
Setelah kegiatan yang melelahkan, Raymond memutuskan untuk beristirahat sebentar sembari ia membuka Smartdroid miliknya.
Sebuah poop massage muncul dan ia dengan segera membukanya, ia membaca pesan-pesan tidak penting lalu menghapusnya. Sebuah pesan muncul lagi dan kali ini yang mengirimkan pesan adalah Sarah, lantas Raymond membuka pesan tersebut.
Ping! -Sarah.
Sarah? Lihat! aku dah punya Smartdroid..!! -Raymond.
Aku tau, karena di server tiba-tiba muncul pengguna baru dan itu ternyata kamu. -Sarah.
Ah iya, Sky Catcher akan pergi tapi aku mau mengundangmu. Aku sudah bicara dengan pilot dan dia setuju bahkan Kiyoshi setuju, bagaimana menurutmu Amon..?? -Sarah.
Kelihatannya menarik, aku ikut. -Raymond.
Setelah Raymond membalas chat terakhir Sarah, kelihatannya Sarah sudah offline dan Raymond menghembuskan nafasnya.
Sky Catcher.. Hmm, aku penasaran banget.
Ucap Raymond didalam hatinya.
Raymond kemudian beranjak dari tempat istirahat nya dan ia berkeliling mengelilingi stasiun ini. Saat berada di jembatan penghubung stasiun A dan B, Raymond harus melewati jembatan bening.
Jembatan bening ini terbuat dari kaca super kuat dan bahan-bahan yang Raymond tidak mengerti. Pemandangan diluar sungguh menakjubkan dan juga sedikit mengkhawatirkan, bintang-bintang di langit gelap memancarkan cahayanya.
Jika ingatannya saat ia bangun mulai dari nol, akan susah untuk menikmati pemandangan ini.
Ada sekitar empat bintang yang paling terang, Raymond berfikir bahwa bintang itu adalah planet yang paling memiliki banyak kehidupan.
Hey, kamu disini.. Kok melamun? Ada apa?
Suara Libertia mengagetkan Raymond yang sedang serius melihat langit hampa, ia kemudian menoleh kepalanya dan diikuti oleh badannya bergerak menghadap Libertia yang sudah muncul dihadapannya.
Cuma melihat langit hampa, tidak ada yang spesial.
Balas Raymond apa adanya.
Oh ya? Itu mungkin karena kamu baru pertama kalinya disini, lagipula kamu belum ada sehari lahir dari energi Pandemonium.
Ucap Libertia dan ia memegang pundak Raymond meskipun tubuh Libertia ini pendek dari Raymond.
Ada jutaan planet disana, jutaaan kehidupan. Dan itulah tugas kalian, menghancurkan Pandemonium dan menyelamatkan peradaban karena kita tinggal di semesta ujung, dimana kita ini adalah buah apel yang tumbuh dari pohon apel itu sendiri. Kita adalah buah dari pohon dunia.
Jelas Libertia, kali ini wajahnya sangat serius dan ia melihat langit hampa ini dengan rasa takjub.
Tiga Primordial God menciptakan dunia ini dan di puncak pohon Yggdrasil ini, di semesta kita ini di pegang oleh Primordial of Doom, Arabell.
Imbuhnya Libertia, matanya menyisir setiap sudut badan stasiun dan ia memutar tubuhnya kearah Raymond dan memegang pipi Raymond dengan tangan kirinya.
Jika kamu beruntung, tak hanya Primordial god yang akan kamu temui bahkan kamu akan bertemu Star God dan Saint God yang eksistensi mereka tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.
Imbuhnya lagi tanpa sadar. Namun Raymond dapat mengikutinya, ia sedikit paham tentang apan tujuannya. Selain untuk membereskan Pandemonium, Raymond juga harus mengetahui tujuan aslinya dan mengapa ia terlahir, tapi ada satu hal yang ia penasaran dan dengan segera membuka mulutnya untuk berbicara.
Star God dan Saint God. Mereka itu siapa?
Tanya Raymond.
Libertia tidak membalas, ia hanya tersenyum dan melepaskan pegangannya di pipi Raymond. Pandangannya berubah dan ia makin tersenyum dengan lebar.
Kamu akan tau Raymond dan ya, katanya kamu mau ikut Sky Catcher ya? terimakasih udah bantu aku loh.
Balas Libertia.
Libertia mengambil sesuatu dari saku nya dan ia melemparkan bola besi kecil keatas dan bola tersebut berubah menjadi tombak besi. Disaat transformasi menjadi tombak besi, suara besi yang terdengar sangat kuat dan terdengar sangat tajam.
Libertia menangkap tombak tersebut dengan mudah dan memutar tombak tersebut seperti baling-baling dan sedikit menghentakkan tombak tersebut ke lantai.
Ucap Libertia dan menyerahkan tombak tersebut dan dengan segera diterima oleh Raymond.
Ini beneran? serius? ga apa?
Tanya Raymond.
Ya kan itu hadiah terimakasih ku karena jadi orang pertama dan mau mencobanya.
Balas Libertia dengan santai.
....
Raymond kemudian memencet tombol pengecilan dan seketika tombak tersebut menjadi sekecil pensil dan langsung disimpan di salah satu kantung milik Raymond.
Kalau begitu jika berjodoh, aku minta bantuanmu lagi ya, sering-sering berkunjung.
Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Libertia memencet tombol yang ada di Arm cover miliknya dan tubuh Libertia melebur dengan efek seperti didalam video game, sangat keren bagi Raymond.
Raymond melihat ke arah luar untuk terakhir kali sebelum ia berjalan menuju Space Ship milik Sky Catcher.
Di sisi Space Ship, Sarah meregangkan tubuhnya karena baru bangun tidur. Agak jompo rasanya tapi ia tidak ingin masa muda nya sia-sia begitu saja.
Kamu sudah bangun Sarah, nona Huang tadi mencarimu untuk bantu Kiyoshi angkat pasokan makanan.
Cassius menyapa Sarah sekaligus menyuruh Sarah untuk membantu Kiyoshi dan Sarah mengangguk langsung bergegas ke bagian kabin penyimpanan barang dan makanan.
Kembali lagi ke sisi Raymond yang kini sudah sampai di tempat Space Ship diparkirkan. Ia melihat figure seorang wanita yang amat cantik dan sangat dewasa.
Aku tau kamu akan datang, Raymond.
Sapa wanita berambut panjang tersebut, rambutnya seperti kristal paling indah yang pernah ada. Alis mata, kelopak mata bahkan bola matanya sangat indah menyapu ke sekeliling nya hingga ia menggerakkan kepalanya untuk melihat Raymond yang masih berdiri tanpa bergerak.
Dan sepertinya kamu tertarik untuk bergabung menjadi Crewmate Sky Catcher.
Imbuh wanita tersebut dan Raymond menganggukkan kepalanya dengan pelan.
Kurang lebih begitu, emm tapi aku tidak tau kamu ini siapa tiba-tiba ajak aku bicara.
Balas Raymond, ia penasaran siapa wanita ini dan kenapa dia berlagak sok tau, Raymond mempunyai beberapa dugaan tapi ia tidak ingin menjadi orang yang tidak ia inginkan.
Ehem, kamu pengen tau? yaudah nih aku kasih tau.. Namaku Huang Huiyin, crewmate sky catcher.
Mendengar ucapan wanita ini membuat Raymond makin bingung, mungkin dia lupa atau gimana tentang wanita yang bernama Huang ini.
Huang, aku sudah berbicara dengan pihak Enforcer of The Piece tentang kegiatan kita disini.
Suara berat seorang pria menyahut mereka berdua, Raymond sangat mengenal suara ini meskipun hanya dalam satu pertemuan saja. Pria ini bernama Cassius, setidaknya itu yang Raymond ketahui.
Huang mengangguk kepalanya serta kembali menolehkan kepalanya ke Space Ship yang sudah dinyalakan oleh Pilot.
Sepertinya kita sudah tidak bisa lagi berlama-lama, Raymond ayo.
Ucap Huang, Raymond melihat sekelilingnya untuk beberapa lama yang setelahnya Raymond mengangguk setuju. Mereka bertiga masuk kedalam Space Ship dan Raymond disambut dengan kocak oleh Sarah dan Kiyoshi yang ada didalam Space Ship tersebut, tepatnya di ruang santai.
Raymond melihat ke jendela, mereka sudah mulai terbang dan adrenalin Raymond terpacu. Ia merasakan sesuatu yang seperti menyenangkan dan hal yang baru.
Mungkin ini adalah awal dari petualangannya dari satu planet ke planet lainnya. Mencari jati dirinya dan juga ingin mengetahui wanita yang memberikan dia kehidupan, ia merasakan perasaan hangat akan wanita itu tapi juga samar-samar.
Perasaan itu membuat Raymond terkadang gelisah dan khawatir akan masa depannya. Apalagi dia adalah wadah dari Pandemonium, bisa saja sebelum Raymond menemukan jawaban yang ia sudah tanyakan pada dirinya, Raymond malah berubah menjadi makhluk Pandemonium dan menyerang orang yang ia tidak ingin lukai.
...Bersambung...