
Di era yang begitu maju seperti sekarang banyak perusahaan besar yang sedang bersaing di dunia game, mereka berlomba-lomba menciptakan game yang di mana ke realitisan dari sebuah game begitu nyata hingga akhirnya sebuah perusahaan besar dari tanah matahari terbit berhasil menciptakan sebuah alat yang bernama VR gear/ virtual reality gear(alat) Hyptech gaming adalah nama perusahaan terkenal akan game yang di ciptakan nya yaitu Hyper'sword Online.
Roselia saat ini sedang menikmati game yang diciptakan oleh ayahnya namun ia bermain hanya untuk kesenangan nya sendiri,namun semua permainan begitu menarik saat dirinya bertemu seorang pemain bernama Reis't saat dalam kesulitan tahun demi tahun mereka habiskan bersama hingga timbul rasa terhadap pemuda tersebut ,di saat ia bertekad tuk mengungkapkan perasaannya ia melihat bahwa akun dengan nama tersebut tidak pernah muncul kembali bahkan saat ia massage di frendlist nya berbulan bulan ia menunggu namun tak ada kabar juga ia pun memutuskan tuk pensiun dan menjalani kehidupan nyata.
Hingga saatnya sang ayah menyuruh nya tuk bersekolah di sekolah khusus bakat ia setuju ,tapi ia memberikan syarat kepada kedua orang tuanya bahwa ia hanya ingin sekolah di mana ia mau ayahnya pun menyetujuinya.
Dirinya mengingat bahwa pemuda yang di sukai nya tinggal di Indonesia dan berharap akan kembali bertemu kembali dengannya hingga akhirnya ayah nya mengirim ia tuk tinggal di rumah yang sudah di beli keluarga nya di tanah Jepara sudah hampir satu tahun ia tinggal di sana hingga sudah saatnya ia pergi ke ibukota meninggalkan rumah nya dan tinggal di asrama namun ia tak lupa mengajak beberapa maid /pembantu rumah tangga nya tuk ikut.
*Roselia pov
"Hah~ akhirnya waktu yang kutunggu tunggu datang juga semoga keinginan ku terkabull ..!!" Ucapnya
Hari pun semakin siang aku dan para maid sedang di perjalanan dari rumah karena jaraknya cukup memakan waktu dan juga Djakarta seperti kabarnya macet.
*(Ini j*k*rta gaes... Kalo kg macet j*k kosong namanya ~ )Thor koment
4 jam lebih aku akhirnya sampai dan turun dari mobil ,aku melihat banyak sekali orang di depan academy' Batavia aku dapat mengetahui nya dengan browsing tentang tempat ini sambil berharap bertemu dengan nya kembali , orang bodoh pun tahu begitu masuk kesini terpampang gapura besar bertuliskan BATAVIA Academy' jadi ku rasa tak ada orang bodoh disini , sepertinya.
Aku menemui kepala sekolah lalu menyerahkan surat dari ayahku lalu memilih kamar asrama niatnya seperti itu namun apa daya ayahku sudah membuatkan mansionp besar di sebelah asrama murid .
*Sudah 2 Minggu aku menjalani nya namun tak ada hal berarti hanya sebagian anak laki-laki yang memenuhi lokerku dengan surat sampai membuat ku pusing membereskan nya kembali di saat adanya penentuan peringkat atau rank guruku Mina memanggil ku ke ruang guru dan ia menyarankan aku tuk ikut secara terpisah dan langsung melakukan uji rank tingkat S meski ku terkejut namun ku tak bisa menolaknya dan hanya mengiyakan saja.
Akupun mengambil rank tersebut meski sulit hal yang harus di hadapi yaitu melawan seekor Salamander hitam raksasa di danau belakang asrama .
"Ehemm sensei dia kah lawanku?"tanyaku.
"Yapps~ dia lawan mu dia pet atau hewan peliharaan ku jadi kamu tenang saja dia tidak akan menyakitimu secara berlebihan" balasnya dengan senyum
"Nah Roku tolong kau uji dia ya fufu~"
Ucapnya lagi
"Baik, masterku laksanakan "ucap kadal tersebut dengan bangga
• woi kau author sialan kenapa kau ikut ikutan juga memanggil ku kadal huh??
° ouwh ya sudah aku sebut cicak saja!!
•jangannn.... Sial itu lebih buruk ya sudah kadal harus sang kadal oke huhahahhah ...
Lia menatap tajam kearah musuhnya kini ,hingga alecia sensei mulai bicara kembali.
"Ehem baiklah kita mulai kan saja ya~
1~.
2~.
3~ mulaiiii....!!!!"
Aku membentuk pedang dengan mana dan angin yang di perpadat dengan cara di pokuskan dan daya imajinasi yang di perkuat,aku langsung menerjang nya begitu sudah dekat aku bersiap menebasnya .
"Hiaaaatt....."
Namun sayang dia memutar badan dan memukul kembali menggunakan ekornya,aku terpental cukup jauh
'ciih.. untung masih sempat mengaktifkan mana Shield damagenya besar juga gawattt' batinku.
Aku melihat jam yang di berikan sensei untuk memvisualisasikan kekuatan dengan bentuk angka.
"Status"
Nama: Rosellia Mineru
Umur : 16. th
Level. : 34
Rank. : A
Race : human
Hp : 3.800/4200
Mp : 3800
STR : 650
AGI : 508
VIT : 480
INT : 232
Element; angin,air
Sub Element; none
"Hmm tidak buruk mari kita lihat lawan kita "kataku
Nama: Roku
Umur : 127 thn
Rank. : S
Race : Salamander
Mp : 5600
STR : 850
AGI : 708
VIT : 580
INT : 118
Element; angin
Sub Element ; kegelapan
'wow lumayan tangguh juga ya tapi bagaimanapun aku harus mengalahkan ya' pikirku
Aku kembali melesat namun berhenti saat sudah dekat.
"Wind Blade triple burst "
Tiga pedang angin melesat namun hanya menghasilkan luka yang tidak begitu berdampak padanya.
" Hmm kalau begitu giliran ku darkness aura "
Seketika area sejauh 200meter berubah menjadi kabut hitam
Aku merasakan tekanan yang luar biasa berat , berusaha menyerang dengan sihir area juga
"Water of despair ;water tornado "
Kabutnya menipis namun tiba tiba ada serangan yang datang menyadari itu aku kembali mengaktifkan mana Shield .
"Huahahha serangan kejutan dariku ternyata masih tertahan ya "ucap sang kadal ,ia kembali melayangkan cakarnya Lia hanya menangkis menggunakan pedang anginnya
CTANkk CTINKK Ctingg..
Kami beradu serangan selama 1 jam namun keadaan tak berubah mana ku juga mulai menipis ' aku harus menyelesaikan nya dengan cepat' pikir ku
Aku mundur kebelakang menjaga jarak lalu menyiapkan ultimate magic skill
"Terimalah serangan ku frost Flower
Fairy sword !!! " Ucapku lantang
Aku memfokuskan lingkaran mana di atas kepalanya dan akhirnya ia tertindih oleh skill ku badannya terjebak dalam bunga mawar yang membeku karena skill ku belum selesai sampai di sini aku menciptakan kembali sepuluh pedang angin di sekelilingnya .
Dan ternyata benar muncul retakan dan akhirnya es tersebut hancur
Aku kembali meluncurkan serangan melompat ke tengah tepat di atasnya lalu mengumpulkan ke sepuluh pedang dan menusuk tajam ke arah nya.
'Ahhh ternyata serangan ku meleset ya'
Aku melihat punggung Salamander tersebut mengeluarkan darah ,meski yang ku incar kepala.
"Aku, aku mengaku kalah "
Tiba tiba sang kadal angkat bicara
Hahh....haah....hahh..
Aku yang masih mengatur nafasku tak tahu harus bicara apa baju ku sudah banyak yang robek tidak karuan ,bila aku melanjutkan pertarungan ini aku akan kalah sebagian tubuhku tak bisa di gerakan.
"Waah ..wahh ternyata seorang gadis seperti mu mampu mengurangi hp nya sampai tersisa sedikit,cukup hebat juga baiklah mari aku bantu~"
Ucapnya sambil membantu menopang tubuhku
"Ahh terimakasih mohon bantuannya"balasku
Kepala sekolah alecia membantu ku berjalan namun di saat sampai di lobi aku melihat seseorang yang familiar bagiku berada cukup jauh di depanku ,dia di gerbang academy' bersama dengan seseorang.
Karena begitu bahagia aku melepaskan tangan alecia sensei dan mulai berlari terpincang-pincang meski harus jatuh beberapa kali aku tak mempedulikan rasa sakit ini kebahagiaan ku jauh lebih kuat darinya hingga akhirnya aku berada di belakangnya dan memanggilnya.
"Re.. Reis't... Kau kah itu ???"
ucapku yang mulai mengeluarkan air di sudut mataku.
Menyadari dirinya di panggil pemuda itu berbalik ,betapa terkejutnya ia melihat keadaannya saat ini.
" Lia sedang apa kau..!!! Mengapa ... mengapa keadaan mu ...???" Ucapnya terbingung.
Tanpa pikir panjang aku langsung menerjang dan memeluk nya sekuat tenaga, tangisanku pecah saat ini juga.
"Mengapa,mengapa kau menghilang bahkan tak memberi tahuku ,apa aku tak berarti bagimu,mengapa mengapa kaku tak dapat di hubungi hiks......hiks.....hikss..." Tanyaku tanpa henti sambil menangis se keras kerasnya
Ia kemudian membalas pelukan ku dengan lembut dan berkata
"Maafkan aku yang bodoh ini Sekarang kau bisa tenang ,aku takan kemana mana lagi " ucapnya sambil mengelus rambut ku perlahan
Akhirnya aku yang sudah tidak dapat menahan kesadaran ku dan pingsan seketika .
```````````````````````````````
Hallo semua , salam reader niatnya aku ingin membuat cerita tentang shiro dan Lia saat bermain game dahulu ya tergantung vote saja.
Ja...ne ~~ see you TBC....