The Astral

The Astral
Lahirnya Singularity



Suara langkah kaki begitu ramai dan tergesa-gesa terdengar. Suara alarm juga membuat tempat ini sangat kacau, para peneliti dengan panik berlari ke zona evakuasi dan beberapa dari mereka menjadi pendukung para Regalis dalam mencari seorang penyusup yang mengambil inti energi langka yang disebut Pandemonium.


Seorang wanita berambut merah tengah diam didalam sebuah ventilasi dan memantau pergerakan para prajurit Enforcer dan Sky Catcher yang berlalu lalang.


Bzzzt... Hey, Veilyn aku sudah meretas sistem keamanan mereka, seharusnya kamu bisa kabur sekarang.


Suara alat komunikasi mengeluarkan bunyi sebelum terhubung oleh suara seorang pria yang tardengar santai namun tegas.


Menurutmu bisa kabur se-enteng itu, tapi menurutku ini layak dicoba.. Lindungi aku saat aku sudah terlihat dari sisi B.


Balas Veilyn dan ia perlahan mulai bergerak dengan posisi merangkak, meskipun ventilasi ini masih mempunyai ruang untuk Veilyn berjongkok atau duduk. Ia memilih untuk tetap merangkak untuk meminimalisir suara yang tidak enak didengar.


*Plok*


Suara hentakan gurih terdengar saat Veilyn mendaratkan kakinya yang memakai sepatu ke lantai, ia sekarang berada di posisi B, yaitu bagian belakang laboratorium. Tepat di waktu yang sama, sepertinya reaksi Pandemonium yang terlalu berat mulai aktif dan Veilyn mau tidak mau harus melakukan rencana B daripada mengorbankan dirinya hanya demi energi ini.


Hmm.. Sepertinya aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi, ah kalau begitu..


Ucap Veilyn dan otaknya langsung encer ketika ia melihat beberapa modul tubuh android yang tidak terpakai lagi, terlihat seperti rongsokan android yang di buang dan akan di daur ulang.


Ia langsung memuat proses data ketika ia mendekati salah satu modul android yang pas dan ia juga memasukkan energi Pandemonium kedalam tubuh android yang ia pilih.


"Mempersiapkan protokol, protokol berhasil.. Memindai data kehidupan, selesai.. proses 55%..89%..complete..."


Setelah selesai mengaktifkan kembali model android lama ini, Veilyn melihat kesadaran sang android mulai pulih bersamaan dengan munculnya seorang pria yang juga adalah rekan dari Veilyn.


Aku tidak bisa menahannya, akan berbahaya jika kita membawanya ke markas, energi nya melebihi ekspetasi ku...


Ucap Veilyn sambil menatap rekannya yang terlihat tidak sabar dan ia menolehkan pandangannya lagi ke arah modul android lama sambil memegang bahu nya.


Dengar, namamu adalah Raymond Castro, aku telah memasukkan nama ke dalam modul mu, aku harap kamu ingat siapa dirimu karena aku tidak bisa berlama disini.


Imbuh Veilyn dan ia memberikan senyuman manis kepada Raymond yang tidak berdaya, tanpa energi. Sebelum berdiri dan hendak pergi, ia melihat sekujur tubuh android ini mulai bekerja dan membentuk tubuh kayaknya manusia, kekuatan yang hebat namun berbahaya.


Di sisi kesadaran Raymond ia menatap Veilyn dengan sangat jelas, kemudian buram. Ia ingin mengucapkan satu kata atau dua kata sangat sulit, rasanya ada yang menghalanginya dan rasa itu adalah rasa bingung, rasa linglung dan rasa yang berasal dari hati yang mengatakan "Bagaimana bisa, siapa aku... Aku seperti nya mengenalmu... Veilyn?.. uhh. ".


Sebelum Raymond mencoba menggerakkan lengannya untuk menyentuh pipi Veilyn, Veilyn sudah duluan berdiri dan langsung dengan buru-buru untuk meninggalkan tempat ini.


Beberapa menit setelah nya suara hentakan kaki yang ramai berbunyi dan terdengar jelas di gendang telinga Raymond. Langkah kaki semakin jelas dan dengan pandangan buram nya ia melihat sebuah sepatu dan sepasang kaki.. Ia tidak tau dengan jelas karena keburu pingsan.


Mimpi.. Hidup... Tujuanku, apa yang sebenarnya terjadi dengan pikiranku.


Saat berada di alam bawah sadar, Raymond merasakan dirinya terombang-ambing dalam kebingungan. Ia seperti jatuh kedalam ruang kehampaan, selalu bertanya-tanya tanpa lelah dan letih.


Disisi orang yang datang menghampiri nya, orang tersebut adalah seorang gadis yang terlihat istimewa. Rambut pendek pirang pasir, yang diiringi warna biru dan merah yang tercampur pada sekitar bawah rambut gadis tersebut, membuat rambutnya terlihat seperti kristal yang gemerlapan disamping itu, ia ditemani oleh empat prajurit yang sepertinya siap memberikan pertolongan pertama tapi keduluan oleh gadis yang sangat mencolok.


Gadis tersebut membenahi posisi baring Raymond dengan benar dan ia dengan segera memberikan pertolongan pertama, lalu tanpa ragu gadis tersebut memberikan nafas buatan ke Raymond hingga akhirnya Raymond mulai menggerakkan satu jarinya dan membuka matanya perlahan..


"..!! "


Raymond terkejut saat ia bangun, seorang gadis tengah mengecup nya dan gadis tersebut belum sadar sebelum akhirnya Raymond memberikan gerakan balasan yang membuat gadis tersebut tersontak kaget dan langsung menghentikan proses CPR.


Ahh... M-maaf, aku bereaksi secara tidak sengaja karena kaget.


Ucap Raymond yang terlihat kaget.


Gadis tersebut terdiam, ia tidak menyangka namun ia langsung menyeka mulutnya dan berdiri.


... Tidak apa-apa... Mungkin.. Lain kali kalau sudah sadar, cukup tepuk bahuku atau bisa saja lepas paksa, ah iya namamu siapa.


Balas gadis tersebut, namun Raymond dapat melihat muka merah nya terbentuk dan ia langsung melihat kearah lain sembari memberikan pertanyaan.


Balas Raymond kepada sang gadis.


Gadis tersebut mengernyitkan dahinya, ia seperti mencoba mengingat sesuatu. Lalu ia melihat kearah 4 prajurit yang menggelengkan kepala mereka.


Kami tidak pernah melihatmu, kamu bukan orang sini? tapi kami juga tidak punya pengunjung asing minggu ini, jangan bilang kamu itu pengunjung yang tersesat? -Gadis rambut kristal.


Raymond hanya terdiam, tidak tau apa yang ingin dikatakan. Karena ia juga bingung darimana ia berasal dan ia ingat hanyalah Veilyn.


Ngomong-ngomong, namaku adalah Sarah Crosscent,aku ini adalah seorang sky catcher generasi ke tiga, generasi baru dari seorang petualang antar galaksi.


Sarah tersenyum dan memberikan bantuan kepada Raymond untuk berdiri. Raymond menerima dengan senang hati dan ia menatap Sarah dan empat prajurit.


Ah.. Cassius Evano Longinus, senang melihat mu kembali di stasiun Enforcer of The Piece.


Salah satu prajurit membalikkan badannya yang awalnya ia berniat untuk pergi karena ingin melaporkan keadaan,namun berhenti ketika ia melihat seorang pria yang berjalan mendekati mereka dan prajurit ini langsung menyapa layaknya sesama rekan.


Oh halo, Jericho lama tak jumpa. Makin kekar aja nih ya, jiwa prajurit nya juga oke.


Dengan tanpa rasa angkuh, Cassius balik menyapa sembari tersenyum dan melontarkan beberapa pujian.


Ah bisa aja, tapi aku memang lagi masa semangat untuk membenahi diri seperti saranmu sebelumnya.


Balas prajurit tersebut.


Nah itu baru semangat, oh ya ada apa didepan? aku melihat seorang pria muda? apa dia terluka? biar aku periksa.


Ucap Cassius dengan pertanyaan retorik dan ia langsung berjalan ke arah sang gadis berambut kristal yang bernama Sarah dan Raymond yang tengah duduk untuk mengistirahatkan diri.


Sarah, apa yang terjadi di sini?


Tanya Cassius.


Sarah menjelaskan apa yang terjadi kepada Cassius dan Cassius mengangguk pelan. Ia langsung terfikir sesuatu untuk mengundangnya didalam Sky Catcher.


Selagi stasiun Sky Catcher belum berangkat karena Cassius, Sarah dan dua orang lainnya masih di lobby stasiun untuk beristirahat Cassius meminta Sarah yang sudah terbiasa dengan stasiun Enforcer untuk berkeliling dan memperkenalkan Raymond kepada para peneliti juga para profesor dan dokter, termasuk Nicola Tesla.


Wokeh!! Siap laksanakan, pak Cassius! Ayo, Raymond kita berkeliling.


Ucap Sarah dan tanpa basa-basi langsung pergi ke tempat yang aman, tepatnya didalam Lobby.


Setelah melihat kepergian mereka, Cassius menghembuskan nafasnya dan berbalik badan.


Baiklah, aku mendengar laporan energi Pandemonium di curi oleh para bandit itu... Bagaimana hasilnya, kalian sudah menemukannya?.


Tanya Cassius.


Tidak ada penyerangan dan mereka seperti nya emang enggan bertempur dan lebih menggunakan cara licik ketimbang cara bar-bar.


Mendengar jawaban dari prajurit membuat Cassius berfikir, ia memegang dagunya.


Baiklah, aku akan membicarakan nya kepada dokter Nicola Tesla dan direktur Anastasya secara langsung. -Cassius.


Kalau begitu, izinkan kami menjalankan tugas kami. Selamat datang kembali tuan Cassius dan semoga bertemu lagi.


Balas keempat prajurit dengan sopan meninggalkan Cassius, tak lama seorang wanita muncul. Rambut panjangnya tergerai dengan indah dan pandangan mata Cassius beralih kepada wanita tersebut.


...Bersambung...


Another timeline dari dunia cerita Canon Yuri Heisenberg