The Astral

The Astral
Bab 1 : Operasi Pemulihan Stasiun, DIMULAI!



Sarah mengambil tangan Raymond dan berlari dengan membawa Raymond. Raymond hanya bisa mengikuti arus apa yang di arahin oleh Sarah, Raymond juga mengikuti kesempatan untuk melirik kiri dan kanan penuh dengan benda-benda canggih.


Sarah, kita mau kemana sih ini.


Ucap Raymond yang mulai bingung dan penuh pertanyaan.


Aku ingin ke kantin dulu, hehe soalnya aku lapar sekaligus kangen Furukara Omelete. Aku jamin kamu bakal suka.


Balas Sarah dengan semangat dan sentuhan tangannya semakin erat. Dalam benak Raymond seperti terbayang oleh sesuatu yang amat samar, tak perasaan samar-samar yang tak terbendung.


Mereka sudah hampir sampai, namun ketika mereka melewati pendeteksi yang terinstal di pintu menuju ruang lain, suara alarm kecil berbunyi yang membuat Sarah dan Raymond berhenti berlari.


Huh? padahal aku tidak membawa apa-apa.


Ucap Sarah.


Lima prajurit dan dua peneliti kaget saat di sinar Ray EX316 mendeteksi adanya kejanggalan di tubuh Raymond, mereka lebih gentar nya lagi tubuh Raymond ini merupakan energi Pandemomium, energi yang berawal dari akar Yggdrasil, awal dari galaksi kehidupan.


Ba-bagaimana mungkin seorang manusia seperti dia ini memiliki energi Pandemomium tapi tidak ada hal yang janggal.


Salah satu dari peneliti tersebut agak panik dan menyuruh rekannya untuk memanggil seseorang, suaranya jelas bahwa orang yang mereka panggil adalah Nicola Tesla.


Setelah ketegangan tersebut dan Raymond tak berdaya hanya diam dengan wajah polos, sosok figur gadis muda dengan lipstik merah mudanya datang dengan peneliti yang tadi disuruh untuk memanggil Nicola Tesla.


Ya, sosok gadis muda ini adalah Nicola Tesla. Ia tampak muda setelah beberapa tahun dan masih tampak muda tanpa kerutan. Gadis muda yang bernama Tesla tersebut perlahan datang menghampiri Raymond dan Sarah.


Maaf atas ketidaknyamanannya, tapi sistem kami mendeteksi adanya energi Pandemomium di tubuh mu. Datang ke kantorku, ada di ruang master didekat ruang penyimpanan dan laboratorium, aku akan menjelaskannya.


Jelas Tesla, suaranya tampak lembut tapi Raymond juga mendengar ketegasan suaranya yang membuat ia harus nurut apa yang dikatakan oleh Tesla. Ia juga penasaran apa itu Pandemomium, maka dari itu tujuan Sarah dan Raymond kini pindah ke dalam kantor master.


Raymond akhirnya melangkahkan kakinya setelah berjalan agak lumayan lama dan berputar sedikit, tapi ia melihat ruangan ini seperti hidup. Setiap pijakan yang Tesla langkahkan akan menimbulkan efek layaknya berdiri diatas air.


Tentu saja kelima prajurit yang ikut harus menunggu diluar untuk melanjutkan patroli dan sebagian menjaga pintu.


Sebelum ke inti, kamu seperti nya ada pertanyaan. Aku paham wajahmu itu bingung seperti orang habis mabuk-mabukan.


Saat pintu telah ditutup rapat, Tesla berbalik badan dan melihat Raymond dan Sarah, untuk Sarah ia sudah mengenal gadis ini adalah gadis malang yang ditemukan di sebuah planet antah barantah yang bernama Antartala. Tesla juga melontarkan kata-kata pertama untuk memulai pembicaraan dan seperti sihir ia mengambil salah satu buku yang ada di rak buku tanpa bergerak dari tempatnya.


Kamu siapa? tempat ini apa? dan.... Pandemomium itu apa?


Raymond mulai secara langsung tanpa pikir panjang menanyakan beberapa pertanyaan, Sarah hanya melihat dan Tesla mulai memainkan rambutnya sembari berfikir.


Aku adalah Nicola Tesla, kepala stasiun Sky Catcher. Aku memimpin Sky Catcher yang diutus untuk membantu para pahlawan di berbagai penjuru galaksi menghadapi Pandemomium.... Oh dan aku adalah kepala kesehatan, peralatan di sebuah organisasi yang bernama Enforcer of The Piece.


Setelah menjelaskan beberapa pertanyaan, Tesla menghirup nafas dan mengeluarkan nya perlahan.


Pandemomium adalah fenomena yang terjadi disini, benda dari galaksi yang jauh disana yang merambat ke sini.Setelah Dark Matter dikalahkan, muncul Pandemomium dan kasusnya membengkak.


Raymond menurunkan sorot matanya, berfikir untuk memahami nya hingga bahunya di pegang oleh Sarah dan Raymond melihat kearah Sarah dengan pandangan wajah nya yang seolah mengatakan "Tidak apa, jika tidak tau."


Biar aku simpulkan, aku terlahir dari energi Pandemonium dan penasaran denganku kan?


Raymond membuka mulutnya, ia menanyakan sebuah pertanyaan yang diduga oleh Tesla, dengan segera Tesla mengangguk kepalanya.


Hening, itulah yang terjadi setelah Tesla membalas ucapan Raymond untuk terakhir kalinya sebelum satu ilmuan wanita dengan gegabah jalan cepat dan wajahnya sangat pucat seperti melihat hantu lalu ketika sudah sampai berjalan di samping Tesla, wanita tersebut membisikkan sesuatu kepada Tesla yang membuat ekspresi Tesla berubah.


... Dengar Raymond, aku ingin mengetahui apakah kamu memiliki kekuatan yang mempunyai kemampuan menghancurkan atau sebaliknya, jadi tolong bantu aku bersihkan Pandemonium yang ada di gudang penyimpanan.


Ucap Tesla dengan nada memohon, dengan sangat cerewet memohon kepada Raymond.


Hadeuh, baiklah kepala stasiun, aku akan membereskan nya..


Balas Raymond dengan memberikan senyuman dan gerakan meyakinkan.


Uhh... Beneran kamu bisa bertarung? kalau kamu mati aku bakal nangis loh.


Sarah akhirnya menyahut ucapan Raymond dan dari tampangnya ia tidak percaya dengan apa yang Raymond punya, atau lebih tepatnya ia tidak ingin orang lain terluka.


Tenang, meskipun seandainya diriku ternyata tidak bisa bertarung, kan ada kamu.


Balas Raymond lagi, Sarah hanya bisa membatin dan hanya bisa marah-marah dalam hati, bukan marah karena suatu yang lain, tapi lebih ke sebal terhadap respon Raymond.


Tak lama setelah itu, Raymond dan Sarah pergi keluar dari ruangan dan menuju keruangan lainnya, ruangan ini mirip seperti koridor pesawat. Ada jembatan kecil terbuat dari cahaya neon, saat mereka berdua berjalan diatasnya tidak terjadi apa-apa, Raymond berfikir bahwa dia mungkin akan terjatuh.


Saat berada di ruangan yang koordinat nya dikirim oleh Tesla kepada Sarah melalui hand tablet, mereka berdua mulai mendengar suara gerutu dari makhluk yang tidak jelas.


Mereka bicara layaknya manusia, namun juga disisi lain cara mereka berbicara sangat aneh. Rasanya suara mereka hampir ditelan oleh kehampaan abadi.


Psst... Kau punya senjata kan?.


Bisik Sarah.


Raymond menganggukkan kepalanya dan ia memanggil tongkat tombak besi. Bentuknya seperti balok kayu biasa, Sarah tidak bisa berkata apa-apa, mungkin Raymond punya energi besar yang dapat membuat makhluk Pandemonium tersebut minggat.


Tunggu aba-abaku ya, ini terlalu bahaya.. Aku melihat banyak Pandemonium.


Ucap Sarah yang sambil berbisik.


Bisakah kita pentung aja? tanganku gatal.


Balas Raymond.


Ga boleh, sstt.. Siap ya... Satu... Duaa... ti~ -Sarah.


Rrrraaahhhh !! Pentungan Suci..!!


Teriak Raymond sembari melakukan serangan dadakan yang mengenai dua Pandemonium sekaligus dan Pandemonium tubuh Pandemonium yang menghantam akibat terpental dari serangan Raymond tersebut berubah menjadi abu.


.... Sungguh.... orang gila.


Ucap Sarah sembari menghela nafas nya dengan berat, ia tidak menyangka Raymond bisa senekat itu. Tapi apa boleh buat, Sarah mengambil senjata api berelemen es dan fisik miliknya, senjata portabel dan serba bisa itu sudah menemaninya selama 2 perjalanan antar galaksi.


Dengan segera, ia menembakkan senjata tersebut dengan tepat sasaran kepada lima Pandemonium dan tubuh mereka langsung menjadi abu. Pandemonium bermunculan lagi, membuat Sarah dan Raymond harus melawan mereka hingga tidak tersisa di ruangan ini.


...Bersambung...