The Fall Of Blessing

The Fall Of Blessing
Tuan Putri Ceroboh !



'hoaamm' aku mencoba bangun dari tempat tidur ku karena sinar matahari sudah memasuki celah celah jendela kamar ku.


Aku melihat jam weker sekilas yg berada di atas meja samping tempat tidur, menunjukkan pukul 6:35 .


aku lekas beranjak mandi ,memakai seragam yg di sediakan sekolah dan memakan sarapan telur mata sapi dan roti lapis ,yg di buat pelayan Salma.


Lalu bergegas turun


"Hallo selamat pagi salma" ucapku pada anak pemilik rumah ini


"Ahh pagi juga Shiro apa tidur mu nyenyak ?"


balasnya dgn senyum manis khas nya,yg cocok dengan rambut perak miliknya ia sangat cantik menurut ku umurnya berkisar 16 an.


'ntah lahk aku pun bingung kepala sedikit pusing akibat memakan masakan ibumu semalam, pantas suasananya begitu tegang semalam' batinku


Melihat ku tersenyum kecut ,ntah mengapa wajahnya ikut masam,


'Sepertinya ia mengerti hehehe'


Aku langsung berjalan menuju akademi di hari kedua ku,aku tidak menggunakan kereta kuda atau yg lain karena jarak nya cukup dekat hanya 1/2 km dari rumah ini


sambil menikmati suasana kota


Tak butuh waktu lama tiba di depan gerbang akademi beberapa senior dengan sebuah kain berwarna merah di lengan mereka berlambang akademi yaitu dua buah pedang menyilang dengan sepasang sayap hitam putih mulai berjaga 'sepertinya mereka OSIS ?!! ' pikirku


Saat aku berjalan masuk langkah ku di hentikan oleh laki-laki berambut merah.


" hmm.. tunggu sebentar siapa anda mengapa berjalan dari luar akademi ?" Ucapnya


"Lalu siapa anda?" Balasku


"Ohh maaf saya kazuma wakil ketua OSIS salam kenal " jelasnya denga sedikit tersenyum.


"Saya Shiro,murid tahun ajaran awal "ucapku acuh lalu berjalan meninggalkan dia, beberapa temannya nampak geram seperti nya.


Tapi aku tak peduli, memang hal ini membuat mereka kebingungan pasalnya murid akademi semuanya tinggal di asrama sekolah tapi kepala sekolah memberiku kebebasan untuk bertingkah sesuka hati di sekolah.


"Hahh.. jika bukan karena dia si nenek tua yang memaksaku aku tak mau bersekolah seperti ini huhhh" gumamku sambil menghela napas.


Aku mempercepat langkahku di lorong kelas sesampai di depan ruang kelas aku terpikir 'mengapa sepi sekali di dalam ?'


begitu ku buka ternyata sudah ada guru berbadan kekar dan berotot di dalam sedang mengajar.


"hoi bocah mau sampai kapan kau berdiri di situ ayo masuk !! " ucapnya.


"ehh iya pak "


pelajaran sejarah ini tak penting menurut ku karena sebagian besar aku sudah tahu lagipula membaca novel ini juga malas membaca sejarahnya yang panjang dan membosankan/ (author nya emang males ).


°baca deskripsi aja sama......


*kringggggg.....*


'ooh sudah istirahat kah perut ku mulai bergejolak sang cacing mulai  demo' Lalu aku memutuskan ke kantin untuk membeli beberapa camilan pengisi perut.


~*Di Kantin*~


Saat ini aku sedang memilih apa yg akan kumakan,tiba tiba pundak ku di tepuk oleh seseorang.


"Hei kawan apa kau kesulitan memilih kah?" katanya


Begitu menoleh aku melihat seorang laki-laki berambut kuning keemasan


"Ahh sepertinya begitu " kataku singkat


"Pilih apa yang membuatmu kenyang saja bukankah itu cukup" balasnya tampak curhat.


" Baiklah kau..?." Tanyaku


"Ohh maaf namaku zenar ciel serald salam kenal" ucapnya sambil tersenyum.


"Hn salam kenal" ucap ku datar nan singkat


" Hei kau tidak apa apa?" Tanya ku dan masih menunggu uluran tangannya.


"Cihh.. dasar rakyat miskin tak tau diri bukannya meminta maaf malah mengasihani ku " ucapnya dengan nada sarkasme dan merendahkan.


Kemudian ia bangun dengan sendirinya dan di bantu teman teman perempuan nya akupun menarik tangan yg sempat aku ulurkan padanya


'sebaiknya aku pergi saja dan tak perlu berurusan dengannya' batinku


Baru saja ku berbalik badan tak di sangka sebuah apel merah melayang ke kepalaku menyadari itu aku berbalik dan menangkapnya.


"Sebaiknya anda jaga perilaku anda tuan putri " ucap ku dengan nada tegas dan menekan


" Benar, apa yang kau lakukan nona Lia?" ucap Zen


"Tentu saja membalas pria tak tau diri ini karena telah menjatuh kan makan siang ku " balasnya ketus


"Bukannya kau yang menabrak duluan" ucapku tersulut amarah


"Aku tak peduli kau harus bertanggung jawab atas makan siang ku , aku akan menghajar mu nanti sore. Di arena pertarungan flames"


Katanya dengan melemparkan sarung tangan putih nya ke wajah ku.


"Aku tidak mau dan aku tidak peduli"


Ucapku dengan pokerface.


"Tunggu ketua apa yang anda lakukan anda yakin ingin melawan Ranker kelas berapa ya?? itukan tak sebanding dengan mu denganmu Rank S ketua" ucap Zen panjang lebar.


"Aku tak peduli jika kau tak datang jangan harap hidup mu tenang fufufu.. he.... Kemana dia awasss kau nanti br*ngs*kkk" lanjutnya mencoba mengancamku.


Tapii......


Begitu mereka selesai berdebat dan menyadari nya bahwa aku sudah pergi dari sana,aku pergi ke atap akademi karena menurutku hanya disana tempat yang membuatku tenang dan nyaman.


Aku merebahkan tubuhku di kursi panjang di pinggir pembatas gedung


'tidak buruk di atas sini,apa aku harus datang kah menjawab tantangannya


yahh untuk peregangan tubuh ku tak apalah seperti nya' pikir ku


aku mencoba memanggil pedang kedua ku jika yang satu selalu ku bawa namun dililit perban yang ini berbeda.


"Baiklah...."aku berdiri menjulurkan tanganku ke atas seakan menjangkau langit.


" DESPAIR IS PUNISHER TO BE UNDEAD "


Langit mulai menggelap seakan ada kematian yang akan turun.


" THIS SWORD IS CALLING THE OUTHER KEPPER "


Angin mulai terasa seperti badai ,lalu petir pun menggelegar di atas sana


" I CALL YOU SWORD OF DARKNESS "


Kemudian sebilah pedang sangat besar jatuh dari langit perlahan mengecil dan akhirnya menancap di depan ku .


Aura kegelapan yang dingin sangat menusuk hingga tulang tapi aku sudah terbiasa dengan ini .


"Lama tak jumpa ROSELLIA " ucap ku lalu aura kegelapan nya smakin pekat hingga berasap hitam menelan pedang itu kemudian asap itu menghilang menyisakan seorang gadis cantik berambut hitam panjang sepinggang dengan mata merah tanda bahwa ia ras iblis (hanya perwujudan roh senjata soul weapon bukan ras asli )



"Senang bisa bertemu lagi denganmu  master ara..ara...kau tambah tampan " ucapnya dengan jari telunjuk di bibirnya sambil menggoda.


"Baiklah aku punya hadiah untukmu"kataku sambil tersenyum jahat.


°LIKE


•VOTE AND


°COMENT