan merugikan dirinya, jadi ia mencoba berbohong.
"Ap apa maksudmu tadi serangan terakhir ku itu sejenis sihir ilusi permainan pikiran jadi mana mungkin itu benar, akupun tak tahu apa yang terjadi padamu, yoshh sampai jumpa lagi besok dah~" kataku
Akupun berbalik dan berjalan pergi namun ujung bajuku di tarik membuat ku tertahan menyadari itu aku kembali berbalik dan melihat ia sedang terduduk dan menangis .
'woi woi kemana cewek yg sebelumnya sangar dan suka menindas,mengapa menangis aduhhh apa yang harus ku lakukan malah aku harus kembali sebelum tubuhku kehabisan tenaga' pikir ku
" maaf tapi Yang ku rasakan itu sangat nyata tak peduli itu ilusi atau bukan kau harus bertanggung jawab,besok
Besok aku akan menemui mu jangan mencoba tuk kabur ataupun bersembunyi !!"ucapnya pelan dan masih menunduk
"Hihh... Ba baiklah kalau begitu sampai jumpa aku harus kembali ~!!" Balasku bergidik ngeri
Secepat mungkin aku berbalik dan pergi begitu keluar arena aku langsung teleport kembali ke asrama
"HuHHH .... Siallll apa yang sudah kulakukan hidupku disini tak bisa tenang sekarang Bangs*ttt.."
Aku memaki diriku yang semula ku pikir akan berjalan lancar malah menambah masalah yang ada.
Iyaa karena shiro sedang frustasi mari kita lihat keadaan via di arena
ARENA FLAME'S TRAINING
Di bangku penonton;
"Huhh aku tak percaya dirinya yang Ranker peringkat S semudah itu di kalahkan , mengingat siapa yang di lawannya hanya seekor cicak baginya ." Ucap seorang gadis bergaun merah dengan jubah merah juga tuk menyembunyikan wajahnya
" Hmm kau benar tak seharusnya seperti ini sepertinya kita ubah rencana kita dan membuat bocah itu berpihak pada kita bagaimana pun caranya" ucap pria bertudung di sebelahnya
"Apakah kalian bodoh dia saja yang anak ketua penyihir kerajaan dikalahkan dengan mudah pasti dia kuat kita harus mencari kelemahannya!!" Bentak seorang wanita berjubah biru membawa tongkat dengan bola kristal di ujungnya.
"Aku penasaran baiklah nanti akan ku kirim assassin tuk mengawasinya,jika beruntung sekalian ku culik dia fufufu~~" ucap gadis berjubah merah kembali
........
via yang masih menunduk berjalan keluar di sambut beberapa bodyguard nya dan langsung mengantarnya
Dengan mobil nya.
Selama perjalanan via hanya menunduk diam terkadang menggigit jarinya sendiri, melihat itu sang supir bertanya pada tuannya ini .
"Maaf putri apa kau baik baik saja apa perlu kita memeriksakan dirimu sebentar"ucapnya
"Tidak perlu pak Sebas, aku ingin cepat pulang"ucapnya singkat
Tak bisanya pelayan itu melihat keadaan tuan putri nya seperti ini, biasanya ia selalu bercerita mengenai teman-teman nya yang ia kerjai atau buly.
'lihat saja kau shiro aku pasti akan membalasmu hihihi ' batin via sambil tersenyum mengerikan.
><><><><><><><><><<><><>><><><><><><<<<>><><><><><><><><><><><><
Hallo kembali bersama saya author tamvan nan gantoeng ini (sfx ; di lempar sendal slawow sekomplek)
Ahh maaf maaf kalo begitu yang rajin nan pintar ini huaahah ....
buag bugh buag(sfx; di gebukin reader se jagat mangatoon)
Dah lah siall TO BE CONTINUE ajalah
TBC