
Raymond membuka matanya dan merasakan keheningan juga vibe yang berbeda saat ia langsung menyadari ia ada di sebuah tempat tambang. Terakhir kali ia ingat adalah mencoba alat milik Libertia, Raymond kemudian melihat kedua tangannya yang kini sudah mengepalkan diri.
Hello, hello... Dengar tidak Raymond..?
Suara Libertia terdengar tetapi eksistensi nya tidak terlihat sama sekali. Membuat Raymond bingung lalu ia menatap ke kanan dan kekiri.
Aku anggap kamu dengar, simak ya disini sama seperti video game. Kamu harus mengalahkan beberapa musuh untuk bisa masuk ke zona selanjutnya hingga bertemu boss.
Ucap Libertia,kemudian Raymond mendengar suara yang tak asing. Ia melihat keatas dan melihat bar-HP muncul beserta dengan poin kill yang masih tertulis kan 0.
Oke aku paham, jadi tinggal bantai aja kan?
Ucap Raymond dengan percaya diri, kemudian ia mulai melangkahkan kakinya. Raymond memunculkan tongkat besinya dan menggetuk satu musuh sebagai serangan pertama disaat ia menemukan satu monster simulasi.
Sangat mudah baginya, ia mulai menggetuk dan menggetuk satu persatu monster tanpa kesusahan.
Hiyaaah, pentungan slepet Raymond..!
Raymond mengayunkan tongkatnya berkali-kali dan menggetuk kepala simulasi berbentuk manusia hingga hancur menjadi abu.
Oke, sip... Ini sih seperti membalikkan batu kerikil.. !!
Setelah mengalahkan setidaknya empat musuh, ia melihat 3 jenis batu. Didepan layarnya ia melihat ada tulisan yang tertulis : "Hanya bisa ambil satu buff, saat diambil maka batu lainnya akan hancur."
Setelah baca, ia menekan tombol ijo dengan tangan tangannya dan ia melihat satu persatu status batu tersebut.
Ruby, batu yang mengisi stamina dan energi
Sapphire, batu yang menambah damage pukulan Raymond.
Lapis, batu yang membuat tubuh Raymond sekuat baja.
Raymond kemudian tanpa ragu menyentuh batu Sapphire, tubuhnya langsung merasakan hal aneh setelah menyentuhnya dan batu tersebut melebur dan masuk kedalam dirinya.
Libertia.. Itu tadi apa.. ?
Tanya Raymond, namun Libertia tidak menjawab yang membuat Raymond tanpa sadar membuat suara frustasi. Ia bingung dengan hal tersebut, namun ia masih berani untuk maju kedepan dan menemukan tiga portal.
Portal pertama menuju ruang istirahat.
Portal kedua menuju stage selanjutnya.
Portal ketiga menuju stage khusus atau special.
Kalau portal pertama, ga dulu deh kan baru mulai..
Kayaknya stage khusus aja lah ya?
Pikir Raymond, kemudian Raymond mulai berjalan kearah portal ketiga. Cahaya mulai muncul disaat Raymond memberikan reaksi pada portal ketiga dan disaat cahaya mereda, Raymond sudah berada ditempat yang berbeda.
Selamat datang di stage khusus, di stage ini kamu akan diberikan tiga pilihan. Simak atau kamu bakal tersesat.
Setelah berbicara, Raymond mendengar Libertia berdeham.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Libertia, Raymond diam sejenak.
Hmm... Kalau dipikir-pikir seharusnya golem batu lebih mudah. Tapi, ntah kenapa firasat ku mengatakan semakin sulit semakin banyak hadiah.
Begitulah apa yang dipikirkan oleh Raymond, kemudian ia memantapkan dirinya, memantapkan hatinya untuk memilih golem api. Ia tidak bisa mengambil resiko banyak didalam simulasi pertamanya.
Aku akan memilih golem api.
Ucap Raymond dan tanpa dibalas oleh Libertia dirinya sudah masuk kedalam sebuah arena dalam sekejap. Arena ini besar sekali dan didepannya terdapat satu golem api raksasa, ia tidak menyangka bahwa golem yang akan dilawan memiliki tubuh sebesar ini.
Woy... Ini namanya scam..!! Aku kira golem nya normal, ini diluar nalar... Libertia..!!
Raymond mencoba protes namun lagi-lagi Libertia tidak menjawab. Antara ia sengaja atau memang jaringan tidak stabil, ia kemudian melompat tinggi ketika golem api memulai serangan pertamanya.
Raymond menggulingkan tubuhnya yang berada di udara dan seperti gasing ia menghancurkan bebatuan api yang ada dibawah, kemudian setelah hancur batu dan pijakan yang ada dibawah membeku dan es mulai muncul menyebar sejauh lima belas meter.
Setelah mendarat, Raymond menyipitkan matanya untuk mencari titik lemah daripada golem ini. Benar saja disaat golem ini mulai melakukan proses charge untuk menembakkan proyektik misil, sebuah titik lemah terlihat oleh Raymond.
Raymond dapat melihat layaknya Vision, titik lemah ditandai oleh warna merah yang berada di dekat mata golem tersebut. Langsung saja Raymond menggenggam erat tongkatnya dan tongkat besi tersebut menjadi agak besar dan dilapisi oleh es.
Makan ini..
Ucap Raymond dan ia sedikit menyeringai disaat ia melemparkan tongkat besi yang disalurkan oleh es. Tongkat tersebut mengenai titik lemah golem api yang membuat getaran disekitar, disaat yang sama golem tersebut membatalkan serangannya dan kelihatan nya membeku.
Raymond membuat segel tangan dan eksistensi dirinya berpindah ke tongkatnya, mengayunkan tongkatnya dan memukulnya dari atas kebawah dengan sangat keras.
*Crack*
Suara pecahan terdengar dan tubuh golem raksasa ini setengah hancur, es yang menahan dirinya hingga ia membeku mulai mencair dan lava mulai muncul dari dalam diri golem tersebut.
Silver Ice : Guardian Soul. Jangan membuat kerusakan meskipun ini adalah ruang simulasi..
Ucap Raymond yang kini sudah membuat sepuluh replika dirinya dan tiap replika memegang beragam senjata, dengan dipimpin oleh Raymond yang asli semua clone miliknya ikut untuk mengerahkan jurus pamungkas yang berbeda.
Tiap serangan, pukulan, hunusan, semuanya membuat golem api ini tidak berdaya dan selalu memasuki status beku. Lava yang berubah menjadi lahar dingin dengan cepat pula berubah menjadi es dan akhirnya menjadi debu.
Layaknya es tanpa batas, Raymond menghajar golem tersebut hingga akhirnya ia memunculkan palu raksasa diatas golem tersebut. Palu es itu menghantam golem dengan mudahnya dan palu tersebut pecah bersamaan dengan tubuh golem api raksasa yang hancur.
Raymond reflek melihat ke angka kombo yang menunjukkan skor 1jt pada simulasi pertamanya, tidak disangka ia akan dapat melakukannya di hari pertama ia mencoba. Ada rasa senang dan gembira ketika berhasil menaklukkan stage khusus.
Ia juga mendapat Exp banyak dan juga mendapat batu yang menambahkan damage yang akan di berikan ke musuh. Namun, sepertinya ia harus cukup bermainnya hari ini dan ia berkonsentrasi untuk bisa keluar dari ruang simulasi.
Dan benar seperti bermain video game, Raymond bisa keluar dari game tanpa hambatan dan melihat Libertia yang asik menulis di catatan digitalnya, sepertinya ia menulis laporan tentang keberhasilan Raymond dalam uji coba simulasi Ixaverse.
Pengalaman yang luar biasa, Raymond ga nyangka bisa semenarik ini. Tapi ia tetap sadar akan tujuan hidupnya, mungkin lain kali ia akan berkunjung untuk mencoba lagi.
Maaf tadi ada bug, kamu dapat buff dua kali lipat yang harusnya tidak ada. Aku akan reset simulasi ya besok dan tolong coba lagi ya.
Kata Libertia tanpa menoleh pandangannya, peneliti yang antusias ini benar-benar ulet pada tujuannya. Lagipula ia sudah mempunyai Smartdroid yang ia inginkan.
...Bersambung...