The Fall Of Blessing

The Fall Of Blessing
CHAPTER #1 >Hari pertama<



Ciitt...cuit..ciitt...


'uhhh...' perlahan sinar matahari masuk melalui celah jendela kamar ku,terdengar berbagai kicauan burung seperti menyuruhku cepat bangun.


"Shiro.... Cepat bangun ibu Sudah siapkan sarapan.. ayo turun" teriak seseorang di balik pintu kamar ku.


Perlahan ku buka kedua mataku 'silau' " yaa Bu... Aku bangun.." ucapku sedikit berteriak.


Ku bangkit dari tempat tidur lalu menunju kamar mandi terlebih dahulu, lalu beberapa kegiatan kecil sprti,mandi,berpakaian dan merapikan rambut.


"Hoaammm..." Sambil menguap diriku menuruni tangga,


Ternyata sudah ada ayah dan ibuku di sana menunggu ku.


Setelah duduk dan menyelesaikan makan dengan tenang tiba tiba ayah ku bertanya.


" Shiro apa kau sudah siap pergi ke kota tuk belajar disana?!"


'hukk..' tiba tiba aku tersedak minuman ku .


" Apa maksud ayah ?" Tanyaku


" Apa kau lupa bahwa anak berusia 16 tahun yang memiliki mana  dalam dirinya di wajibkan bersekolah di Academy ?!" Jawabnya.


" Aha..ha..ha " aku hanya tertawa kering.


" Nah Shiro ini waktunya kau keluar dari mansion ini dan melihat dunia luar jangan hanya malas malasan saja !!" Celoteh ibuku


"Baiklah dua hari lagi pendaftaran nya di mulai, tapi kau tenang kau masuk lewat jalur undangan jadi terlambat pun tak apa huahahah" ucap ayah menyombong kan dirinya


Siangnya ayahku Reyhan reis't, mengajak ku berlatih pedang namun aku hanya mengacuhkannya dan beralasan tak enak badan.


Dan begitu pun esoknya.hingga akhirnya waktunya aku meninggalkan mansion(meskipun hanya rumah berlantai dua).


Pagi hari....⛅


Setelah sarapan aku menyiapkan pakaian dan beberapa barang yg perlu di bawa meski ibuku memasukan barang tak penting aku hanya menaruhnya dalam dimension storage milikku.


Dimension storage adalah sihir milik ibuku .dia yg mengajariku di karenakan aku anaknya ia mengatakan bahwa aku bisa ini adalah salah satu sihir special miliknya.


Ibuku Clerine Flesia adalah seorang Sage berelement angin ia mendapat gelar Sage di karenakan sub elemen special miliknya yaitu dimension world ia mampu berpindah tempat semaunya menggunakan dimensi, semacam teleport.


Sedangkan ayahku seorang pengangguran yang jago dalam berpedang, apa gunanya . dan


Elemen nya cahaya 'cihh pantas ia cepat' batinku .


"Hidan tolong kau jaga baik baik anakku hingga sampai tujuan" ucap ayah yang sudah di luar mengantar kepergian ku.


"Baik tuan saya akan menjaganya" balas pelayan sekaligus supir dari sedan hitam di depan ku.


"Hu.. hu... Shiro jgn lupa kabari kami jika sudah sampai ya" ucap ibu sambil menangis tersedu sedu.


"Hmm.. baiklah jangan khawatir kan aku -_- " jawabku


"Okee sebaiknya kita pergi tuan muda" ucap pelayan berbadan tegap dgn rambut sebagian sudah memutih itu hidan.


Aku memasuki mobil tersebut dan akhirnya hidan menjalankanya setelah lamanya melambaikan tangan.


"Hidan berapa lama kita sampai disana ? " Tanyaku


"Sekitar 7 jam tuan muda karena jarak dari Bandoeng ke Djakarta cukup jauh dan pasti macet" jelasnya.


"Baiklah nanti bangunkan aku bila sudah sampai"ucap ku.


"Baik tuan muda"balasnya.


...<<<<<<>>>>>>....


"Tuan tuan... Kita hampir sampai" aku merasa ada yg mengguncangkan tubuh ku terbangun.


Aku membuka mataku melihat keluar kaca dan melihat sebuah bangunan besar megah nan mewah berwarna putih.


"Hidan sebaiknya kita coba cari apartemen atau hotel di sekitar sini terlebih dahulu" ucapku.


"Baik tuan"balasnya.


Setelah hidan mencari sebuah tempat tinggal sementara dan aku mendapatkan kos kos an dekat yang dengan Academy ini 'hah kos kosan mengapa derajatnya turun drastis '  sebabnya aku tak lama hanya semalam dan esok akan tinggal di asrama Academy lagipula hanya aku Tak masalah.


" Hidan kau kembali lah ke mansion" perintah ku padanya.


"Baik tuan muda" balasnya


Setelah aku mengambil barang barang ku di mobil ku dengan cepat masuk ke dalam kamar kos ' di lantai 3 ya ' batinku sambil melihat kunci kamar no 43 .


Ahh sampai lalu aku masuk dan hanya menaruh barang disekitar lalu tertidur karena kelelahan.


🌙 malamnya


"Ahh sudah malam tak terasa juga " kataku .


Lalu menyiapkan mie instan yang aku beli di minimarket waktu mencari tempat ini.


Sebenarnya hari ini adalah tes masuk sekaligus pendaftaran nya namun kata ayah ku tak apa telat beberapa hari ya sudah aku istirahat dulu saja.


......................................................................


Pagi hari


Aku terbangun dan melihat kearah jam tangan ku.


"Hoammm jam 6:45 sudah pagi ya aku masih lelah hoaamm.. tapi mau bagaimana lagi"eluhku.


akuu langsung bergegas mengenakan


Setelan serba hitam hanya sepatu saja berwarna merah marun dan hodie hitam dengan sedikit bercak bercak putih. Lalu ku keluarkan pedang model katana berwarna hitam dengan ukiran di gagang nya bertuliskan sword of oath guard .   dan menaruh nya di pinggang kiri ku.


Lalu bergegas membawa semua barang ku meskipun hanya sebuah tas ransel sedang ,setelah menyerahkan kunci kamar ke pemilik kos aku berjalan kaki menuju Academy.


Karena jarak nya tak begitu jauh hanya 500 meter saja dari gerbang Academy ini .


'hmm.. jdi ini namanya Academy itu ya' gumamku.sambil melihat gerbang yang begitu besar di depan ku.


Ntah mengapa tatapan mereka(murid) menatap aneh ke arahku namun ku tak menghiraukannya dan terus berjalan hingga ada seorang siswa laki-laki nampaknya lebih tua dariku,


Rambutnya berwarna kuning bermata hijau ia mengenakan blazer hitam dengan garis merah dengan lambang sekolah di dada kirinya


Menghentikan ku.



"Ahh tunggu sebentar seperti nya kau tidak mendengarkan saat pidato OSIS kemarin ya"ucapnya


"Apa maksudmu aku baru masuk hari ini " tanyaku.


"Ouwh maaf tapi sepertinya kau sudah terlambat mendaftar kawan "balasnya


"Maaf aku tak mendaftar, aku di undang" jawabku dingin


"Ahh maaf kalau begitu sebelumnya, aku ken Hazard nah mari ikuti saya " ajaknya.


Aku hanya diam sampai dia membawaku ke lantai 3 di depan ruangan bertuliskan kepala sekolah


Lalu ia masuk akupun mengikuti nya.


"Selamat pagi Bu kepala sekolah saya kemari membawa murid undangan" ucap Ken


"Baik Bu kepala"balas Ken


Setelah Ken keluar kepala sekolah itupun menatap ku.


"Jadi dari keluarga mana kau berasal anak muda "ucapnya tersenyum


'ahh aku ingat ayah memberi surat yg akan memudahkan ku bila di tanya '


Pikirku lalu akupun mengeluarkan surat dari saku celana ku sebuah amplop berwarna emas dengan list pinggir merah bergambar ular.


Akupun menyerahkannya


"Ini "balasku singkat


Ia pun mengambil nya dan membacanya lalu datang padaku dan memelukku. -_-?


"Ahh Shiro aku sangat rindu padamu terakhir aku melihat mu saat kau berumur 3 tahun"ucapnya


"Ano.. kau siapa??"tanyaku


"Aku alecia walgleri kepala sekolah dan anggap saja bibimu okee"jawabnya dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Ayahmu menitipkan mu padaku dan kau ku beri kebebasan dalam belajar disini mulai dari kelas sampai jam istirahat tapi jangan membuat masalah oke itu kesepakatan nya tentanglah mudah bukan" ucapnya kembali


Kemudian akupun jalan di lorong dengan secarik kertas bertuliskan 1-A


Setelah lelah berkeliling akupun menemukan kelas bertuliskan 1-A,


Aku membuka pintu yg tingginya hampir 3 meter itu.


Kriettt...


"Permisi"ucapku


Hening....zingggg....


Semua nya menatap ku


Kemudian seorang pria paruh baya berambut hitam mengangkat suara .


"Ouwh seperti nya kita kedapatan teman baru lagi rupanya ayo kemarilah " ucapnya lembut


"Nah ayo kenalkan dirimu pada teman temanmu !!"lanjutnya


"Aku Shiro salam kenal " ucap ku dingin


"Nah coba beritahu elemen mu dan jelaskan mengapa kau masuk ke Academy Mist Batavia Shiro"


"Ouwh jadi nama tempat ini Academy Mist Batavia ya ?! " Ucapku dengan menaruh tangan di dagu.


"""Ehhhhh......""""   Sontak seisi kelas terkejut. Bagaimana mungkin seseorang yg ingin bersekolah di sekolah yg ia tuju namun tak mengetahui nama sekolahnya.


"Jadi kau tidak tahu nama Academy ini ya ? Hadeuhh sebenarnya dari mana sih kau berasal!!" Ucap guru tersebut sambil memijit keningnya


"Hahhh ..sebaiknya kau duduk sebelum pelajaran dimulai nah ayo kau pilih tempat duduk mu "suruhnya


Sambil menghela nafas


Aku pun pergi ke meja belakang dekat jendela melihat ke bawah cukup bagus dari atas sini *lantai 3* rupanya.


"Nah anak anak sebelum dimulai sensei akan mengenalkan diri kembali nama sensei Darius sebagian mungkin sudah mengenal sensei" ucapnya


Pelajaran hari ini hanya mempelajari dasar-dasar dari ilmu sihir dan pembagian elemen nya contoh nya seperti . Elemen api ,air,tanah,angin dan petir. Untuk sub elemen adalah tingkatan kedua dari penggabungan elemen utama seperti elemen es,tumbuhan, halilintar dan lainnya.


Untuk sub elemen special , cahaya kegelapan,demension,timer/waktu, nature manipulasion.


Sisanya penjelasan cara pengembangan bakat masing-masing.


"Ahh akhirnya bebas juga" eluhku karena telah berhasil kluar dari berbagai macam pertanyaan teman teman di kelasnya .


Kali ini aku sedang berjalan ke kantin sembari berkeliling sekolah namun aku terlalu malas dan akhirnya hanya membeli 3 buah roti isi lalu mencari tempat sepi nan nyaman tuk memakan nya 'sepertinya di ketinggian bagus suasananya' dan aku mencoba ke atap sekolah karena tempat ini yang paling tinggi.


Krieett...


Akupun mencoba membuka pintu atap di depan ku yang ku lihat adalah ada seorang gadis berambut coklat karamel sedang berdiri di pinggir atap lalu tiba-tiba ia menjatuhkan dirinya ke bawah.


"BAHAYA..." refleks aku mengejarnya dan langsung ikut melompat berusaha meraih nya , gedung sekolah ini memiliki 5 lantai begitu jatuh dari atas badanya akan hancur berkeping keping.


Ku percepat jatuhku menggunakan sihir kilat yang menyelimuti tubuh ku berusaha memeluknya dari belakang dan akhirnya .


BUMMM..


sebelum tubuhnya menghantam tanah aku berhasil meraih nya dan akhirnya malah tubuh ku yg menghantam tanah, aku membalikan tubuh ku sebagai tumpuan gadis ini.


"Ughh sial.. sekali aku hari ini badan ku terasa sakit dan pegal semua" ucapku sambil membenarkan posisi tuk duduk , melihat ia yang tak sadar di pelukan ku 'sepertinya ia pingsan'


Akhirnya aku mencoba berdiri dan membopong nya ke UKS . banyak murid yang berusaha melihat kejadian ini alhasil pandangan mereka ke arah ku yang sedang membopong seorang gadis di kedua tanganku, namun ku menghiraukannya dan terus berjalan mencari ruang UKS .


Aku masuk tanpa memberi ketukan ataupun salam dan langsung membaringkannya di atas tempat tidur, dan langsung meninggalkan nya.


"Ahh tunggu kau juga harus di obati di sini"ucap seorang guru berambut ungu seperti nya ia penjaga UKS ini.


"Tak perlu aku baik baik saja"ku hiraukan saja perkataanya akupun langsung meninggalkan UKS dan kembali ke atap sekolah .


Di atap gedung sekolah....🏫


Akupun mencari tempat dan bersandar di bangku panjang setelah mengambil roti milikiku yang sempat ku jatuhkan tadi.


"Ughh siall... Sakit sekali punggung ku" erangku lalu ku mencoba merebahkan tubuhku dan mulai memejamkan mata.


...................................~................................


'ukkhh sial tubuh ku masih sakit, ehh.. tunggu apa ini di bawah kepalaku terasa lembut empuk dan nyaman sedikit lebih tinggi dari sebelumnya' pikirku bingung.


"Halloo... Apa tidurmu nyenyak hmm??!" Ucapnya dengan tersenyum manis.


Melihat ku bermuka keget, ia terbingung.


"Ekhh?"


"EHHHhh......" teriak ku


"Siapa kau"tanyaku begitu aku ingin mengangkat kepala ku di tahan olehnya.


"Aku........."


                                                      TBC.....


            


,,,,,,,,,,,,,,,,******,,,,,,,,,,,,,,,,,


Hallo reader's bertemu kembali bersama saya Shiro Nether's


Oke ane mau coba apa jadinya di bumi ada sihir tapi kita buat si MC malang biar kg sombong kikikiikik...


Nah buat dukung ane mohon.....


VOTE LIKE AND SUBREKK eh salah COMENT maksudnya.


Nah see your next chapter gaess...