
Hari berganti. Saat ini, Lin Jiang berjalan bersama Zhou Lan. Keduanya berjalan-jalan di keramaian pasar. Menghirup udara segar sambil memikirkan permasalahan kemarin.
Suasana pasar cukup ramai. Lin Jiang dengan kipas miliknya berjalan dengan tegas dan berwibawa. Menjadi idaman para gadis di sana. Sedangkan Zhou Lan mengikuti langkah Lin Jiang dalam diam. Pemuda itu tengah berpikir keras. Terutama, cara dia bisa kabur dari pandangan Lin Jiang.
"Zhou Lan, apa kau mau membeli sesuatu di sini?" tanya Lin Jiang.
Zhou Lan menggelengkan kepala pelan. Pemuda itu memasang raut datarnya. Membuat Lin Jiang mendengus pelan.
"Ayolah! Kemarin kau memiliki ekspresi di wajahmu. Kenapa sekarang kau kembali memasang wajah datar itu?!" ucap Lin Jiang.
Zhou Lan mengedikkan bahunya. Pemuda itu berjalan mendahului Lin Jiang. Melihat sekitar dengan seksama.
Samar-samar, Zhou Lan merasakan ada aura gelap berada di sana. Sebuah aura yang mirip seperti aura mayat hidup di Gunung Weiyin. Pemuda itu mempercepat langkah kakinya.
"Eh, eh, Zhou Lan, kau mau ke mana?! Hei, tunggu aku!" Lin Jiang ikut mempercepat langkahnya mengikuti Zhou Lan.
Ternyata, aura itu berasal dari sebuah toko musik yang ada di sana. Toko musik itu menjual guqin, seruling, sitar dan beberapa musik tradisional lainnya.
Zhou Lan memerhatikan toko musik itu dengan seksama, "Lin Jiang, kau merasakan sesuatu yang aneh dari sana?"
Lin Jiang mengerutkan dahinya. Pemuda itu mempertajam kemampuan pendeteksinya. Matanya menajam ketika merasakan ada aura yang dikatakan oleh Zhou Lan.
"Aura ini, mirip seperti aura di Gunung Weiyin", ucap Lin Jiang.
Zhou Lan menganggukkan kepalanya. Pemuda itu menghela napas, "Ayo masuk". Zhou Lan menarik Lin Jiang masuk ke dalam toko.
Toko musik itu cukup ramai pengunjung. Lin Jiang dan Zhou Lan bahkan tidak sengaja menabrak beberapa pelanggan. Keduanya tetap fokus mencari sumber aura aneh itu berasal. Tapi, keduanya tidak kunjung menemukannya.
"Aura ini seperti aura hitam. Kau tahu kan? Berasal dari kekuatan kegelapan. Mencekam dan membuat kita seperti berada di tempat yang sepi dan gelap", Lin Jiang mengangguk. Membenarkan perkataan Zhou Lan.
"Zhou Lan, apa mungkin alat musik di sini yang mengeluarkan auranya? Seperti senjata yang kadang memiliki roh, apa mungkin beberapa alat musik di sini juga didiami oleh roh?" Zhou Lan menoleh ke arah Lin Jiang.
"Mungkin", Zhou Lan kembali melangkahkan kakinya. Pemuda itu mendekati jajaran tempat guqin di pajang.
Lin Jiang mengikuti Zhou Lan dari belakang. Zhou Lan memperhatikan lamat-lamat guqin di sana. Ada satu guqin yang dilihat dengan sangat seksama oleh Zhou Lan.
Guqin itu berwarna hitam kelam dengan ukiran naga yang sangat indah. Ukiran itu diberi warna emas. Terlihat sangat cantik. Memancarkan aura sendiri yang berhasil membuat Zhou Lan tertarik.
Di sisi lain, Lin Jiang memandang Zhou Lan kebingungan. Guqin yang dipandangi Zhou Lan, di mata Lin Jiang terlihat sangat usang dan berdebu. Sangat kuno, tapi antik.
"Kau tertarik dengan benda usang ini?" kata Lin Jiang sambil menunjuk guqin itu. Zhou Lan mengerutkan dahinya.
"Usang? Guqin ini memiliki aura yang kita rasakan. Selain itu, guqin ini terlihat cantik, Lin Jiang", jawab Zhou Lan.
Zhou Lan mengangkat guqin itu dan menyentuhnya perlahan. Guqin itu mengeluarkan sedikit cahaya dan aura yang sedari tadi dirasakan oleh Zhou Lan dan Lin Jiang.
"Aku akan membeli ini. Mungkin memang guqin ini memilihku sebagai tuannya", Zhou Lan membawa guqin itu dan membayarnya. Zhou Lan dipandang sedikit aneh oleh para pengunjung. Di mata para pelanggan, Zhou Lan tengah membawa guqin usang yang tidak bernilai.
Tapi, Zhou Lan tidak memperdulikan hal itu. Zhou Lan tetap membawa guqin itu bersamanya. Pemuda itu bisa merasakan aura yang kuat semakin menguar dari guqin yang ada dipelukannya.
Lin Jiang melihat guqin itu dengan seksama. Untuk beberapa saat, Lin Jiang seperti tersihir akan aura yang mulai bisa dirasakannya. Dan itu berasal dari guqin yang dibeli oleh Zhou Lan.
Zhou Lan mengajak Lin Jiang untuk kembali. Dua pemuda itu sudah berada di kediaman klan Lin. Zhou Lan membawa Lin Jiang ke kamarnya di kediaman Lin.
Zhou Lan menaruh guqin-nya di meja kecil yang ada di sana. Dia mencoba mengetes suara dari guqin dengan memetik senarnya satu per satu. Setelah dirasa nadanya pas, Zhou Lan mulai memainkannya.
Ajaibnya, ketika guqin itu dimainkan, baik Zhou Lan dan Lin Jiang merasakan ada aura asing yang menguar di sekitar. Samar-samar Zhou Lan bisa merasakan keberadaan roh di sekitarnya. Dahinya mengerut aneh.
"Zhou Lan, lagu apa yang kau mainkan barusan? Kenapa aku merasakan ada kehadiran roh di sekitar kita?" tanya Lin Jiang.
Zhou Lan menatap guqin-nya. Pemuda itu mengelus guqin-nya dengan lembut. Ada sebuah tulisan yang diukir di bagian pinggir guqin itu. Tulisan itu adalah 'Hun' yang artinya jiwa.
"Tidak. Aku hanya memainkan lagu biasa. Sepertinya itu karena guqin ini. Lihatlah, ada tulisan 'Hun' yang berarti jiwa. Mungkinkah guqin ini memiliki kekuatan sendiri untuk bisa memanggil roh? Ditambah, jika kita mengalirkan energi spiritual kita ke dalam melodi yang kita mainkan. Aku yakin, itu penyebab roh-roh terpanggil", jelas Zhou Lan.
Lin Jiang mengangguk. Pemuda itu pernah mendengar tentang alat musik yang memang bisa memanggil roh. Tapi, Lin Jiang tidak pernah melihatnya secara langsung.
Sekarang, Lin Jiang merasakannya. Dia bahkan merasakan kehadiran roh saat Zhou Lan memainkan guqin itu. Beruntung yang terpanggil bukan roh jahat yang mencelakai keduanya.
"Zhou Lan, aku rasa, guqin ini bernama hun. Seperti yang terukir di guqin ini. Dan juga, aku bisa merasakan ada kehadiran roh pada guqin ini", kata Lin Jiang.
Zhou Lan mengangguk membenarkan. Pemuda itu memandang Lin Jiang yang duduk di sampingnya. Zhou Lan memperhatikan Tuan Muda Kedua Lin itu dengan teliti.
"Lin Jiang, kurasa aku tidak bisa tinggal terlalu lama di sini. Masih ada banyak urusan yang harus aku selesaikan di luar sana. Masalah mayat hidup itu bisa kita selesaikan seiring berjalannya waktu", ucap Zhou Lan.
"Eh? Tapi, bagaimana caraku bisa menemukanmu? Masalah mayat hidup harus diselesaikan secepat mungkin, Zhou Lan. Bukan tanpa alasan aku meminta bantuanmu. Aku bisa melihat potensi dirimu yang luar biasa. Aku sangat yakin jika kita menangani ini bersama, semuanya akan selesai dengan cepat", kata Lin Jiang.
Zhou Lan menghela napas pelan, "Aku tahu. Lin Jiang, kau bisa mencariku di rumah makan Jiang. Kau bisa memberitahu pelayan di sana kalau kau mencariku. Nanti aku akan datang", balas Zhou Lan. Pemuda itu kemudian membereskan barang-barangnya dengan cepat.
"Lin Jiang, aku pergi ya. Sampaikan salam dan ucapan terima kasihku pada Ketua Lin dan Tuan Muda Lin Yan. Aku pergi!" Zhou Lan langsung pergi dengan kekuatan teleportasi. Meninggalkan Lin Jiang yang terbengong sendiri di kamar itu.
"Zhou Lan, kau membuatku kagum dengan semua kemampuanmu. Bahkan, kau bisa mengenali guqin pemanggil roh. Hal apa lagi yang belum ku ketahui darimu?" gumam Lin Jiang.
***