
Setelah sibuk membantu sana dan sini, sang trio akhirnya memutuskan untuk beristirahat dengan duduk di kantin stasiun. Masing-masing mereka juga memesan makanan yang berbeda, keheningan terasa karena mereka bertiga makan makanan mereka dengan nikmat.
Tak lupa juga disaat setelah makan, Sarah mengambil alat berupa Smartdroid miliknya dan ia melakukan foto selfie, sangat terdengar oleh Raymond. Tapi ntah kenapa Raymond sangat familier bahkan tau benda ini namanya Smartdroid dan tidak kaget lagi.
Raymond juga melirik Kiyoshi yang juga memegang Smartdroid. Ketikan dari kedua Smartdroid terasa renyah dan Raymond hanya bisa melihat saja.
Setelah Kiyoshi dan Sarah sibuk dengan Smartdroid nya, mereka saling tatap layaknya sudah paham pikiran satu sama lain.
Raymond, kami mau ke kamar kami di dalam kapal Sky Catcher. Kalau ada apa-apa, tinggal datang aja jangan sungkan.. Ah ya, seorang peneliti di ruangan maintenance ingin berbicara denganmu.
Ucap Kiyoshi dan ia berdiri dari tempat duduknya dan tanpa basa-basi juga ia keluar dari pintu yang terbuka otomatis dan tertutup otomatis.
Ini.... Kalau dia nanya yang aneh-aneh kamu bisa tunjukin ini, dadah Amon.
Ucap Sarah dengan riang dan berdiri setelah menyerahkan sebuah cip kecil kepada Raymond.
Raymond melihat Sarah juga sudah pergi, menyusul Kiyoshi
Baiklah, ruang apa tadi katanya? oh ya ruang maintenance.. Tapi dimana ruangannya? ini tempat besar sekali..
Batin Raymond dan ia melihat kekanan dan kekiri, sepertinya kali ini ia tidak bisa hanya mengikuti arus dan terpaksa bertanya kepada seorang pelayan layanan pengembangan android di sampingnya.
Permisi, bolehkah saya bertanya?
Ucap Raymond dengan sopan kepada peneliti yang sibuk dengan tablet nya sebelum akhirnya ia membuka mulutnya tanpa menoleh.
Iya? ada yang bisa ku bantu?
Balas seorang gadis peneliti tersebut.
Maaf, aku tersesat. Boleh tau arah jalan menuju ruang pemeliharaan?
Tanya Raymond.
Gadis tersebut menghentikan dirinya untuk sibuk dengan tablet nya dan melihat kearah Raymond.
Hmm, kamu anak baru? aku tidak pernah melihatmu sebelumnya disini..
Ucap gadis tersebut.
Gadis tersebut memainkan rambutnya dengan jarinya dan memasukkan tabletnya kedalam tas khusus, kemudian ia melihat kearah Raymond lagi.
Namaku adalah Viska Angelica, staff dalam pelayanan pengembangan android.. Dan aku bisa memberitahu mu arah kesana karena aku juga mau kesana.
Ucap gadis yang bernama Viska tersebut.
Aku.. Raymond..
Balas Raymond dengan gagap karena canggung.
Tak usah takut, aku tidak gigit asal kamu tidak membuat ku kesal.
Ucap Viska dengan senyuman diwajahnya, ia memakai kacamata kotak tipis dan Raymond melihat kecantikan gadis ini meningkat kebawah setelah pake kacamata. Rasanya seperti aneh saja.
Tidak jadi deh, tapi aku juga butuh.. Yaudah aku ikut.
Kata Raymond lagi dan Viska mengambil koran yang ada di samping nya dan mengetuk pelan pipi Raymond dengan koran.
Ah dasar, diingatkan juga malah di cobain.
Setelah pembicaraan mereka selesai, Raymond kemudian mengikuti staff yang bernama Viska tersebut. Ia mengikuti dari belakang hingga mereka sampai di suatu ruangan, ruangan yang jelas dan mempunyai papan nama.
Saat sudah menginjakkan kakinya di ruangan pemeliharaan, tiba-tiba Raymond seperti lupa ingatan karena sangat gugup ditambah Viska malah pergi masuk lebih dalam ruangan ini.
Ah, kamu yang dibicarakan orang-orang dalam waktu singkat ini. Silahkan masuk, Raymond.
Seorang wanita baik hati menawarkan Raymond untuk masuk lebih dalam juga, Raymond awalnya ragu tapi ia memberanikan diri untuk melakukannya dan pergi ke arah samping karena ada pembatas jalur berupa papan tulis yang seperti nya sengaja di taruh disana.
Silahkan, duduk.. Mau kopi? Kopi ku lebih baik daripada Huang.. Percaya saja aku..
Seorang wanita berambut pirang terlihat, dengan antusias menawarkan Raymond untuk menikmati fasilitas yang ditawarkan wanita ini. Raymond melihat wanita ini dengan tatapan normalnya yaitu welas asih, mungkin karena itulah Raymond disambut baik tanpa di curigai atau tegas, atau mungkin cuma perasaan Raymond saja.
Tidak perlu, makasih. Katanya ada peneliti yang mencariku..
Balas Raymond, ia masih berdiri disana menunggu balasan dari ucapan Raymond.
Benar...benar, aku yang memanggilmu.. Namaku adalah Libertia Vixia, seorang direktur yang ditunjuk oleh Tesla.
Gadis pirang yang bernama Libertia ini berdiri dari kursinya dan layaknya orang yang lagi menjalankan presentasi, ia melangkahkan kakinya sembari mengaktifkan layar monitor besar disamping Raymond.
Aku ingin kamu jadi orang pertama yang mencoba ciptaanku ini. Aku menamakannya Ixaverse, sebuah ruang simulasi dengan banyak pilihan dan bebas layaknya bermain video game. Namun ini aku gunakan untuk sebagai memahami reaksi energi Pandemonium lebih lanjut.
Ucap Libertia dengan panjang lebar menjelaskan ciptaannya dengan bangga. Tentunya Raymond tidak ingin rugi, ia berfikir apa feedback yang Raymond dapat.
Lalu... Apa feedback yang aku dapat? aku tidak ingin tangan kosong loh, kalau tidak ada aku cabut dulu.. Dadah..
Balas Raymond dengan santainya bergerak menuju keluar ruangan, namun dengan tanggal Libertia memegang lengan Raymond.
J-jangan pergi dulu..!! Aku kan belum jelasin sepenuhnya..
Ucap Libertia seperti anak kecil.
Baiklah.. Terus bagaimana?
Balas Raymond yang berhenti melangkahkan kakinya.
Libertia kemudian tersenyum, ia seperti menantikan ucapan dan rasa penasaran Raymond, dengan segera ia melepaskan pegangannya dan meraih salah satu lemari dinding setelah ia bergeser beberapa langkah setelah melepas pegangan.
TA-DAAA..!! Aku akan memberikanmu alat canggih yang bernama Smartdroid ini..!! Kamu bisa berkomunikasi dengan teman-teman Sky Catcher mu loh.. HEHEHEHE..!! gimana.. mau kan?
Libertia yang memegang sebuah Smartdroid ditangannya, tangannya yang wangi parfum ini sangat dekat dengan wajah Raymond ditambah raut wajah Libertia yang mulai memelas membuat Raymond tak kuasa untuk menolaknya.
Tapi disisi lain, dia ingin benda itu. Benda yang dipegang Libertia dan ingin menggunakan nya.
Cukup menarik, aku terima.
Belum ada beberapa detik setelah ia mengucapkan kata itu, Raymond langsung merebutnya dari tangan Libertia dan dengan mata berbinar-binar dilengkapi perasaan senang, Raymond mengecup layar Smartdroid tersebut dengan sepenuh hati.
.... Ini orang antara skizo atau memang orang gila
Batin Libertia tidak bisa berkata-kata.
Setelah itu, Raymond diajari oleh Libertia cara menggunakannya. Cara foto seperti selfie dan foto biasa, mengajarkan fitur foto, cara nelpon dan menggunakan aplikasi CPM (Chat Private Massage).
Libertia juga mengajarkan cara mengganti wallpaper dan memberikan wallpaper, bahkan dengan sengaja dalam ajaran pertamanya, layar Smartdroid Raymond sudah tertera wallpaper Libertia yang di foto, semua itu untuk popularitas.
Tak lama juga, mereka pergi ke ruang Ixaverse. Raymond hanya perlu duduk yang sudah disediakan dan menggunakan helm ringan sebagai media nya.
Satu-satunya yang Raymond rasakan sebelum masuk ke dunia lain adalah "Selamat datang di Ixaverse.. Percobaan pertama... Dinyalakan.. ".