
Hari ini shiro sedang jalan-jalan di pasar untuk membeli kebutuhan nya ia tak lupa ia membawa pedang kesayangan nya di pinggang bagian kirinya sambil berciul riang ia menyelusuri setiap pedagang , namun ia berhenti sesaat saat melihat kios yang bertuliskan Pet ntah mengapa ada yang aneh di sini sangat sepi dari pembeli seakan orang orang di sini tidak menyadari bahwa ada kios tersebut, dari pada rasa penasarannya membuatnya tak tenang ia berniat mampir.
"ada apa anak muda ada yang bisa aku bantu hm~ " ucap seorang nenek bertudung .
"Ahh.. tidak, tidak aku hanya berniat melihat lihat saja " ucapku
"Mengapa hanya melihat disini banyak barang bagus hm..hm.." balasnya
"Entahlah mungkin 1 atau 2 tak masalah "shiro
"Nah kalau begitu silahkan pilih yang mana kau suka !!" Ucapnya
"Hmm.... Bagaimana kalau telur biru disana berapa harganya ??" Tanyaku
"Bagaimana ya matamu cukup bagus untuk itu 1 jt tidak masalah seperti nya "ucapnya
"Oi oi tidak masalah bagimu tapi bagiku itu masalah besarrr!!!!" Balasku berteriak kesal
"Jadi 750 rb tidak kurang maupun lebih bagaimana ??"
"Hmm baiklah huhuhu .. semoga telur ini mengembalikan uang yang sudah ku keluarkan untuk nya " ucapku sedih.
Aku pun pergi meninggalkan kios tersebut namun ku merasakan energi tidak wajar dari belakang ku dan benar saja saat ku berbalik kios tersebut sudah tak ada ,hanya toko kecil yang sudah hampir hancur.
"Huuh..~ sudah ku duga ada yang tidak wajar di sana " kataku sambil memasukkan telur biru ini ke dalam dimension storage
Saat aku melewati jalan utama ternyata di sana sedang ramai entah ada apa akupun terpaksa bertanya pada orang di barisan sepanjang jalan tersebut.
" Permisi paman ada apa sampai ramai ramai seperti ini ?" Tanyaku.
"Oh bocah apa kau tak tahu itu ,lihat di sana seseorang yang ada di mobil putih disana adalah putra sulung dari keluarga bartania yang terkenal akan ketangkasan pedangnya " katanya.
"Ouwh begitu ya terima kasih paman"
Ucapku segera pergi ke asrama academy'
.................................. ..... ............................. .....
'Ahh... Siall mengapa ayah tak mengirimkan pelayan padaku ,aku cukup lelah hanya untuk belanja ke pasar' batinku
kemudian aku melihat jalanan di depanku terblokir dengan ratusan warga yang berkerumun.
"Aduhhh kepar... Ada apa lagi sekarang kenapa jalan ini di tutup juga ,apa ada orang menyebalkan lagi yang datangg... !!!!" Kataku berteriak.
'aree....?'
Sontak membuat semua orang melihat ku bahkan seseorang yang berada di tengah keramaian tersebut , melihat ku dari jendela mobil nya ia pun turun dari mobilnya dan bertanya.
" Apakah kami mengganggu perjalanan mu maafkan kami bila mengganggu perjalanan mu jadi silahkan lewat terlebih dahulu " ucap gadis manis memakai armor lengan dan kaki dengan rok merah .
Ia membukakan jalan untuk ku bahkan orang yang berada di pinggir jalan menyingkir menuruti perintah nya.
"Ah..ahaha terima kasih " ucapku tertawa kering
Akupun berjalan meninggalkannya namun aku mendengar banyak makian dari warga .
'rakyat tak tahu malu '
'orang tak berpendidikan berani sekali dia , masih untung tak di eksekusi olehnya'
Menyadari hinaan itu aku tak tahan dan berbalik .
"Woii warga sialan aku mendengar nya tahu memangnya mengapa bila dia putri gubernur apa aku harus takut HAHH..!!!?? " Kataku berteriak marah
Menyadari apa yang aku katakan aku sontak menutup mulut ku dengan kedua tangan.
Tiba tiba tanganku di pelintir kebelakang oleh penjaga yang menjaga di dekatnya .
"Maaf putri ,anda memang murah hati namun kita tak bisa melepaskan nya begitu saja setelah menghinamu " ucap sang pengawal/bodyguard tersebut .
" Hmm baiklah ayo kita bawa dia aku juga ingin mengobrol dengannya" ucapnya
Tanganku di borgol oleh sang bodyguard tersebut dan putri menyuruh ku masuk kedalam mobilnya , awalnya orang yang mengawalnya menolak keinginannya.
Aku pun di bawa ke rumah sang gubernur oleh mereka sambil menangis di dalam mobilnya memohon di lepaskan , melihat itu ia hanya tertawa kecil.
"Ahaha.. kau ini mana mungkin aku menghukumu mati tenang saja kau akan di maafkan jika menjawab pertanyaan ku bagaimana?" Tawarnya
"Hmm baiklah tidak buruk juga sepertinya" jawabku
"Ohh sikapmu langsung Kembali seperti biasa hebat juga ,apa kau tadi berpura pura hmm~" tanyanya
"Oke jadi apa pertanyaan nya hanya 3 pertanyaan akan ku jawab " ucapku menghiraukan pertanyaan nya barusan.
Ia berpikir sebentar sambil memegang dagunya
'aihh~~ kau sungguh imut hime sama..' batinku
"Oh ya kalau begitu pertama ceritakan tentang mu ?!! "
Hehehe ternyata dia cukup pintar ya jika dia menanyakan namaku itu sudah di hitung satu, tempat asal dua ,jadi ia meminta menceritakan agar mendapatkan semua informasi dalam 1 pertanyaan singkat sungguh layak jadi seorang Putri.
"Ahh bukan orang yang spesial hanya seorang anak yang di suruh orang tuanya pergi belajar dan mencari pengalaman hidup itu saja tidak lebih ! " jawabku
"Kedua, dimana kau belajar di ibukota ini jelaskan tempatnya?"
"Lagi lagi... Di Batavia academy' dekat dengan ibukota kau pasti tahu kan daerah ini juga bagian dari wilayah kekuasaan ayahmu ," jawabku,lagi.
"Hmm terakhir,kau harus membantuku menjauhkan putra sulung dari keluarga bartania yang kutemui 1 bulan lalu ,ia ingin melamar ku jadi kau akan berpura pura jadi kekasih ku bagaimana jika 'iya' kau selamat jika jawab 'tidak ' maka kau mati hm~ ??" Jelasnya panjang lebar.
Mamvoos aku...mamvous aku....
"hei bukankah itu berarti 2 pertanyaan sebelumnya itu tidak berarti kan ??!!" kesalku
" ^-^ " dia hanya tersenyum.
" Yah lagi pula tak ada ruginya berpacaran dengan putri gubernur yang cantik nan manis kan" ucapku tersenyum.
Menanggapi itu ia pun hanya tersenyum ringan namun masih terkesan manis .
™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™
Yoo kita jumpa lagi mohon vote like and koment untuk bahan bakar Thor menulis cerita okee~~
See you.
TBC